I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Makan Siang


__ADS_3

Setibanya disekolah double K segera masuk ke kelas mereka dan mengikuti pembelajaran dengan ceria.


“De Ila kapan cih waktu makan ciangnya, Ipan cudah cangat ingin bertemu Nia” ucap Kivan ditengah mewarnai, saat ini mereka sedang diberi tugas mewarnai


“Sebentar lagi bang, biasanya jarum panjang diangka 6 jam makan siang akan tiba” jawab Kila


“Yes, Ayo mewalnai cepat-cepat !!!” ucap Kivanc bersemangat mewarnai


“Abang ambil warna pink Kila ya ? Kila kan sedang memakainya bang” ucap Kila sambil mencari


“Idak ada, abang idak ambil pencil walna de Ila” ucap Kivanc membela diri


“Aldo ya yang pakai ?” tanya Kila pada Aldo yang juga duduk didekat mereka


“Aldo tidak memakai warna pink, tapi pinjam yang merah muda punya Kila” ucap Aldo sambil mengangkat pensil warna yang dicari


“Aiih, Aldo melah muda itu cama dengan Pink. Kalau Melah muda bahaca indonecianya kalau pink bahaca ingglisnya” jelas Kivanc menepuk jidatnya karena teman yang satunya ini


“Oooh begitu. Nih Aldo balikin, Aldo sudah memakainya. Terimakasih ya” ucap Aldo


“Aldo kenapa pinjam barang orang tidak ijin dulu ?” tanya Kila


“Sudah tadi” jawab Aldo


“Kapan, Kila tidak tahu tuh” ucap Kila


“Waktu Kila menjelaskan Kivanc jam makan siang, waktu itu Aldo bilang….


“Kila Aldo pinjam warnanya bentar ya !” ucap Aldo


“Iya pakai saja do” jawab Aldo lagi karena Kila sama sekali tidak mendengarkan


“Kenapa Aldo meminta ijin lalu menjawab sendiri, harusnyakan yang jawab yang meminjamkan do” ucap Kila kritis


“Mommy Aldo biasanya juga gitu, waktu pinjam uang didompet Daddy” ucap Aldo menjelaskan apa yang dilihatnya


“Hm,,, tapi itu tetap salah do. Coba nanti tanyakan Bunda Naya” ucap Kila


“Baiklah, jika aku salah aku akan minta maaf nanti” ucap Aldo bijak


“Ayo cemuanya kita halus cepat-cepat bial bica makan ciang baleng Nia anti” ucap Kivanc segera bergegas mewarnai kembali


Merekapun lanjut mewarnai dengan bersemangat, tak berapa lama kemudian belpun berbuyi. Para murid dengan senang hati berhamburan keluar kelas.


“Yeaaay ! Akhirnya makan ciang !” ucap Kivanc segera melempar warnaan yang ditangannya dengan gembira

__ADS_1


“Aduuh, abang hati-hati pensil warnanya bisa kena orang tau” ucap Kila mengelus kepalanya yang terkena lemparan Kivanc


“Hehehe, maaf dek Ila,, huuuff,,, huuuf,,,, macih cakit idak ?” tanya Kivanc setelah meniup-niup rambut Kila


“Tidak terlalu sakit lagi kok bang, ayo kita kumpulkan dan kemudian bersama-sama ke kelas Nia” ucap Kila sambil merapikan pensil warna


“Bial Ipan yang kumpul kedepan de Ila, Aldo, cini keltas kalian” ucap Kivanc mengambil satu persatu hasil warnaan mereka


Setelah semuanya rapi merekapun membawa bekal masing-masing lalu segera berlarian menuju kelas Nia.


“Abang tungguin Kila” ucap Kila karena Kivanc berlari sangat kencang, Aldo dan Kila jarak mereka hampir berdekatan namun Kivanc jauh didepan sana


“Eeeh, Bos kecil mau kemana ?” tanya Bi Ira kaget karena sikembar segera berlari setelah keluar kelas


“Tuan Aldo, tungguin saya” ucap Laila juga ikut mengejar


“Ayo cemuanyaa, cepat….” Ucap Kivan sesekali menoleh ke belakang


“Haaa, itu dia kelas Nia” ucap Kivan tambah semangat


“Nia…” panggil Kivanc saat melihat anak itu berbicara dengan Teh Santi, Nia dengan gembira segera melambaikan tangan menyambut teman-temannya


“Hoosshh,, hooshhh,,, Nia ayo kita makan ciang baleng” ucap Kivan yang baru saja tiba dengan berlari


“Hm,,,” Nia mengangguk lalu meminta Teh santi untuk menyerahkan tas bekalnya


“Hehehe,,, Ipankan conik, pelali terlcepat dicekolah ini !” ucap Kivanc sambil bergaya super hero


“Hm, terserah abang deh. Jadi kita makan dimana nih ?” tanya Kila


“Bagaimana jika dikursi itu” tunjuk Aldo pada sebuah kursi


“Com kawan-kawan ikuti Ipan” ucap Kivanc berjalan lebih dulu


Mereka sudah terbiasa dengan sikap Kivanc yang selalu ingin didepan dan memimpin sehingga mereka membiarkannya saja dan mengikuti Kivanc dengan tertib.


“De Ila cama abang duduknya dicebelah cini, Nah aldo cama Nia duduk dicebalah cana, bial pelempuan hadap pelempuan, laki-laki belhadapan cama laki-laki juga” ucap Kivanc mengatur tempat duduk


“Lalu para babysitter duduk dimana bang ?” tanya Kila


“Duduk dicitu” unjuk Kivanc pada sebuah kursi panjang yang tak jauh dari sana


“Nia sayang, mari teteh bantu untuk menyusun bekalnya ya” ucap Santi segera datang membantu, begitupun babysitter yang lain


“Apa mau teteh suapin ?” tanya The Santi khawatir

__ADS_1


“Tidak perlu Teh, Nia ingin mencoba makan sendiri” ucap Nia dengan bahasa isyarat


“Baiklah, Nianya teteh sudah semakin besar ternyata” ucap Santi mengelus lembut rambut Nia, dia yang membesarkan Nia sejak kecil pastinya sudah memiliki ikatan batin dengan Nia. Saat Nia sakit, dirinya tidak bisa tertidur lelap dan akan siap siaga menemani, kala Nia tidak ada memiliki teman dirinya rela menjadi apa saja agar Nia senag memiliki teman main, seluruh waktunya adalah untuk Nia.


“Teh Santi makanlah juga” ucap Nia yang juga perhatian dengan Santi


“Baik, Teteh akan makan disana ya sayang. Jika ada apa-apa panggil teteh atau tiup saja peluitya” jawab Teh Santi dengan bahasa isyarat


“Hm…” Nia mengangguk dengan pasti, dirinya memang terbiasa dibantu oleh Teh Santi saat makan, namun karena dia bersama teman-temannya sekarang dia mencoba untuk bisa mandiri juga


“Nia, nanti habis pulang cekolah gantian Nia yang main kelumah Ipan dan Ila maukan ?” ucap Kivanc mengajak Nia dengan bahsa isyarat sedikit-sedikit


“Ke rumah Kivanc ?” tanya Nia mengulang dengan bahasa isyarat


“Ya, lumah Ipan. Kita main bareng, di lumah ada banyak mainan loh ! ada mobil-mobilan becaal yang jalan cendili, telus ada lobot-lobot yang bica belbicala, lalu ada….” ucap Kivanc bersemangat


“Abang, Nia itu perempuan mainnya itu boneka, masak-masakan seperti Kila. Nanti Nia main sama Kila saja ya” ucap Kila setelah menyanggah abangnya


“Hm, bial caja kan kita juga biaca belmain berlcama” ucap Kivanc tidak mau kalah


Merekapun menghabiskan makan siang sambil berbincang, para babysitter sesekali juga memperhatikan sembari menyantap makan siang yang sudah mereka beli dikantin.


“Saya sangat bersyukur, Nia kenal dengan anak asuh kalian” ucap Teh Santi tulus


“Kami juga senang mereka memiliki teman baru” ucap Bi Ira


“Syukurlah jika mereka bisa menerima Nia yang sulit berkomunikasi seperti anak pada umumnya, semenjak kecil dia sangat jarang berceloteh dan menangispun tidak seperti anak pada biasanya, gejalanya semakin ketahuan saat dia berumur dua tahun, dia tidak menyahut saat dipanggil dan tidak bisa berbicara. Saat kami periksa kerumah sakit barulah kami tau jika Nia istimewa” ucap The Santi menceritakan dengan sedih, merasa kasihan pada Nia diusianya yang belia dia harus berbeda dengan teman-teman seumurannya


“Nia itu anak yang hebat dan tangguh San, kamu beruntung bisa berada disisinya dan menjadi penyemangatnya” Ucap Laila memuji


“Kau sangat hebat tau Nak Santi, bisa bertahan merawat anak yang istimewa seperti Nia. Apa kau tidak ingin berpindah pekerjaan atau menikah suatu saat nanti ?” tanya bi Ira


“Hm,,, Santi tidak memikirkan untuk meninggalkan Nia sedikitpun saat ini, ketika Nia berbahagia dan mendapatkan ibu baru yang menyayanginya barulah Santi bisa tenang memikirkan hal lain untuk diri Santi” jawab Santi


“Kau sungguh mulia Nak” ucap bi Ira dengan senyum hangat, bi Ira merupakan tertua diantara babysitter disana turut bangga karena masih ada anak muda yang setulus Santi ini


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa like dan koment ✨✨✨

__ADS_1


Thanks all ❤️


__ADS_2