
“Ihhh atuuuttt badutnya seleeem” ucap Anton berlagak anak kecil yang bersembunyi dibalik punggung Sarah
“Idiih, om kerasukan jin bocah ya ?” kata Sarah yang merasa geli dengan tingkah Anton
“Pletak,,, Enak aja dikatain kerasukan !” ucap Anton sambil menjitak kepala Sarah
“Aduuh sakit om,,, jangan main tangan dong !” kata Sarah sambil mengusap bekas jitakan Anton di dahinya
“Ton ! gaji kamu saya potong 5% karena udah nyiksa adik saya !” teriak seseorang
“Hah ?” Anton bingung karena suara tersebut bukan berasal dari sumber yang biasanya dia dengar
“Bolehkan Mas ? gaji Anton Naya potong ?” Tanya Naya menatap Derya untuk meminta persetujuan
“Ya tentu boleh sayang” ucap Derya mendekati Naya dan merangkul pinggang Naya untuk mengajaknya masuk kedalam rumah
“Gaji kamu saya potong 75% bulan ini dan juga jangan lupa baju pelangi dibagasi dipakai. Istri saya khusus membelikannya untuk kamu !” ucap Derya saat berlalu didepan Anton
“Tidaaak, tega sekali paduka pada kusir baik hati dan tidak sombong ini” kata Anton menyedihkan
“Wleek, rasain tu…” ucap Sarah mengejek Anton
“Sarah, kalau gaji aku dipotong 80% bulan ini berarti uang yang ada hanya cukup untuk bayar kontrakan aku dong” ucap Anton
“Ya itu derita om” ucap Sarah acuh
“Maafkan abang Anton dek Sarah, Abang tidak bisa menafkahi kamu bulan ini” ucap Anton dramatis
“Lah siapa yang dinafkahi om ? orang aku masih jadi tanggungan ibu” ucap Sarah
“Geli ih denger om ngomong gitu. Udah ah aku masuk aja, ingat baju pelanginya dipakai” ucap Sarah kemudian langsung masuk ke dalam rumah
“Ya Allah, berat kali perjuangan diri ini !” gumam Anton merenungi nasibnya
“Ini bajunya” kata seorang bodyguard menyerahkan paperbag pada Anton
“Whahaha, bisa-bisanya kalian memakai baju pelangi seperti ini. Jamet mana nih datang, uhuuy… Mangkal dimana met ?” ucap Anton menertawakan bodyguardnya
“Hm…” mereka semua langsung memasang muka sangar
“Ehehe, piiiss ✌️ Salam damai kawan” ucap Anton kemudian langsung kabur kedalam rumah
Ketika masuk kedalam rumah Anton mendapati mereka semua sedang duduk dimeja makan dan makan.
“Asyik, akhirnya makan juga” ucap Anton sambil menarik kursi
“Ton, kenapa belum memakai baju yang aku belikan ?” Tanya Naya yang kini sedang disuapi Derya
__ADS_1
“Hah, baju ? oh iya ini ya, hehehe…” ucap Anton baru teringat paper bag ditangannya
“Ini untuk aku Nay ?” Tanya Anton tidak percaya saat dia mengeluarkan baju dalam paperbag tadi
“Iya, ganti baju dulu baru makan ya Ton !” pinta Naya
“Hehe, okedeh” ucap Anton terpaksa memakai baju tersebut karena sudah mendapat pelototan dari Derya
“Akh, kenapa aku juga harus menjadi bagian dari jamet sih, memakai baju warna-warni begini” Batin Anton saat dirinya berganti baju di kamar mandi
“Gini amat ya nasib ku. Mau makan aja harus pakai baju begini” gumam Anton
Setelah berganti baju, Antonpun kembali ke meja makan dan betapa menyedihkannya bahwa udang tempura yang jadi incarannya dari tadi kini sudah hilang tidak tersisa
“Dimana udangnya ?” ucap Anton masih berharap masih ada udang dibalik tudung lain
“Habis om” jawab Sarah
“Haah ? kan aku tadi sudah pesen udangnya aku juga mau” ucap Anton menyedihkan
“Ya om sih lama ganti bajunya” ucap Sarah yang masih sibuk makan
“Haaah” anton menghela nafas karena dia tidak mendapatkan udang
“Mas, Naya udahan makannya. Udah kenyang” ucap Naya
“Kenapa ton ?” Tanya Derya yang melihat mata Anton melotot
“Hehe, bos udangnya buat saya bolehkan ?” ucap Anton sambil menyodorkan piringnya kedekat Derya
“Nih, sekalian cuci piring ya nanti” ucap Derya yang malah meletakkan piring diatas piring Anton
“Ukh, jleb… nasibmu Ton !” batin Anton tersakiti
“Nanti Sarah bantu om” ucap Sarah sambi mengacungkan satu jempolnya
“Uwuuu, baik bener Sarah ih” ucap Anton senang
“Hehe, tapi habis ini bantuin Sarah ngerjain Pr ya om” ucap Sarah
“Ck, ternyata ada maunya… ya sudah biarkan saya makan dengan tenang dulu !” ucap Anton sembari menyendok nasi dan lauknya
“Siap om” ucap Sarah sembari membawa piring kotor ke washtafel
***
Setelah perkara ngidam baju pelangi berakhir dengan semua orang memakai baju pilihan Naya. Tak terasa malampun tiba, semua orang kembali sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Namun nampak sebuah ruangan yang sedikit ribut dengan perdebatan kecil.
__ADS_1
“Mulai sekarang Aydin akan menjaga adik Aydin” ucap Aydin yang berada diantara Derya dan Naya yang sedang merehatkan tubuh mereka diatas kasur
“Waaah pintarnya anak Bunda. Sekarang Aydin akan menjadi kakak yang sesungguhnya, jadi Adyin harus siap ya untuk bertanggung jawab menjadi kakak nanti” ucap Naya sambil mengelus lembut anak mochi yang bertambah imut dengan baju tidur pelangi pilihan Naya
“Baik Bunda, Aydin akan tidur disini setiap hari agar bisa selalu menjaga Adik aydin” ucap Aydin senang karena Bundanya memujinya
“Hah ? jangan boy, tidak bisa begitu !” ucap Derya yang daritadi sibuk memeriksa berkas kantor yang beberapa hari dia tinggalkan ikut berkomentar
“Kenapa Yah ? kan Aydin ingin menjaga adik” tanya Aydin
“Kita berbagi tugas saja ya boy ! Ayah akan menjaga adik di malam hari dan Aydin yang menjaga adik di siang hari, bagaimana ?” tawar Derya
“Hm, tidak Aydin tidak mau Yah. Aydin mau selalu menjaga adik kecil diperut Bunda setiap saat” ucap Aydin kekeh
“Ayolah boy ! anak Ayah yang hebat. Jangan tidur dikamar ini setiap hari ya !” pinta Derya yang sudah bisa membujuk dengan lembut
“Tidak mau, pokoknya Aydin mau menemani AK setiap saat !” ucap Adyin
“Siapa AK sayang ?” Tanya Naya yang dari tadi hanya melihat perdebatan Ayah dan anaknya itu
“Adik Kecil Bunda, kata om Anton biar tidak panjang memanggilnya disingkat saja menjadi AK” ucap Aydin menjelaskan
“Keren sayang. Bunda setuju dengan panggilan itu ketimbang dipanggil kecebong” ucap Naya sambil menatap Derya dingin
“Maaf Bunda. Ayahkan cuma bercanda memanggil adik kecil diperut Bunda dengan sebutan itu” ucap Derya meminta maaf
“Hm, baiklah asalkan Mas membiarkan Aydin tidur disini malam ini !” ucap Naya mengancam
“Iya yang, tapi kamu tidur ditengah ya ! Aku juga mau tidur sambil memeluk kamu !” ucap Derya manja
“Tidak, Naya pengap kalau tidur ditengah Mas” ucap Naya menolak
“Yaaah, nanti mas tidak bisa tidur jika tidak sambil memeluk kamu sayang” ucap Derya kembali manja
“Tidur meluk guling saja mas. Tunggu Naya ambilkan dalam lemari” ucap Naya langsung bangun sebentar mengambilkan guling
“Haaaah ?” Derya hanya melongo mendapati perlakuan istrinya kepada dirinya saat ini
“Ck, aku harus memanggil asisten serba guna untuk menyelesaikan masalah ini !” batin Derya sambil mencari ponselnya
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1