
Beberapa menit yang indah berlalu, sepasang insan yang sedang menjalani pacaran halal mereka kini sudah mencapai tujuannya.
“Sayang lihatlah rumah kayu disana” ucap Derya berhenti sejenak
“Wah, sangat terkesan natural sekali sayang. Apa kita akan kesana ?” Tanya Naya
“Ya, tapi ada beberapa anak tangga untuk naik. Apa kamu bisa sayang ?” Tanya Derya khwatir
“Atau kita ganti vila saja ?” ucapnya lagi mulai menghidupi motor kembali
“Sayang terimakasih, tapi Naya bisa kok jika hanya naik beberapa tangga. Lebih bayak gerak akan membantu proses persalinan nanti” ucap Naya sambil melepaskan helmnya
“Sayang, hati-hati” ucap Derya saat merasakan gelagat Naya yang ingin turun dari motor
“Tungguin aku, kamu jangan turun dulu sayang” ucap Derya dengan sigap mematikan motornya dan melepas helm.
“Ayo sini aku bantu kamu turun” ucap Derya sambil mengulurkan tangannya membantu Naya
“Mas, Naya bisa kok” ucap Naya sambil tersenyum hangat
“Cup… jangan membantah sayang, sini pegang tanganku” ucap Derya setelah mencium singkat bibir Naya
“Ba,,,baiklah…” ucap Naya sambil tersenyum malu karena Derya yang tiba-tiba menciumnya
“Ada sekitar 50 anak tangga, da akan memakan waktu yang cukup lama jika 25 – 30 detik per anak tangga. Ini sesuai dengan kecepatan kehati-hatian sayang” ucap Derya
“Hah ?” Naya kebingungan dengan perhitungan Derya
“Untuk lebih efesien, biar aku gendong kamu ya sayang” ucap Derya langsung mengambil posisi dan menggendong Naya
“Sayang, Naya berat loh. Apalagi ditambah dua debay diperut Naya. Apa Mas tidak keberatan ? Naya bisa kok jalan dan itu lebih cepat daripada perhitungan Mas” ucap Naya
“Cup,,, cup,,, kamu diam saja ya sayang. Biar aku yang berjuang membawa kalian untuk sampai ke atas” ucap Derya mulai melangkahkan kaki di anak tangga pertama
Nayapun akhirnya diam dan memegang erat sang suami agar tidak terjatuh, beberapa saat berlalu merekapun tiba di depan rumah kayu yang dikelilingi dengan halaman yang luas
__ADS_1
“Huuuh, kita sampai sayang” ucap Derya sambil menurunkan Naya dengan pelan
“Terimakasih sayang” kata Naya dengan senyum hangatnya sambil menatap wajah sang suami
“Maaf ya Naya berat, sampai sayang berkeringat seperti ini” ucap Naya sambil menyapu peluh yang ada di dahi Derya
“Apa kamu mau minum sayang ? biar Naya ambilkan” ucap Naya saat melihat kulkas outdoor di teras rumah kayu
“Biar aku saja sayang, kamu tunggu dan duduk disini” ucap Derya membimbing Naya untuk duduk dikursi dekat tenda
“Apa kita akan barbeque ?” Tanya Naya saat melihat peralatan didekatnya
“Ya, kamu tunggulah. Aku akan membawakan daging dan lainnya kesini. Cup....” ucap Derya menyempatkan mencium kening Naya sebelum pergi mengambil perlengkapan lainnya
Naya menunggu sambil menikmati udara dan pemandangan sekitar. Humf, selama hamil sudah sangat lama Naya tidak merasakan lingkungan yang seperti ini. Penuh dengan ketenangan dan suara alam yang merdu. Naya sangat senang dengan kencan yang disiapkan suaminya, dia angat bersyukur memiliki suami yang mengerti kesukaanya, yang menyayanginya dan sangat perhatian padanya. Setiap detiknya yang dialaminya dalam hidupnya, dia sangat mensyukurinya.
“Sayang ! kamu sedang melamunkan apa ?” ucap Derya sambil menempelkan minuman dingin dipipi Naya
“Astagfirullah, Mas membuat Naya kaget saja” ucap Naya sambil mengusap dadanya
“Terimakasih sayang” ucap Naya menerima minuman tersebut
“Ayo kita mulai memanggang sayang. Kamu bumbui dagingnya ya biar aku mengidupkan apinya” ucap Derya membagi tugas dan sebelum pergi mengusap pelan kepala Naya
“Baik sayang. Let’s go !” ucap Naya berjalan kearah meja yang dipenuhi beberapa jenis daging sapi, bahkan ada sosis dan bakso disana, dan tak ketinggalan pastinya ada sayuran yang juga harus mengisi meja tersebut.
Sambil membumbui daging, tiba-tiba alunan musik terdengar. Suara tersebut berasal dari bluethooth speaker yang Derya siapkan, lagu yang menggambarkan kebahagian dan rasa syukur itu membuat suasana semakin hangat, diselingi dengan lirikan yang bertemu dari kedua insan disana.
“Sayang apa dagingnya sudah siap, ayo kita memanggang bersama” ucap Derya menghampiri Naya
“Sudah sayang, ayo !” ucap Naya berdiri dan membawa mangkok berisi daging yang sudah dibumbui
“Sini biar aku saja” ucap Derya mengambil alih mangkok, Naya hanya tersenyum dengan perhatian sang suami
“Ayo memanggang” ucap Naya mengambil capit dan kemudian meletakkan daging diatas pemanggang
__ADS_1
“Awas kamu kena cipratannya sayang” ucap Derya langsung memasang tameng didepan badan Naya
“Haha, tidak apa sayang. Itu tidak akan menyakiti Naya” ucap Naya menyenggol tubuh Derya dengan pinggulnya. Nayapun melanjutkan meletakkan daging lagi di atas pemangang.
“Sayang, apa kamu ada ide untuk nama anak kita ?” ucap Derya sambil memeluk Naya dari belakang
“Hm, Naya masih belum menemukan yang cocok sayang. Masih ada waktu sekitar 2 bulan lagi untuk menentukan nama” ucap Naya sambil merasakan kehangatan dari pelukan suaminya
“Ya, dua bulan lagi anak kita akan melihat dunia ini. Setelah itu kita akan membuatnya lagi kan ?” Tanya Derya berbisik di telinga Naya
“Ini sayang coba daging ini, apakah sudah matang” ucap Naya mengalihkan pembicaraan
“Aaaa…” Derya membuka mulutnya minta disuapi
“Hm, dasar manja” ucap Naya menyuapi suaminya
“Tidak apa, kan manjanya sama istri sendiri” ucap Derya yang masih memeluk Naya kemudian menyenderkan wajahnya di bahu Naya
“Sayang, Naya susah gerak kalau dipeluk erat gini” protes Naya
“Satu menit lagi sayang” ucap Derya mengeratkan pelukannya
Merekapun melalui kegiatan barbeque dengan romantis, alampun akan iri jika melihat kemesraan mereka.
.
.
.
See you next episode sayang 😉
Jangan lupa like, komen, and vote ya sayang ❤️
Kok aku merasa seperti geli sendiri ya ketika sang Derya yang bucin pakai aku kamu segala, terus sayangan² gitu lagi 😁😁😁
__ADS_1