
Mentari mulai bergerak menuju peraduan, cuaca panas nan sejuk dipegunungan kini mulai kembali dingin saat memasuki waktu sore.
“Sayang, bagaimana barbequenya. Apa menyenangkan ?” Tanya Derya sambil menyuapi sang istri daging dan sayuran yang mereka panggang tadi
“Em, seru sayang. Enak” ucap Naya memuji makanan yang di panggang Derya, ditengah barbeque tadi Derya mengambil alih tugas memanggang dan membiarkan sang istri membersihkan sayur saja agar dia bisa duduk
“Hehehe, kamu makin imut sayang jika pipi gembul seperti ini” ucap Derya sambil memegang kedua pipi Naya yang sedang mengunyah daging
“Sayang, tangan kamu kan tadi habis memegang daging. Nanti pipi Naya bau bumbu barbeque” ucap Naya cemberut
“Maaf sayang, Cup… Cup…” ucap Derya meminta maaf kemudian mencium kedua pipi Naya
“Sudah tidak bau kok” ucap Derya tersenyum hangat
“Kamu juga makan sayang, ini Aaaa…” ucap Naya yang juga menyuapi suaminya
“Aaaa… Hm,,, enyaaak” ucap Derya berbicara dengan mulut penuhnya
“Hahaha, Mas berbicara seperti anak kecil saja” tawa Naya saat mendengar suaminya berbicara seperti itu. Derya yang ditertawakan juga ikut tertawa bahagia karena melihat orang yang dicintainya dapat tertawa lepas dihadapannya.
Merekapun lanjut makan dengan diselingi candaan ala pasangan halal ini, melewati moment ini dengan bahagia. Membuat kenangan indah bersama…
“Alhamdulillah, kenyang dan sudah habis” ucap Naya sambil bersender di kursi
“Alhamdulillah…” ucap Derya sambil merapikan peralatan makan mereka
“Hm, apa didalam ada air sayang ? biar Naya yang mencucinya” ucap Naya ingin bangkit dan membantu Derya
“Tidak usah sayang, kita langsung masuk kedalam saja untuk pacaran lagi” ucap Derya langsung menghampiri Naya dan menuntunnya untuk naik kerumah
“Hah ? pacaran lagi ? apalagi yang akan dilakukan ?” batin Naya namun raganya tetap saja menurut dan mengikuti Derya untuk masuk kedalam rumah
“Ceklek..” pintu dibuka
“Taraaa, selamat datang Nyonya Derya Erhan Murat dirumah yang sederhana namun dipenuhi nuansa alam” ucap Derya menyambut Naya. Naya melihat sekeliling, benar saja isi rumah ini terlihat sederhana dengan perabot kayunya dan itu semakin menambah bau alam di dalam ruangan ini.
“Waaah, apa mas yang menata rumah ini ?” Tanya Naya sambil matanya terus mengamati sekitar
__ADS_1
“Cup, bukan aku yang menatanya sayang. Tapi desainer, aku hanya menyampaikan gagasan saja” ucap erya sambil memeluk pinggang Naya
“Terimakasih, itu sama saja dengan sayang yang menata rumah ini” ucap Naya sambil tersenyum menatap suaminya
“Mau berkeliling sayang ? ayo biar aku bawa kamu” ucap Derya sambil mengambil kursi roda
“Sayang, Naya masih bisa kok jika berkeliling melihat-lihat rumah. Naya belum lelah” ucap Naya menggandeng tangan Derya dengan manja
“Baiklah sayang, Nah disana adalah kamar utamanya” ucap Derya mulai menjelaskan dan membawa Naya kesana.
Rumah kayu ini terdiri dari dua lantai, untuk dilantai pertama komplit dengan ruang tamu, dapur, dan dua buah kamar, sedangkan diatas adalah rooftop untuk bersantai dan menikmati pemandangan, memang tidak terlalu luas dan megah. Namun jika mereka ingin berlibur bersama Aydin dan adik kecil nanti mungkin masih bisa tertampung.
Setelah berkeliling sebentar, Naya merasa pinggangnya sedikit sakit karena menahan beban dua orang bayi. Derya yang peka pun dengan segera menggendongnya…
“Mas ? kenapa tiba-tiba kan Naya kaget” ucap Naya yang sudah berada digendongan Naya
“Cup, aku tau kamu lelah sayang. Jangan menyembunyikannya dariku” ucap Derya kemudian membawa Naya menuju kamar
“Apa yang kita lakukan dikamar sayang ?” ucap Naya yang sudah diletakkan Derya diatas kasur
“Apa yang biasanya sepasang suami istri lakukan dikamar ?” goda Derya semakin mendekatkan wajahnya pada Naya
“Cup,,, makanya aku suruh kamu istrihat sayang” ucap Derya mengecup bibir Naya
“Apa kamu mau nonton ?” tanya Derya setelah membuat Naya bengong karena imajinasinya tentang apa yang akan dilakukan sang suami buyar seketika
“Hah ? oh, iya,,,iya,,,” ucap Naya yang baru sadar jika suamiya sudah menjauh
Derya berjalan menghidupkan layar televisi dengan tersenyum karena berhasil mengerjai istrinya.
“Nah sekarang kita nonton apa sayang ?” Tanya Derya sambil memposisikan diri disamping Naya
“Terserah kamu saja sayang” ucap Naya masih malu
“Bagaimana dengan ini ?” Tanya Derya
“Tidak, ini menceritakan tentang pelakor. Naya tidak suka mas” ucap Naya yang sudah tau cerita dari drakor yang diputar Derya
__ADS_1
“Cup, baiklah istriku tersayang. Bagaimana dengan ini ?” Tanya Derya lagi memutar sebuah drakor yang bercerita tentang cinta pertama
“Hm, lebih baik” ucap Naya mulai nyaman dengan posisi ini dimana Derya meminjamkan bahunya untuk Naya bersender dan juga tangan Derya yang mengusap lembut kepalanya
“Kenapa kamu suka drakor yang seperti ini sayang ?” Tanya Derya
“Hm, Naya rasa drakor seperti ini tidak terlalu menguras emosi sayang. Naya setuju dengan pernyataan bahwa cinta itu murni, perasaan itu polos, dia akan menunjukkan dengan begitu saja jika itu benar-benar orang yang disayanginya dan saling menggasihi. Pelakor, pembinor, dan lainnya itu hanyalah ujian cinta yang seharusnya dapat dilalui dengan mudah jika pasangan itu memiliki cinta yang kuat” ucap Naya
“Sama seperti kita, aku rasa saking kuatnya cinta kita bahkan para pelakor dan pembinor tidak akan berani mendekat. Iyakan sayang ?” Tanya Derya lagi
“Benar sayang” ucap Naya
“Aku sayang kamu Nayyara Azahra, sangat menyayangi dan mencintaimu. Bagaiman dengan kamu ?” Tanya Derya lagi
“Hm, Naya juga sayang dan mencintai Mas” ucap Naya sedikit lemah
“Cup, kamu memanggil dengan sebutan Mas lagi sayang” ucap Derya mencium pucuk kepala Naya
“Sayang ?” Panggil Derya karena tidak ada respon
“Apa kamu ketiduran sayang ?” Tanya Derya lagi karena mendengar suara nafas tertarur dari sampingnya, Derya yang penasaranpun menengok kebawah dan melihat wajah Naya
“Hehehe, ternyata benar istri kecilku ini sudah tertidur” ucap Derya sambil mempebaiki posisi Naya untuk berbaring
“Selamat beristirahat sayang, maaf membuat kamu kelelahan dengan kencan kita. Cup,,, cup,,cup,,” derya merapikan selimut Naya dan mencium seluruh wajah Naya
“Eeekkkhh…” Naya menggeliat dan menyamping untuk memeluk pinggang Derya
“Hehehe, kebiasaan memeluknya tidak pernah berubah” ucap Derya tertawa pelan karena marasa lucu dengan posisi Naya yang memeluk denganerat pinggangnya dan kaki Naya juga menindih kaki Derya, seperti anak kecil yang memeluk boneka kesayangannya dengan erat agar tidak pergi.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, and vote...
Thanks all ❤️