
"Prok,,,prook,,,proook,,,” (jadi apa prok,prok,prok ! wkwkwk…)
“Akhirnya kita bertemu kembali” kata orang yang bertepuk tangan tersebut
“Hai, Derya Erhan Murat” kata orang tersebut sambil berjalan mendekati Derya dan Anton
“Manggil siapa nih orang ? kan disini cuma ada aku dan bos, siapa itu Erhan dan Murat ?” batin Anton sambil berpikir keras
“Oh, iya itu kan nama lengkapnya bos ! Anton,,, Anton,,, ckckck, syukur si Bos gak tau isi pikiranku, bisa gawat kalau dia dengar !” batin Anton lagi
“Siapa ?” Sahut Derya dingin, dia tidak ingin meladeni orang yang dibencinya ini
“Oh, begini ternyata didikan kakak kandung ku itu. Heh !” kata Altan saudara laki-laki Ayah Derya sekaligus pamannya Derya
“Jangan pernah merendahkan orang yang sudah tidak ada di dunia ini ! itu tandanya anda seorang pengecut ! ” kata Derya sambil menatap sinis pada Altan
“Hahaha, ternyata kamu masih sama seperti terakhir kita bertemu. Angkuh dan sombong ! padahal semua yang kamu miliki sudah pergi !” kata Altan dengan pernuh penekanan merendahkan Derya
“Heh ! saya tidak ada waktu meladeni anda disini !” kata Derya ingin pergi
“Saya tau urusan kamu disini Derya, saya selalu berhati-hati !” ucap Altan ketika Derya ingin pergi
“Dan semoga asisten kamu itu tidak sama seperti asisten kamu yang dulu ! yang saat ini sudah memihakku, Hahaha…” teriak Altan lagi karena Derya sudah mulai meninggalkannya
“Heh ! bodoh !” gumam Derya menghina pamannya itu
Mereka terus melangkah dan akhirnya merekapun tiba diruangan pribadi Derya diperusahaan itu, tempat dimana Derya memantau semuanya.
“Ton ! tarik kembali mata-mata yang kita kirim, saya rasa kita sudah mempunyai cukup bukti” kata Derya pada Anton
“Baik bos laksanakan !” ucap Anton
“Kurang dari seminggu semua kebusukan akan terbongkar !” batin Derya tersenyum sinis memikirkan rencana yang sudah disusun matang
Sementara di basement perusahaan sang paman merasa sangat kesal, karena dia kalah satu langkahi oleh Derya. Sehingga dia tidak dapat menyewa mata-mata tambahan diperusahaan tersebut karena Derya akan semain hati-hati karena mereka bertemu disana tadi ! dan dia curiga bahwa Derya sudah memasukkan orangnya ke dalam kelompok mereka.
“Shit ! sepertinya kita kecolongan Deniz ! ini semua salah kamu yang tidak becus ! Plak !!!” kata Altan emosi, sekarang mereka sedang berada diparkiran mobil perusahaan Derya tadi
“Maaf Tuan” ucap Deniz menunduk
__ADS_1
“Periksa ulang semua orang kita ! saya yakin ada mata-mata yang berhasil masuk sehingga sampai sekarang kita masih belum bisa melacak keberadaan istri baru Derya itu” ucap Altan penuh dengan kebencian
“Siap laksanakan Tuan” kata Deniz patuh
***
Kita ke tempat Aydin dan Naya yang sedang ada di sekolah, sepertinya ada hal menarik yang terjadi hari ini.
Saat ini Naya sedang menunggu Aydin seperti biasanya, bersama bu ibu komplek sekolah yang tiada hentinya mengoceh dan membicarakan berbagai gosip terhangat para artis
“Eh jeng, tau gak itu artis yang baru nikah itu suda hamidun loooh” kata Ayu sang ketua geng
“Oh ya jeng ? wah topcer sekali ya mereka… aduh, jadi pengen isi lagi deh biar dimanja suami” kata Nia yang baru memiliki dua orang anak
“Aduh jeng, ingat umur atuh. Belum cukup ya dua ?” Tanya jeng Lidya
“Belumlah jeng, kalau bisa mah ya aku tu maunya empat” jawab jeng Nia sambil memukul pelan bahu Lidya
“Ngurus anak itu cepek loh Jeng, aku aja yang anaknya ada tiga ini rambut udah mau jadi professor tau… Lelah ngurus mereka yang suka main kesana kemari, gak ada yang bantuin beresin rumah dan masak Jeng !” kata Jeng Putri sambil memegang kepalanya pusing
“Jeng putrikan anak cowo ketiganya, ya besarin anak cowo pastinya lebih capek Jeng. Kan anak cowo itu aktif banget iya kan Nay ?” Tanya Jeng Nia
“Jeng Naya ada rencana gak nih nambah momongan ? masih sepi lo jeng kalau dirumah cuma bertiga, apalagi Aydin sudah gede dan pintar gitu pastinya gak bakalan cape jeng kalau punya baby” kata Lidya yang sudah berpengalaman membesarkan anak
“Do’a kan ya bu” jawab Naya sambil tersenyum
“Waaaah, yang muda-muda gini nih yang harus banyak punya anak. Jadikan tenanganya masih kuat buat mendidik adan mengajak anak bermain” kata Jeng Putri
“Iya Jeng, apalagi anak jaman sekarang kalau mainnya handphone ajakan bisa merusak mata ? nah perlu yang bu ibu muda kayak Jeng Naya ini yuntuk mengejak mereka bermain di taman nantinya, hehe… Iyakan Jeng Naya ?” kata Nia sambil menepuk pundak Naya
“Hehe,,, iya bu. Kalau nanti anak-anak ibu mau main bisa kok ke rumah kami nanti biar bisa bermain bersama” kata Naya tersenyum canggung
“Nah, jeng Naya gitu dong ! di undang atuh kami kerumahnya jeng Naya biar bisa cuci mata” kata Jeng Putri tersenyum senang
“Cuci mata apa ya bu ?” Tanya Naya bingung
“Iiih jeng Naya mah gak ngerti ternyata. Itu cuci mata liat suami kamu yang ganteng itu maksudnya Jeng” jawab Jeng Ayu
“Oh, maaf bu saya baru ingat suami saya orangnya tidak suka ada keramaian dirumah. Jadi nanti kita atur tempat ketemu diluar saja ya bu” kata Naya tidak terima jika suaminya dilirik oleh wanita lain
__ADS_1
“Hm, Jeng Naya jangan pelit begitu atuh. Kan cuma diliat Jeng !” kata Lidya menyahuti
“Hehe, bukan maksud pelit bu. Suami saya memang tidak suka jika ada keramaian di rumah” kata Naya yang kini sudah terang-terangan mengakui Derya suaminya karena mereka sudah Sah
“Ih jeng Naya mah gitu… ya sudah deh kalau weekend nanti gimana ?” Tanya Jeng Nia sambil menepuk pundak Naya
“Uhuk, uhuuuk…” Naya tersedak karena kebetulan dirinya sedang minum kala itu
“Ish, Jeng Nia itu tangannya dikondisikan dong. Kasian Jeng Nayanya kan jadi tersedak” kata Jeng Ayu sambil mengusap punggung Naya
“Terimakasih Bu” kata Naya tersenyum hangat
“Maaf ya Jeng Naya, gak sengaja saya mah. Ini tangan kebiasaan suka gerak sendiri, hehehe…” kata Jeng Nia langsung minta maaf
“Iya Bu, tidak apa-apa kok” jawab Naya memaafkan dengan tulus
“Hoeek,,, hoeeek…” tiba-tiba saya perut Naya merasa mual
“Eh Jeng Naya kenapa ?” Tanya Jeng Putri panik
“Iya Jeng Naya kenapa ? kan Jeng Nia sudah tidak menepuk pundak kamu lagi ?” Tanya Jeng Lidya
“Jeng Naya hamil ya ?” tanya Jeng Nia
“Udah telat berapa hari jeng ?” Tanya Jeng Ayu
“Waah, udah periksa belum jeng ?” Tanya Jeng Lidya
“Ayo beli test pack Jeng !” kata Jeng Putri langsung berdiri dari duduknya
“Hah ?” Naya bengong dengan respon para bu ibu disampingnya ini
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1