I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 186


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, kini kehamilan Naya sudah memasuki bulan ke-9. Derya semakin siaga menemani Naya, dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan tidak menemani sang istri untuk berjuang melahirkan.


Kumandang adzan terdengar sayup, Naya seperti biasa sudah terjaga dari tidurnya dan bersiap untuk shalat subuh. Derya yang merasakan pergarakan dikasur juga ikut terbangun.


“Sayang, kemana ?” Tanya Derya


“Sudah adzan Mas, Naya mau ambil wudhu dulu” jawab Naya lembut


“Hm, tunggu Mas” gumam Derya sambil memeluk pinggang Naya


Beberapa menit berlalu, sambil menatap wajah sang suami Naya sangat bersyukur, dia merasa kehidupan keluarga kecilnya ini sungguh membuatnya bahagia. Walau pernah ada perdebatan kecil yang terjadi, tapi mereka dapat melalui semuanya dengan baik.


“Mas, ayo bangun atuh” ucap Naya sambil mengguncang pelan bahu Derya


“Hm…” respon Derya masih pada posisinya


“Aduh… Mas perut Naya” ucap Naya tiba-tiba


“Hah ? kenapa sayang ? dimana sakitnya ?” Tanya Derya langsung bangun dari tidurnya dengan cepat


“Naya mau ke toilet mas, hehehe…” ucap Naya sedikit malu karena ucapannya tadi membuat Derya panik


“Astagfirullah sayang, mas pikir kenapa. Ayo sini mas bantu papah kamu ke toilet” ucap Derya yang tidak jadi marah setelah melihat senyum dibibir Naya


“Maaf mas” ucap Naya tulus


Derya hanya merespon dengan senyum hangatnya, mereka berduapun kekamar mandi kemudian mengambil wudhu dan shalat berjama’ah bersama.


Selepas shalat Naya membangunkan anak mochi, membiasakan anak itu bangun subuh danjuga melaksanakan kewajibannya sebagai umat beragama. Dengan Derya yang selalu mengiringi kemana Naya pergi, itu membuat Naya sedikit heran dengan tingkah laku suaminya itu.


“Mas tidak mandi ? kan pagi ini ke kantor, Aydin biar Naya saja mas” ucap Naya saat mereka didepan pintu Aydin


“Tidak sayang, mas tidak ingin lengah. Mas harus 2 jam ada didekat kamu” ucap Derya


“Mas, hari kelahiran juga masih lama. Sekitar 10 hari lagi menurut perkiraan dokter” ucap Naya mencoba meyakinkan suaminya


“Itu cuma perkiraan sayang, sebelum kamu lahiran apa saja bisa terjadi” ucap Derya kekeh


“Sayang, ada banyak orang disekotar Naya yang siap membantu. Ada Aydin yang begitu cerdas siap siaga dengan ponselnya untuk menghubungi mas, ada bi Ira dan bi Lastri dirumah, disekolah Naya juga dijaga oleh ibu-ibu, mas tidak perlu khawatir” ucap Naya sambil menyentuh hangat pipi suaminya


“Tapi sayang….” Derya ingin protes


“Syuut… Mas percaya sama Naya. Naya pasti akan baik-baik saja, lebih baik mas bersiap untuk pergi kekantor” ucap Naya menahan ucapan Derya dengan satu jarinya didepan bibir Derya


“Cup, baiklah sayang…” ucap Derya mengalah

__ADS_1


Naya tersenyum hangat, ada-ada saja tingah suami protektifnya itu. Naya rasa sangat menggemaskan dan itu membuatnya semakin sayang dengan perhatian-perhatian yang suaminya berikan pada dirinya.


“Sayang, apa sudah bangun ?” Tanya Naya saat memasuki kamar anak mochi


“Mochi kesayang Bunda, yuk bangun shalat subuh dulu setelah itu kita bersiap untuk ke sekolah. Hari ini upacara loh sayang…” ucap Naya membangunkan Aydin dengan lembut


“Hmmm… Bunda…” ucap anak mochi sambil menggeliat


“Baca do’a bangun tidur dulu sayang” ucap Naya saat melihat mata Aydin mulai terbuka


Bismillahirrahmanirrahim.


Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur.


Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.


“Pintarnya anak bunda” kata Naya sambil mengusap lembut kepala anak mochi yang masih mengumpulkan nyawa dipagi harinya


“Hehehe, apa sudah terkumpul nyawanya sayang ?” Tanya Naya melihat wajah bangun tidur anak mochi yang lucu


Aydin hanya menoleh kearah Naya, kemudian mengangguk


“Kalau sudah terkumpul yuk kita kekamar mandi, mana nih semangatnya anak bunda kok gak ada senyumnya ?” Tanya Naya sambil memegang pipi anak mochi


“Senyum sayang, semangat pagi !” kata Naya lagi sambil membentuk senyum dibibir Aydin


“Hem, kalau bunda mirip ikan dori, berarti Aydin juga anak ikan dong, hahaha…” ucap Naya memonyongkan bibir Aydin


“Bunda…” teriak Aydin ingin menghindar


“Haaa, mau kemana anak ikan comel ?” hadang Naya


“Kabuuuurrrrrr…” ucap anak mochi berhasil lolos dan pergi ke kamar mandi lebih dulu


“Hahaha…” tawa Naya bahagia karena berhasil menggoda anak mochi


“Aduuuh,,, perut aku,,,” ucap Naya memegang perutnya yang terasa kram


“Huuuh, huuuuh, Maaaaaaaaas !” teriak Naya memangg suaminya sambil mengatur nafas


“Huuuuuh… Mas ! Aydin ! tolongin Bunda…” Kata Naya lagi


“Bunda ? Bunda kenapa ?” Tanya anak mochi langsung menghampiri Naya


“Hiks,,, hikss, Bunda sakit ? Bunda jangan tinggalin Aydin” tangis anak mochi panik

__ADS_1


“Huuuuh,,,, huuuuh,,, sayang jangan menangis ya, tolong panggilkan Ayah” ucap Naya menenagkan Aydin sambil menarik nafasnya


“Hiks,,, hiiiksss,,, tapi Bunda sendirian disini. Aydin tidak akan membiarkan Bunda sendiri” ucap anak mochi masih menangis


“Teriak sayang, panggilkan Ayah” ucap Naya pelan sambil menahan sakit diperutnya


“AYAAAAAAAAH ! TOLOOOOONG ! hiks,,, hiikss,,,” teriak Aydin dengan sekuat tenaga


Naya tersenyum melihat perjuangan anak mochi, dirinya juga sambil menarik nafas seperti latihan program lahiran yang sudah dijalaninya beberapa minggu kemaren. Kini perutnya mulai membaik dan tidak terasa kram lagi...


“Bukkkh… KENAPA ? ADA APA ?” Tanya Derya langsung masuk mendobrak pintu dan melihat sang istri dan anak yang terduduk dilantai


“Sayan ? kenapa ?” Tanya Derya segera menghampiri Naya dan menggedongnya


“Perut Bunda yah, Peruut. Hikss, hikss,,,” ucap anak mochi masih sesegukan


“Kenapa sayang ? perut kamu sakit ?” Tanya Derya sambil membawa Naya keluar dari kamar Aydin


“Mas, sudah mendingan kok. Perut Naya tadi sedikit kram mas, tapi ini sudah tidak lagi” kata Naya menjelaskan


“Kenapa bisa begitu ? kita kerumah sakit ya, kita periksa” ucap Derya memanggil bi Ira dan bi Lastri untuk membawa perlengkapan Naya kemobil


“Mas, Naya tidak ingin lama dirumah sakit. Naya sudah baikan kok, sudah tidak sakit lagi sayang” bujuk Naya yang enggan jika menginap dirumah sakit


“Mas lebih tenang jika kamu dirumah sakit sayang, bagaimana jika perut kamu sakit lagi ?” kata Derya yang masih khawatir


“Sayang, tadi itu perut Naya kram karena tertawa berlebihan.Belum saatnya Naya melahirkan kok dan Naya janji tidak akan mengulanginya lagi” ucap Naya membujuk Derya


“Janji ?” Tanya Derya yang memahami ketidaksukaan Naya jika berlama-lama dirumah sakit


“Janji sayang” ucap Naya sambil mengeratkan pelukannya digendongan Derya


“Hm, sudahlah. Mas akan panggikan dokter kerumah dan memintanya untuk berjaga dirumah dalam seminggu ini” ucap Derya yang akhirnya membawa Naya kedalam kamar mereka


“Baiklah mas, terimakasih.” Ucap Naya tersenyum hangat


“Sungguh suami yang pengertian” batin Naya


.


.


.


See you next episode guys 😉~~~

__ADS_1


Aduh author deg-deg nih, bentar lagi Bunda Mochi mau lahiran guys 😁


Oh ya jenis kelamin si debay satunya masih ngumpet ya 🤭 entar pas lahiran aja dikasih tau biar suprise 🤩


__ADS_2