
“Lalu pacalan itu halusnya agaimana Yah ?” Tanya Kivanc yang masih penasaran
“Kamu akan tau saat sudah dewasa boy, sekarang ayo tidur nanti pagikan harus sekolah” ucap Derya
“Hm, baik Ayah. Api dicekolah ana uga eman Ipan yang cuka idul, belalti dicekolah boleh tidul dong yah” ucap Kivanc
“Tidak boy, itu perilaku yang salah. Seharusnya dia belajar saat disekolah bukannya tidur, pasti ibu guru menegurnyakan ?” ucap Derya menjelaskan
“Idak, bu gulu malah memeluknya dan timang-timang cepelti ini” ucap Kivanc berduduk dan memperagakan
“Apa dia kecil ?” tanya Derya yang bingung dengan peragaan Kivanc
“Iya, eman ipan itu macih ayi. Dia idak ica belduduk ataupun beljalan, namanya Gleycia anak teacel yah” ucap Kivanc memberitahu
“Aah, itu artinya dia bukan siswa disanakan ? jadi tidak apa jika dia tidur, lagipula kan Gleycia masih anak bayi” ucap Derya berkomentar
“Emmm, Ipan adi bingung deeh. Ipan ingin dewaca bial bica tau apa itu pacalan, api Ipan uga ingin bica tidul dikelas adi halus mengecil cepelti dede Ayi” ucap Kivanc sambil memegang dahinya untuk berpikir
“Abang kalau tidur terlalu malam nanti mata panda loh” ucap Derya kembali berusaha membujuk anaknya
“Hah, panda ? panda yang becal itukan Yah ?” tanya Kivanc semakin bersemangat
“Iya, Panda itu hewan khas china. Lihat lingkaran mata panda berwarna hitamkan ? itu karena dia tidur larus setiap malam” ucap Derya berusaha menakut-nakuti
“Waaah, Ipan ingin adi Panda Yah. Ipan ingin punya ulu yang lembut cepelti oneka Panda de Ila” ucap Kivanc membuat Derya semakin kehabisan akal
“Abang benaran tidak mengantuk ?” tanya Derya berusaha tetap sabar
“Hm, cedikit” ucap Kivanc
“Ayah buatkan susu ya, setelah itu abang tidur boleh ?” ucap Derya
“Em, boyeh Ayah api Ipan ikuuut” ucap Kivanc segera mengibas selimutnya kesamping
“Baiklah, ayo” ucap Derya mengalah
“Tulun,,, hap,,, tuluun,,, hap,,,” Kivanc bersenandung sambil menuruni tangga
“Hoaaam… kapan aku bisa tidur” batin Derya sambil menatap Kivanc yang bersemangat
“Yeeaaay, cudah campai” teriak Kivanc saat mereka sudah tiba didapur
“Syuuut, jangan berisik boy. Nanti yang lain pada terbangun” ucap Derya
“Cuuut…” ucap Kivanc meletakkan telunjuknya didepan bibir
“Nah sekarang Kivanc tunggu disana, Ayah akan bikinkan susunya. Mau rasa apa Boy ?” tanya Derya sambil menyiapkan peralatan
“Olaaat…” ucap Kivanc antusias
“Baiklah, mau pakai dot atau gelas ?” tanya Derya lagi
“Celaas,,, Ipan mau diacih esclem diatasnya telus tubulin mecis yah” ucap Kivan banyak maunya
“Abang, minum ini aja ya” ucap Derya menyerahkan susu cokelat biasa, tanpa gula dan tambahan toping
“Yaaah, idak ada esclemnya” ucap Kivanc kecewa
“Abang, cepat habiskan setelah itu tidur !” ucap Derya tegas
“Baik ayah” ucap Kivanc dengan lesu
Setelah menghabiskan segelas susu, Derya segera menggendong Kivanc dengan gaya koala lalu menepuk-nepuk punggungnya agar tidur. Kivanc tidak banyak protes karena sang ayah sudah marah, diapun pura-pura tidur dalam gendongan tersebut.
“Haaah, akhirnya tidur juga” gumam Derya pelan sambil meletakkan Kivanc ke kasurnya
“Good night boy” ucap Derya merapikan selimut kemudian mencium kening Kivanc dan pergi
“Ceklek…” pintu kamar kembali tertutup namun mata seseorang kembali terbuka
“Hm, Ipan macih belum mengantuk” gumam Kivanc kembali membuka mata
“Oh iya, Ipankan dicekolah tadi belajal belhitung. Mali kita belhitung…” ucap Kivanc bersemangat
“Catu, ua, iga, empat, ima, enam, ujuuh…. Hoaam,,, elapan, cembilan, cepuluh, cembilan, eeh tadi cudah campai mana ya ?” tanya Kivanc tidak fokus
“Ipan mulai agi deh, catu, ua, iiga… Hoaam…” Kivanc semakin mengantuk lalu tanpa sadar dirinyapun tertidur
__ADS_1
Semuanya bergetar, tergoncang kesana kemari, itulah yang dirasakan seseorang.
“Abaang, bangun nanti terlambat !” samar-samar terdengar suara anak kecil
“Abang, nanti kena hukum ibu guru jika terlambat” ucapnya lagi
“Hoaam, de Ila ada gempa adi. Bangunin abang jika gempanya cudah berhenti ya” gumam Kivanc dengan suara serak
“Abang, ayo bangun kita harus sekolah” ucap Kila lagi tidak membiarkan abangnya kembali tidur
“Cekolahnya ica unggu Ipan ulu idak ? Ipan macih antuk de Ila” ucap Kivanc asal
“Abang, nanti Kila panggilkan Ayah nih untuk bangunkan abang” ancam Kila
“Hah, angan-angan” ucap Kivanc segera bangun dari tidurnya dan duduk
“Ayo mandi bang” ucap Kila menyerahkan handuk dimuka Kivanc
“Baik de Ila” ucap Kivanc dengan malas berjalan kekamar mandi
“Selamat pagi bos kecil, mari Bi Ira bantu lepas pakaiannya” ucap Bi Ira yang sudah berada diruangan tersebut untuk membantu menyiapkan si kembar
“Bos kecil masih mengantuk ya ? kok bisa kan malam tadi tidurnya sesuai jadwal bos” tanya bi Ira bingung
“Ipan malam adi cedang belajal berhitung makanya antuk bi La” ucap Kivanc dengan lesu
“Owalaah, biar tidak mengantuk lagi ayo kita cuci wajahnya dulu ya bos” ucap bi Ira mulai menghidupkan kran air
“Ingiiin,,, ingiiin, ingiiiin….” Teriak Kivanc segera membuka matanya
“Biar tidak semakin dingin bi Ira siram cepat ya” ucap bi Ira segera membasahi tubuh Kivanc dan menyabuniya dengan gesit, Kivanc yang tidak bisa diam berteriak kegelian karena bi Ira menyabuninya
“Sudah bos, sekarang ayo pakai handuknya dan kita berpakaian” ucap Bi Ira
“Br…. Ingin ceklai bi La” ucap Kivanc kedinginan
“Padahal sudah pakai air hangat lo bos, hehehe…” ucap Bi Ira terkekeh melihat ekspresi Kivanc
Setelah mandi Kivancpun secara mandiri dapat mengenakan pakiannya sendiri walau agak kesusahan namun dirinya berhasil, Kila yang sudah menunggu sedang menyiapkan tas mereka berdua memeriksa apakah semua alat tulis dan buku mereka ada didalam tas.
__ADS_1
“Abang apa sudah siap ?” tanya Kila yang sudah selesai menyiapkan tas mereka
“Cudaah, api abang belum akai bedak de Ila unggu cebental” ucap Kivanc mencari bedak bayi mereka
“Abangkan laki-laki kenapa harus pakai bedak juga ?” tanya Kila bingung
“Bial lebih tampan de Ila, kata Unda begitu” ucap Kivanc segera menyapukan bedak keseluruh wajahnya
“Abang apa itu tidak berlebihan ?” tanya Kila melihat wajah Kivanc seperti ditutupi tepung
“Idak, cemakin anyak cemakin tampan de Ila” ucap Kivanc yakin
“Tapi biasanya Bunda memberi bedak tidak setebal itu bang” ucap Kila
“Cudah ciap, ayo ita tulun de Ila” ucap Kivanc dengan entengnya menggandeng Kila dan turun, bi Ira kembali kekamar mandi untuk merapikan perkakas mandi
“Abang yakin ?” tanya Kila saat mereka menuruni tangga
“Hm…” Kivanc mengangguk dan bedak yang menempel ikut berjatuhan karena tidak menempel dengan baik
“Celamat agi cemuanya…” Teriak Kivanc
“Astagfirullah, hantu !” ucap Aydin kaget dan bersembunyi dibelakang Naya
“Pagi sa…. Sapa nih ?” tanya Naya bingung melihat si kembar apakah itu jelmaan Anton waktu kecil
“Unda agaimana apa ipan tampan cekalang ?” tanya Kivanc segera mendekat
“Astaga, anak ini benar-benar berubah jadi Panda” Ucap Derya yang menurunkan Koran dan kaget melihat wajah Kivanc
“Sayang siapa yang kasih bedak setebal ini ?” tanya Naya segera merapikan bedak diwajah Kivanc
“Ipan cendili, hehehe…” ucap Kivanc cengengesan menunggu untuk dipuji
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa like, komen dan beri hadiah jia berkenan ✨✨✨
Duuuh, aduuuh,,, si Ipan pagi-pagi udah costplay jadi kungfu panda aja nih 😂😂😂
__ADS_1