
"Sedang apa Aydin ?” tanya Derya berbisik kepada Anton yang baru saja masuk keruang rapat.
“Bos kecil ada dimakar bos. Dia sedang memainkan tabletnya…” kata Anton
“Tujukkan….” Kata Derya dingin
“Ini bos,,,” Anton meunjukkan tablet yang berisi video cctv dikamar kantor Derya
“Hm,,,” kata Derya mengangguk
Antonpun segera mengambil kembali tabletnya dan rapat pagi ini terus berlanjut. Anton memencet airpond yang ada ditelinganya, memberi sinyal kepada seseorang bahwa rencana selanjutnya dapat dijalankan…
Ditemapt lain, disebuah kamar yang nyaman seorang bocah yang melihat miscall seseorang langsung bergegeas menjalankan rencanaya. Aydin segera mengambil tas dan menggendongnya dipunggungnya…
“Tok,,tok,,,tok,,,” bunyi pintu ruangan Derya diketuk oleh seseorang
“Aman ?” tanya Aydin
“Iya aman, bos…” kata seorang office boy dengan rak kecil berisi alat-alat kebersihan
“Oke, Ayo kak…” kata Aydin yang sudah siap diposisinya, yakni didalam rak yang sudah ditutupi dengan kain
“Hati-hati bos dan berpeganganlah yang erat…” ucap office boy berbisik kemudian menutupkan kain tersebut.
Aydin merespon dengan jempolnya menandakan dia siap, irama jantungnya semakin kencang tatkala rak tersebut mulai berjalan. Aydin berharap apa yang dia rencanakan sepenuhnya akan berhasil dan tujuannya dapat tercapai, dia selalu berdo’a kepada Tuhan agar keinginannya segera terwujud. Ditengah kegugupannya tiba-tiba rak berhenti…
“Rendra, tolong kamu bersihkan ruang rapat !” kata seseorang yang melihat office boy bernama Rendra ini
“Baik Pak, tapi saya sedang ingin membuang sampah “ jawab Rendra tenang
“Hm,, lanjutkan saja dulu. Setelah selesai segera bersihkan ruang rapat no 2 karena Pimpinan akan berganti ruang rapat untuk jam 11.00 ini” kata manajer yang mengatur para office boy or girls ini
“Baik pak, laksanakan “ jawab Rendra cepat sambil mengangguk
“ya…” jawab sang manajer kemudian berlalu
__ADS_1
“Humff….” Rendra menghembuskan nafas yang dari tadi dia tahan
“Ada apa ? oh ya kenapa itu ditutup ?” kata sang manajer berbalik
“Ah, anu… ini saya takut sampahnya menimbulkan bau yang tidak sedap saat saya bawa, nanti baunya bisa menyebar ke perusahaan Pak” kata Rendra beralasan
“Hm, ya sudah cepat kamu buang itu. Jangan sampai meninggalkan bau yang tidak sedap diperusahaan” kata Manajer tersebut yang kemudian benar-benar berlalu
“Baik pak “ jawab Rendra sambil mengamati sang manajer yang semakin menjauh dari dirinya
“Oke bos kecil, semuanya aman. Saya akan melanjutkan perjalanan “ bisik Rendra kepada Aydin agar dia kembali berpegangan
Rendrapun segera memulai jalannya menuju pintu belakang perusahaan, tempat dimana biasanya dia membuang sampah. Dari situ aka nada sebuah gang kecil yang terhubung dengan jalan ramai. Aydin akan bisa keluar mencari taksi setelah keluar dari gang tersebut.
“Bos, sudah sampai. Silahkan turun “ ucap Rendra sambil membuka kain yang menutupi raknya
“Terimakasih banyak kak Rendra” ucap Aydin tulus
“Iya bos, sama-sama. Bos harus hati-hati ya. Maaf saya tidak dapat mengantar bos sampai keluar gang karena sekarang sudah pukul 10.30 saya harus bergegas membersihkan ruangan rapat” kata Rendra agak sedikit menyesal karena tidak dapat menemani Aydin keluar gang
“Tidak perlu bos, saya senang jika dapat membantu bos” jawab Rendra sungkan menerima pemberian Aydin
“Aydin juga senang memberi ini kepada kakak. Anggap Aydin bersedekah kak, sebagai tabungan Aydin di syurga. Kata Bunda Aydin harus banyak bersedekah agar perusahaan Ayah semakin berkah…” jawab Aydin yang ingat akan nasehat Bundanya (Naya)
“Terimakasih banyak bos kecil. Bos memang sangat baik dan imut” kata Rendra memuji Aydin apa adanya
“Sama-sama kak Rendra” jawab Aydin tersenyum karena pemberiannya diterima
“Kalau begitu saya permisis masuk ya bos” kata Rendra pamit
“Iya kak, silahkan” jawab Aydin sambil memikirkan rencana berikutnya
Medengar jawaban Aydin, Rendrapun segera balik masuk perusahaan. Meninggalkan anak Mochi digang sempit nan sunyi tersebut. Namun hati Aydin tak sedikitpun gentar karena dia sudah bertekad untuk melakukan aksinya ini.
“Oke, selanjutnya Aydin harus berganti baju. Karena ini baju keuskaan Aydin dan Aydin tidak ingin ada yang meminjamnya” gumam Aydin sambil membukatasnya.
__ADS_1
Kondisi gang sunyi membuat Aydin merasa aman jika dia berganti baju disana, keadaaan gangnya juga tidak kotor jadi dia merasa biasa saja saat berada disana. Aydin memakai baju kesayangannya karena dia akan bertemu Bunda kandungnya tadi pagi, jadi harus berpenampilan baik didepan Bunda kandungnya pikirnya.
“Oke selesai, ini baju yang Bunda pilikan untuk Aydin pakai kemaren waktu ketaman “ kata Aydin sambil melihat baju yang dikenakannya
“Sekarang, Aydin harus mencari taksi untuk menemui Bunda” kata Aydin yang mulai berjalan keluar dari gang tersebut
“Hm,,, tapi Aydin tidak tahu dimana Bunda saat ini” pikir Aydin
“Apa Aydin telpon saja ya ?” gumamnya sambil melihat handphone yang tergantung dilehernya
“Tapi jika Aydin telpon apa Bunda akan mau bertemu Aydin ya ?” kata Aydin bimbang
“Telpon saja lah, tidak salahnya mencoba “ kata Aydin akhirnya
Disaat Aydin sedang sibuk mengotak-atik Hp nya mencari nomer Naya, seseorang secara kasar langsung menarik handphone Aydin dan itu membuat Aydin juga ikut tertarik karena ada tali yang terhubung dengan lehernya
“Aduh,, om…!!! Om mau apa ?” kata Aydin ditengah kesakitannya
“Hah, kenapa kau bocah juga ngikut ketarik” kata pria dengan brewok lebatnya
“Ini om, ada talinya…” kata Aydin sambil menunjuk tapi yang terhubung dengan Hp nya
“Oh,,,,” dan Street !!!
“Bukk !!! ”
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~