
"Ini akan sulit sayang, Hm,,, Ayah Aydin itu kepala batu. Apa bisa memberi ijin Aydin untuk bersekolah ?” kata Naya ragu
“Please Bunda bantu Aydin, Aydin janji akan jadi anak yang patuh nantinya” bujuk Aydin
“Baiklah sayang nanti Bunda akan coba membujuk ayah Aydin” jawab Naya yang kasihan dengan anak mochi
“Sekarang kita ke toko buku yuk, kan tadi pagi kita bilang akan membeli buku” kata Naya
“Tapi Aydin lapar Bunda…” rengek Aydin yang sepertinya kelelahan karena mencari Gley
“Hmmm,,, ulu-ulu anak kesayangan Bunda kelaparan ya. Ya sudah kita singgah direstoran dulu ya untuk makan ” kata Naya gemas sambil memesan mobil online kembali
“Terimakasih Bunda…” kata Aydin senang dengan Naya yang mengerti dirinya
Merekapun kini sudah tiba disebuah restoran tidak jauh dari mal xxx agar nantinya Naya dan Aydin dapat langsung pergi ke mall tersebut untuk membeli buku, ketika mereka sedang menunggu pesanan datang terdengar suara yang tak asing ditelinga mereka…
“Ayah ? apa itu Ayah Bunda ?” tanya Aydin sambil menunjuk seseorang yang tak jauh duduk dari mereka
“Hm, sepertinya iya sayang,,, tapi Aydin jangan kesana ya mungkin Ayah Aydin sedang bertemu klien” kata Naya
“Tapi, Aydin ingin segera memberitahu Ayah kalau Aydin ingin sekolah Bunda…”Kata Aydin yang ternyata tidak sabar
“Jangan ya sayang, nanti Bunda saja yang bilang dengan Ayah Aydin” Naya khawatir jika Aydin kena marah Derya nantinya
“Tapi,,, Aydin ingin sekarang Bunda…” rengek anak mochi sedikit nyaring
“Syuuut, iya sayang nanti Bunda akan bilang kok” kata Naya takut suara Aydin akan sampai terdengar Derya
“Aydin ???” kata suara baritone yang tidak diharapkan Naya
“Eh, hehe,,, iya Bos. Aydin sedikit lapar sehingga kami singgah disini dulu” kata Naya
“Oh, saya juga akan ikut makan disini” kata Derya sambil menarik kursi untuk duduk
“Bos bukanya sibuk ya bertemu dengan klien disini ?” tanya Naya yang sebenarnya ingin mengusir
“Sudah selesai, Anton sedang mengantar mereka kedepan” jelas Derya
“Oh,,, baiklah…” kata Naya yang tidak dapat mencari alasan lagi
__ADS_1
“Bagaimana ? apa seru ?” tanya Derya singkat kepada Aydin
“Seru sekali Ayah, Aydin tadi bermain lari-lari mengejar Gley dan ternyata Gley membawa Aydin menuju tempat yang sangat Aydin inginkan…” cerita anak mocha dengan polos
“Gley ? bermain dimana kamu ?” tanya Derya curiga
“Anu bos, kami tadi bermain di playground dengan Gley” jawab Naya
“Kamu jangan mencoba menipu saya ! sejak kapan playground di mall itu diperbolehkan membawa hewan peliharaan” kata Derya tegas, dia tau pasti tentang hal itu karena dia juga pemegang saham di mall tersebut
“Hari ini hari special Bos jadi dibolehkan” kata Naya asal
“Heah,,, keterlaluan sekali kamu berbohong dengan saya !” kata Derya
“Kemana kamu membawa anak saya hah ?”sambung Derya
“Permisi Bos, anu ini kartu kontak yang bos minta” jawab Anton menyela
“Aduuuuh, perang dunia ketiga ini nih. Semoga gak kena semprot bos, aku kan Cuma menyampaikan pesannya tadi” batin Anton bergejolak karena berada didekat daerah rawan perang
“Kamu bawa Aydin ke mobil, saya perlu mengintrogasi orang ini sebentar” kata Derya dingin
“Baik bos…” kata Anton patuh sambil menggandeng tangan Aydin untuk mengikutinya
“Tidak perlu, ada makanan di mobil” Jawab Derya
"Hm,,, baiklah..." kata Naya akhirnya
“Bunda…” rengek Aydin yang enggan untuk pergi
“Aydin nurut ya sayang, ada Om Anton yang menemani Aydin nanti. Bunda ingin berbicara dulu dengan Ayah Aydin…” bujuk Naya agar Aydin mau pergi
“Hm,,,” kata Aydin menunduk dan ikut pergi dengan Anton
“Silahkan dimulai” kata Naya yang sudah mempersiapkan jurus silat lidahnya
“Kamu berbohong ?” kata Derya
“Ya, saya berbohong agar bisa membawa Aydin keluar dari sangkar emas. Saya berbohong demi membuat Aydin melihat dunia luar” jawab Naya
__ADS_1
“Dunia luar ? heh,,, kamu pikir kamu bisa mencegah Aydin dari bahaya dunia luar itu ?” kata Derya
“Tidak akan pernah tau jika tidak mencoba dan buktinya hari ini Aydin baik-baik saja” kata Naya
“Dia mengejar Gley, artinya dia sempat lepas dari pandangan kamu. Dan dia menemukan tempat yang di impikannya berarti dia datang kesebuah tempat yang baru. Apa itu ?” kata Derya yang dapat menganalisis dengan benar
“Ya, Aydin sempat lepas dari pandangan saya dan dia masuk ke sekolah sebuah impian yang sangat di inginkannya” jelas Naya
“Itu yang kamu katakan baik-baik saja ?” kata Derya
“Ya, itu malah lebih baik. Aydin bisa bersekolah dan bersosialisasi denga teman-temannya, Bos tidak mengerti keinginana anak sendiri ! Bos tidak pernah mau mengerti dengan impian anak bos ! Bos itu egois !” kata Naya mulai memanas
“Egois untuk keselematan anak saya, itu yang saya lakukan” kata Derya
“Hahaha, untuk Aydin ? Itu bukan untuk keselamatan Aydin, itu untuk keselamatan hati bos dari rasa khawatir, bos tidak ingin merasa khawatir bahkan kepada anak sendiri. Ayah macam apa itu, istri bos dilangit pasti akan menangis melihat anaknya diperlakukan seperti burung yang terkurung” kata Naya jleeb….
“Kamu mengerti apa tentang keluarga saya ? kamu itu hanya orang luar” kata Derya mengungkin ketidakterimaanya mengenai keberadaan Naya
“Ya saya memang orang luar, tapi saya lebih mengerti tentang Aydin daripada ayahnya sendiri” kata Naya penuh dengan penekanan dan itu membuat Derya terdiam sejenak
“Humffff,,, apa nama sekolahnya ?” tanya Derya akhirnya setelah menghembuskan nafas berat
“SD Bina Kasih” jawab Naya
“SD ?” tanya Derya memastikan
“Ya SD, anak bos adalah anak jenius yang bahkan kecerdasannya melebihi rata-rata anak usia 7 tahun” jelas Naya
“Hm, SD Bina Kasih… aku memiliki saham di sekolah tersebut, apa aku biarkan saja ya ?” batin Derya bergejolak dilema
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~
Gimana debatnya kurang panas atau udah pada bikin hati panas nih 😁 ???