
"Jadi kemungkinan besar Sarah sedang mengandung” ucap Naya dengan jelas
“Sarah hamil ? istri saya hamil kanjeng ratu ?” Tanya Anton dengan mata melotot tidak percaya
“Mumpung dirumah sakit, ayo kita periksakan ke dokter kandungan” ucap Naya
“Ayo sayang” ucap Anton segera berdiri dari kursi rodanya dan menarik Sarah
“Ayang, kamu… kamu bisa jalan ?” Tanya Sarah kebingungan
“Hanya leher saja yang geser bukan kaki aku yang, jadi masih bisa berjalan. Ayo kita periksa” ucap Anton bersemangat
“Tidak, Sarah tidak mau kesana. Sarah takut ayang” ucap Sarah menahan Anton
“Apa itu hamil Unda ?” Tanya Kivanc kebingungan
“Itu artinya kamu akan punya teman baru dari aunty Sarah dan Om Anton sayang” ucap Naya
“Benalkah ? Waah, Ipan cangat cuka jika ada banyak teman” ucap Kivanc juga girang
“Aunty, aunty tidak pelu takut. Ipan akan temani aunty ! kalena Ipan kuat dan pembelani” ucap Kivanc segera menghampiri auntynya dengan gembira
“Hah ? tidak aunty tidak mau kesana. Aunty masih belum siap, kak tolong Sarah” ucap Sarah menatap lirih pada Naya
“Ternyata benar sebesar apapun seorang adik, dia tetaplah adikku yang membutuhkan kakaknya” ucap Naya dengan senyum hangat
“Kakak, Sarah tidak mau. Om Anton jangan dekat-dekat Sarah nanti Sarah hamil !” ucap Sarah yang berlindung dibelakang kakak Iparnya
“Aku suami kamu Ayang, kamu hamil karena aku itu hal yang wajar tau” ucap Anton berusaha membujuk Sarah
“Oh iya yah, tapi tetap saja om Anton jangan mendekat !” teriak Sarah setelah berpikir sejenak membuat orang disekitar menatap mereka
“Maaf ya, maaf. lagi labil soalnya” ucap Anton meminta maaf pada semua yang ada disana karena terganggu oleh teriakan istrinya
“Ayang, yuk… cepat atau lambatkan kita pasti memiliki bayi. lihatlah Kivanc dan Kila kamu juga ikut merawat mereka mulai kecil bukan ? mereka sungguh menggemaskan, begitupula anak kita nanti” ucap Anton
"Iya sih, tapi Om tidur diluar malam ini" ucap Sarah mulai goyah
"Ayang kok Om sih manggilnya, Mas jadi sedih nih. lagian kan ini rumah sakit mana ada pasien tidur diluar kamar" ucap Anton dengan jurus seribu rayunya
“Ini semua karena Om Anton, jika kita tidur sekamar om Anton pasti ajak Sarah bermain. om Anton tidak mau mencabut tongkat Om ketika kita bermain kuda-kudaan. Sarah sudah belajar kalau tongkat sihir Om bisa menghasilkan anak bayi walau Sarah tidak mengerti apa itu namanya” ucap Sarah masih bersembunyi dibelakang Derya
“Haiih, aku seperti om pedofil yang memaksa anak gadis orang membuat anak. lalu pemahaman darimana itu yang dia dapatkan ? kenapa istilahnya sangat kekanakan ?” gumam Anton sambil menatap Sarah yang tertutupi Derya
“Apa yang kau gumamkan ? kau sedang mengataiku ku ?” Tanya Derya yang merasa tatapan itu tertuju padanya
“Tidak, mana berani saya mengatai bos. Saya hanya tidak habis pikir dimana istri saya belajar istilah-istilah itu sayakan malu pak bos” ucap Anton memasang ekspresi malu walau tidak terlihat karena tertutup kerah lehernya
“Kan itu yang Om Anton jelaskan ke Sarah waktu kita bermain kuda-kudaan. Om Anton jangan menyalahkan Sarah dong” ucap Sarah
“Au,,, shhttt…” lirih Anton mulai akting
__ADS_1
“Ayang kenapa ? apa lehernya tergeser lagi ?” Tanya Sarah segera menghampiri suaminya
“Shht,,, sepertinya karena terlalu banyak bicara yang” ucap Anton
“Ayang duduk dulu, biar Sarah dorong keruangan biar diperiksa dokter” ucap Sarah dengan perhatian
"Dadah..." ucap Anton memberi kode pada keluarga kerajaan
“Mas, drama apa ini ? Bukan perang duniakan ?” Tanya Naya bingung
“Haaih, keduanya memang memiliki kepribadian yang langka sayang. Mas juga tidak mengerti apa yang terjadi” ucap Derya juga ikut tercengang dengan perubahan sangat instan itu
“Ayah Unda kenapa aunty dan om Ton begitu ? cebental-bental malahan, lalu cebental-cebental baikan lagi. Ipan pucing jadinya” ucap Kivanc sambil memegang kepalanya
“Itu karena mereka berasal dari planet lain, sudah jangan terlalu dipikirkan yuk kita menjenguk adik Adli” ucap Derya kembali mendorong kursi roda Naya
“Ah iya benal, Kak Ay dan de Ila cama Nini dan aunty Din pasti cudah dicana” ucap Kivanc kembali bersemangat dan tidak memikirkan kejadian ajaib tadi
“Mereka sudah menunggu disana sayang ?” Tanya Naya
“Iya, Ipan cudah menyucun lencana untuk membuat cemuanya belcama-cama menjenguk adik Li, kacian adik Li dicana cendilian hanya ada anak bayi yang tidak bica diajak bicala pasti adil Li kecepian” ucap Kivanc bercerita
“Adik Adli masih membutuhka perawatan sayang, makanya adik masih harus ada diruangan dulu” ucap Naya
“Hm, campai kapan Adik Li dicana ? ipan akan buat tenda dilual bial adik Li ada temannya” ucap Kivanc
“Abang sangat kreatif sekali ya, tapi Adik Li tidak apa kok jika tidak ditemani sayang. kan adik Adli hanya tidur saja didalam sana dan ada kakak suster yang menrawat adik Adli” ucap Naya menjelaskan
“Abang kenapa lama sekali ?” Tanya Kila segera menghampiri Kivanc yang ada disamping Naya
“Ipan kebanyakan makan de Ila, makanya lama. hehe,,, maap ya” ucap Kivanc menunjukkan gigi ratanya
“Hm, ayo kita kesana” ujak Kila untuk mendekat pada yang lain
“Assalamu’alaikum bu” ucap Naya menyalimi ibunya dan diikuti oleh Derya
“Wa’alaikumsalam, Kenapa kamu keluar nak ? apakah sudah mendapat ijin dari dokter ?” Tanya Nisa khawatir
“Iya bu, Naya sudah diijinkan untuk jalan keluar ruangan” jawab Naya
“Syukurlah kalau begitu. Aydin juga sudah baikan, dia dijinkan untuk keluar ruangan dan berjalan-jalan ditaman nanti” ucap Nisa
“Syukurlah, semoga semuanya cepat sehat kembali” harap Naya sambil meminta Derya untuk mendorong kursinya agar dekat Aydin
“Aamiin…” ucap semuanya
“Aaaaa ? dimana adik Li ? apa adik li di lucik ?” teriak Kivanc membuat semua orang kaget
“Ada apa Abang ? kenapa berteriak” Tanya Naya khawatir
“Adik Li ilang Unda, cepeltinya dilucik olang jahat” ucap Kivanc sambil menunjuk-nunjuk ranjang Adli dari luar, dengan kaki berjinjit dan ekspresi panik khas anak itik
__ADS_1
“Hm, itu adik Adlinya sudah ada sayang” ucap Naya dengan lega karena hanya kesalahpahaman disana
“Ooh, telnyata kak custel yang lucik adik Li. Kenapa adil Li dikembalikan lagi ? apa adik li melepotkan cehingga tidak jadi dilucik ?” Tanya Kivanc kebingungan
“Itu namanya bukan diculik abang, tapi kak suster itu menggantikan baju adik Adli diruangan lain lalu meletakkan kembali kedalam tempat tidurnya” ucap Kila
“Oooh…” ucap Kivanc sambil fokus memperhatikan adiknya
“Kepada keluarga Baby Adli bisa bergantian untuk menjenguk ya” ucap sang suster yang menggantikan baju Adli tadi
“Baik sus, terimakasih” jawab Naya
“Jadi siapa ya bu yang mau masuk lebih dulu ? batasnya hanya boleh dua orang saja” ucap sang suster
“Biar Aydin dan Dinda saja dulu, sepertinya kakak sudah mengantuk tapi sudah sangat ingin menemui adiknya” ucap Naya dengan lembut dia melihat wajah anaknya yang dari tadi terus menguap
“Ipan boleh ikut ?” Tanya Kivanc bersemangat
“Maaf adik, hanya boleh dua orang saja ya. Silahkan lewat sini” ucap sang suster mengarahkan
“Yaaah, padahalkan badan Ipan kecil… halusnya macih muat jika ikut macuk” ucap Kivanc kembali sedih
“Sini duduk bareng Nini sayang, ada permen loh” ucap Nisa menghibur Kivanc
“Aciik, pelmeeen…” ucap Kivanc segera menghampiri neneknya
“Kila sini sayang” ucap Nisa juga ikut memanggil cucunya
“Terimakasih nek” ucap Kila juga mendapatkan permen madu walau tidak meminta
“Bu, sepertinya Sarah hamil” ucap Naya yang didorong mendekat pada ibunya
“Hah ? apa nak ?” Tanya Nisa takut salah dengar
“Ya, sepertinya Sarah hamil namun dia takut melahirkan karena melihat Naya yang kesakitan saat melahirkan” ucap Naya mengungkapkan kekhawatirannya
“Hm, biar ibu pikirkan bagaimana membujuknya nanti. sekarang ada dimana mereka ?” Tanya Nisa agak khawatir
“Kembali keruangan Anton karena tadi leher Anton kembali sakit” ucap Naya
“Baiklah, setidaknya dia tidak sendirian dan berpikir macam-macam” ucap Nisa mencoba menepis pemikiran buruknya yang tak berdasar itu
.
.
.
See you next episode ya 😉
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣✨✨✨
__ADS_1