I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 191


__ADS_3

"Mas, apa ibu belum tau jika Naya melahirkan ?” Tanya Naya


“Hm,,, Mas juga tidak yakin sayang. Mungkin mereka sudah tahu jika bi Lastri memberik kabar kepada mereka semua” ucap Derya memikirkan kemungkinan terbaiknya


“Semoga saja Mas” ucap Naya juga ikut positif thigking dengan hal tersebut


“Silahkan Pak, untuk diadzankan bayi laki-lakinya. Sepertinya dia sudah kenyang” ucap sang suster mengambil baby K dari dada Naya dan menyerahkan pada Derya


Derya sedikit grogi saat menggendong bayi untuk pertama kalinya, walaupun sudah pernah belajar namun dia masih saja gugup jika ini adalah bayi asli. Setelah cukup yakin dengan gendongannya Deryapun mulai mengumandangkan adzan ditelinga sang bayi. Begitu pula pada bayi perempuannya.


Kemudian kedua bayi diletakkan disamping Naya agar sang bayi semakin merasakan ikatan batin kepada sang ibu.


“Sayang, lihatlah kedua malaikat kecil kita sudah tertidur. Kamu juga tidurlah, mas akan memberitahu keluarga dulu” ucap Derya tak bisa menutupi kebahagiaanya, dia terus mengusap dengan sayang pucuk kepala Naya


“Baiklah mas” jawab Naya dengan senyum bahagia yang tidak pernah luntur sejak melihat kedua malaikat kecilnya itu baik-baik saja.


Setelah memastikan sang istri tertidur, Deryapun keluar dari ruang operasi dan menitipkan Naya kepada suster yang berjaga didalam ruangan.


Ketika Derya keluar dari ruanga, Derya dibuat kaget dengan semua orang yang ada disana. Padahal niatnya untuk menghubungi keluarga, namun keluarga sudah berada didepan ruang operasi.


“Aydin ? Ibu ? Nenek ? Semuanya ada disini ?” ucap Naya kaget sekaligus bingung


“Ya, bagaimana dengan Naya ?” Tanya Nisa


“Naya baik-baik saja bu, dia sedang istrirahat didalam” ucap Derya


“Ayaaah, Apa Bunda baik-baik saja ? bagaimana dengan adik Aydin ? Apa adik mencari Aydin ?” Tanya anak mochi langsung membombardir Derya dengan pertanyaan


“Hay Kakak Aydin, Selamat ya sudah menjadi kakak sekarang” ucap Derya berjongkok untuk mensejajarkan tinggi dengan anak mochi tersebut


“Hehehe, dimana adik-adik Aydin Yah ?” Tanya Aydin tidak dapat menyembunyikan senyumnya saat mendengar gelar tersebut


“Masih didalam sayang, nanti ketika sudah dipindahkan baru bisa melihat adiknya ya” ucap Derya menggendong Aydin


“Ayah, Aydin sekarang sudah jadi kakak. Tidak mau digendong lagi” ucap anak mochi meraju


“Hahaha, iya-iya ayah lupa. Ya sudah kakak Aydin akan Ayah turunkan” ucap Derya menertawakan gaya lucu anak mochi yang tidak ingin dimanja lagi


Semua yang melihat ikut tersenyum karena tingkah Aydin


“Nenek dan Kakek kapan sampainya ? apa kalian semua sudah makan ?” Tanya Derya menatap semua yang ada disana


“Nak Derya tenang saja, ibu sudah makan tadi pagi. Kita bergantian menjaga Naya, kamu ajak yang lainnya untuk makan. Ibu akan disini menjaga Naya” ucap Nisa


“Tidak bu, biar Derya saja. Lebih baik ibu juga istrihat dan mengisi tenaga” ucap Derya menolak

__ADS_1


“Kamu yang seharusnya mengisi tenaga ! lihatlah baju kusut dan rambut acak-acakan kamu itu !” ucap Murat berdiri dari duduknya dan menghampiri Derya


“Ayo ajak kakek untuk makan !” ucap Metin seperti biasanya tanpa basa-basi


“Hm, baiklah…” ucap Derya sambil menggandeng Aydin


“Aydin ingin melihat adik Aydin yah. Aydin tidak ingin ikut Ayah” ucap Aydin menahan tubuhnya agar tidak ikut


“Jika Kakak masuk kedalam, Kakak akan disuntik. Apa Aydin mau ?” goda Sarah


“Tidaaaak” ucap Aydin langsung bersembunyi di belakang Derya


“Hahaha, nah jadi kita kekantin saja ya ! sambil menunggu Bunda kamu dipindahkan kekamar inap nanti” ucap Sarah lagi


“Baiklah aunty” ucap Aydin terpaksa menuruti langkah kaki sang Ayah


“Bagaimana kalian semua bisa ada disini ?” Tanya Derya


“Kami mendapat kabar dari Bi Lastri ketika baru sampai rumah kamu Nak Derya” ucap Alara


“Oooh, lalu kalian yang sekolah kenapa ada disini ?” Tanya Derya lagi


“Dijemput om Anton kak” jawab Sarah


“Anton ? dimana dia sekarang ?” Tanya Derya mencari keberadaan asisten serbagunanya itu


“Hm, ya syukurlah kalian semua ada disini. Berkat do’a kalian Naya dapat melahirkan dengan selamat” ucap Derya tersenyum


“Memangnya kakak Naya sempat kenapa Kak ?” Tanya Sarah kepo


“Syuuut, Rah !” tegur Dinda


“Hehehe, gak jadi nanya Kak. Kita mau makan apa nih ?” Tanya Sarah mengalihkan pertanyaan


“Terserah saja” ucap Derya langsung duduk memangku Aydin


“Ayah, sekarang kakak bisa duduk dan makan sendiri jika diluar” ucap Aydin turun dari pangkuan Derya dan duduk sendiri


“Hehehe, Iya Aydin sekarang sudah besar dan menjadi kakak ” ucap Derya sambil mengusap kepala Aydin


“Iyadong Yah” ucap Aydin dengan semangat


Mereka semuapun mengisi tenaga dikantin rumah sakit, Metin dan Alara yang baru datang setelah perjalanan jauh menikmati makan siang tersebut dengan tenang, terutama Alara yang begitu mencemaskan keadaan cucu menantunya itu. Dia adalah wanita yang pernah mengalami hal memilukan saat melahirkan dimana melihat anak yang dilahirkan tidak bisa terselamatkan itu adalah hal yang begitu menyakitkan, hal itulah yang membuatnya tidak tenang semenjak mendengar kabar bahwa Naya mengalami kram diperutnya.


Sambil makan Derya juga menceritakan bagaimana wajah kedua anaknya, bagaimana kondisi sang anak dan juga istrinya didalam ruang operasi saat ini, semua orang bersyukur dan merasa senang atas kehadiran keluarga baru mereka.

__ADS_1


“Drrttt,,, drrt,,,” ditengah percakapan ponsel Derya bordering dan ternyata itu dari rumah sakit yang memberitahu jika Naya akan segera dipindahkan keruang inap sehingga Derya diminta untuk melengkapi administrasinya


“Saya pamit dulu ya, mau mengurus administrasi Naya. Setelah makan kalian bisa langsung menjenguk Naya keruang inap dikamar VVIP nomer 03” ucap Derya sambil merapikan jasnya


“Aydin ikut Ayah” ucap anak mochi langsung menggapai tangan Derya


“Aydin belum selesai makan, jangan membazir boy” ucap Derya


“Aydin sudah kenyang Ayah, biar aunty Sarah saja yang menghabiskan. Aydin akan makan buah saja sebagai penutupnya” ucap anak mochi sambil mengambil 3 buah strawberry diatas meja


“Hm, baiklah. Saya dan Aydin duluan ya” ucap Derya pamit


“Dadah Grandma, Grandpa” ucap Aydin melambaikan tangan pada dua orang tua tersebut


Aydinpun melangkah mengikuti Derya, mereka tiba didepan meja resepsionis untuk mengurus administrasi. Anak mochi memandang sekitar, ada banyak orang yang datang berobat hari ini…


“Ayah, kenapa semua orang sakit disini ?” Tanya Aydin karena melihat beberapa orang yang memakai kursi roda dan di infus berlalu didekatnya


“Kan ini rumah sakit, jadi orang sakit datang kesini untuk berobat kakak” jawab Derya sambil mengisi formulir


“Ayah, Aydin mau kesana” ucap Aydin, namun tidak mendapat jawaban dari Derya


Aydin memandang Derya yang masih sibuk, lalu kemudian berjalan menjauh menuju sesuatu yang membuatnya tertarik


“Naura ?” ucap Aydin memastikan orang dihadapannya ini


“Siapa ? hiks,,, hiksss,,,” Tanya anak perempuan tersebut tidak mengenali Aydin


“Kamu Naurakan ? yang bermain bersama Aydin saat dipanti asuhan” Tanya Aydin lagi


“Tidak, Aku tidak bermain kepanti asuhan. aku bukan anak yang nakal, hiks,,,hiks,,,” ucap anak tersebut dengan perban dikepala dan beberapa memar Nampak diwajahnya


“Hm,,, ini strawberry untuk kamu. Manis ?” ucap Aydin dengan terpaksa memberikan satu strawberrynya dan melahap satu strawberry yang tersisa ditangannya agar tidak diminta anak perempuan itu lagi yang sepertinya dia adalah Naura namun tidak mengingat Aydin lagi


“Terimakasih” ucap anak perempuan tersebut mulai berhenri menangis


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣

__ADS_1


Thanks All 🌹


__ADS_2