I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 56


__ADS_3

“Apa ?” kata Derya singkat


“Hmmm,,, anu,,,” Kata Naya bingung ingin memulai berbicara apa


“Katakan, jangan membuang waktu saya” ucap Derya tidak suka Naya yang ragu-tagu seperti ini


“Apa bos tidak kepikiran untuk menyekolahkan Aydin disekolah umum ? tidak lagi home schooling” kata Naya


“Tidak, saya tidak ingin anak saya dalam bahaya ketika berada diluar sana” kata Derya tegas


“Tapikan bos Aydin juga ingin bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya...” bujuk Naya


“Dia bisa berteman dengan orang yang menurut saya baik. Dia tidak boleh berteman dengan sembarang orang” kata Derya tegas


“Tapi dimasa pertumbuhannya penting untuk mengajarkannya bersosialisasi dengan dunia luar bos” kata Naya


“Maksud kamu saya mengekang anak saya sendiri ?” tanya Derya


“Iya, bukannya sudaj terlihat jelas ya kan Ton ?” tanya Naya meminta dukungan Anton


“Hehe,,, saya tidak tau Bu Naya” kata Anton yang tiba-tiba berbicara formal


“Aduh ini adalah pertengkar sepesang orang tua tentang cara asuh anak. Aku tidak ingin ikut campur dengan masalah yang seperti ini” Batin Anton yang berada ditengah perdebatan


“Kamu berani sekali ya dengan atasan kamu ! Gaji kamu saya potong 5 % bulan ini” kata Derya


“Hm,,,” Naya cemberut dengan perkataan bosnya kali ini


"Dasar, dikit-dikit potong gaji" batin Naya mencibir bosnya


Naya kemudian diam sebentar, dia menjadi sangat kepikiran dengan perkataan Haris tentang ibunya, sehingga dirinya saat ini sangat ingin pulang kampung. Tapi itu tidak bisa sekarang karena dia harus mengumpulkan banyak uang jika apa yang dikatakan Haris itu benar, dia harus bersiap untuk melunasi hutang Bapaknya…


“Bunda….” Kata Aydin yang ternyata terbangun karena perdebatan Derya dan Naya tadi


“Ah iya sayang, kamu kenapa bangun ? maaf ya kalau suara Bunda menganggu kamu. Sudah ya kamu tidur lagi” Kata Naya sambil menepuk pelan pundak Aydin


“Kita kekantor, biar Aydin tidur diruang pribadi saya” kata Derya kepada Anton


“Baik bos” jawab Anton cepat

__ADS_1


“Hm,,, tumben-tumbenan bos mau kembali kekantor padahal waktu bertemu clien selajutnya tinggal 10 menit, jika kembali kekantor bos akan terlambat” pikir Anton


Naya hanya diam saja, dia tidak ingin berdebat dan membuat Aydin bangun kembali…


“Kamu masuk saja keruangan saja dan tidurkan Aydin dikamar saya, nanti sekretaris didepan ruangan saya akan menunjukkan ruangan untuk Aydin istirahat” jelas Derya


“What ? bos memperbolehkan orang lain kecuali Aydin masuk kedalam ruang pribadinya ? aku saya sebagai asistennya yang hampir 4 bulan ini tidak pernah masuk ruangan itu” Batin Anton kaget


“Hm, baik....” sahut Naya, dia berusaha membuka pintu namun kesulitan karena Aydin ada dipangkuannya.


Hal ajaib terjadi, Derya membuka pintu dan keluar lalu membukakan pintu untuk Naya.


“Kamu jangan ge er saya hanya tidak ingin tidur siang anak saya terganggu” jelas Derya


“Ya, sudah tau” kata Naya yang sudah dapat menebak perkataan Derya


“Jaga anak saya baik-baik, awas saja jika kamu membuatnya terluka lagi” Kata Derya memberi peringatan


“Iya bos, siap...” jawab Naya


“Awas ya !” peringat Derya sekali lagi


“Iya bos, Iya… Silahkan anda pergi sekarang ! karena kaki saya akan kelelahan menggendong Aydin jika anda terus berada disini” kata Naya kesal


Derya tidak menyahut, dia langsung berlalu dihadapan Naya dan langsung masuk kedalam mobil. Ketika mobil mulai berjalan Naya langsung berjalan masuk perusahaan, dia tidak akan sanggup jika menggendong Aydin berlama-lama karena anak mochi ini lumayan berat ya Bun…


Disaat Naya ingin masuk lift menuju ruangan Derya bu Rika menyapa mereka di lobby perusahaan.


“Naya ? kenapa kamu ada disini, bukannya menemani clien kamu ?” tanya Bu Rika


“Oh saya gak mau menemani clien seperti itu Bu, saya lebih baik mengganti uang kompensasi karena membatalkan perjanjian daripada harus menjadi tourguide orang itu” jawab Naya


“Kenapa ? bukannya kalian berasal dari kampung yang sama, seharusnya kamu senang bertemu dengan teman lama” jelas Bu Rika


“Ahaha,,, ya adalah bu masalahnya. Mari Bu saya duluan dulu…” kata Naya ingin pamit


“Nay, bukannya ini anak Bos ?” tanya Bu Rika setelah menengok wajah anak yang digendong Naya.


“Iya Bu, ini Aydin… saya permisi ya Bu” kata Naya lagi, sebab kakinya kesemutan karena memangku Aydin selama perjalanan tadi

__ADS_1


“Kenapa bisa kamu Nay ? jangan-jangan….” Kata Bu Rika menyelidik. Bu Rika ini tipikal ibu-ibu koplek yang suka ngerumpi, dia adalah sumber dari segala sumber semua gossip diperusahaan ini.


“Jangan berpikir yang tidak-tidak bu, saya hanya kebetulan saja bertemu dengan Bos tadi. Kemudian diminta untuk menjaga anaknya” jelas Naya tidak ingin gossip yang tidak-tidak tersebar diperusahaan


“Hm,,, tidak mungkin kebetulan. Pasti kalian sudah sering bertemu diluar ya Nay ? bos tidak mungkin menyerahkan anaknya untuk dijaga dengan orang yang tidak diperacayainya” Kata Bu Rika curiga


“Terserah ibu saja, yang pasti saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Pak Bos” ucap Naya mencoba tetap ramah


“Saya permisi Bu, mohon geser sedikit” ucap Naya karena sejak tadi Bu Rika berada tepat didepan tombol lift sehingga Naya tidak dapat memencet tombol tersebut


“Eh tunggu dulu Nay, Saya masih mau Naya…” kata Bu Rika mencoba menghentikan Naya namun Naya sudah berada didalam lift dan pintu sudah ingin tertutup


“Mari Bu Rika…” ucap Naya tersenyum


“Humf,,, berita apa nantinya yang akan tersebar. Entahlah,,,” kata Naya menghela nafas


Kini Naya sudah keluar dari lift dan menuju ruangan Derya...


“Selamat siang Bu Naya, silahkan masuk Bu…” sapa sekretaris yang bertugas didepan ruangan Derya sambil membukakan pintu


“Terimakasih Mbak” kata Naya karena terlihat sekretaris perempuan tersebut masihlah muda


“Ini ruangannya Bu Naya, Kata pak Derya anda boleh menemani Aydin didalam” jelas sang sekretaris yang ternyata sudah diberitahu Derya


“Iya, terimakasih…” kata Naya lalu masuk keruangan pribadi yang nampak seperti kamar hotel tersebut.


“Humf… lumayan pegal juga ini punggung” kata Naya setelah meletakkan Aydin kekasur


“Haaah,,, nyamannya…”Naya juga sambil merebahkan dirinya dikasur


“Bunda…” Aydin mulai merengek dan mencari-cari keberadaan Naya


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2