I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 49


__ADS_3

"Siapa sayang ? " Tanya Naya


“Naula Bunda…” jawab Aydin bersemangat


“Naula ? Naura maksud kamu sayang ?” tanya Naya memastikan


“Iya Bunda, Apa boleh Bunda ?” tanya Aydin


“Tentu, ayo Aydin mau membelikan mainan yang mana untuk Naura ?” tanya Naya yang merasa senang karena Aydin sangat menghargai temannya


“Hm, Apa ya Bunda ? Aydin Bingung…” kata anak mochi sambil memegang dagunya berpikir


"Hehe,,, coba Aydin pikirkan. kira-kira mainan yang disukai Naura apa sayang ?" Tanya Naya gemas melihat tingkah Aydin


“Kalau ini bagaiman Bunda ?” tanya Aydin mengambil sebuah tas yang berisi mainan


“Kenapa memilih ini sayang ?” tanya Naya pensaran dengan pilihan Aydin


“Karena…Naula kam teman Aydin, tapi Naula tidak dibolehkan oleh ibunya untuk berteman dengan laki-laki, jadi Aydin ingin membelikan ini supaya pas besar nanti Naula menjadi dokter dan dapat berteman dengan Aydin" jelas Aydin


“Hm begitu ya… memangnya Aydin kalau besar nanti ingin menjadi apa sayang ?” tanya Naya sambil memasukkan mainan yang Aydin pilih tadi kekeranjang


“Hm,,, Aydin kalau sudah besar ingin menjadi Dokter Bunda, tapi Aydin juga ingin seperti Bunda… bisa bebas kesana kemari, Aydin juga ingin pergi kepantai dan gunung seperti di foto di handphone Bunda…” Jelas Aydin


“Ahaha, kenapa ingin seperti Bunda ? kalau Aydin sudah besar dan bisa jaga diri sendiri pasti bisa kok pergi menjelajah alam dan menikmati pemandangan alam yang asri nanti” Kata Naya memberi semangat


“Baik Bunda, Aydin akan belajar untuk menjaga diri dan teman-teman Aydin nanti” jawab Aydin


“Pintarnya,,, ya sudah ayo kita pilih mainan untuk yang lainnya” kata Naya setelah memuji Aydin


“let’s go Bunda…” jawab Aydin penuh semangat


Tak berasa sudah hampir setengah jam mereka berkeliling toko memilih mainan…


“Aydin, sudah cukup. Ayo kita pulang…” kata Derya


“Yah,,,, mainannya masih belum cukup yah” kata Aydin sedikit kecewa karena waktu habis


“Kamu harus tidur siang, biar Naya saja yang melanjutkannya” kata Derya


“Tapi,,, Aydin ingin tidur siang bersama Bunda” jawab Aydin tidak ingin pisah dengan Naya


“Pilih salah satu !” kata Derya tegas


“Bunda,,, bagaimana ?” tanya Aydin bingung

__ADS_1


“Hm,,, Aydin lebih mau yang mana sayang ?” tanya Naya lembut


“Ada-ada saja Ayah anak ini, anak kecil begini sudah disuruh membuat pilihan yang begini” batin Naya menatap Derya tidak suka


“Hm,,, Aydin bingung Bunda….” Kata Aydin yang tidak bisa memutuskan


“Kan bukan cuma mainan yang Aydin kasih ke mereka, sudah ada baju yang Aydin pilihkan tadi… mereka pasti tetap senang kok berteman dengan Aydin, kan mainan bisa saling berbagi sayang” jelas Naya


“Hmmm, benarkah Bunda ? kalau begitu Bunda temani Aydin tidur siang ya…” pinta Aydin


“Siap komandan… ya sudah yuk, Let’s go kita ke mobil sayang. Bos bayar ya mainannya…” kata Naya mengerjai balik bosnya


“Berani kamu ya….” Kaya Derya yang kesal karena tidak pernah ada orang yang berani kurang ajar seperti itu dengannya


“Heee,,,” Naya hanya merespon dengan senyum nyengir sambil menggandeng Aydin


Kini Naya dan Aydin sudah berada dilantai satu mall tersebut, mereka menunggu Derya mengambil mobil diparkiran…


“Hoaammm,,,” Aydin sudah mulai menguap


“Bunda… Aydin sudah mengantuk…” rengek Aydin


“Hm, sabar ya sayang, sebentar lagi Ayah Aydin sampai kok. Sini Bunda gendong ya…” ucap Naya


“Hm,,,” jawab Aydin sambil merentangkan kedua tangannya minta gendong


Selang 5 menit Aydin sudah tenang dengan nafas teratur menandakan anak mochi sudah tidur.


“Humfff,,, kenapa lama sekali sih bos ini ?” keluh Naya karena sudah mulai merasa encok karena menggendong Aydin


20 menit kemudian…


“Apa bos mengerjaiku ya ? tapikan anaknya ada ditanganku, tidak mungkin dia mengacuhkannya?” batin Naya sibuk dengan pikirannya


“Permisi mbak…” sapa seseorang


“Iya Pak,,,” Naya sedikit kaget karena yang menyapanya adalah om Botak yang disamakan Aydin dengan manekin pagi tadi


“Saya lihat mbaknya sudah lama berdisi sambil menggendong anak kecil. Ini ada kursi dari toko saya mbak, mbak bisa duduk disini sambil menunggu…” kata om Botak tersebut dengan ramah


“Terimakasih banyak Pak…” kata Naya tulus, disaat sekarang dirinya beruntung bertemu dengan orang baik yang mau meminjaminya kursi dan tidak dendam atas ucapan anak mochi yang polos ini


“Oh ya Pak, mohon maaf untuk kejadian pagi tadi… “Kata Naya tidak enak


“Tidak apa-apa Mbak, saya mengerti kok. Saya juga punya anak seumuran dia dirumah,,, memang diumur mereka selalu ingin tau dan mengatakan apa yang mereka pahami dengan apa adanya ” jawab om Botak

__ADS_1


“Sekali lagi maaf pak dan terimakasih atas kursinya,,, nanti jika jemputan sudah datang saya antar kembali kursinya Pak” kata Naya


“Iya mbak, itu disana toko saya…” tunjuk om Botak menunjuk salah satu toko yang tidak jauh dari sana


“Iya Pak, terimakasih…” sahut Naya ramah


“Kalau begitu sayang permisi,,,” pamit om Botak


“Iya pak, silahkan…” kata Naya setelah kepergian om Botak Nayapun segera duduk dikursi


“Humfff,,, akhirnya bisa duduk…” kata Naya menghembuskan nafas lega


10 menit kemudian baru Nampak mobil mewah berhenti dan keluarlah sosok yang selama ini membuat dirinya menunggu


“Ayo masuk…” ajak Derya sambil membuka pintu depan


“Saya duduk dibelakang !” jawab Derya ketus


“Tadi mobil saya terhalang sehingga tidak bisa cepat keluar parkir…” jelas Derya


“Hm,,, tolong kembalikan kursi ini ke toko jam tangan disana…” kata Naya menunjuk toko dengan kepalanya


“Ini terakhir kali kamu memerintah saya !” peringatan dari Derya yang tidak suka diperintah


“Terserah…” kata Naya sambil menuju masuk ke kursi belakang


“Apa sudah lama Aydin tidur ?” tanya Derya masuk mobil setelah mengembalikan kursi tadi


“Sudah seabad…” jawab Naya sambil menyederkan kepala dan memejamkan matanya.


Aydin sudah dia rebahkan dikursi lain dengan kepalanya dipangkuan Naya, Naya benar-benar lelah karena beberlanja dan menunggu sambil menggendong Aydin selama tadi.


“Humfff…” Derya hanya membuang nafas kasar. Dia dapat mengerti kenapa Naya marah pada dirinya jadi dia tidak ingin mendebat ucapan asal Naya tadi.


“Tetap saja ini sangat mengesalkan, tadi mereka menunggu juga sambil berduduk bukan berdirikan ? Kenapa sampai semarah ini ? Cih, dasar wanita pemarah…” batin Derya yang kesal


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak ya 👣


__ADS_2