I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 42


__ADS_3

"Oh,,,” respon Derya singkat


Naya hanya memutar matanya sambil menghembuskan nafas kasar berharap kekesalannya dapat menguap seiring hembusan nafas tersebut.


“Sudahlah Naya jangan memperdulikan sosok dingin itu. Anggap saja dia tak kasat mata” batin Naya sambil membuang kekesalannya


Naya membuka lemari yang lain berharap ada mukena untuk dia shalat dan harapannya terwujud, ternyata disana ada lengkap mukena dan sejadahnya. Nayapun segera masuk kamar mandi dan mengambil wudhu, setelah itu saat dirinya ingin meggelar sejadahnya Naya kebingungan...


“Bos, ini arah kiblatnya kemana ya ?” tanya Naya akhirnya


“Tidak tau,,,” jawan Derya cuek.


Dirinya seperti sangat sibuk menatap langit-langit diruangan itu, mungkin sedang menghitung berapa paku yang menancap disana.


“Huuhhh,,,” Naya menghembuskan nafas kesal


Akhirnya Naya berusaha sendiri, dia mengingat-ingat sebelum dia masuk ke dalam sini arah matahari terbenam berada disebelah mana, setelah dirinya sedikit yakin akan arah kiblat Nayapun melaksanakan shalatnya.


“Bos tidak shalat ?” tanya Naya setelah dirinya menyelesaikan shalat


“Nanti saja” jawab Derya


“Hm,,,” sahut Naya datar


Tak terasa waktu isya juga sudah sampai, Nayapun segera melaksanakan kewajibannya sedangkan Derya sepertinya sudah tertidur dari tadi.


“Humf, nih orang sepertinya perlu bimbingan mamah Dedeh agar ingat dan mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim" batin Naya saat melihat bosnya


“Memang sangat melelahkan menjadi seorang pemimpin dari sebuah perusahaan besar, tapi ya jangan sampai melupakan kewajiban juga Bos” gumam Naya pelan berharap gumamannya masuk ke dalam mimpi Derya


“Apa katamu ?” tanya Derya yang ternyata terbangun dari tidurnya


“Ti…tidak ada bos” jawab Naya kaget


“Oh,,,” sahut Derya


“Gruukkk,,,grukk,,,” bunyi sesuatu terdengar sampai telinga Naya


“humfftt... Bos lapar ?” tanya Naya menahan tawa saat sudah mengetahui darimana sumber bunyi


“Ya, saya terlalu sibuk sampai melewatkan makan siang saya hari ini” jawab Derya


“Hm,,, tuh disana ada dapur mini. Siapa tau ada makanan, cari aja disitu bos !” kata Naya sambil menunjuk pojok ruangan yang ada kulkas dan tempat memasaknya


“Saya tidak bisa memasak “ jawab Derya dengan ekspresi datat


“Humf,,, saya kira bos kayak yang ada di drama-drama gitu. Romantic bisa masak, tapi ternyata malah kebalikannya dingin dan hanya bisa makan saja !” ejek Naya kemudian berlalu menuju dapur dipojok ruangan tersebut


Derya hanya menahan kekesalannya, apa yang dikatakan Naya memang benar begitulah dirinya. Namun harga dirinya tersakiti sehingga dirinya menjadi sangat kesal dengan sosok perempuan didepannya ini. Karena dirinya sangat lapar, ego itu ditahannya dan diapun mendekat ke Naya.

__ADS_1


“Masak apa ?” tanya Derya saat dirinya sudah duduk dikursi yang ada didapur itu


“Nih, mi instan sama telur” jawab Naya


“Saya tidak makan mi instan, tidak sehat” jawab Derya


“Ya sudah makan angin aja kalo gitu” jawab Naya kesal dengan Derya yang pemilih terhadap makanan


“Maksud saya, apa tidak ada selain mi instan seperti daging atau sayur dikulkas ?” tanya Derya


“Bukan supermarket bos, gak ada yang begituan !” jawab Naya mulai judes


“Humfff, ya sudah saya mau mi instan saja” kata Derya akhirnya


“Ini bukan restoran, bikin aja sendiri sana !” kata Naya kesal


“Ayolah Naya, saya gak bisa masak “ pinta Derya


“Hm,,,” sahut Naya sambil memasukkan dua bungkus mie instan dalam panci


Derya yang melihat Naya memasukkan dua bungkus mie dalam panci menjadi sedikit lega, dirinya akan tidur dengan nyenyak malam ini karena sudah kenyang.


“Nih bos” kata Naya sambil meletakkan mangkuk dihadapn Derya


“Ya,,,” sahut Derya langsung meraih mangkuk dan memakan isinya dengan lahap


“Huh,,, Arogan sekali bahkan tidak mengucap terimakasih…” kata Naya dalam hati saat melihat Derya makan


“Anggap saja sedang berkemah Nay” kata Naya pada dirinya sendiri sambil menyiapkan alas untuk dirinya tidur


“Sedang apa kamu ?” tanya Derya yang tiba-tiba sudah ada disamping Naya


“Astagfirullah, saya pikir jin dari mana muncul disamping saya” kata Naya kaget


“Keterlaluan kamu bilang saya jin ! bulan ini gaji kamu saya potong 10%” kata Derya


“Jadi saya gak dipecat nih bos, Yessss” ucap Naya senang karena dirinya akan memiliki pekerjaan tetap


“Hm,,, apa yang kamu lakukan menggelar alas disini ?” tanya Derya penasaran


“Ya saya menyiapkan alas untuk tidur bos, tidak mungkin saya tidur satu ruangan apalagi satu kasur dengan anda” jelas Naya sambil merapikan bantal dan selimut untuk dirinya


“Kamu tidur didalam sana !” perintah Derya


“lalu bos ?” tanya Naya


“Saya akan tidur disini” jawab Derya, dia tidak mungkin membiarkan perempuan tidur dengan tidak nayaman disini, karena dirinya menghargai perempuan. Dia menyayangi istri dan maminya yang pernah menghiasi hidupnya dengan kasih sayang dan kehangatan sehingga dia menghargai perempuan, namun kedua orang itu sudah pergi lebih dulu ke sisi Tuhan.


“Bos yakin ?” tanya Naya tidak yakin

__ADS_1


“Ya, sudah kamu sana masuk sebelum saya berubah pikiran” ancam Derya


“Thanks bos, hati-hati sama kecoak-kecoak manja…” ucap Naya menakuti bosnya


“Saya tidak takut” jawab Derya yang kini sudah duduk di alas yang disiapkan Naya tadi


“Haha, iye… lihat aja nanti, pasti akan teriak “ ejek Naya yang kini sudah berbaring di kasur empuk dalam kamar


Derya yang mendengar gumaman Naya dari dalam langsung mengamati sekitar…


“Apa benar ada kecoak ? aku harus jaga-jaga nih” kata Derya sambil mendekatkan sepatunya ketempat yang dapat dijangkau


Sebelum menghampiri Naya, tadi Derya sudah membersihkan diri di kamar mandi. Walau tidak mandi namun dia merasa lebih baik setelah membilas sedikit tubuhnya.


“Awas aja kalau ada kecoak yang berani mendekat. Besok aku akan mendatangkan pembasmi serangga kesini !” ucap Derya berharap ancamannya membuat kecoak takut untuk keluar


Deryapun mulai merebahkan diri dan menutup matanya mencoba berisitirahat ditempat yang tidak nyaman ini. Sedangkan Naya sudah terlelap dari tadi ditempat yang nyaman, Naya awalnya tidak menyangka jika Derya akan membiarkan dirinya tidur dikamar ini namun ternyata Naya malah dibuat terkejut dengan sikap Derya.


Ditengah Derya sedang tidur dirinya merasa sesuatu yang merayap melalui tangannya…


“Apa ini ?” kata Derya sambil membuka matanya.


Sesuatu benda cokelat terlihat buram karena baru membuka mata, setelah Derya mengerjapkan matanya beberapa kali Nampak jelas bahwa makhluk menjijikan bernama kecoak itu berada di tangan Derya dan seketika….


“AAAAAA…. Kecoak ! pergi kau” teriak Derya sambil mengibas-ngibaskan tangannya


Setelah kecoak terbang dan mendarat dilantai, Derya segera mengambil sepatunya dan ingin melakukan pembunuhan terhadap kecoak yang sudah kurang ajar itu.


“Mana ? mana kecoak tadi…” kata Derya mencari keberadaan kecoak dengan sepatu di tangan kiirnya


“Haha,,, kabur ternyata. Cuih,,, setelah melihat senjataku ternyata dia takut sehingga bersembunyi” ejek Derya pada kecoak


“Walau kecoaknya sudah bersembunyi, tapi lebih baik aku mengungsi ketempat yang aman…” pikir Derya


Setelah beberapa jam dari kejadian, Derya dapat tidur dengan nyenyak mimpi buruk tentang kecoak kini sudah berakhir.


Fajar mulai memasuki waktunya, lantunan suara zikir dan ayat suci al-qur’an sayup-sayup terdengar ditelinga Naya… Naya yang terbiasa bangun pagi mulai membuka matanya dan berniat untuk melaksanakan shalat sunnah sebentar. Naya beranjak dari tempat tidur…


“Akhhh,,, aduh…” teriak seseorang yang mengagetkan Naya


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode 😉~~~


__ADS_2