I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 109


__ADS_3

Mobilpun berhenti dipekarangan rumah bertenda, Sarah nampak bingung melihat halaman rumahnya karena tidak tau siapa yang menikah


“Siapa yang kawinan dirumah ini om ?” Tanya Sarah pada Anton yang duduk disampingnya


“Waduuuh, nih anak manggil Om lagi. Manggil si Derya yang lebih tua dari aku malah Kakak, gak kebalik Neng ?” kata Anton tidak terima dipanggil Om


“Ma, Maaf Om… eh maksudnya Kak” kata Sarah gugup


“Udah ton, terima aja kalau wajah kamu udah kayak om-om” kata Derya menyahut


“Hmmm, mulai bisa ngata-ngatain ya si Bos” kata Anton tidak terima


“Ya sudah ayo turun, Naya dan ibu kamu pasti sangat menantikan kamu” kata Derya sambil membuka pintu


Merekapun keluar dari mobil dan segera disambut oleh Naya dan ibunya Naya yang sepertinya memang menanti kedatangan mereka.


“Saraaah…hiks,,hiks,,” kata Sang Ibu langsung berlari memeluk Sarah


“Dik…” kata Naya mengusap lembut rambut sarah. Mereka semua bergantian saling memeluk, menumpahkan rasa kerinduan karena lama tidak bertemu.


“Bunda, Aydin ingin makan ini” kata anak mochi tiba-tiba memanggil Naya dengan sebuah jeruk ditangannya


“Iya sayang tunggu sebentar ya” jawab Naya lembut


“Ayo kita masuk” kata Naya mengajak semuanya melangkah masuk


Mereka semua pun berkumpul duduk lesehan diruang tamu Naya, bercengkrama sebentar menunggu shalat zuhur. Derya berkeringat dingin karena gugup ingin menyampaikan maksud kedatangannya.


“Bos, ayo !!!” kata Anton dengan isyarat bibirnya, dia ingin sang Bos segera menyampaikan maksudnya


“hmmm,,, Anu bu. Saya boleh bicara ?” kata Derya kebingungan harus memulai darimana


“Iya Nak Derya, silahkan” kata ibu Naya dan semuanya kini memperhatikan Derya


“Begini Bu, saya ingin menyampaikan maksud kedatangan saya kesini adalah ingin meminang putri sulung ibu Nayyara Salma” ucap Derya kemudian menarik nafas sebentar mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan rangkaian kata yang sebenarnya sudah di print Anton untuk latihan


“Saya menyukai anak ibu, dia menerima anak saya dengan baik tidak ada wanita yang lebih cocok menggantikan posisi ibunya Aydin selain Naya. Jadi saya meminta kepada Naya untuk mau menjadi Bunda sesungguhnya untuk anak saya dan juga menjadi istri saya. Saya akan membahagiakan anak ibu dan menerima segala yang ada pada diri Naya” kata Derya dengan tulus penuh keyakinan


“Alhamdulillah, kalau anak ibu sudah menemukan jodohnya. Ibu rasa kamu adalah orang yang baik dan bertanggung jawab, tapi ibu juga tidak tau bagaimana pendapat anak ibu mengenai Nak Derya, keputusannya ada ditangan Naya sendiri” kata sang ibu sambil mengusap lembut punggung Naya yang duduk disampingnya

__ADS_1


“Bagaimana Nay ? pinangan bos diterima gak ?” kata Anton yang sudah tidak sabaran menunggu jawaban Naya


“Hmmm…” Naya sepertinya masih berpikir


“Bunda mau ya jadi istri Ayah, kan Bunda sudah janji dengan Aydin jika Bunda akan memasakkan Aydin setiap hari dan akan tidur sepanjang malam dengan Aydin. Bagaimana Bunda melakukannya jika Bunda tidak tinggal dirumah Aydin ? ya Bunda… pleaseee,,, Aydin ingin Bunda” kata anak mochi memeluk Naya dengan erat


“Good job Aydin ! memang anak yang cerdas, baru sekali di ajari untuk mengucapkan kata tersebut sudah dapat melakukannya dengan baik !” gumama Anton dalam batinnya.


“Hmmm, Iya sayang…” jawab Naya sambil membalas pelukan Aydin


“Alhamdulillaaaah…” kata Anton berteriak nyaring


“Jadi diterima nih Nay ?” Tanya Anton memastikan


“Hm…” kata Naya sambil menunduk malu


“Alhamdulillah bos, diterimaaaaaa….” Kata Anton senang karena sebentar lagi akan ada pawang bosnya


“Mana cincinnya bos ? Ayo bos pasangkan ke jari manis Naya” kata Anton yang sungguh bersemangat


“Allahuakbar, Allahuakbar…” kumandang adzan terdengar nyaring di surau dekat rumah Naya


“Ayo bos…” kata Anton menarik tangan Derya untuk mendekat kearah Naya agar bisa memasangkan cincin


“Em, anu… apa boleh saya shalat Istikharah dulu sebelum sepenuhnya yakin menerima pinangan Bos Derya ?” kata Naya sedikit malu-malu


“Iya Nay silahkan. Saya harap sesudah shalat hati kamu akan semakin yakin dengan saya” kata Derya dengan nada lembut


“Terimakasih bos…” ucap Naya yang masih menunduk


“Kalau begitu saya juga ingin shalat ke surau dulu Nay ? bu ?” pamit Derya


“Iya Nak Derya silahkan…” kata ibu Naya tersenyum ramah


“Aydin mau ikut Ayah atau sama Bunda ?” Tanya Derya menatap Aydin yang sibuk memakan jeruk


“Ndak, Aydin mau makan ini saja yah sama nini dan aunty” kata Aydin senang, dirinya sangat disukai oleh Disna dan Sarah, begitu pula ibunya Naya. Bagaimana tidak menyukai anak lucu seperti Aydin sih, sekali pandang saja pasti akan terpesona !


“Makannya jangan terlalu banyak ya !” kata Derya mengingatkan

__ADS_1


“Baik Ayah” jawab Aydin sambil tersenyum menunjukkan gigi susunya


Derya dan Antonpun pergi ke surau dengan jalan kaki, hanya 5 menit mereka berjalan dan akhirnya sampai. Ternyata suasana surau dikampung jauh lebih ramai daripada dikota. Banyak orang di sana dari anak kecil sampai dengan lansia ada di sana.


“Bos, kalau kita undang warga kampung bagaimana ?” Tanya Anton tiba-tiba mendapatkan ide


“Undang apa maksud kamu Ton ?” Tanya Derya yang tidak mengerti


“Begini bos, berita bahagia itu harus dibagi dan disampaikan kepada orang banyak “ kata Anton


“Jadi ?” kata Derya penasaran


“Ya kita undang warga kampung disini untuk datang ke pertunangannya bos. Kan didepan rumah Naya sudah ada pelaminan tuh terpasang, sayang kalonya tidak dimanfaatkan lumayan dapat gratisan bos” kata Anton


“Ada-ada saja ide kamu Ton. Kamu pikir saya tidak mampu menyewa tenda “ kata Derya kesal


“Bukan, bukan begitu bos maksud saya. Ini itu biar pertunangan kalian diketahui seluruh warga kampung supaya berita buruk tentang Naya juga menghilang. Karenakan Naya dibilang nikah duluan lah, kabur dari rumahlah karena ngikut suami kaya begitu kabar yang tersebar dikampung ini. Jadi bos bisa klarifikasi tentang berita tak benar itu bos” jelas Anton


“Hm… iya juga ya. Ya sudah terserah kamu” kata Derya dirinya tidak sampai terpikir kesitu karena rasa gugup itu masih menghampiri dirinya karena cincin masih belum bertengger rapi dijari manis Naya


Merekapun shalat zuhur dengan khusyuk di surau ini. Derya benar-benar meminta agar urusannya kali ini dimudahkan, semoga ini adalah awal kebahagian untuk keluarga kecilnya. Derya terus berdo’a tanpa memperhatikan Anton yang sudah kesana kemari menyapa para warga kampung yang shalat di surau tersebut. Dirinya menyapa yang lebih tua atau anak-anak dia tidak pilih memilih. Sampai seorang marbot masjid menuntunnya kesuatu tempat.


“Tes,,, tes…” Suara Anton terdengar nyaring di pengeras suara masjid


“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Diberitahukan kepada warga jamaah surau Al Ikhlas desa XXX kita ada menerima undangan pertunangan dari Saudara Derya Erhan Murat dan Nayyara Salma putri Ibu Nisa. InsyaAllah pertunangan akan dilangsungkan pada hari ini jam 3 sore. Diharapkan pada para warga yang tidak berkesibukan dan berhalangan dapat hadir ke rumah Ibu Nisa disamping surau Al-Ikhlas. Demikian undangan yang dapat saya sampaikan, salah khilaf mohon maaf. Wassalamu’alaiku warahmatullahi wabarakatuh” kata Anton menutup pengungumannya, lalu snag marbot mematikan kempali mic pengeras suara tersebut


“Terimakasih ya Pak Fahri sudah memberikan ijin saya menyampaikan undangannya” kata Anton dengan sopan dan menjabat tangan sang marbot tersebut


“Iya Pak Anton, kabar bahagia seperti ini sudah seharusnya di sampaikan pada semua orang agar semakin banyak yang mendo’akan” ucap Pak Fahri sang marbot dengan ramah


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Nah tuh si Anton sudah mengundang melalui pengunguman di suarau. kedengeran kan ya sampai rumah kalian ? jika tidak berkesibukan datang ya, lumayan makan gratis 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2