
"Aahhhhh,,,, siapa kamu !” teriak Naya sambil melempar orang tersebut dengan bantal dan benda-benda disekitarnya. Naya benar-benar kaget dan takut saat mendengar suara seorang laki-laki dikamar asing ini dan terakhir sepatu Nayapun melayang…
“Kamu kurang ajar ya dengan bos kamu !” kata Derya yang berhasil menangkap lemparan terakhir Naya
“Bo,,,bos ? “ Kata Naya tergagap
“Iya… begini cara kamu memperlakukan bos dan orang yang menolong kamu ?” Kata Derya kesal
“Ma,,,maaf bos” kata Naya, dia sadar bahwa dirinya masih bawahan Derya karena dia belum dipecat resmi oleh perusahaan
“Kamu pikir maaf saja cukup ?” kata Derya sambil berjalan mendekati Naya yang masih terduduk di ranjang
“Bo,,bos,,, jangan mendekat… !” kata Naya sambil memundurkan badannya sampai punggungnya menyentuh dinding.
“Heh, kamu pikir apa balasan untuk orang yang berani menculik anak saya !” kata Derya tersenyum sinis , dia berjalan selangkah lebih dekat dengan Naya
“Kamu pikir apa balasan untuk orang yang telah menampar saya tadi !” kini Derya sudah duduk dikasur yang sama dengan Naya
“Bos, saya sabuk hitam ya ! ini peringatan terakhir jika bos mau macam-macam !” ancam Naya yang sudah tidak bisa bergerak kabur lagi
“Saya juga sabuk hitam…” jawab Derya sambil menatap tajam mata Naya
“Kamu pikir saya takut ! kamu pikir saya tidak akan membalas perlakuan kamu ke saya !” kata Derya sambil mencondongkan badannya mendekat Naya
“Plak,,, Buk,,, bukhh…” bunyi tamparan dan pukulan
Naya kini berhasil mengunci pergerakan Derya…
“Saya sudah memperingatkan anda ya bos !” kata Naya yang sudah berada diatas Derya dengan mengunci tangan Derya
“Hehe,,, kamu pikir saya tidak bisa melawan !” kata Derya yang saat ini dengan posisi tengkurap akibat ulah Naya
“Heh ! jika bos mampu kenapa hanya diam “ ejek Naya
“Shit….” Umpat Derya, dia tidak ingin sampai main tangan dengan perempuan tapi harga dirinya benar-benar jatuh. Apalagi kini kedua pipinya masih kebas karena tamparan Naya.
“Haha, benarkan bos hanya banyak omong saja !” ejek Naya lagi karena melihat Derya yang terdiam
“Haha, berani sekali kamu mengejek saya ! rasakan ini” kata Derya yang sudah tidak dapat menahan kesalnya sehingga dia melawan kemudian juga mengunci pergerakan Naya, sehingga badan Naya tertempel ke dinding.
__ADS_1
“Au,,, anda memang sangat kasar ya dengan perempuan” ucap Naya karena wajahnya sempat terpukul dinding cukup keras
“Ah ????” Derya kaget karena ternyata gerakannya menyakiti Naya
“Dasar laki-laki kasar ! Bukhhhh… “ Naya tak mau tinggal diam dia langsung menyerang Derya dan menggerakkan kepalanya untuk memukul wajah Derya. Hilang sudah aura lembut yang selama ini Naya tunjukkan pada Aydin, dihadapan laki-laki kasar seperti ini untuk apa menjaga aura lembut dia harus terlihat kuat agar tidak tertindas.
“Heh ! rasakan itu “ Naya yang sudah keluar dari cengkraman Derya kini bersiap dengan memasang kuda-kudanya, dia akan melawan jika Derya ingin mendekat lagi padanya
“Akh,,, sakit sekali. Dasar kucing kasar !!! Apa yang Aydin lihat dari perempuan kasar seperti kamu hah ? “ Kata Derya marah
“Heah, anda memang sudah sepantasnya mendapat perlakuan seperti ini, untuk apa saya bersikap baik ketika dihadapakan dengan anda !” kata Naya masih dengan posisi siaga, sedangkan Derya masih tersungkur dikasur.
“Saya tidak akan mengijinkan perempuan seperti kamu mendekati anak saya lagi ! kehadiran kamu itu merebut ruang untuk istri saya dihati Aydin ! Kamu seharusnya tidak pernah hadir di hidup Aydin, agar Aydin lebih menyayangi Bunda kandungnya walau dia sudah tidak ada. Tidak ada yang bisa menggantikan ruang untuk Bunda kandung Aydin dihati Aydin. Kamu sebaiknya menjauh dari keluarga saya, karena kamu hanya pengacau !” kata Derya panjang lebar
“Heah, anda menyalahkan saya ? saya tidak pernah menyuruh Aydin untuk melupakan Bunda kandungnya, saya tau saya tidak akan bisa menggantikan posisi Bunda kandung Aydin di hati Aydin. Semua itu salah anda ! anda harus sadar bos, anda yang tidak memberitahu Aydin sejak awal dimana Bunda Aydin ! anda yang tidak pernah menceritakan bagaimana bunda kandung Aydin pada anak itu, sehingga dia mencari sosok Bunda itu sendiri. Jangan salahkan orang lain, itu salah bos sendiri !” kata Naya tegas.
Walau sedikit sakit hati dengan ucapan Derya namun rasa kasihan dengan sosok didepannya ini membuatnya dapat menaham kekesalannya itu dan memilih menyadarkan orang yang seperti kehilangan arah didepannya ini.
“Humf,,, Ya, saya tau....” jawab Derya sambil menghembuskan nafas kasar
Derya kini sudah duduk ditempat tidur, sedangkan Naya duduk dikursi yang agak jauh dari kasur. Walaupun Derya sudah sadar dan tak mungkin menyakitinya namun tetap saja Naya agak canggung jika berdekatan dengan pria jika situasi normal seperti ini. Situasi normal yang dimaksud tanpa adanya luapan emosi dan keadaan pengecualian lainnya yang mengharuskan Naya berdekatan dengan laki-laki.
“Jangan berbelit !” kata Derya singkat
“Aydin tidak suka dengan cara anda” kata Naya mempersingkat maksud perkataanya tadi
“Seperti apa ?” tanya Derya
“Haahhh,,, apa anda masih tidak sadar ! ini terlihat sangat jelas !” kata Naya kesal dengan pria yang tidak menyadari kesalahannya ini. Dia tau dia salah, tapi tidak bisa menyebutkan dimana salahnya ? apa itu yang dikatakaan menyadari kesalahan.
“Katakan saja ! apa susahnya !” jawab Derya
Naya benar-benar menahan kesalnya saat ini, dia benar-benar menemui manusia batu. Keras kepala, arogan dan tidak mau disalahkan, inilah wujudnya ada dihadapannya saat ini.
“Anda itu pemarah, arogan, keras kepala, sombong, tidak mau disalahkan, suka mengatur. Anda pikir Aydin tahan dengan sikap seperti itu ?! saya saja yang hanya sudah satu jam berada satu ruangan dengan anda sudah sangat tidak tahan bos !” kata Naya blak-blakan sambil meluapkan emosinya
“Hm,,, seperti itu ya ?” kata Derya dingin sambil menunduk memikirkan perkataan Naya
“Ya…” jawab Naya singkat.
__ADS_1
Naya membiarkan Derya hanyut dengan pikirannya sendiri, biarlah pikir Naya. Semoga saja Derya sadar setelah mendapat hantaman fisik dan batin seperti itu.
Nayapun berjalan keluar, dia ingin keluar dari ruangan ini. Karena dirinya benar-benar tidak tahan seruangan dengan bosnya itu. Namun apa yang terjadi sama dengan saat Derya ingin keluar tadi, pintunya terkunci dan dia tidak dapat keluar sehingga kembali kedalam kamar untuk menanyakan hal itu kepada Derya
“Ehem,,, Bos, apa pintunya terkunci ?” tanya Naya setelah masuk
“Ya…” jawab Derya singkat
“Oh…” jawab Naya juga singkat
Keheningan tercipta setelah bising, mentari sudah kembali keperaduan dan kini kumandang adzan magrib sudah terdengar. Naya menutup matanya menghilangkan sisa-sisa emosi jiwa saat berhadapan dengan bosnya tadi dan mencoba bersabar karena terkurung disini. Kemudian dia berjalan menuju lemari mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menutupi auratnya untuk shalat.
“Mencari apa ?” tanya Derya tiba-tiba
“Astagfirullah, si bos mah bikin kaget aja. Kalau mau ngomong itu permisi dulu bos” kata Naya kaget
“Permisi, anda cari apa ?” ulang Derya
“Bukan gitu juga kali bos ! maksud saya itu anda berdehem dulu kek, menunjukkan hawa keberadaaan anda biar orang gak kaget” jelas Naya.
Dia sedikit bingung dengan bosnya ini apakah ini orang sedikit bl**n atau memang kurang interaksi sehingga tidak memahami maksud kode seperti itu.
“Oh,,,” respon Derya singkat
Semoga para readers suka dengan sosok Naya yang author gambarkan pada epiosde kali ini, gimana Naya udah bisa jadi pawangnya Derya belum ? 🤭🤭🤭
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
__ADS_1