
"Ahaha,,, dimana sayang ?” tanya Naya lagi
“Em,,,, ada di Ayah. Uang aydin ada di Ayah, jadi uang Aydin untuk Bunda ada di Ayah. Bunda ambil saja uang Ayah…” kata anak mochi yang membuat Naya mengerutkan keningnya
“Hah ?????” Naya bingung
“Jadi maksudnya uang Bos adalah uang ku dan uangku adalah milikku…” batin Naya dalam pemikirannya
“Hahaha,,,,” Naya hanya tertawa dengan ucapan Aydin karena dalam batinnya berpikir jika seperti itu dia akan menjadi orang kaya. Sebab bos didepannya ini memang sudah terkenal dengan bisnisnya yang ada diberbagai bidang dan tersebar luas di beberapa Negara….
“Ting….” Pintu lift terbua dan kini mereka sudah berada di lobby perusahaan
“Ayo Ayah,,, Bunda,,,” Kata Aydin sedikit keras sebab dirinya sangat bersemangat untuk makan malam bersama dengan Bunda Naya
“Hah, kok Bunda ???” gumam Bu Rika yang ada didepan lift khusus karyawan kebetulan lift tersebut berada bersebalahan dengan lift khusus petinggi
Derya menatap tajam Bu Rika, Bu Rika langsung ciut dan menunduk…
“Tuh kan ada yang salah paham…” gumam Naya yang melihat Bu Rika ada didekat mereka
“Dia itu orang yang kurang kerjaan, jangan dihiraukan ! “ Jawab Derya ketus
Naya hanya memutar bola matanya mengekspresikan kekesalan dirinya….
Merekapun keluar perusahaan bersamaan, seperti keluarga bahagia yang sedang digandeng oleh anak mereka agar segera pulang, hal itu semakin membuat gossip Naya tersebar luas di perusahaan. Naya sekarang sudah menjadi topik hangat para lambe turah perusahaan di group divisi masing-masing…
“Bunda, ayo kita masak daging. Aydin mau masak-masak daging yang pakai kipas-kipas itu Bunda..” ucap Aydin saat mereka sudah berada didalam mobil
“Maksud Aydin barbeque sayang ?” tanya Naya menebak
“Bukan bunda… itu yang seperti itu Bunda… Aydin juga ingin merasakan makanan itu” tunjuk Aydin ke pedang yang membawa gerobak
“Oh, sate ya sayang ?” tanya Naya memastikan
“Iya Bunda… Aydin ingin itu…” pinta anak mochi
“Em,,, apa persediaan dapur aydin lengkap untuk membuat sate sayang ?” tanya Naya pada Aydin, namun sebenarnya dia tau kalau jawaban itu seharusnya dijawab oleh Derya
“Aydin tidak tau Bunda” kata Aydin masih menatap pedagang sate yang ada didekat lampu merah
“Yah,,,, jika tidak ada bahan-bahannya Aydin tidak bisa makan sate sayang. Lebih baik kita beli sate itu saja bagaimana ?” ajak Naya
“Jangan menyuruh anak saja jajan diluar. Lihat itu tidak higenis dan banyak kuman disana” kata Derya
“Hm,,,” sahut Naya cemberut
“Kita kesupermarket untuk beli bahan-bahan membuat sate” kata Derya ketika lampu hijau sudah menyala
“Yeeaaay,,, makasih Ayah…” kata Aydin senang
__ADS_1
Kini mereka sudah berada disupermarket yang lumayan besar. Derya sudah memarkirkan mobilnya degan aman dan anak mochi langsung terjun dari mobil ketika Naya baru saja mmebuk pintu…
“Aydin tunggu Bunda…” kata Naya mecoba mengejar Aydin
Nayapun berjalan dengan cepat namun berusaha tetap anggun dengan gamisnya namun karena hanya focus kepada Aydin dirinya tidak melihat ada batu cukup besar didepannya, sehingga tanpa sengaja Naya menendang batu tersebut ….
“Aduhh,,, asgtagfirullah…” Ucap Naya menahan sakitnya
“Bunda kenapa ???” tanya Aydin langusng mengampiri Naya yang terduduk ditanah
“Kenapa ?” tanya Derya yang juga langsung menghampiri Naya
“Em, tidak apa… hanya tidak sengaja tersandung batu ini” ucap Naya mencoba berdiri
“Au,,, stttt….” Naya merasa jari kakinya sakit dan kemudian memeriksanya
“HAH ,,, kaki Bunda berdarah,,, hiks,,,hiks,,,” Aydin terkejut dan kemudian menangis
“Hiks,,, Bunda,,, maafin Aydin…” ucap Aydin
“Sudah ya jangan menangis, lukanya tidak terlalu sakit kok. Nanti Bunda obati jika sudah ada dirumah Aydin” kata Naya menenagkan Aydin
“Hiks,,, hiks,,, tapi itu Bunda,,, hiks,,, pasti sakit. Bunda harus segera diobati !” kata Aydin yang masih sesegukan
“Nih kamu obati sendiri” ucap Derya smabil menyerahkan kota P3K
“Pakai saja !” jawab Derya
“Hem,,,” sahut Naya sambil melepas sepatu sandal dan kaos kakinya
“Hah ? kuku Bunda kenapa ingin lepas,,, hiks,,, hiks,,,” Aydin yang melihat hal tersebut tambah menangis
“Ehehe,,, sudah ya sayang jangan tambah kencang menangisnya…” Naya menjadi kikuk karena Aydin yang menangis
“Kenapa sampai seperti itu ? mana batunya ?” tanya Derya
“Ini…” tunjuk Naya pada batu yang biasanya untuk pondasi bangunan, mungkin tukang parkir meletakkan disitu untuk parker mobil. (Entahlah pokoknya author ngarang ada batu kayak gitu disitu, wkwk…)
“Ayo ke dokter…” kata Derya setelah melirik luka Naya
“Tidak usah Bos” tolak Naya
“Tidak ada penolakan ! bisa berjalan kemobil ?” tanya Derya
“Bisa bos…” jawab Naya yang malas untuk berdebat
Deryapun berjalan langsung ke mobil dan menunggu Naya yang tertatih-tatih berjalan sambil menggandeng Aydin. Aydin ingin memapah Naya, tapi malah dirinya terlihat seperti menggandeng Naya saja…
“Ck, lama sekali sih….” Kata Derya yang kemudian turun dari mobil
__ADS_1
“Duduk !” perintah Derya dengan sebuah troli untuk galon yang dia pinjam tidak jauh dari mereka
“Hah ? “ Naya bingung dari mana asal troli ini dan ternyata itu dari mobil galon yang ada diparkiran tidak jauh dari mereka
“Saya tidak ingin menggendong kamu yang berat itu, cepat naik !” perintah Derya
“Hm…” Naya menurut saja, karena kakinya tidak sanggup untuk digunakan berjalan saat ini
Setelah mengembalikan troli tersebut merekapun segera menuju rumah sakit terdekat
“Tunggu sebentar…” ucap Derya setelah membukakan pintu belakang untuk Naya keluar
“Naik !” Perintah Derya yang membawa kursi roda
“Baik…” jawab Naya, diirnya tidak ingin berterimakasih lebih dulu karena nanti hanya akan mencabut kembali ucapan terimakasih tersebut
“Kamu tidak mau mengucapkan terimakasih untuk orang yang membantu kamu ? apalagi saya atasan kamu !” ucap derya sambil mendorong kursi roda, Aydin masih setia menampingi Naya disampingnya dengan menggengam erat tangan Naya.
“Terimakasih Bos…” kata Naya singkat
“Hm,,,,” sahut Derya
Perawat yang bertugas mendekati Naya dan menanyakan ada apa ? setelah itu mereka ditujukan ke ruangan dokter untuk mengobati luka Naya…
“Tok,,,tok,,,tok,,,Permisi…” ucap Derya mengetuk pintu
“Iya silahkan masuk” sahut seseorang perawat sambil membukakan pintu dan kemudian melapor kepada sang dokter, karena tidak ada antrian petang itu maka Naya dan Derya dapat langsung masuk ke dalam ruangan dokter
“Sepertinya ada yang salah ???” batin Naya saat melihat ruangan dokter disana
“Pintu sebelah kiri kan Nay ?” bisik Derya karena juga bingung dengan ruangan yang dimasuki mereka
“Iya, tapi apa kamu membaca ruangan apa tadi ini ?” bisik Naya lagi
“Aku tidak fokus karena sudah lama tidak datang kerumah sakit. Jadi tidak membacanya“ jawab Derya. Derya sedikit trauma akan rumah sakit karena kejadian masa lampaunya
“Ayo Bunda…” ajak Aydin sambil menarik tangan Naya
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Kira-kira mereka masuk ruangan apa nih ????
__ADS_1