I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 83


__ADS_3

“Itu,,, itu Nay…” kata Anton menunjuk sosok yang ada dibawah meja makan


“Hah ? itu yang kamu kata tuyul ?” Tanya Naya tidak percaya


“I,,,iya…” kata Anton masih tidak percaya bahwa dirinya bisa melihat makhlut tak kasat mata tersebut


“Parah kamu Ton, itu anak bos dikatain tuyul… kedengeran Bos potong gaji kamu Ton…” kata Naya sambil mendekat ke arah Aydin yang bersembunyi dibawah meja makan


“Sayang kenapa kamu berada disini ?” Tanya Naya sambil berjongkok


“Hm, tadi ada Ayah Bunda… Aydin takut Ayah marah karena Aydin makan buah kebanyakan…” kata Aydin yang wajahnya belepotan bekas strawberry


“Pasti akan kena marah jika makannya sebanyak ini sayang…” ucap Naya melihat bahwa keranjang Strawberry yang penuh tadi kini hanya tersisa 3 biji strawberry saja


“Maaf Bunda…” kata Aydin takut kena marah Naya


“Sesuatu yang berlebihan itu juga tidak baik sayang… Ingat ya pesan Bunda, makan itu secukupnya saja sayang, karena jika kita terlalu kenyang itu akan membuat kita malas bergerak dan hal itu tidak baik untuk kesehatan” Nasehat Naya sambil mengambil keranjang strawberry lalu membawa Aydin keluar dari kolong meja


“Baik Bunda…” jawab Aydin patuh


“Naaaah,,, ayo peluk om Anton dulu. Pastikan wajah kamu kena jasnya om ya…” bisik Naya sambil mengarahkan Aydin mendekati Anton


“Kenapa harus memeluk om Anton Bunda ?” Tanya Aydin bingung tapi tetap saja melakukan yang dipinta Naya


“Nah lihat itu sayang, Aydin sudah memberikan cap pipi Aydin kepada om Anton…” tunjuk Naya pada jas Anton yang terkena bedak dingin


“Haaah ?” kata Anton kaget karena kemejanya menjadi kotor


“Biar anti tuyul Ton… mesti diberi tanda gitu dulu. Haha….” Kata Naya senang karena bisa membalas perkataan Anton yang menyebut Aydin tuyul tadi


“Yah, Aydin ih… kan pakaian om jadi kotor…” kata Anton sambil mengusap bekas pupur tersebut dijasnya


“Hehehe,,, maaf om. Kan Aydin cuma menjadi anak yang patuh…” kata Aydin membela diri


“Isssh, kamu tuh Ya Nay. Tak pengen pites tau gak !” kata Anton kesal


“Siapa yang mau kamu tindas ?” kata Derya tiba-tiba sudah ada disana, Derya sedikit mengerti dengan ucapan Anton karena almarhum istrinya adalah orang sunda


“Ini bos, si Naya masa menyuruh Aydin untuk memeluk saya dan itu meninggalkan bekas dipakaian saya” adu Anton kepada sang bos


“Siapa kamu sehingga anak saya memeluk kamu ?” Tanya Derya dingin


“Hehe, saya omnya Bos..” kata Anton


“Om tapi kok ngatain…” gumam Naya pelan

__ADS_1


“Apa yang kamu katakan tadi Nau ?” Tanya Derya


“Itu Bos, Si…” kata Naya ingin menunjuk namun dihalangi Anton dengan berdiri dihadapan Naya


“Bos, apa berkasnya ketemu ? kita harus bergegas kembali ke perusahaan Bos” Tanya Anton mengalihkan pembicaraan


“Ya, ada di ruang kerja saya” kata Derya dingin


“Kenapa wajah anak saya penuh tepung seperti itu ?” Tanya Derya saat melihat Aydin disamping Naya


“Ini bukan tepung bos. Ini bedak dingin…” jawab Naya memberitahu


“Apa itu ?“ Tanya Derya yang baru pernah mendengar bedak dingin


“Itu seperti bedak untuk menyejukkan kulit bos” jelas Naya


“Oh… sedang apa kalian didapur ?” Tanya Derya


“Em,,, hanya ingin mengajak Aydin makan buah bos” ucap Naya sedikit berbohong


“Awasi dia ketika makan buah. Jangan terlalu berlebihan itu akan membuatnya sakit perut…” ucap Derya sambil berjalan menghampiri Aydin


“Ba,,,Baik Bos…” ucap Naya sedikit gugup karena posisi Aydin sedang ada dibelakang Naya sambil memeluk dirinya sehingga Derya juga berada didekat dirinya


“Ayah pergi dulu… kamu yang pintar dirumah…”ucap Derya mengusap kepala Aydin


“Kamu jangan pakaikan yang macam-macam kepada anak saya. Ini terlihat aneh…” ucap Derya yang memperhatikan wajah Naya dan Aydin yang putih dipenuhi tepung


“Siap Bos…” jawab Naya


“Anton, gajih kamu saya potong 5% jangan mencoba mengalihkan pembicaraan” kata Derya pada Anton. Anton hanya bisa mengelus dada pasrah…


“Humffff… by by gaji 5%” batin Anton


“Saya pergi …” kata Derya pada Naya dan Aydin setelah itu diapun berlalu


“Humffftt, rasain tuh Ton….” Naya menahan tawanya karena Derya masih belum terlalu jauh


“Mari bi saya bantu, dimana kira-kira letak pengembang kuenya…” Tanya Naya menuju ke lemari makanan


“Nah ini dia Neng pengembang kuenya. Memangnya Neng Naya mau bikin kue apa ?” Tanya bi Lastri


“Mau bikin cheseescake Bi…” jawab Naya


“Oooh, harus ada kejunya berarti Neng. Ini kejunya sepertinya tidak ada Neng…” kata bi Lastri saat melihat bahan-bahan yang ada diatas meja

__ADS_1


“Oh iya ya… haha, sepertinya kita memang harus berbelanja sayang” kata Naya sambil menoleh ke arah Aydin


“Asyiiik jalan-jalan bareng Bundaaa….” Kata Aydin senang karena akan keluar bersama Bundanya


“Haha, kita hanya pergi ke mini market depan saja sayang. Tidak pergi jalan-jalan” kata Naya melihat anak mochi kesenangan


“Hm, tapi tetap saja Aydin akan berjalan bersama Bunda…” kata anak mochi tetap senang


“Baiklah sayang, ayo kita basuh muka dulu, setelah itu baru kita jalan kaki saja ke mini market depan” kata Naya


“Let’s go Bunda…” kata Aydin berjalan lebih dulu menuju kamar mandi


Setelah mencuci muka dan memakaikan baju berlengan untuk Aydin merekapun berjalan kaki menuju mini market depan, cukup lumayan memakan waktu karena halaman Aydin yang luas namun itu justru membuat Aydin senang karena dirinya dapat berlari bebas sambil bermain kejar-kejaran dengan Naya.


Dengan daster kuningnya Naya memasuki sebuah minimarket yang ada didekat rumah Aydin, para penjaga minimarket agak kebingungan karena melihat seseorang yang berpakaian sederhana keluar dari perumahan elit itu.


“Bunda, Aydin mau beli ini…” kata Aydin berhenti disebuah rak penuh susu


“Aydin mau yang mana sayang ?” Tanya Naya


“Yang rasa strawberry Bunda…” jawab Aydin


“Ini ya sayang, Bunda masukkan ke dalam keranjang” kata Naya mengambil lalu meletakkannya kedalam keranjang yang dijentengnya


“Terimakasih Bunda…” kata Aydin tersenyum manis


“Uuuuh, manisnya…” kata Naya membelai gemas pipi Aydin sambil tetap berjalan


“Hehehe,,,,” Aydin hanya tertawa


“Bruk…” keranjang belanja Naya terjatuh karena bertabrakan dengan seseorang begitupula dengan belanjaan orang tersebut


“Maaf Mbak, saya tidak sengaja…” Naya meminta maaf karena dirinyalah yang menabrak orang tersebut karena hanya fokus pada anak mochi tanpa melihat ada orang didekatnya


“Kalau jalan pakai mata dong bu !!!” kata orang tersebut dengan judes


“Maaf, maaf ya mbak… saya benar-benar tidak sengaja” kata Naya sambil mengambilkan keranjang orang tersebut yang juga jatuh.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2