I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 194


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, kini Naya dan kedua baby K sudah di ijinkan pulang kerumah. Kehidupan baru mereka bersama bayi-bayi tersebut dimulai. Dimana malam tidak nyenyak tidur dan siang harus tetap beraktivitas seperti biasanya. Tapi untung saja Ayah bear mau diajak bekerjasama untuk merawat kedua baby ini.


Suatu pagi di istana kerajaan 🌄


“Sayang, Mas mau berangkat ya” bisik Derya dikala Naya masih terlelap karena malamnya begadang memberikan asi untuk si kecil


“Astagfirullah, maafkan Naya mas. Naya ketiduran” ucap Naya segera bangun dan bergegas menuju walk in closet untuk menyiapkan pakaian Derya


“Sayang, Mas sudah siap. Lihatlah ! Mas hanya ingin pamit saja” ucap Derya tersenyum simpul melihat istrinya yang masih ingin menyiapkan keperluan suaminya dengan tangan sendiri walau harus mengurus dua bayi juga


“Aah, iya… hehehe, Apakah Aydin juga sudah siap Mas ?” Tanya Naya yang tetap menyayangi Aydin seperti biasa


“Aydin sudah siap sayang, nanti sebentar lagi juga akan kesini” ucap Derya sambil memeluk Naya


“Sayang, kamu jangan terlalu capek. Bagiamana jika kita mencari baby sitter untuk membantu kamu” ucap Derya mulai berdiskusi


“Hm, Naya rasa masih bisa Mas mengurus mereka berdua. Lagipula ada bi Ira dan bi Lastri di rumah, ibu dan adik Naya juga


kadang-kadang datang kesini membantu mengurus baby” ucap Naya


“Baiklah, jika kamu mulai merasa kelelahan bilang ya sama Mas” ucap Derya sambil mengelus pelan rambut Naya


“Hm…” angguk Naya kemudian menyembunyikan wajahnya di dada bidang Derya


“Bundaaa…” panggil anak mochi dari luar


“Astagfirullah, Aydin mas” ucap Naya langung bergegas keluar dari ruangan


“Aih, selalu saja ada yang menganggu” gumam Derya sambil mengikuti Naya keluar


“Sayang Bunda disini” ucap Naya saat melihat Aydin yang ternyata sudah ada didepan ranjang baby


“Bunda, tolong bangunkan adik. Kakak mau pamit berangkat sekolah” ucap anak mochi memohon dengan menggemaskan


“Kenapa harus dibangunkan sayang, kan Aydin bisa lebih mudah memberi kiss jika mereka tidur” ucap Naya membujuk Aydin


“Tapi, adik tidak melihat Kakak. Nanti mereka rindu Aydin Bunda” ucap anak mochi memberikan alasannya


“Hehehe, sayang. Adik akan selalu ingat wajah kakak Aydin kok. kan setiap malam sebelum adik tidur Aydin selalu bermain dengan adik” ucap Naya


Ya, selama beberapa hari ini kamar utama itu menjadi markas untuk keluarga. Aydin selalu berada disana jika baby K disana, kemana Baby K dibawa dia selalu ingin ikut. Begitulah Aydin yang menjadi kaka siaga dan sangat menyayangi kedua adiknya.


“Bunda kapan adik besar ?” Tanya Aydin yang beberapa hari ini selalu menanyakan itu

__ADS_1


“Sayang, tunggu adik berumur 3 tahun baru bisa diajak berlari dan bermain bola. Tumbuh itu perlu waktu loh. Seperti Aydin nanti akan tinggi seperti Ayah tapi butuh waktukan ?” ucap naya memberi penjelasan


“Hm,,, tapi Aydin ingin lebih tinggi dari Ayah” ucap anak mochi tidak mau kalah dengan Ayah


“Iya nanti Aydin akan menjadi laki-laki yang lebih baik dari Ayah dan lebih tinggi dari Ayah” ucap Derya yang mengalah dengan anaknya


“Yeeeeey. Bunda Aydin pamit ya mau sekolah” ucap Aydin bersemangat kembali, lalu menyalimi Naya


“Iya sayang, hati-hati dijalan ya. Belajar yang rajin, jadi anak pintar ya kesayangannya Bunda” ucap naya mengelus lembut kepala Aydin


“Siaaap Bundaaa” ucap Aydin sedikit keras sehingga membuat Baby Kivanc bangun


“Eeeh, anak Bunda bangun. Mau mengantar kakak Aydin ya” ucap Naya menyadari baby Kivanc bangun lalu menggendongnya sebelum menangis


“Hai teman. Cepat besar agar kita main bola bersama” ucap Aydin yang menganggap Kivanc adalah temannya


“Apa Mas dan Aydin sudah makan ?” Tanya Naya


“Sudah sayang” ucap Derya mendekat kepada Naya untuk mencium Baby Kivanc


“Kakak, kakak juga mau mencium adik” ucap Aydin juga mendekat


“Cup…” mereka mencium baby bergantian


“Ayo, Bunda antar sampai depan ya” ucap Naya sambil mencari jilbabnya


“Adik Kila sendirian Bunda, tidak apa jika Bunda tidak mengantar sampai depan” ucap Aydin yang tidak ingin adiknya sendirian


“Tidak apa sayang, nanti Bi Ira akan kesini untuk menjaga Adik Kila” ucap Naya


“Kakak panggilkan Bi Ira dulu ya Bunda” ucap anak mochi sigap berlari dan memanggil bi Ira untuk menemani adiknya


“Sayang sepertinya Aydin sudah bisa menjadi kaka yang baik. Apa kita perlu membuat adik baru untuk Aydin ?” bisik Derya


“Mas, yang ini saja belum berhenti asi. Jangan mengada-ngada Mas, mempunyai anak juga harus direncanakan dengan matang” ucap Naya ternyata merajuk dengan godaan Derya tadi


“Sayang, bukan begitu maksud Mas. Mas hanya bercanda jangan marah ya” ucap Derya berusaha membujuk


“Hm…” Naya masih merajuk dengan tidak menghiraukan Derya


“Cup, maafkan mas. Janji tidak mengungkit hal itu lagi dalam waktu dekat ini, tunggu baby K besar dulu yak an ?” ucap Derya mengecup sekilas bibir Naya


“Janji ya Mas” ucap Naya mulai terbujuk

__ADS_1


“Iya” ucap Derya memberikan senyum hangatnya


Selain Aydin yang ingin baby K cepat besar, kusir kerajaan juga berharap seperti itu. Sebab baby K sangat suka tertawa jika bercanda dengan Anton, sehingga pekerjaan baru muncul secara mendadak dikala Baby K menangis dan tak mempan jika diberi asi.


Pernah suatu hari, disiang itu Anton yang sedang istrihat makan siang tiba-tiba mendapat telphone dari Naya.


“Ada apa kanjeng ratu ?” Tanya Anton, terdengar disebrang sana suara tangisan bayi


“Alamak, ini bakalan dapat job jadi badut lagi nih” batin Anton


“Ton, tolong kesini ya. Bantu tenangin Kivanc” ucap Naya dengan nada khawatir


“Sudah lama nangisnya kanjeng ratu ?” Tanya Anton menghabiskan makan siangnya dengan tergesa-gesa


“Sudah 5 menit Ton, gak mau berhenti juga nih” jawab Naya


Setelah telephone terputus, Antonpun segera bergegas menuju rumah kerajaan. Menghibur Kevinc yang menangis dengan membuat wajah aneh didepan anak bayi itu.


“Kak, kakak yakin itu si kivanc baik-baik aja lihat wajah gitu ?” Tanya Sarah yang kebetulan ada disana


“Ya mau gimana lagi Rah, tuh Kivanc mulai berhenti menangis” ucap Naya yang juga memperhatikan bagaimana cara Anton menenangkan Kivanc


“Apa gak sawan nantinya kak, kalau tiap hari lihat wajah om-om itu” ucap Sarah lagi


“Syuut, Rah. Om-om gitu juga pacar kamu tau” ucap Naya


“Ya mau gimana lagi kak habisnya om Anton gigih banget, dia sebenarnya juga cowo yang penyayang dan bertanggung jawab tapi caranya aja yang beda” ucap Sarah yang mulai bisa menerima Anton


“Terus mau dilanjutin ketahap yang serius Rah ?” Tanya Naya


“Hmmm,,, mungkin kak” ucap Sarah sambil memikirkannya


.


.


.


See you next episode guys 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Bagaimana dengan trippel up author hari ini 🤭 udah lama pengen crazy up tapi ternyata gak bisa² guys, perlu banyak ide buat nulis dan stok cerita 💪 tapi akhirnya author bisa juga, hehehe...

__ADS_1


__ADS_2