I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 134


__ADS_3

" Hah ?” Naya bengong dengan respon para bu ibu disampingnya ini


“Ayo jeng angkut ke UKS” kata Jeng Nia mengajak yang lain


“Oke, kita bagi tugas ya ! Jeng Putri sama Jeng Lidya pergi beli tespack yang lain kita bawa Naya ke UKS “ kata Jeng Ayu mengomandani mereka semua


“Siap laksanakan !” sahut mereka


“Bu ibu, saya gak papa kok bu ?” kata Naya yang sudah berhenti mual


“Gak papa gimana Jeng ? ini jeng Naya aura-aura ibu hamilnya itu sudah berasa Jeng !” kata Nia meyakinkan


“Saya gak hamil bu ! palingan masuk angin ” ucap Naya berusaha emembujuk agar tidak dibawanya ke UKS


“Jangan ngelawan sama yang lebih berpengalaman Jeng ! kami semua ini sudah lebih dari satu kali loh merasakan hamil” kata Jeng Ayu langsung menggandeng Naya menuju UKS


“Permisi ! mau dibawa kemana nyonya saya ?” kata seorang bodyguard langsung menghalangi Ayu dan Nia yang menggandeng Naya


“Ish, Bapack jangan halangin kita nolong orang atuh pak ! ini lagi ada yang mual, harus segera dibawa ke UKS !” kata Nia kesal sambil berkacak pinggang dihadapan bodyguard berotot tersebut


“Apa nyonya Naya sakit ?” Tanya bodyguard pada Naya


“Tidak kok pak, saya tidak apa-apa” sahut Naya, namun beberapa detik setelah berucap seperti itu Naya kembali mual


“Aduh si Bapack mah dibilangin juga, minggir Pak !” kata Jeng Ayu langsung menyenggol bodyguard tersebut


Mereka berduapun segera membawa Naya ke UKS, sedangkan si bodyguard langsung gerak cepat menghubungi bosnya


“Dok, tolong periksa Jeng Naya !” kata Ayu saat mereka baru tiba di depan pintu UKS


“Silahkan masuk bu, kenapa ya ibunya ?” Tanya seorang dokter muda yang bertugas disekolah tersebut


“Gini Dokter Ali, Jeng Naya mual-mual kami curiga sepertinya dia lagi isi” jelas Nia dengan senyum manisnya berharap sang Dokter terpikat dengan senyumannya


“Kalau begitu silahkan bawa masuk bu dan rebahankan diranjang sana, saya akan periksa dulu” kata Dokter Ali mengarahkan


“Bunda…” teriak seseorang yang tiba-tiba masuk ke UKS


“Bunda tidak apa-apa kan ? dimana yang sakit sayang ?” Tanya Derya khawatir, dirinya kini sudah berada disamping Naya sambil menggengam tangan Naya


Kebetulan ketika bodyguardnya menelphone tadi, dirinya memang sedang menuju ke sekolah karena khawatir akan bahaya pamannya. Ketika mendengar kabar tentang Naya yang mual-mual sang kusir segera diperintahkan baginda raja untuk tancap gas agar segera sampai !


“Dimana dokternya ?” Tanya Derya langsung menatap sekitar


Sementara orang-orang disekitar melihat bingung dengan kehebohan Derya yang sangat tidak wajar itu

__ADS_1


“Dimana dokternya kata saya !” ucap Derya sedikit meninggi


“Hoek, mas… ini dokternya disamping Naya” jawab Naya mencoba memberitahu walaupun sebenarnya dia sambil menahan mual


“Hoek, mas aku mau ke kamar mandi” kata Naya langsung bangkit dari duduknya


“Tunggu mas sayang” ucap Derya dengan sigap memapah saya


“Cari dokter perempuan, saya tidak mau istri saya disentuh laki-laki lain !” ucap Derya menatap ke arah Anton


“Itu suami Naya yang kita lihat dulu kan ?” Tanya Nia bingung dengan sifat Derya kali ini


“Itu orang yang dingin waktu itu kan Jeng ?” Tanya balik Ayu


“Itu bos aku yang dulunya suka potong gaji itu kan ?” kata Anton juga malah bertanya


“Hallo, terus gimana ini ? harus dokter perempuan ya ?” Tanya Dokter Ali yang melihat semua orang bengong


“Oh iya, harus nyari dokter perempuan nih !” ucap Anton tersadar dari lamunanya dan langsung melaksanakan perintah baginda raja


Naya benar-benar memuntahakan sarapannya pagi ini di kamar mandi, Derya semakin panik karena Naya muntah


“Sayang ayo kita kerumah sakit ya !” kata Derya sambil mengusap penggung Naya


“Ga usah mas, ini cuma masuk angin kok” jawab Naya sedikit lesu


“Mas, ini paling masuk angin atau gak mag aku kambuh karena cuma makan roti pagi tadi” kata Naya cemberut karena Derya memaksanya


“Ya sudah ayo mas gendong ke UKS” kata Derya merendahkan punggungnya agar Naya bisa naik kesana


“Mas, ini masih di UKS lo mas” kata Naya bingung


“Ya mas gendong ke ranjang sayang” kata Derya masih pada posisinya


“Hm, Naya jalan saja mas !” kata Naya langsung berjalan melalui Derya


“Dimana dokter perempuannya ?” Tanya Derya yang mengalah mengikuti Naya dari belakang


“Sebentar lagi sampai bos” jawab Anton


“Hm, ya sudah kalian keluarlah !” kata Derya yang kemudian duduk disamping ranjang sambil menggenggam tangan Naya


“Ini cuma mual doangkan Jeng ? bukan mau lahiran ?” bisik Jeng Nia yang bingung


“Syuut, wajar atuh kan masih pada muda” balas Jeng Ayu yang juga berbisik

__ADS_1


Ketika mereka semua ingin keluar dari ruangan, dua orang bu ibu malah heboh masuk kedalam ruanga


“Jeng Naya, aduuh gimana hasilnya jeng ? apa kata dokter ganteng ?” Tanya Jeng Lidya yang lebih dulu masuk dan membuka pintu ruangan


“Jeng ini mau pakai yang mana ?” tanya Jeng Putri masuk sambil menetengkan kantong kresek


“Udah tau hasilnya kan ?” Tanya mereka berdua saat melihat Naya sudah berbaring di ranjang


“Hasil apa ?” Tanya Derya


“Jeng Naya positif hamil atau tidak ?” jawab Lidya


“Naya hamil ?” Tanya Derya pada semuanya


“Kamu hamil sayang ?” Tanya Derya lagi menatap Naya


“Naya juga tidak tau mas” jawab Naya


“Tok,,tok,,,tok,,,” pintu diketuk dan ternyata itu adalah dokter perempuan yang dipanggil Anton


Mereka semua menunggu diluar, kecuali Derya dan si Dokter permpuan yang memeriksa


“Bagaimana Dok ?” Tanya Derya


“Hm, Asam lambung istri anda sedang tinggi saat ini sehingga menyebabkan dia mual ? apakah nyonya tadi pagi sarapan ?” Tanya sang dokter


“Iya saya sudah makan, tapi belum terbiasa jika hanya sarapan roti saja” kata Naya terseyum malu


Setelah memberikan beberapa nasehat dan juga resep obat, dokter pun pamit. Mereka yang sedang menunggu diluar langsung mencegat sang Dokter


“Dok, bagaimana dok ?” Tanya Lidya


“Nyonya Derya tidak hamil seperti dugaan kalian, asam lambung pasien sedang naik sehingga mual-mual “ jelas sang Dokter


“Yaaaah, berarti ini tespack sia-sia dong” ucap Putri kecewa


“Masih bisa dipakai lagi nanti Jeng ! jadi, kita harus beri tips dan trik supaya lekas jadi” ucap Jeng Nia


“Naah benar tuh, kita harus kasih arahan supaya sekali gas langsung jadi dua nanti ! iya gak jeng Ayu ?” ucap Jeng Putri


“Hehehe, iya nanti saya akan kasih rahasia biar bisa langsung jadi dua” jawab Ayu yang melahirkan anak kembar dikehamilan pertamanya, saat ini anak yang terkecil merupakan anak ke empat yang satu kelas dengan Aydin.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2