
Hari pertama berjalan dengan lancar, tidak ada hujan yang menganggu dan cuacanya sangat cerah sehingga para fotografer semakin bersemangat mengambil gambar. Naya dengan senang hati melakukan hobi yang dicintainya ini, yakni mengabadikan lukisan alam yang jarang dia temui. Derya sesekali menganggu Naya.
“Bos, minggir ih… aku itu mau memotret pemandangan alam bukan Bos, ini malah selalu ada bos disetiap foto yang aku ambil” kata Naya kesal karena Derya selalu masuk kedalam frame foto yang diambilnya
“Kenapa ? kan aku juga sama-sama indah seperti pemandangan alam ini Nay” kata Derya dengan percaya diri
“Isssh, lebih indah pemandangan alam kali bos” kata Naya tidak terima
“Siapa yang menciptakan alam ?” Tanya Derya
“Allah” jawab Naya
“Kalau manusia siapa yang menciptakan ?” Tanya Derya lagi
“Allah juga” jawab Naya
“Nah, jadi kan aku dan alam sama-sama ciptaan Allah jadi kami sama-sama indah” kata Derya membenarkan teorinya
“Hm,,, Iya juga sih” gumam Naya setelah memikirkan pertanyaan Derya yang dia jawab tadi
“Makasih nay” kata Derya tersenyum
“Makasih kenapa ?” Tanya Naya bingung
“Karena sudah memuji aku indah” kata Derya
“Itu Bos si Indah yang baju kuning, bos mah bukan Indah tapi Derya” kata Naya sambil menunjuk temannya yang bernama indah
“Haha,,, ya sudah kamu menang Nay” kata Derya senang karena dapat saling bercanda dengan Naya
“Karena saya menang, sebagai rewardnya bos please jangan gangguan saya lagi ya… Saya mau ambil foto yang benar nih !” pinta Naya karena sebagian besar foto yang diambilnya selalu ada Derya, apa kata dosen nanti jika dilaporan akhirnya kebanyakan foto yang ada terdapat wajah bosnya ini.
“Hm, baiklah… saya menunggu disana” tunjuk Derya ke sebuah pohon yang cukup teduh
“Iya bos, terimakasih” kata Naya
“Kalau ulat bulu mendekat langsung waspada ya ! saya takut dia masih ada niat buruk sama kamu” Pesan Derya sebelum pergi
“Hah, ulat bulu ?” kata Naya bingung
“Iya, itu si Ajeng. Ada masalah apa sih kalian sehingga Ajeng itu terlihat tidak suka dengan kamu Nay ?” Tanya Derya yang dapat melihat dengan jelas ketidaksukaan Ajeng terhadap Naya
“Oooh Ajeng. Dia memang begitu orangnya bos, Naya kesal masa ia dia mau merebut Aydin dari saya ? gak terima lah saya bos, makanya saya lawan” kata Naya
__ADS_1
“Merebut Aydin bagaimana ?” Tanya Derya cepat
“Ajeng mau sama Pak Bos, otomatis kan nanti Aydin bakalan dekat sama Ajeng kalau bos pacaran sama Ajeng. Saya gak terima kalau Aydin dekat dengan orang yang seperti itu” gumam Naya kesal. Membayangkannya saja sudah membuat kesal apalagi jika itu terjadi beneran
“Tok ! kamu itu ya kenapa sampai kesana pikirannya ? siapa juga yang mau menerima ulat bulu itu sebagai pacar saya, apalagi sampai menjadi Bundanya Aydin dan menggantikan kamu” kata Derya sambil mengetok dahi Naya yang sudah terlalu jauh membayangkan
“Aduh sakit bos !” kata Naya sambil mengusap dahinya yang diketok Derya tadi
“Makanya jangan terlalu membayangkan yang tidak-tidak. Bayangkan saja nanti kamu yang menjadi istri saya dan Bundanya Aydin, baru itu yang benar !” kata Derya sambil menjetikkan jarinya dihadapn Naya, dia sangat antusian membayangkan semua itu menjadi nyata
“Bos jangan bercanda deh, kemaren itu kayaknya saya yang salah dengar” kata Naya masih tidak percaya
“Memangnya kemaren kamu mendengar apa ?” Tanya balik Derya
“Itu, kemaren itu bos bilang begini saya cinta kamu, saya sayang kamu dan saya suka kamu “ kata Naya mengikuti nada bicara Derya kemaren
“Sama aku juga Nay” jawab Derya sambil tersenyum senang karena berhasil membuat Naya mengungkapkan perasaannya kepada Derya juga
“Iiih bos apaan sih, kan saya cuma mencontohkan saja, kenapa malah dijawab ?” kata Naya kesal karena baru sadar dirinya sedang dikerjai
“Nay, perkataan aku kemaren itu serius. Aku tidak bisa merangkai kata-kata yang indah seperti para buaya, aku juga bukan orang yang romantis dengan segala kejutan, tapi aku berkata jujur dari isi hatiku yang telah yakin bahwa aku mencintaimu” kata Derya sambil menatap mata Naya
“Hmmm, Naya gak tau bos bagaimana perasaan Naya. Naya tidak ingin terluka kembali karena terlalu dalam menyukai seseorang. Naya menyukai Aydin dan Naya juga mulai menyukai bos, tapi Naya tidak yakin apa ini yang disebut cinta ?” Tanya Naya berusaha jujur dengan perasaanya saat ini
“Hmm,,,” Naya hanya tertunduk sambil tersenyum simpul.
Dirinya tidak pernah menyangka bahwa dia akan merasakan lagi yang namanya jatuh cinta. Dirinya pikir semua lelaki itu sama saja, selalu menyakiti hati perempuan. Karena trauma psikologis inilah membuat Naya masih ragu untuk mengiyakan Derya
“Nay, kenapa ? kamu sakit ?” Tanya Derya yang bingung melihat Naya yang sudah menunduk begitu lama
Naya hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya…
“Nay. Kamu tersipu ya ?” Tanya Derya sambil mengintip wajah Naya yang sedang menunduk
“Tidak, Naya,,,, Naya hanya mau pipis saja… dadah bos” kata Naya langsung kabur dengan wajah semerah tomat
“Humfftttt, lucunya…” gumam Derya sambil tersenyum menahan tawanya
Semenjak kejadian ini Derya semakin hari semakin gencar mendekati Naya, Setiap ada peluang untuk meyakinkan perasaan Naya, Derya selalu memanfaatkannya. Derya juga menunjukkan ketulusannya, dia tidak ingin Naya menyalah artikan apa yang dilakukannya.
“Bos kenapa sih selalu ngikutin aku ?” Tanya Naya kini sudah terbiasa berbicara informal dengan bosnya
“Ya karena mau aja” jawab Derya dengan santainya
__ADS_1
“Nanti aku digosipin sama anak lain bos” kata Naya mengkhwatirkan hal tersebut
“Itu lebih baik, jadikan pahala mereka ke kamu semua Nay. Saya ini sedang membantu kamu mengumpulkan pahala tau” kata Derya membela diri
“Bukan begitu juga kali bos konsepnya” kata Naya sambil memutar bola matanya
“Hahaha… aku belajar dari Anton lo Nay ucapan seperti itu” kata Derya jujur, karena selama proses pdkt Anton banyak membantu Derya
“Pantesan aja absurd gitu kosa katanya” kata Naya
Derya hanya tersenyum menanggapinya…
“Aku mau masuk tenda dulu bos, jangan di ikuti nanti ada yang ngelapor sama kepala desa bisa di arak keliling kampung bos” kata Naya menakut-nakuti Derya
“Iya,,, iya,,,” kata Derya terpaksa mengiyakan, dia tau betul bahwa kebudayaan dikampung sekitar pegunungan ini masih sangat kental dimana mereka sangat menentang adanya kumpul kebo antara dua orang yang bukan mahram
Merekapun kembali ke tenda msing-masing, Naya sibuk mengemas barang-barangnya karena ini adalah hari terakhir dan mereka akan segera turun gunung sekitar satu jam lagi. Namun salah satu mahasiswi menghampiri Naya...
“Nay, aku dapat pesan katanya Pak Derya mau ketemu kamu didekat tebigng” ucap Indah sang pembawa pesan
“Benarkah ? kenapa ya bukannya tadi baru saja ketemu ?” Tanya Naya bingung
“Tidak tau Nay, aku cuma dapat pesan untuk menyampaikan iti” kata Indah yang merupakan teman satu tenda Naya
“Hm ya sudah. Aku kesana dulu ya Ndah” kata Naya pamit
“Iya” sahut Indah
Nayapun segera pergi ke dekat tebing, pemandangan dibawah tebing adalah jurang yang cukup curam dengan banyak pepohonan yang menghiasi tebing tersebut. Naya mencari-cari sosok Derya yang katanya ingin menemuinya. Sudah 10 menit menunggu namun Derya belum juga muncul…
“Kenapa bos ngaret ya ? biasanya bos selalu tepat waktu” kata Naya bingung sambil memandang jam tangannya
.
.
.
.
.
Nah siapa nih yang manggil Naya dan ngajak ketemuan ditepi tebing ? 🤔
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~