I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 164


__ADS_3

Pagi hari tiba, Naya semakin dekat dengan sidang akhirnya yang akan dilaksanakan hari ini. Jam berganti menjadi menit, menit berubah menjadi detik, waktu terus berputar semakin mendekat, dan hal itu membuat Naya semakin gugup. Hari ini dengan pakaian hitam putih dan mengenakan jas almamaternya Naya siap untuk pergi kekampusnya.


“Bunda…” ucap Aydin saat baru saja masuk kedalam kamar


“Iya sayang. Ada apa ?” ucap Naya dengan senyum lembutnya


“Kata Ayah Bunda hari ini akan pergi sekolah ? dimana sekolah Bunda, Aydin mau pindah dan satu sekolah dengan Bunda” ucap anak mochi dengan polos


“Hem ? Sayang, sekolah Bunda itu khusus untuk orang yang sudah besar. Aydin masih kecil jadi sekolah Aydin sekarang masih di SD, nah nanti ketika Aydin sudah besar baru Aydin bisa sekolah di sekolah bunda saat ini” ucap Naya menjelaskan sambil tersenyum


“Oooh, begitu ya Bunda. Jadi Aydin tidak bisa satu sekolah dengan Bunda” ucap anak mochi cemberut


“Kenapa cemberut seperti ini hm ? ayo Bunda antar Aydin ke sekolah, nanti anak Bunda bisa terlambat” ucap Naya langsung hilang kegugupannya melihat tingkah lucu anaknya yang satu ini


“Baik Bunda, Aydin akan cepat besar supaya bisa satu sekolah dengan Bunda” ucap Aydin dengan semangat membara yang tinggi


“Hehehe, jangan cepat besar sayang. Nanti Bunda akan kehilangan sikap polos Aydin seperti ini” batin Naya sambil mengelus lembut kepala Aydin


Derya sudah berangkat lebih dulu karena ada rapat penting pagi ini, sehingga dia tidak dapat mengantar anak dan istrinya. Hari ini Aydin akan dijaga oleh bi Ira dan Naya akan bersama Indah untuk pergi ke kampusnya, yang pastinya dengan para bodyguard dan sopir pribadi yang menemani mereka.


“Dadah sayang, belajar yang rajin ya. Dan do’akan Bunda supaya Bunda bisa menjawab pertanyaan dengan baik hari ini” ucap Naya saat mereka tiba didepan gerbang sekolah Aydin


“Iya Bunda, Aydin akan berdo’a supaya Bunda dapat 100 hari ini” ucap Aydin sambil menunjukkan kesepuluh jarinya


“Hehehe, terimakasih sayang…” ucap Naya


“Dadah bunda, Aydin sekolah dulu. Assalamu’alaikum. Cup, cup, cup…” ucap Aydin sambil mencium punggung tangan Naya kemudian pipi Naya dan tak ketinggalan kedua adik kembarnya


“Wa’alaikumsalam sayang” ucap Naya membalas dengan mencium kedua pipi mochi Aydin


***


Mobilpun kini mulai menuju kekampus Naya, sebelum itu mereka singgah ke tempat kos teman Naya, yakni Indah.


“Hay Nay, gimana udah ready kan ?” ucap Indah

__ADS_1


“Thanks Ndah sudah mau nemenin aku hari ini. Udah redy tapi masih gugup nih” ucap Naya mengungkapkan perasaanya


“Sans aja Nay, itu lagi masa suami kamu gak bisa nemenin sih ? gak siaga banget, apalagi kan sekarang kamu lagi hamil Nay” celoteh Indah berkomentar


“Ya aku rasa itu lebih baik, ketimbang nanti dosen penguji takut sama wajah dingin suami aku Ndah. Aku mau jalani sidang akhir dengan jujur dan gak ada campur tangan suami Ndah” ucap Naya


“Kamu itu emang the best Nay, diluar sana orang-orang malah berlomba-lomba untuk bisa sidang akhir semudah mungkin sedangkan kamu sudah ada jalannya malah gak mau. Apalagi lebih duluan kamu sidang daripada aku, aku jadi tambah iri nih” ucap Indah


“Jangan berlebihan begitu Ndah, masih banyak yang diluar sana lebih the best dari aku. Kamu juga sebentar lagi pasti bakalan nyusul aku kan ? ” ucap Naya merendah


“Mana ada aku melebih-lebihkan Nay, kamu itu memang the best dari yang terthe best Nay dan do’a kan saja ya supaya kau cepat sidang” ucap Indah sambil mengacugngkan dua jempolnya


“Udah Ndah, jangan terlalu memuji seseorang secara berlebihan nanti bisa obesitas pujian. Hehehe” ucap Naya


“Baiklah bu Ustadzah” ucap Indah


“Lah udah sampai aja, kok aku jadi tambah gugup ya” ucap Naya menggenggam tangan Indah


“Kaya mau lahiran aja Nay, kamu kan udah biasa presentasi didepan kelas. Ini bedanya cuma ditanya-tanya doang sama dosen penguji, pasti bisa kok !” ucap Indah menenagkan Naya


Mereka pun masuk ke dalam ruang tunggu sidang dan terlihat beberapa mahasiswa lain juga ada disana, Naya mendapat giliran kelima sehingga dia menunggu dan sambil terus mempelajari tugas akhirnya agar mudah menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan topik tugasnya nanti.


“Nay tuh lihat yang baru saja keluar, dia sepertinya menangis. Apa pertanyaan yang diuji sangat berat ya ?” ucap Indah


“Hm, mungkin dia gugup sehingga blank Ndah. Aku harus lebih siap lagi ! Hummfff, jangan gugup Nay” ucap Naya menenangkan dirinya


Beberapa mahasiswa perempuan lainnya keluar dari ruang sidang juga sama menunjukkan ekspresi muka ketakutan atau merasa tidak puas.


“Humft,,, kenapa aku menjadi kurang fokus pada dosen penguji yang ganteng itu sih sehingga jawabanku kurang maksimal” gumam salah satu mahasiswa yang tidak menangis namun hanya menunjukkan ekspresi kekecewaan


“Kenapa ? apa ada dosen penguji yang sangat sulit ?” Tanya Indah mendekati mahasiswi tersebut


“Ya pertanyaanya sangat sulit ditambah lagi ada dosen penguji yang bisa mengalihkan dunia kita” ucap sang mahasiswi sambil tersenyum membayangkan wajah sang dosen penguji


“Memang ada dosen kita yang wajahnya begitu ? sampai bisa mengalihkan dunia segala, mengalihkan dunia kemana ? ke Mars atau Pluto ?” Tanya Indah heran

__ADS_1


“Kamu lihat saja nanti didalam, aku gak bohong. Sudah ah aku mau cerita sama teman-teman yang lain” ucapnya kemudian berlalu


“Begitu mudahnya dia melupakan proses sidang yang menyulitkan tadi, yang dia ingat hanya wajah ganteng sang dosen penguji. Ckckckc…”Batin Indah memandang teman satu jurusannya itu


“Nay sekarang giliran kamu. Jangan gugup dan jangan sampai perhatian kamu teralihkan kedunia lain seperti mahasiswi-mahasiswi lainnya itu. Ingat kamu sudah ada suami yang sedang bekerja dikantor saat ini. Semangat !” ucap Indah memberi wejangan sebelu Naya masuk


“Semangat !!!” ucap Naya


Naya pun berjalan dan membuka pintu ruang sidang, nampak lima orang dosen penguji duduk berjejer dihadapannya. Naya pun duduk dikursi yang sudah disediakan dan mulai memasang kabel layar proyektor ke laptopnya untuk memulai presentasinya.


“Perkenalkan diri kamu !” kata seorang dosen penguji tiba-tiba dan itu mengejutkan Naya


“Astagfirullah” gumam Naya sambil mengusap dadanya menenangkan diri


Naya pun menarik nafas dalam dan mulai menatap satu persatu wajah para dosen penguji untuk memulai perkenalan


“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan nama sa…” ucap Naya terpotong karena fokus matanya tertuju pada salah satu dosen penguji yang tidak pernah ia duga ada disitu


“Namanya Nayyara Salma, jurusan fotografi angkatan 2018. Semua sudah ada di biodata yang dia isi disini kenapa masih ditanyakan. Harusnya kita yang memperkenalkan diri !” ucap dosen penguji tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah suami Naya sendiri


“Mas Derya ?” gumam Naya pelan dia bingung kenapa ada suaminya disini


“Oh kalau begitu baiklah, nama saya Anto sebagai dosen penguji satu kali ini” ucap Anto memperkenalkan dirinya, kemudian para dosen lain pun ikut memperkenalkan diri mereka


“Silahkan dimulai” ucap Derya


Sidangpun dimulai, dengan Naya yang masih bingung karena ada suami nya disana sebagai dosen penguji tiba-tiba. Apakah ada pintu doraemon sehingga bisa mengantarkan suaminya dari kantor ke kamapusnya dengan begitu cepat atau selama ini suaminya berbohong bahwa dia berangkat kekantor dan mana asisten cicak yang selalu menempel itu ?


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Wuidiiih, tiba-tiba ada suami disana malah tambah gugup atau jadi enjoy nih kalau itu kalian ?


__ADS_2