
"Ayo sayang kita keluar…” ucap Derya menggandeng tangan Naya turun menuju lobby hotel
“Ayo mas” jawab Naya dengan senyum
“Jangan Mas sayang, kamu panggil sayang juga dong. Biar kayak anak muda manggil ayang-ayangan gitu” ucap Derya bergaya manja
“Hehe,,, iya deh sayang” ucap Naya langsung mengiyakan biar cepet
“Let’s go” Ucap Derya setelah menunjukkan senyum senangnya pada Naya
Setibanya didepan hotel Naya dibuat bingung karena mobil mereka yang dipakai tadi tidak ada.
“Mas kita naik apa ?” Tanya Naya bingung
“Pltak, sayang… panggilnya harus sayang” ucap Derya menjitak pelan dahi Naya
“Aduhhh…” ucap Naya mengusap dahinya
“Cup, maaf sayang” ucap Derya malah mencium dahi yang dijitaknya tadi
“Mas ih, ini diluar” ucap Naya malu
“Gak papa sayang, kan kita sedang pacaran halal. Jadi gak nambah dosa kan karena bermesraan” ucap Derya membela diri sendiri
“Hm, terserah Mas deh. Jadi kita naik apa nih ?” Tanya Naya lagi
“Panggil sayang, kalau tidak pertanyaan kamu tidak aku jawab” ucap Derya mengubah gaya bicaranya
“Baiklah, jadi kita naik apa sayang ?” ucap Naya
“Itu, kita naik motor sayang” ucap Derya sambil menunjuk salah satu motor gede di halaman hotel
“Yakin naik itu sayang ?” ucap Naya
“Iya, ayok sayang.” Ucap Derya menggandeng tangan Naya dan menghampiri moge tersebut
__ADS_1
Naya masih bingung karena Derya benar-benar aneh. Ini semua adalah hal yang tidak pernah dia lakukan. Naik motor, sejak kapan suaminya itu bisa naik motor ?
“Sayang, sini aku pakaikan helmnya” ucap Derya langsung memakaikan helm untuk Naya
“Nah, kamu harus tetap safety. Apalagi ada dua nyawa yang ada didalam tubuh kamu. Selain itu jaket kamu harus ditambah, jangan sampai kedinginan” ucap Derya yang ternyata protektifnya tidak pernah hilang
“Ini kan siang hari ? panas terik begini disuruh memakai dua jaket biar gak kedinginan. Ada-ada saja suamiku ini” batin Naya namun hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti ini, Naya tersentuh dengan perilaku manis suaminya kali ini
“Nah sudah siap. Ayo naik sayang” ucap Derya yang lebih dulu menaiki mmotor dan mengulurkan tangannya untuk membantu Naya naik
“Terimakasih sayang” ucap Naya yang sebenarnya sudah biasa naik motor
“Kita berangkat” ucap Derya bersemangat
“Sayang, baca do’a naik kendaraan dulu” ucap Naya mengingatkan
“Hehe, lupa sayang…” Deryapun menengadahkan kedua tangannya dan berdo’a dikuti oleh Naya
سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
Akhirnya merekapun jalan, menikmati semilir angina yang langsung tersentuh. Naya juga memandang pemandangan kota lebih luas. Dengan memeluk erat sang suami sebagai ucapan terimakasih karena memberi kejutan yang begitu indah…
“Sayang kita mau kemana ?” Tanya Naya
“Kamu lihat saja nanti, nikmati saja pemandangan saat dijalan sayang” ucap Derya
“Hm, sejak kapan kamu bisa naik motor sayang ?” Tanya Naya
“Waktu muda aku juga suka alam sayang, aku suka naik motor dan mengenbara menikmati alam. Tapi semenjak punya anak, itu berubah. Karena prioritasku adalah anak dan juga perusahaan yang sudah diserahkan padaku” ucap Derya bercerita
“Oh, berarti kita punya hobi yang sama Mas” ucap Naya
“Cup…” cium Derya berhenti kebetulan saat itu sedang lampu merah
“Eh iya, sayang maksudnya..” ucap Naya yang baru sadar tadi dia keceplosan
__ADS_1
“Oh ya, selain suka alam kamu suka apa sayang ?” ucap Derya ingin mengenal lebih dalam mengenai kesukaan istrinya
“Hm, Naya juga suka memasak mas. Tapi lebih suka traveling sih, nanti kalau anak-anak sudah agak besaran boleh tidak kita camping bareng mas” ucap Naya menyatakan keinginanya
“Hm, kita lihat saja nanti. Kita tambah 2 lagi ya sayang” ucap Derya sambil melajkan kembali motor mereka
“Yang dua diperut aja masih belum keluar sayang. Mau nambah dua lagi, makin lama dong mimpi aku travelling sama keluarga terwujud” ucap Naya cemberut
“Hehehe… ya makanya kita harus gercep sayang biar gak makin lama” ucap Derya
“Kalau bahas anak aja, maunya gercep mas ini” ucap Naya
“Nah kan mas lagi, Aku cium lagi nih” ucap Derya ingin menghentikan motor
“Eh, enggak. Maksud Naya sayang… sayang…sayaaang…” ucap Naya menegaskan ucapannya
“Hahaha, baiklah aku tidak akan stop disini, lihatlah pemandangannya indah bukan ?” ucap Derya membuat Naya mengalihkan pandangannya kedepan
“Wah, iya mas. Sangat hijau dipenuhi dengan pepohonan. Apa kita mau kesana mas ?” ucap Naya kagum dengan pemandangan yang dilihatya, didepan mata terlihat gunung yang Nampak jauh, disamping jalan mulai memasuki area persawahan.
“Ya, kita akan kesana dan ada kejutan lainnya untuk kamu. Tapi jika kamu lelah sampaikan ya sayang, nanti kita akan beristrirahat sebentar” ucap Derya yang masih mengkhawatirkan istrinya
“Terimakasih sayang, Naya tidak lelah kok” ucap Naya kembali mengencangkan pelukannya sambil menikmati pemandangan yang disajikan alam.
.
.
.
See you next episode guys 😉~~~
Gimana ada yang iri tidak dengan gaya pacaran halal Ayah bear dan Bunda mochi ?
😁😁😁
__ADS_1