I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 112


__ADS_3

Malampun tiba dengan cepat, Derya dan Anton sudah menemukan penginapan terdekat. Walau cukup sederhana, namun masih nyaman untuk menjadi tempat beristirahat malam ini.


Merekapun segera cek in kamar dan masuk ke kamar masing-masing. Setelah itu Derya langsung membersihkan diri lalu shalat agar terlihat fresh sebelum ngebucin dimulai.


“Ahhhh segarnya” kata Derya sambil menggosok handuk dirambutnya yang basah


“Bubu ngapain ya jam segini ? apa mereka sudah makan ?” gumam Derya sambil memgambil hp nya


“Tuuut,,,tuuuut,,,tuuut” nada hubung berbunyi


“Assalamu’alaikum “ jawab seseorang disana


“Wa’alaikumsalam Bubu” jawab Derya cepat


“Ada apa bos ?” Tanya Naya disebrang sana


“Kok bos lagi sih Bu ?” kata Derya sedikit merajuk


“Oh iya, Maaf. Mas maksudnya” kata Naya meminta maaf


“Hm, iyadeh… jangan di ulang lagi ya Bu” kata Derya nada manja


“Kenapa mas ? lagi kesambet ya ?” kata Naya yang keheranan dengan nada bicara bosnya ini


“Ish, Bubu mah… masa calon suami sendiri dikatain sih” kata Derya masih dengan nada manja


“Haha. Kan Naya cuma nanya bos, eh mas maksudnya” kata Naya masih kikuk dengan panggilan baru


“Hm, Aydin ngerepotin kamu gak Bu ?” Tanya Derya basa-basi


“Tidak kok mas, malah ibu sama adik Naya sangat senang ada Aydin yang menginap disini” jawab Naya apa adanya


“Syukurlah kalau dia tidak merepotkan kalian disana” kata Derya


“Iya mas, Aydin anak yang sangat ceria dan itu memberikan energy positif pada keluarga Naya yang habis terkena musibah” cerita Naya


“Terimakasih mas sudah membiarkan Aydin kenal dengan Naya” ucap Naya tulus, dia benar-benar bersyukur karena adanya anak mochi sang Adik Dinda dan Sarah yang mengalami trauma psikologis terhadap kejadian buruk yang mereka alami menjadi lebih ceria.


“Harusnya aku yang berterimakasih karena Bubu yang merubah anakku menjadi seperti ini” ucap Derya


“Anakmu mas ? Aydin juga anakku lah… orang dia sudah manggil aku Bunda sejak dulu” kata Naya yang tidak terima, anak mochi yang dia besarkan beberapa bulan ini malah tidak diakui sebagai anaknya.


“Iya, Aydin anak kita dan akan ada anak-anak berikutnya…” kata Derya dengan senyum mengambang


“Ya iyalah, kan Naya juga pengen ngerasain melahirkan menjadi ibu yang sesungguhnya” kata Naya

__ADS_1


“Bubu mau punya berapa anak ?” tanya Derya yang sudah mengatur dalam benaknya berapa bibit unggul yang harus mereka lahirkan


“Naya sih sedikasihnya saja Bos, tapi Naya rasa dua juga sudah cukup” jawab Naya yang tanpa sadar masih memanggil bos


“Aku mau lima ya” kata Derya yang tidak memperdulikan lagi panggilan Naya yang masih menggunakan kata bos


“Gak ah bos, kebanyakan itu” jawab Naya yang cepat


“Apanya yang lima bos ? nasi yang kita pesankan cuma tiga ?” kata Anton yang tiba-tiba sudah masuk dalam kamar


“Astagfirullah…” kata Derya kaget melihat Anton yang sudah ada dalam kamarnya


“Kamu, kamu kapan masuk ke kamar saya Ton” Tanya Derya


“Ya dari tadi saya ketok ketok pintu gak dibukain, pas saya putar gangang pintu gak kekunci ya saya langsung masuk lah bos, daripada nunggu diluar berat nih bawa pesanan nasi padang kite” kata Anton sambil mengeluarkan nasi padang dalam kresek


“Siapa Mas ?” Tanya Naya dari sebrang telpone


“Ini si Anton Nay ! kamu sudah makan ?” Tanya Derya


“Ini baru mau menata makanan mas. Udahan dulu ya” kata Naya ingin membantu ibunya menyiapkan makan malam


“Iya Bubu, dadah… makan yang banyak ya, tolong jaga anak kita” kata Derya dengan manis


“Iya, Assalamu’alaikum” kata Naya yang tidak terlalu memperhatikan ucapan Derya tadi karena dirinya sedang mengambil beberapa piring


“Aroma bucinnya udah mengalahkan bau nasi padang nih bos. Kalah semuanya yang ada didunia ini sama kebucinan bos” kata Anton yang merasa geli dengan tingkat kebucinan Derya


“Yeee, syirik aja jomblo !” kata Derya sambil merebut nasi padang yang baru Anton buka


“Bos jangan ginilah. Calon manten itu kudu adem ayem, jangan brutal ngerebut nasi ditangan orang gini” kata Anton ingin merebut kembali


“Itu nasinya masih ada dalam kresek, kamu ambil itu !” kata Derya dengan nada dinginnya


“Gini nih, kalau merintah aja langsung dingin. Giliran sama Naya aja melting kaya cokelat kepanasan, meleleh sejadi-jadinya sampai encer” gumam Anton sambil mengambil nasi padang dalam kresek


“Udah ngedumelnya ?” Tanya Derya yang masih mendengar omongan Anton


“Hehe, udah bos udah…” jawab Anton panik takut kena potong gaji


Merekapun makan dalam hening, Anton tidak berani mengoceh lagi karena saat ini bosnya dalam mode serius makan.


Malampun berganti menjadi pagi yang menyejukkan kalbu, sosok ganteng nan gagah sudah tidak sabar menemui kanjeng ratu. Hari ini dia akan membawa kanjeng ratu beserta keluarga untuk tinggal lebih dekat ke istananya, agar silaturrahmi berjalan lancer.


“Wuiih, si bos makin ganteng aja !” kata Anton saat mereka berdua kebetulan keluar kamar secara bersamaan

__ADS_1


“Thanks” jawab Derya dengan nada sombong


“Hm, baru dipuji aja udah naik tu kerah baju” gumam Anton


“Apa ?” kat Derya yang mendengar samar gumaman Anton


“Gak ada bos, hari ini biar saya yang menjadi kusir kerajaan” kata Anton mempersilahkan Derya jalan didepannya


“Memangnya siapa lagi kalau bukan kamu” kata Derya dengan datar lalu berjalan mendahului Anton


Merekapun melaju dengan kecepatan sedang, namu lama-kelamaan kecepan semakin laju karena desakan baginda raja. Sang kusir hanya pasra dibawah perintah, akhirnya mereka tiba dirumah kanjeng ratu dengan selamat.


“Tok,tok,tok… Assalamu’alaikum” ucap Derya langsung mengetuk pintu ketika sudah turun


“Assalamu’alaikum” ucap Derya lagi karena tidak ada sahutan dari dalam


“Wa’alaikumsalaaam…” sahut seseorang dari dalam


“Ceklek…” pintu terbuka dan ternyata itu adalah ibunya Naya


“Wa’alaikumsalam, owalah ternyata Nak Derya sama Nak Anton. Silahkan masuk nak…” sambut ibunya Naya dengan ramah


“Terimakasih bu” kata Derya dengan nada lembut


“Iya, tunggu sebentar ya ibu mau ke dapur dulu lagi goreng ikan soalnya” kata ibu Naya ingin segera pamit kedapur


“Iya bu, silahkan… Maaf menggangu” jawab Derya sedangkan Anton hanya tersenyum memberi kesempatan pada bosnya untuk caper ke mertua.


“Hm,,, begini ya ternyata suasana rumah Naya. Terlihat asri sekali…” ucap Anton sambil memperhatikan sekitar, sejak kemaren dirinya tidak sempat memperhatikan suasana rumah karena terlalu sibuk


“Astagfirullah…” teriak Naya kaget karena ada orang di ruang tamunya, dirinya baru saja selesai memandikan aydin


“Kenapa ?” Tanya Anton langsung ingin menatap ke sumber suara


“Jangan ngadep sana !” kata Derya sambil menahan kepala Anton untuk terus menoleh kearah kiri


“Bubu, kamu terus saja masuk ke kamar…” kata Derya yang juga ikut memalingkan kepalanya


“Ma,,, makasih mas…” ucap Naya langsung berlari masuk kamar bersama Aydin karena sebenarnya tadi Naya kaget karena ada Anton dan Derya diruang tamu sedangkan dirinya tidak mengenakan kerudung, jadi Naya kembali bersembunyi dibalik dinding.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


Apakah ada obat untuk bucin yang sudah overdosis ini readers ? jika ada tolong berikan sedikit pada ayah bear 🤣


__ADS_2