I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 170


__ADS_3

"Setelah menemui teman kamu, Mas mau pacaran sama kamu sayang” ucap Derya sambil mengedipkan matanya


“Apakah ini benar suamiku ? “ batin Naya yang kaget dengan perubahan sikap suaminya yang tidak malu lagi mengumbar kemesraan didepan orang banyak


“Kenapa sayang ? maukan ?” Tanya Derya bingung dengan ekspresi wajah Naya


“Mas, anak udah mau dua loh… malah ngajak pacaran kayak anak ABG aja” ucap Naya


“Sebelum yang diperut berojol, mas mau ngehabisin banyak waktu dengan kamu sayang. Nanti akan semakin sulit untuk kita pacaran jika sikecil sudah lahir” jelas Derya sambil mengusap perut Naya


“Hm, terserah Mas saja” ucap Naya mengalah, karena ada benarnya juga omongan Derya tadi menurutnya


Setelah perdebatan kecil yang terjadi, merekapun berjalan menghampiri teman-teman Naya yang berharap Naya bisa menyapa mereka.


“Langsung diawasi pakai CCTV hidup ya Nay” bisik Indah sambil menggandeng tangan Naya


“Maklum Ndah, pak suami posesif banget orangnya” jawab Naya juga berbisik


“Saya kasih waktu 10 menit untuk kalian berbincang, setelah itu Naya akan saya bawa pergi” ucap Derya dingin kepada teman-teman Naya


“Mas ? Naya juga mau traktir mereka makan siang” ucap Naya tidak terima


“Mana rekening kamu ?” Tanya Derya pada Indah


“Hah, saya ? untuk apa Pak ?” kata Indah bingung


Derya menatap tajam, menandakan perintahnya harus dituruti tidak boleh dibantah. Indahpun dengan terpaksa memberitahu nomer rekeningnya.


“Sudah saya transfer uang untuk kalian semua makan siang. Jadi Naya sudah bisa saya bawa pergi” ucap Derya memutuskan sendiri


“Eh, banyak banget Nay” ucap Indah kaget dengan notifikasi yang baru masuk


“Mas, kenapa…” ucap Naya ingin negosiasi mengenai keputusan Derya


“Waktu kalian sudah berjalan 2 menit. 8 menit lagi Mas akan bawa kamu pergi sayang” ucap Derya menatap Naya

__ADS_1


“Huh, panggilannya aja sayang. Tapi sikapnya gak ada sayang-sayangnya” gerutu Naya sambil berjalan menghampiri temannya, 8 menit yang tersisa harus dimanfaatkan dengan optimal banyak-banyak mengambil foto dan mendengarkan gosip terbaru.


Menit-menit yang dihabiskan dengan teman yang seru itu akan berlalu tidak terasa, masih banyak gosip yang ingin dibicarakan, masih banyak kata yang ingin diucapkan, namun pak suami yang super protektif ini sudah mendekat.


“Nay udah 8 menit nih ?” Tanya teman Naya yang lain


“Belum, paling baru 3 menit. Terus,,, terus,, gimana kamu sama si dia” ucap Naya masih ingin mengobrol dan tidak menyadari suaminya sudah berada dibelakangnya


“Tapi Nay, itu….” Ucap Indah memberi kode


“Kenapa sih Ndah ?” ucap Naya ingin berbalik


“Nay, Nayaa… Huh,,, huh,,, syukur masih sempat” ucap seorang cowo yang berlari menghampiri Naya


“Aldo ? kenapa lari-lari gitu ?” Tanya Naya heran, Aldo datang dari sampig sehingga Naya belum mengetahui siapa yang dimaksud Indah


“Happy graduation Nay, ini buat kamu” ucap Aldo sambil menyerahkan sebuket bunga kepada Naya


“Te….” Ucap Naya ingin mengambil bunga tersebut, namun bunga tersebut malah melayang kebelakangnya


“Terimakasih, saya mewakili istri saya menerima bunga ini” ucap Derya dengan sigap mengambil bunga yang ingin diberikan


“10 menit kamu sudah habis. Ayo kita pergi” ucap Derya mengapai tangan Naya


“Tapi Mas, Naya masih ingin mengobrol dengan mereka” ucap Naya masih merasa kurang


“Sayang, Mas juga mau menghambiskan waktu berdua saja dengan kamu dihari yang spesial ini” ucap Derya berbisik sambil menyenderkan kepalanya dibahu Naya


“Maafkan Naya mas, baiklah Naya pamit dengan mereka dulu ya” Ucap Naya merasa tidak enak dengan suaminya yang sepertinya sudah menyiapkan rencana dengan matang untuk pacaran mereka kali ini


"Guys, aku pamit dulu ya" Ucap Naya


"Iya Nay, hati-hati..." jawab teman-temannya


"Iya sana pergi. Jangan menistakan para jomblo disini dengan kemesraan lo Nay... By by..." ucap Indah bercanda

__ADS_1


"Hehehe... Maaf jomblo" ucap Naya sambil mendadahkan tangan kepada Naya


"Eh mahmud... jangan ngelunjak ye... ini uang laki lo kami pakai foya-foya" ucap Indah yang memamerkan notifikasi transfer yang masuk


"Iya pakai sampai habis. gue masih punya banyak kok" Ucap Naya tidak ingin kalah, padahal jarak mereka sudah lumayan jauh


"Sombong amat !" teriak Indah, kemudian mereka berdua pun tertawa


Naya dan Deryapun berjalan menuju parkiran untuk ke mobil mereka. Kali ini Derya menyetir sendiri dengan mobil yang sudah disiapkan sang sopir. Merekapun duduk berdua dimobil dengan tangan Derya yang tak pernah melepaskan genggaman tangan Naya


“Sayang pakai sabuk pengamannya” ucap Derya sambil memasangkan sabuk untuk Naya


“Terimakasih Mas” ucap Naya yang tersentuh dengan perhatian kecil sang suami


“Kalau mau berterimakasih, berterimakasihlah dengan cara yang benar sayang” ucap Derya


“Cup, terimakasih suamiku” ucap Naya yang sudah mengetahui bagaimana yang dimaskud suaminya


“Hehe, Berangkat…” ucap Derya sambil menginjak pedal gas dengan pelan


“Mas, kita mau pacaran di era berapa ? Naya masih pakai kebaya” ucap Naya baru menyadari jika ingin pacaran dan masih memakai kebaya


“Kita makan siang dulu sayang, setelah itu baru kita pacaran. Mas sudah menyiapkan semuanya disana” ucap Derya mengemudi dengan stabil sambil sebelah tangannya mencium tangan Naya


“Hm, Naya serahkan semuanya kepada Mas saja” ucap Naya tersenyum hangat dengan perlakuan Derya yang kian hari semakin romantis


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa like, komen, dan vote ya biar author makin semangatz 💪💪💪

__ADS_1


Kira-kira kalau author bikin chat story kalian bakalan berkunjung kesana gak ya ? author mau coba bikin nih, tapi masih nyari ide...


hehe 😁😁😁


__ADS_2