
Semua orang yang mendengar pengumuman disurau langsung kaget, satu kampung gempar karena pengumuman tersebut. Mereka mengira selama ini Naya sudah menikah dan kabur bersama suaminya, namun yang didengar hari malah dengan terang-terangan Naya mengundang mereka semua untuk menghadiri acara tunangannya. Bahkan orang yang diumumkan lebih kaget daripada warga kampung…
“Astagfirullah !!! itu siapa yang pengumuman disurau ?” kata Naya kaget banget sampai mengelus dadanya
“Hah siapa ya ? kenapa di umumkan gitu sih. Ini kayaknya kerjaan Anton nih” ucap Naya yang baru saja merapikan mukenanya
Sedangkan ditempat yang sama dengan pengumuman bersumber, seorang laki-laki yang khusyuk berdo’a sambil menutup matanya tiba-tiba saja langsung membuka mata dan kelabakan mencari sosok yang berbicara dengan pengeras surau tadi.
“Anton ? dimana kamu” kata Derya kesal tertahan
“Kenapa malah mengumumkan dengan pengeras suara begini sih. Dimana otak sekretaris pribadinya itu sehingga terpikirkan hal tersebut ?” batin Derya masih tengok kanan kiri mencari keberadaan Anton
“Nah itu dia ! “ kata Derya langsung bergegas menghampiri Anton
“Buukh…Ton ! kamu kemana saja ?” Kata Derya langsung menepuk pundak Anton dengan keras dan dihiasi senyuman palsu, karena masih ada marbot masjid di sana
“Hehehe,,, Sorry Bos. Tadi saya sedang mengumumkan undangan pertunangan kalian” kata Anton sambil mengusap bekas tepukan Derya
“Oh, siapa yang suruh Ton ? kata Derya masih tersenyum dengan tatapan mengancam
“Hehe, inisiatif saya sendirilah bos. Jarang lo bos ada sekretaris yang multitalenta seperti saya ini” jawab Anton dengan senyum ketakutan gajinya bulan ini akan berkurang setengah
“Waah, ternyata ini ya Pak calon tunangannya Neng Naya ?” Tanya Pak Marbot
“Iya Pak, salam kenal saya Derya” kata Derya langsung berubah 360 derajat ketika berbicara dengan pak Marbot, dengan senyum ramah dan menjabat tangan pak Marbot tersebut
“Waah, ganteng ya calonnya Neng Naya. Saya mah gak percaya sama gossip gossip dikampung yang bilang Neng Naya itu kabur sama suaminya, anak durhaka lah. Gak percaya saya Pak, orang anaknya baik gitu, ramah… Nahkan terbukti keyakinan saja Neng Naya mah baik, makanya dapat jodoh juga yang baik” kata Pak Marbot tersebut
“Oh ternyata begitu ya Pak, banyak kabar yang tidak mengenakkan tentang Naya yang menyebar dikampung sini. Perlu diluruskan ini Pak biar tidak terjadi salah paham terus menerus” kata Derya membujuk pak Marbot untuk membantunya menyebar hal yang baik tentang Naya
“iya Pak, saya setuju. Nanti kalau saya ketemu sama warga saya bakalan ngomong gini sama mereka biar tidak salah paham lagi, kasian Neng Naya yang baik gitu diomongin ya enggak-enggak” kata Pak Marbot
“Iya Pak, Terimakasih sebelumnya kalau begitu saya permisi ya Pak. Terimakasih atas bantuannya menyebarkan undangan pertunangan kami tadi” kata Derya yang sudah kehilangan rasa marahnya karena efek samping dari hal ini adalah nama baik Naya semakin bersih
“Huuumfff…” Anton menghembuskan nafas lega. Melihat cuaca yang ada dalam mimik wajah bos, sepertinya tidak jadi dipotong gaji untuk apa yang dia lakukan kali ini
__ADS_1
“Ton, ayo pulang !” kata Derya kemudian melangkah keluar surau
“Pulang ke kota bos ?” Tanya Anton
“Pulang kerumah calon istri saya !” kata Derya dengan bangganya
Merekapun keluar dari surau dan menuju rumah Naya, nampak disana sudah banyak orang-orang catering dan dekor yang merapikan semuanya. Sepertinya sebelum shalat tadi Anton sudah menghubungi orang untuk menyiapkan semua acaranya, memang sekretaris serbaguna si Anton ini. Bisa jadi umpan buat nagkap penjahat, jadi sales, jadi badut, bisa jadi mak comblang, jadi pengasuh anak. Tapi sayang masih jomblo ! wkwkkw….
“Ayaaah, kenapa ada suara om Anton di udara ?” kata Aydin yang mendengar dengan jelas suara Anton, dia berlari menyambut sang ayah dan minta digendong
“Bukan di udara sayang, tapi suara om Anton berasal dari situ. Itu namanya pengeras suara atau speaker” jelas Derya sambil menunjuk speaker yang tergantung di dikat kubah surau
“Oooh, itu speaker ya yah” kata Aydin mengerti
“Iya boy, sekarang Ayah mau nanya ?” Tanya Derya menatap sang anak
“Ayah mau nanya apa sama Aydin ?” Tanya anak mochi dengan mata yang berkedip kedip penasaran
“Aydin senang tidak jika Aydin punya Bunda baru ?” kata Derya
“Iya, Ayah nanti akan menikah dengan Bunda Naya” kata Derya juga turut senang
“Asyyyiiik, jadi nanti Bunda akan selalu menemani Aydin. Akan tidur bareng Aydin dan membuatkan sarapan untuk Aydin” kata anak mochi sambil bertepuk tangan
“Tidak, tidak boleh. Aydin juga harus berbagi Bunda dengan Ayah. Ayah akan minta waktu Bunda untuk mengurus ayah juga” kata Derya
“Tidak, Aydin tidak mau berbagi Bunda dengan Ayah” kata anak mochi sambil merengut
“Tidak boy, kamu harus belajar berbagi ! apalagi nanti ketika sudah menjadi kakak, jadi Aydin harus mulai terbisa berbagi ya” bujuk Derya
“Hmmm,,, tapi Aydin ingin Bunda yang lamaaaaaa banget sama Aydin. Untuk Ayah segini saja” kata anak mochi sambil menunjukkan separo kelingkinya
“Bos kenapa masih disini sih ? anda juga harus dirias agar terlihat segar saat di acara nanti. ayo cepat masuk ke dalam Bos !” kata Anton yang kembali menghampiri Derya padahal dirinya disibukkan mengatur para catering dan dekor pelaminan agar lebih terkesan mewah dan tidak sama dengan dekor pelaminan tadi pagi.
“Aydin biar main sama Sarah saja bos !” kata Anton sambil menunjuk Sarah yang ikut merangkai bunga
__ADS_1
“Nih, kamu bawa Aydin. Kalau bisa bujuk dia biar tidak menguasai Naya, saya juga harus ada waktu bersama Naya” kata Derya setegah berbisik pada Anton
“Yaaah, tugas berat mah ini bos” kata Anton
“Bonus 50% untuk ini, bagaimana ?” kata Derya
“baik bos, siap laksanakan !” kata Anton dengan memberi hormat ala tentara
“Hm, ya sudah saya masuk dulu” kata Derya kemudian dia masuk kedalam
Waktu pertunanganpun tiba, keduanya kini duduk berhadapan dengan adik dan juga ibu Naya berada disisi Naya, sedangkan disisi Derya ada Anton, Aydin dan juga Pak ustadz yang akan sedikit berceramah di acara mereka.
Pembawa acara sudah berada ditempatnya makanan juga sudah tertata dengan rapi, tamu undangan membeludak karena undangan yang disebar satu kampung. Semua itu adalah moment tunangan yang Naya dapat tangkap, pertunangan yang insyaAllah menjadi pertama dan satu-satunya yang akan Naya jalani dalam hidupnya.
Naya sudah meyakinkan diri bahwa menerima pinangan Derya adalah keputusan yang tepat. Naya nyaman dengan anak mochi dan Derya juga mulai berubah menjadi sosok yang dapat diterimanya, selain itu Derya juga sangat bertanggung jawab dan berjasa menyelamatkan adiknya. Tidak ada alasan untuk Naya menolak pertunangan ini.
Raut wajah bahagia terukir jelas diwajah Derya, dia sangat bahagia bisa meminang Naya. Seserahan dan juga cincin juga sudah tersemat dijari manis Naya, para warga yang awalnya berprasangka buruk pada Naya kini terbungkam dan malah berbalik memuji Naya. Semuanya berjalan dengan lancar sampai akhir.
“Cieee,,, ciee yang sudah ganti status jadi tunangan” goda Anton pada kedua calon pengantin ini
“Apaan sih ton” kata Naya menahan malu
“Huhuy,,, setengah bulan lagi nikahan niiihhh….” Kata Anton yang mengingatkan kembali waktu pernikahan mereka yang diperoleh atas saran dari pak Ustadz dan juga disesuaikan dengan jadwal terbang Derya.
“Yeeeeaaay, Bunda akan tidur dengan Aydin !!!” kata anak mochi senang, dirinya dengan gemasnya muncul tiba-tiba diantara Naya dan Derya yang kebetulan kursinya sedang didekatkan untuk sesi foto.
“Cekrek…” moment tersebut diabadikan dalam foto, dimana wajah anak mochi yang terlihat sangat bahagia dan kedua mempelai yang kaget karena kehadiran anak mochi.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1