I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Kekhawatiran


__ADS_3

"Alamak… Pingsan ! Ayo Ton kamu sekarang pingsan !” batin Anton segera berakting pingsan


“Ck, jangan berakting dihadapanku !” ucap Derya yang sudah bisa menebak semuanya


“Jangan bangun Ton, jangan bangun…” batin Anton menguatkan diri


“Halo,,, iya,,, saya akan segera ke sana” suara Derya terdengar semakin menjauh dan membuat Anton memberanikan diri untuk mengintip


“Eh, mana orangnya ? beneran pergi nih ?” gumam Anton sambil membuka perlahan matanya


“Wuiiih, keberuntungan ku hari ini sangat bagus ternyata” gumam Anton berbahagia karena tidak kena marah lebih lanjut


Sementara itu Derya bergegas berlari di koridor rumah sakit menuju ruangan Naya, sesuatu yang yang tidak diinginkan terjadi…


“Permisi, saya mau masuk… Saya suaminya…” ucap Derya menggedor pintu kamar


“Nak Derya tenang ya, jangan menganggu proses penanganannya. Mari kita do’akan semoga Naya baik-baik saja didalam sana” ucap Nisa menenangkan sambil menahan lengan Derya


“Maaf bu, Saya ingin masuk !” ujar Derya melepaskan cengkraman sang mertua


“Tidak bisa Pak, tolong anda tunggu disini saja” ucap sang perawat keluar dari ruangan Naya dan berjaga didepan pintu


“Tidak, saya tetap harus masuk !” teriak Derya berhasil menerobos


“Sayang, kamu baik-baik saja ? sayang ada Mas disini, Mas mohon berjuanglah kembali. Anak-anak menunggu kamu diluar, mereka menantikan kehangatan kamu. Sayang Mas tidak akan sanggup jika kehilangan kamu, bagaimana dengan anak-anak. Aydin, Kila dan Kivanc, serta cebong yang kini sudah lahir dan menunggu kamu untuk menimangnya” bisik Derya ditelinga Naya sambil menggenggam erat tangan Naya


“Mohon maaf Pak, tolong tunggu diluar. Pasien sedang kami ditangani” ucap perawat kembali membujuk Derya untuk keluar


“Tidak bisa, saya akan menemani istri saya sampai dia sadar” ucap Derya masih tetap disamping Naya dan menggenggam erat tangannya


“Naya…” gumam Derya lemah


“Pasien mulai stabil, kondisinya juga kembali normal. Ini keajaiban, kekuatan cinta seorang suami” ucap sang dokter yang menangani, sebab tadi kondisi Naya tiba-tiba saja menurun, dia mengalami kejang-kejang karena tekanan yang tidak stabil.


“Apa Istri saya sudah baik-baik saja ?” Tanya Derya pada sang dokter, Derya kembali tersadar karena suara dari dunia luar mempengaruhinya. Dia benar-benar hanyut dalam ketakutannya beberapa saat tadi, dia benar-benar takut kehilangan kembali, kelahiran premature yang sangat ditakutinya kini terulang lagi dan itu membuatnya semakin gelisah


“Pasien sudah kembali stabil. Pak Derya dapat bernafas dengan tenang sekarang” ucap sang dokter menjawab dengan ramah


“Syukurlah…” ucap Derya menghembuskan nafas dengan lega dan kembali mencium tangan Naya


“Ayah, kenapa pelgi cambil lali-lali ??? Dilumah cakit tidak boleh lali-lai” protes Kivanc yang ternyata juga berhasil masuk setelah beradu argument dengan perawat didepan pintu.


Beberapa saat yang lalu ketika Derya berlari keluar dari ruangan Anton, Double K dan Sarah kembali setelah dari kantin


“Aunty nanti aunty boleh ajak jalan-jalan Ipan lagi kok ! Ipan cuka jalan-jalan dengan aunty…” ucap Kivanc sambil mengunyah marshmellow yang dibeli tadi

__ADS_1


“He, nanti kalau jalan-jalan sama Bunda kamu saja ya. Aunty gak bisa aja jalan Ipan lagi” ucap Sarah tersenyum kecut


“Kenapa ? aunty tidak cayang Ipan lagi ?” Tanya Kivanc sambil menghalangi jalan Santi dari depan


“Hm,,, Ipan jajannya banyak. Dompet aunty hampir menangis karena itu” ucap Santi sambil memegang tasnya dengan erat


“Dompet idak bica menangis aunty, yang menangis itu adik ayi !” ucap Kivanc


“Iya, tapi dompet aunty juga bisa menangis. Itu punya makna lain” ucap Santi bingung menjelaskan


“Itu Ayah mau kemana ?” Tanya Kila sambil menunjuk Derya yang terlihat sangat tergesa-gesa


“Ayah ? kenapa belmain kejal-kejalan dilumah cakit cih, itukan tidak boleh” ucap Kivanc masih menyuap marshmellownya


“Dirumah sakit juga tidak boleh makan sembarangan tau” celetuk Santi yang sejak tadi gemash dengan Kivanc karena sudah ditegur beberapa kali masih saja memakan benda kenyal itu


“Ipankan macih anak kecil, jadi kalau calah itu tidak apa aunty. Jadi olang dewaca yang halus mengingatkannya, itu tugas olang dewaca” ucap Kivanc tidak mau kalah


“Lalu jika olang dewaca yang calah, ciapa yang halus menegulnya ?” Tanya balik Kivanc yang kritis


“Siapa saja yang melihatnya berbuat salah bisa mengingatkannya kok” ucap Sarah


“Kalau begitu ayo de Ila kita cucul ayah !” ajak Kivanc segera mengajak adiknya


“Abang, tangan abang lengket” protes Kila yang melihat tangan Kivanc masih ada jejak marshmellow disana


“Eh mau kemana ?” Tanya Sarah malah berbalik arah dan mengikuti double K, padahal dirinya membawakan makan siang pesana Anton saat ini


“Aunty ikuti caja, Ipan mau menegul ayah kalena calah” ucap Kivanc sambil berjalan dengan langkah lebar


“Abang pelan-pelan” ucap Kila yang ditarik


“Kita halus cepat cebelum olang lain yang mengingatkan Ayah de Ila” ucap Kivanc


“Hah ? kenapa ayah macuk kedalam. Itukan luangan Unda” ucap Kivanc lagi setelah berhasil mengikuti


“Nini kenapa ayah macuk kedalam luangan Unda dan nini duduk dicini ?” Tanya Kivanc bertanya pada Nisa yang terduduk dikursi tunggu


“Aunty, kenapa juga tidak macuk ?” Tanya Kivanc kembali menoleh pada orang-orang yang ada disana


“Hm,,, Bial Ipan caja yang macuk” ucap Kivanc masih menggandeng tangan Kila dan yang digandeng pasrah saja karena Kila juga penasaran ingin mengetahui situasinya


“Om pelawat, Ipan ingin macuk” ucap Kivanc saat dihalangi oleh perawat


“Tidak bisa dek, pasien didalam masih dalam penanganan” ucap sang perawat masih menghalagi pintu

__ADS_1


“Tapi Ipan ingin ingatkan Ayah bahwa idak boleh lali-lali dilumah cakit !” ucap Kivanc dengan gaya gemoynya


“Nanti akan saya sampaikan, ade tunggu disana saja ya bersama keluarganya” jawab sang perawat


“Om pelawat idak bica ingatkan ayah kalena idak melihat ayah calah” ucap Kivanc


“Em,,, ya nanti tunggu ayahnya keluar saja ya kalau begitu” ucap perawat itu mulai kebingungan menjawab


“Idak bica, Ipan halus ingatkan cekalang cebelum Unda bangun dan malah dengan Ayah !” protes Kivanc lagi dan kebetulan saat itu seorang suster dari dalam memberikan kode bahwa pasien sudah stbail, sehingga perawat yang sudah kewalahan menahan Kivanc hanya bisa menyingkir dari depan pintu.


“Ayah, Idak boleh lali-lali dilumah cakit tau !” ucap Kivanc segera menegur


“Ayah ! ayah kenapa diam caja ?” ucap Kivanc lagi sambil mendekat pada sang Ayah


“Apa Bunda memburuk ?” Tanya Kila yang sedikit mengerti situasinya


“Bunda kamu sekarang sudah baik-baik saja. Bantu Bundanya ya dek” ucap sang dokter yang masih ada didalan ruangan tersebut sambil memeriksa peralatan yang menempel pada tubuh Naya


“Bunda…” lirih Kila yang berusaha untuk tidak menangis


“Ayaaah, kenapa menangis ? olang dewaca idak boleh menangis loh” ucap Kivanc yang mengintip dari bawah


“Astagfirullah, Kivanc. Kamu kenapa tiba-tiba ada disana ?” Tanya Derya mengangkat kembali kepalanya


“Cejak tadi Ipan cudah panggil-panggil Ayah” ucap Kivanc sambil menatap sang Ayah dengan dalam, dirinya menelisik mengapa sang Ayah menangis


“Ayah menangis kalena Unda tidul telus ya ?” Tanya Kivanc setelah diam beberapa saat


“Ayah khawatir, sangat mengkhawatirkan Bunda kalian dan istri Ayah” ucap Derya kembali mencium lembut punggung tangan Naya


“Hm, Ipan juga hawatil Ayah kena malah custel dan pelawat kalena lali-lali dilumah cakit” jawab Kivanc dengan serius


“Terimakasih sudah mengkhawatirkan ayah” ucap Derya tersenyum lembut melihat anak-anaknya yang tumbuh menjadi seorang yang perasa dan penuh perhatian


.


.


.


See you next episode ya 😉


Maaf baru bisa upload guys 🙏


Author lagi terkena musibah 😭 kos²an author kebakar jadinya author belum bisa upload seperti biasa. Nanti author usahakan ya, jadi stay tune dan tetap tunggu 💞

__ADS_1


Terimakasih semuanya ✨


__ADS_2