I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 74


__ADS_3

"Terimakasih banyak Pak atas sumbangannya” ucap Pak kepala sekolah berterimakasih


“Ya, saya harap anak saya dapat bersekolah dengan aman disini” kata Derya


“Pasti pak, kami akan menjamin keselamatan anak bapak dan juga kami memperbolehkan untuk adanya bodyguard yang menemani anak bapak” kata Pak kepala Sekolah yang sepakat dengan keinginan Derya


“Baiklah kalau begitu saya permisi” ucap Derya kemudian bangkit dari duduknya dan segera keluar


Naya dan Aydin yang ada diruangan tersebut juga ikut keluar, naya sedikit dikejutkan dengan 3 orang bodyguard yang sudah menunggu didepan pintu…


“Astagfirullah…” ucap Naya kaget


“Kenapa Bunda ?” tanya Aydin


“Bunda kaget sayang, terlalu banyak bodyguard disini apalagi jika berjaga berjaga didekat kita Bunda sedikit tidak nyaman “ kata Naya menjawab pertanyaan Aydin


“Hm, Aydin sebenarnya juga tidak suka Bunda karena teman-teman Aydin pada takut mendekat jika ada banyak pengawal seperti ini” kata Aydin mengungkapkan pendapatnya


“Jadi Bodyguardnya ada 3 orang nih pak Bos ? banyak sekali, ini terlalu berlebihan bos” kata Naya menyampaikan protes mereka berdua


“Ya, ini demi keamana Aydin” jawab Derya


“Bos dengar sendiri kan kalau Aydin juga tidak menyukai hal seperti ini,,, dia akan terganggu bos jika dijaga terlalu ketat begini Bos” jelas Naya


“Ini bentuk antisipasi saya, tidak bisa diganggu gugat !” kata Derya tegas


“Hm,,, ya sudah. Tapi bisa tidak mereka berjaga sekitar 10 meter dari kami, sehingga kami berdua merasa tidak terlalu terkekang” kata Naya bernegosiasi


“Jika mereka jauh dari Aydin, itu akan membuat terlambat membantu nantinya” kata Derya masih kekeh


“Saya yang akan ada di sisi Aydin bos, saya yang akan menjaganya” jelas Naya


“Apa buktinya kamu bisa melakukannya ?” tanya Derya tak percaya


“Saya sabuk hitam karate dan buktinya adalah saya bisa melawan anda waktu digudang saat itu” kata Naya pasti


“Heh, itu hanya karena saya tidak ingin melawan perempuan. Kamu jangan berbangga tentang itu” kata Derya yang tidak suka diremehkan


“Hm ya, tapi tetap saja anda terkalahkan waktu itu” kata Naya


“Saya sudah hampir terlambat untuk ke kantor. Terserah kamu saja !” kata Derya kemudian berlalu


“Humf,,, akhirnya pergi juga…” batin Naya lega karena perdebatan ini akhirnya menemukan ujungnya untuk saat ini

__ADS_1


“Nah dengarkan Pak, Bapak bisa sambil santai dan berjaga dari jauh nantinya… Makasih ya Pak” kata Naya kepada para bodyguard


“Baik nyonya” jawab mereka serempak


“Akhh, Nyonya apanyaaa….” Batin Naya merasa risih dengan panggilan tersebut


“Hm,,,” Naya hanya merespon dengan senyuman lalu berlalu untuk menuju kelas Aydin


“Terimakasih Bunda…” kata Aydin yang tiba-tiba memeluk Naya ditengah jalan


“Hm ? terimakasih untuk apa sayang ?” tanya Naya bingung dengan ucapan terimakasih yang tiba-tiba


“Terimakasih karena Bunda datang dikehidupan Aydin, karena Bunda Aydin memiliki banyak teman sekarang, karena Bunda Aydin juga bisa sekolah seperti teman-teman dan karena Bunda Aydin merasakan kebahagian setiap harinya… Terimakasih Bunda, Aydin sayaaaaaang sekali dengan Bunda…” ucap anak mochi sambil mendongkak menatap mata Naya


“Iya sayang, Bunda juga ingin mengucapkan terimakasih karena Aydin menjadi anak yang cerita dan pintar” ucap Naya terharu sambil mengusap kepala Aydin


“Jadi begini rasanya memiliki seorang anak yang tulus menyayangi kita, rasanya aku ingin waktu berhenti dan menikmati kebahagian memiliki anak mochi seperti ini” batin Naya


“Bunda juga sayang Aydin…” kata Naya berusaha menahan air matanya


“Sudah ya sayang, yuk kita masuk ke kelas Aydin” ucap Naya setelah beberapa menit Aydin memeluknya


“Baik Bunda…” jawab anak mochi dengan senyum cerah


“Nah sayang, kita sudah sampai. Aydin belajar yang semangat ya sayang, jadi anak yang pintar” kata Naya berduduk mensejajarkan diri dengan Aydin


“Baik Bunda, Aydin masuk kelas dulu ya” kata Aydin sambil mengambil tangan kanan Naya


“Assalamu’alaikum Bunda” ucap Aydin saat sudah menyalimi tangan Naya


“Wa’alikumsalam” jawab Naya yang melihat Aydin sudah masuk kelas


“Gak berasa ya Jeng, si kecil yang dulu hanya tau main saja sekarang sudah sekolah” ucap Bu Ayu yang menedekati Naya


“Iya Bu, perjuangan banget untuk Aydin bisa sekolah. Saya salut sama semangat dia “ ucap Naya


“Perjuangan gimana Jeng, susah bujuknya ya untuk sekolah ?” tanya bu Ayu yang tidak mengerti maksud Naya


“Hehe, gak si Bu bukan masalah itu. Adalah pokoknya Bu” ucap Naya yang tidak ingin mengumbar keburukan bosnya


“Hm, jeng main rahasiaan gitu ya…” goda Bu Ayu


“Oh ya, ini kenalin Jeng Lidya dan Jeng Putri” kata bu Ayu memperkenalkan dua orang yang ada disampingnya

__ADS_1


“Naya…” kata Naya menyalami mereka satu persatu


“Salam kenal Jeng” sahut mereka bergantian


“Jeng Naya ini terlihat sangat muda ya Jeng” kata Bu Lidya


“Iya jeng, aku jadi iri deh.. Apa nih rahasianya jeng Naya, bagi-bagi sama kita dong” ucap Bu Putri


“Hehe, gak ada perawatan kok bu” jawab Naya canggung


“Hey kalian ini belum tau ya, Jeng Naya ini memang masih muda. Dia dapat yang duren tau…” kata bu Ayu menyahut perkataan bu Lidya dan Putri


“Waaaah, ternyata dapat duren ya,,,” kata Bu Lidya dengan gaya centilnya


“Gak kok bu, saya belum punya suami. Saya hanya bekerja saya untuk mengasuh Aydin” kata Naya ingin meluruskan kesalahpahaman


“Jangan gitu atu Jeng, suaminya keren begitu kok. Jangan malu-malu” kata bu Lidya


“Iya nih jeng Naya, jangan gak diakuin gitu suaminya” sambung bu Ayu


“Jeeengg,,, Jeng Ayu… Aduuuhhh…” kata seseorang yang menghampiri mereka sambil sedikit berteriak


“Kenapa Jeng ???” tanya Bu Ayu


“Iya nih, kenapa Jeng nia ?” tanya Bu Lidya juga


“Kalian tau gak ……?” kata Jeng Nia yang akan menyampaikan kabar menghebohkan untuk mereka


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Hayo, kira² kabar apa nih yang menghebohkan bagi para bu Ibu komplek ini ???


😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2