
Perjalanan yang menyenangkan membuat jalannya waktu tak berasa, kini mereka sudah tiba di depan rumah nan Mewah milik keluarga Nia.
“Waah lumah Nia telnyata besal juga” kagum Kivanc pada rumah yang hampir sama besarnya dengan rumah keluarga kerajaannya
“Apa Nia punya banyak Saudara sehingga rumahnya besar ?” Tanya Kila
“Tidak, Nia anak tunggal” ucap Nia dan dibantu oleh Naya untuk menerjemahkannya
“Pasti Nia kesepian, biasanya Nia melakukan apa jika kesepian ?” Tanya Aldo
“Nia bermain bersama Micky, Carissa, Rara dan Riri, dan juga ada Tutu” ucap Nia
“Wah, Nia unya anyak teman ya telnyata” ucap Kivanc
“Ya, Nia senang bermain bersama mereka” ucap Nia, diterjemahkan Naya walau masih sedikit gagu
“Siapa mereka semua ? ” tanya Kila yang menyadari keganjalan di sana, jika Nia punya banyak teman kenapa dia nampak kesepian dan sulit bersosialisasi saat disekolah
“Mereka hewan peliharaan Nia, apa kalian ingin melihatnya ?” jawab Nia antusias ingin memperkenalkan hewan-hewan kesayangannya itu
“Oooh, telnyata pelihalaan Nia. Ami uga unya Hewan pelihalaan dilumah. Ada Gley, dia ce ekol ucing, ulunya cangat lembut” ucap Kivanc tak kalah antusias mengenalkan Gley
“Nia juga memiliki Kucing, namanya Carissa” jelas Nia sangat senang karena teman-temannya juga menyukai binatang
“Aciiik, anti bica ita ajak belmain belcama deh” ucap Kivanc senang
“Ya, mari kita ajak mereka main bersama nanti” ucap Nia tak kalah senang
“Sudah sampai, Ayo kita turun” ajak Nia mereka kini tiba didepan pintu utama rumah Nia
“Neng Nia apa tidak merepotkan bu ?” Tanya Teh Santi segera menjemput saat turun dari mobil
“Tidak kok Teh, Nia anak yang baik dan menyenangkan. Mereka menghabiskan perjalanan yang asyik” ucap Naya ramah
“Syukurlah kalau begitu, ayo semuanya silahkan masuk” ucap Teh Santi membukakan pintu besar itu
“Telimakaciih teh Canti” ucap Kivanc berjalan lebih dulu
“Sayang, yang punya rumah belum masuk loh” tegur Naya mengingatkan
“Ehehehe, ayo Nia alan didepan” ucap Kivanc segera berhenti dan menunggu Nia
“Ayo kita kesini ! disana ada Rara dan Riri” ucap Nia sangat antusias mengenalkan Rara dan riri yang ada dihalaman belakang
“Waaah kelinci, lucunya” ucap Kila kagum saat mereka baru tiba dikandang kelinci yang terletak dihalaman belakang, para baby sitter membawakan ransel mereka dan dibantu oleh asisten rumah tangga Nia membawakannya
“Yang mana Rara dan mana Riri Nia ?” Tanya Aldo juga ikut memperhatikan dua kelinci yang lincah tersebut
“Yang putih itu Rara dan yang cokelat itu Riri” ucap Nia yang dibantu Teh Santi menerjemahkannya
“Mereka sangat menggemaskan, apa boleh dielus” ucap Kila sangat antusias
__ADS_1
“Boleh kok” jawab Nia
“Eeeh,,, kelincinya tidak mau mendekat” ucap Kila berusaha menjangkau namun tidak bisa
“Sini Bunda bantu sayang” ucap Naya mendekat dengan beberapa helai rumput ditangannya
“Kila mau Rara Bunda” ucap Kila antusias
“Nah ini sayang….” ucap Naya setelah berhasil menggapai Rara
“Tante, Nia juga ingin mengelus Riri” ucap Nia dibantu Teh Santi
“Ini sayang” ucap Naya dengan lembut kebetulan Riri juga ikut terpancing sehingga mudah digapai
“Makasih tante” ucap Nia, Aldopun mendekati Nia dan mengelus riri bersama
“Dimana abang sayang ?” Tanya Naya karena dari tadi tidak terdengar suara Kivanc sama sekali
“Itu abang Bunda” tunjuk Kila pada Kivanc yang berjongkok mengamati kandang kelinci
“Abang sedang apa sayang ?” Tanya Naya dengan lembut
“Eh Unda…” ucap Kivanc baru menyadari jika Bundanya didekatnya
“Abang sedang merhatiin apa sih sayang ? segitu fokusnya” Tanya Naya penasaran
“Ihat itu Unda, ulat-ulat… apa itu keleleng ?” Tanya Kivanc yang ternyata sejak tadi memperhatikan bend ayang membuatnya penasaran
“Ada ulat ? dimana ?” Tanya Naya yang takut dengan makhluk kecil tanpa tulang belakang itu
“Huuh,,, Yang hitam itu sayang ?” Tanya Naya memastikan yang ditunjuk Kivanc
“Hm, benar Unda. Ada anyak dicana. Ipan ingin main keleleng belcama Aldo anti” ucap Kivanc dengan serius
“Hahaha, Abang itu bukan kelereng, tapi kotoran Rara dan Riri” ucap Naya sambil tertawa
“Hah ? itu kotolannya Lala dan Lili. Cenapa cepelti itu ? unya Gley idak cepelti itu” Tanya Kivanc mengerutkan keningnya
“Kan Grey sama Rara Riri hewan yang berbeda sayang, makanya kotoran mereka juga beda bentuknya” ucap Naya menjelaskan
“Oooh, kalau egitu Ipan uga ingin memelihala Lala Lili apa oleh Unda ?” Tanya Kivanc yang juga ingin memelihara banyak hewan
“Apa Abang bisa bertanggung jawab nanti merawat mereka semua ?” Tanya Naya
“Hm, Abang pacti ica. Kan ada De Ila uga yang antu” ucap Kivanc
“Hmmm, Bunda pikir-pikir dulu ya nanti sama Ayah” ucap Naya
“Baik Unda” ucap Kivanc, kini perhatian Kivanc berlaih pada mereka yang mengelus Rara Riri. Kivanc pun segera meluncur untuk ikut bergabung dengan mereka
“Meleka cangat lucu” ucap Kivanc yang juga ikut terhanyut dengan bianatang itu
__ADS_1
“Iya bang, Kila juga merasa begitu” komentar Kila yang senang menggendong Rara
“Wah, itu apa ? berjalannya sangat lambat sekali” tunjuk Aldo pada sebuah hewan bercangkang yang ada didekat kolam kecil
“Itu Tutu, dia kura-kura yang punya cangkang indah” ucap Nia
“Waaah, kula-kula” ucap Kivanc segera berlari mendekat dan disusul oleh Aldo
“Apa kula-kula ica gigit ?” Tanya Kivanc ragu saat ingin mengangkat Tutu
“Asalkan kalian memegang ditempat yang benar mereka tidak akan mengigit kok sayang” ucap Naya
“Dimana ipan halus pegang melekan unda ?” Tanya Kivanc
“Disamping cangang mereka sayang, ya disitu” ucap Naya
“Hah, mana kepala Tutu. Apakah lepas ?” Tanya Kivanc khawatir
“Mereka sedang bersembunyi dalam cangkangnya sayang, tidak lepas kok” ucap Naya
“Aldo ingin lihat seperti apa wajahnya saat bersembunyi, dimana Aldo harus melihatnya Tante Nay ?” Tanya Aldo
“Disini sayang, tapi jangan terlalu dekat ya” ucap Naya mengarahkan
“Waah benar, ada kepalanya di sana” ucap Aldo kagum
“Kila juga ingin melihatnya” ucap Kila mendekat
“Abang,, abang uga ingin…” ucap Kivanc yang menahan rasa penasarannya sejak tadi
“Sini Bunda bantu pegang Tutunya sayang” ucap Naya mengambil alih Tutu
“Ahahaha, kepalanya kecekik Unda kalena cempit” ucap Kivanc tertawa saat memperhatikan
“Hehe, iya sayang, didalam cangkangnya hanya bisa memuat dirinya” ucap Naya
“Belalti ipan idak bica inggal dalam cangkang Tutu ya Unda” Tanya Kivanc agak kecewa
“Hehhe, iya sayang tidak bisa” ucap Naya tertawa renyah
“Yaaaah…” repon Kivanc kecewa
.
.
.
See you next episode 😉~~~
Jangan lupa like, komen dan vote jika berkenan ✨✨✨
__ADS_1
Ipan ingin tinggal dirumah Tutu katanya aunty, gimana nih ada yang mau nampung Kivanc tidak jika punya rumah seperti kura-kura 🤭🤭🤭
Thanks All ❤️❤️❤️