
Setelah siap dengan seragam mereka, double K pun turun bersama kakaknya.
“Akak, tadi malam Ipan dan Ila celu cekali lo belmain” cerita Kivanc sambil turun
“Bukankah malam tadi Ayah melarang kalian untuk lanjut bermain, kenapa malah bermain ?” Tanya Aydin
“Ih, akak Ay idak celu. Ipan mau celita tapi akak idak mau dengal” ucap Kivan cemberut
“Kak Aydin dengarkan saja dulu. Nanti abang Kivan akan cemberut terus disekolah” ucap Kila yang tidak mau harinya buruk karena Kivanc yang cemberut
“Baiklah, memangnya apa yang terjadi tadi malam de ?” Tanya Aydin
“Tadi malam, Ivan sama Ila jadi detiptip” ucap Ivan kembali bersemangat
“Detektif ?” Tanya Aydin memastikan
“Iya betul A, telus ipan ama ila jalan injit-injit bial idak ada yang tau” lanjut Kivan
“Hm, terus ?” Tanya Aydin seadanya
“Telus Ivan dan Ila pelikca kamal Unda, Undanya idak ada. Ivan cama Ila cali kebawah uga idak ada. Telnyata Unda dan Ayah membawa adek ayi jalan-jalan” ucap Kivanc mengakhiri ceritanya
“Ooh, kalian mencari Bunda dan Ayah tapi tidak ada ?” Tanya Aydin
“Ya betul kak. Telus Ivan pikil Unda dan Ayah di Lucik makanya kami mencali-cali” ucap Kivanc
“Ooh, kenapa kalian terbangun ? lalu kenapa tidak memberi tahu Kakak ?” Selidik Aydin
“Hm… De Ila yang awab” ucap Kivanc menyerah
“Kami bangun karena ingin ke kamar mandi, lalu kami mendengar suara mobil yang keluar dari rumah Kak. Kivanc takut jika itu orang jahat, jadi kami ingin memberitahu Ayah dan Bunda namun mereka tidak ada dikamar, lalu kivanc berpikir jika Ayah Bunda diculik, kamipun memastikannya. Kami tidak membangunkan kakak karena takut menganggu istirahat kak Aydin” jelas Kila dengan panjang lebar
“Kalian jangan sungkan dengan Kakak de. Kalau ada apa-apa beri tahu kakak ya ! Kakak ini yang paling tua diantara kalian, jadi kakak yang akan melindungi kalian, oke ?” ucap Aydin mengelus lembut keduanya
“Hm” double K pun mengangguk
Lalu merekapun tiba dimeja makn, nampak sudah ada Derya yang membaca Koran dan Bunda yang sibuk didapur.
“Celamat Agi, Unda Ayaaah…” teriak Kivanc menyapa lebih dulu
“Selamat pagi” ucap Aydin dan Kila bersamaan
“Pagi sayang” jawab Naya dan Derya dengan senyum cerah mereka, melihat anak-anak mereka kini tumbuh dengan baik dan sehat.
“Ivan mau duduk dekat Ila” ucap Kivanc kembali mengikuti Kila
“Tapi abang masih suka berantakan makannya, Kila tidak mau disamping abang” ucap Kila
“Idaak, Abang cudah bica makan belcih de Ila” ucap Kivanc membela diri
“Hm lihat saja nanti” ucap Kila mengalah
“Hari ini makan roti lapis saja ya sayang, Bunda belum sempat masak nasi goreng kesukaan semua” ucap Naya sambil menyajikan beberapa sandwich diatas meja
“Terimakasih Bunda” ucap mereka semua, Naya dengan telaten membantu meletakkan roti tersebut kepiring agar anak-anaknya bisa langsung melahapnya
__ADS_1
“Sayang, kamu juga duduklah. Ayo makan bersama” ucap Derya
“Baik mas” ucap Naya tersenyum karena suaminya menarikkan kursi untuk dirinya
“Makanlah” ucap Derya menyuguhkan bubur untuk Naya. Agar tidak mual, Naya setiap harinya memakan bubur yang memang sudah disiapkan oleh bibi. Hari ini Derya juga ikut makan bubur karena dirinya juga ikutan mual
“Ayah kenapa makan bubur ? apa ayah sakit ?” Tanya Kila
“Tidak, Ayah hanya ingin menemani Bunda saja agar tidak mencomot makanan kalian. Hehehe” Ucap Derya menggoda istrinya
“Mas ih…” gumam Naya merasa malu, karena memang kebiasaan Naya selalu memakan punya anaknya sebelum kehabisan, katanya mau icip-icip.
“Hehehe, aku kali ini mau icip punya siapa bun ?” Tanya Derya sambil mengangkat alisnya
“Bunda lihat, Abang makannya berantakan” ucap Kila menunjuk kesampingnya
“Sayang itu ada remahan besar yang jatuh, sayang loh makanannya” ucap Naya mendekat kearah Kivanc dan memakan sedikit sandwich ditangan Kivanc
“Enak…” ucap Naya sambil manggut-manggut
“Sayang” panggil Derya
“Undaaaaa….” Teriak Kivanc kesal
“Hehe, nanti bekal Kivanc bunda banyakin deh. Makasih ya abang sudah mau berbagi dengan Bunda” ucap Naya terseyum pepsodent
“Ipan mau tiga Unda” ucap Kivanc
“Baiklah syaang, nanti Bunda tambahkan ya” ucap Naya
“Mas tidak makan siang dikantin ?” Tanya Naya
“Tidak, Mas ingin makanan buatan kamu” ucap Derya
“Tapi setelah kita mengantar anak-anak kedepan ya Mas, nanti Naya buatkan” ucap Naya kemudian melanjutkan makannya
“Terimakasih sayang” ucap Derya tersenyum senang
Merekapun kini makan dengan beberapa percakapan ringan dipagi hari, bertanya tentang buku dan tugas anak-anak apakah sudah dikerjakan ? jam berapa mereka akan pulang hari ini ? dan kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan hari ini ? pertanyaan ringan tentang keseharian mereka tersampaikan dimeja makan
“Unda, abang cudah celecai” ucap Kivan sambil mengangkat kedua tangannya
“Wah, pintarnya abang. Kalau sudah selesai harus ucap apa sayang ?” Tanya Naya
“Alhamdulillah” ucap Kivanc dengan semangat
“Ya benar sekali, De Kila juga sudah selesaikan ? kalau begitu ayo kita cuci tangannya dulu ya setelah itu berangkat sekolah” ucap Naya
“Baik Bunda” ucap Double K
Keduanyapun kini sudah siap, nampak Aydin juga sudah menunggu didepan rumah, Derya juga ada disana ikut mengantarkan.
“Belajar yang rajin ya sayang, banggain Ayah dan Bunda, lakukanlah hal baik dan berguna bagi sekitar” ucap Naya merasa bangga dengan anak-anaknya, kadang orang tua juga perlu menyampaikan harapannya pada sang anak agar mereka termotivasi sebab harapan tanpa tindakan tidak akan menjadi kenyataan. Tapi jangan menuntut dan memaksa melebihi kemampuan anak, mereka juga harus bisa memimpin diri mereka sendiri kelak.
“Baik Bunda, kami berangkat sekolah dulu. Assalamu’alaikum… Dadah adik bayi” ucap Aydin menyalimi Naya lebih dulu, kemudian Derya.
__ADS_1
“Dadah Unda, dadah Ayah, dadah Ade Ayi” ucap Kivanc menciu pipi mereka semua dan tak lupa mencium perut Naya lalu salim
“Assalamu’alaikum Bunda Ayah dan adek, Aa Kila berangkat dulu” ucap Kila memanggil dirinya kakak saat mencium perut Naya
“Hati-hati dijalan sayang…” ucap Naya dan Derya melambaikan tangan pada anak-anaknya
Pak sopir dan Bi Ira juga ada dalam mobil.
Kini Aydin yang sudah besar tidak perlu lagi ditunggu saat sekolah. Bi Ira sekarang bertugas menunggu KIla an Kivanc yang masih sekolah paud, mereka mengantar Aydin lebih dulu karena jam masuk SD lebih cepat daripada paud. Selama perjalanan ketiga bersaudara itu nampak sangat akrab, walau Aydin lebih tua namun dia juga bisa ikut bermain bersama adek kembarnya itu.
“Dadah Kak Aydin…” ucap mereka saat berpamitan mengantar Aydin sampai muka gerbang sekolahnya
“Cekalang kita ke cekolah Ipan. Let go…” ucap Kivanc si aktif yang semangat
“Baik tuan muda” ucap supir didepan ikut tersenyum melihat tingkah Kivanc
Tak berapa lama merekapun tiba disekolah Double K, beberapa mobil juga berhenti didepan gerbang untuk mengantar anak-anak mereka sekolah
“Silahkan turun bos kecil” ucap bi Ira membukakan pintu kemudian memasangkan tas mereka masing-masing
“Terimakasih bi” ucap keduanya tersenyum ramah, namun pandangan Kivanc melihat kearah mobil depan dimana sebuah gambaran keluarga harmonis, ada Bunda dan Ayah yang mengantar teman anaknya
“De Ila, kapan ya ade ayi mau diajak antal kita ke cekolah” ucap Kivanc sedikit cemberut
“Entahlah, kata Bunda tidak lama lagi adik bayi sudah berumur 4 bulan diperut Bunda. Nanti juga bisa diajak jalan untuk mengantar kita bang” ucap Kila juga ikut mengamati
“Hai Kiv, Hai Kil.” Sapa seseorang dari belakang
“Hai Aldo” jawab keduanya
“Kalian juga irikan dengan mereka yang antar kesekolah oleh orang tuanya. Kapan ya orangtuaku bisa seperti itu ? aku rasa mereka sudah tidak sayang lagi denganku” ucap Aldo nampak sedih
“Bos kecil, ini ada Bunda dan Ayah video call” ucap bi Ira memberikan ponsel pada double K
Walau Naya tidak bisa mengantar, namun ketika moment untuk gerbang dirinya selalu menyempatkan untuk memberi semangat dan ciuman jauh kepada double
“Emmuaaah…. Cemangat” ucap keduanya mengakhiri telephone singkat itu
“Bunda kalian bahkan masih sempat menelphone dan menyemangati kalian. Humfff… sepertinya hanya bundaku yang tidak peduli begitu” gumam Aldo murung
“Aldo cenapa ? apa cakit ?” Tanya Kivanc
“Tidak” ucap Aldo menggeleng
“Ayo kita macuk ke kelas ! na…nena...nena…” ajak Kivanc sambil menarik tangan Kila dan Aldo, dirinya berjalan dengan riang tanpa memperhatikan orang yang digandengnya. Yang satu nampak malu karena gaya Kivan berjalan sangat aneh meliuk-liuk seperti ular tangga, yang satu sedang murung karena merasa Bundanya tidak memperdulikannya
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 👣
__ADS_1
Duh aduh si Kivanc ada-ada aja kelakuannya 🤣🤣🤣