I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 96


__ADS_3

"Oooh, itu…. Iya Pak Derya memang sudah memiliki anak, kenapa mau mundur ?” Tanya Naya menantang Ajeng


“Haha, walaupun dia juga beristri aku gak akan mundur… karena orang seperti pak Derya ini beruang dan akan mengisi penuh rekeningku nanti…” Kata Ajeng tidak tahu malu jika perkataanya terdengar oleh mereka semua yang ada disekitar


“Heah, walau kamu tau dia sudah beristri tapi kamu juga tetap mengejar Pak bos… kalau aku sih auto mundur karena gak mau disebut pelakor…” ucap Naya dengan nada mengejek


“Hahaha, kamu lucu Nay. Jelas-jelas kamu tadi mendekati Pak Derya, cari perhatian Pak Derya sok-sokan dekat dengan anaknya. Siapa yang jadi pelakor lebih dulu… itu kamu !” kata Ajeng samba menunjuk Naya dengan jarinya


“Ada apa ini ?” tanya Derya tiba-tiba


“Kenapa kalian malah ribut seperti ini ?” Tanya Derya saat melihat seseorang menunjuk Naya dengan tidak sopan


“Tidak apa Pak, kami hanya bercanda. Iyakan nay !!!” kata Ajeng tiba-tiba merangkul Naya


“Hehe,,,” tawa Naya canggung, dirinya tidak ingin ketahuan jika sebenarnya mereka sedang memperebutkan Derya


“Hm, ya sudah… karena semuanya sudah disiapkan, kalian bisa membentuk group kecil satu kelompok dua orang untuk menjadi rekan dalam pemotretan nanti…” kata Derya


“Naya kamu satu kelompok dengan wanita yang disamping kamu itu !” ucap Derya yang mengantisipasi jika Naya nantinya akan satu kelompok dengan teman laki-lakinya


“Hah ? ” respon Naya melongo


“Tidaaaak….” Teriak Naya dalam hati


“Siap Pak…” sahut Ajeng dengan semangat


Naya ingin protes namun setelah berkata Derya langsung pergi untuk menyerahkan Aydin dijaga Anton, dirinya tidak ingin anak kesayangannya kepanasan karena berjemur dipantai…


Matahari mulai terbenam kegaris pantai, semburat jingga menghiasi langit… romobongan Naya mulai mengambil foto keindahan alam yang dilukiskan sang pencipta…


“Nay, ini disini kayaknya bagus nih, duduk diatas situ …” ucap Ajeng menyarankan spot tepi pantai kepada Naya


“Ya, tapi batu karangnya curam Jeng…” sahut Naya, walau tidak menyukai ajeng namun dirinya berusaha professional


“Coba aja Nay, gantian kamu yang jadi modelnya… kan Ka Tina ada di group lain, aku juga sudah jadi sekarang giliran kamu…” ucap Ajeng mengambil alih kamera di tangan Naya


“Hm,,, okedeh…” sahut Naya


Nayapun berjalan dan mencoba menaiki batu karang yang lumayan tinggi untuk berduduk disana…


“Kamu mau kemana ?” Tanya Derya yang tiba-tiba sudah ada didekat mereka


“Mau naik ke sini bos…” jawab Naya sambil menunjuk batu karang dengan dagunya

__ADS_1


“Iya Pak, kami mau mengambil spot foto disitu… akan terkesan estetik jika ada model yang duduk disana… Bapak bisa sambil mengawasi kami disini pak dengan saya…” kata Ajeng sambil berjalan lebih dekat kearah Derya


“Kenapa memilih spot foto disitu, itu curam Naya !” kata Derya sedikit berteriak karena Naya terus melanjutkan menaiki batu karang yang setinggi dirinya itu, memang ada batu karang yang lebih rendah sebagai pijakan tapi tingginya terlalu jauh…


“Gak papa Bos, aman…” sahut Naya setengah berteriak karena kini dirinya sudah hampir bisa naik


“Ish,,,” geram Derya kesal karena Naya tidak patuh


Naya mencoba naik dan hampir sampai namun ternyata pegangan yang dipegangnya rapuh dan itu membuat tangannya tergelincir…


“Aaa…” teriak Naya terkejut


“Kamu tidak apa-apa ?” Tanya Derya yang dengan sigap menahan punggung Naya dengan tanganya


“Ti,,tidak apa Bos... terimakasih…” sahut Naya masih shok karena sedikit tergelincir tadi


“Kan sudah saya bilang ini berbahaya. Ayo turun !!!” kata Derya yang ternyata tadi langsung menyusul Naya ketika melihat Naya hampir selesai memanjat


“Hm, sedikit lagi bisa bos… Nah, akhirnya bisa naik…” ucap Naya setelah berusaha dan akhirnya bisa duduk diatas batu karang


“Aaaakh kamu ini…” ucap Derya kemudian ikut naik untuk duduk diatas batu


“Kenapa bos juga naik ? “ Tanya Naya heran


“Eeem,,, baik Pak…” kata Ajeng bingung karena mendapat model tambahan dan juga diikuti rasa sakit karena merasa terkalahkan oleh Naya


Naya dan Deryapun menjadi model dipemotretan Ajeng, dihiasi dengan background lautan yang yang nampak keemasan karena semburat mentari yang hamper tenggelam membuat hasil fotonya menjadi indah, lebih indah lagi karena ada Derya dan Naya dalam foto tersebut, mereka membuat kenangan foto pertama disana…


“Sudah, mari ke penginapan… yang lain sepertinya sudah lebih dulu kesana…” ucap Derya yang turun lebih dulu, kemudian Derya dengan sigap mengulurkan tangannya untuk membantu Naya turun


“Em,,, saya bisa sendiri bos…” ucap Naya ragu


“Mau jatuh ?” Tanya Derya dengan tatapan tajam


“Ti,,,tidak Bos... Terimakasih…” kata Naya terpaksa menerima uluran tangan Derya


“Humf,,, gimana hasilnya jeng ?” Tanya Naya setelah turun


“Nih lihat aja sendiri” kata Ajeng dengan ketus menyerahkan kameranya


“Pak, mari bareng dengan saya kita kepenginapan…” ucap Ajeng yang langsung menghampiri Derya


“Kamu duluan saja, saya mau melihat hasil foto tadi…” kata Derya kemudian berlalu begitu saja tanpa menatap Ajeng

__ADS_1


“Iiiih, kesel…” gumam Ajeng yang kesal sambil menendang pasir kemudian pergi ke penginapan


“Bagaimana hasilnya ?” Tanya Derya yang sudah ada dibelakang Naya


“Em,,, anu Bos,,, ini… bagus kok hasilnya…” ucap naya gugup karena Derya sepertinya sangat dekat berdiri dibelakangnya


“Hm, ya lumayan…” komentar Derya saat melihat hasil fotonya


“Di,,, dimana Aydin bos ?” Tanya Naya sambil menjauhkan badannya dari dekat Derya


“Sudah dipenginapan…” jawab Derya yang menatap heran Naya karena terlihat gugup


“Oh, kalau begitu saya kepenginapan juga ya bos. Nyusul teman-teman…” kata Naya segera pergi


“Nay,,, tunggu… aku mau…” ucap Derya ingin menahan Naya namun terlambat karena Naya sudah pergi jauh


“Haaaah,,, masih banyak waktu…” gumam Derya pada dirinya sendiri sambil menghembuskan nafas


Deryapun berjalan menuju penginapan, setibanya disana para mahasiswa sudah menanti dirinya untuk pembagian kamar…


“Baiklah, karena semuanya sudah kumpul jadi saya akan menyampaikan pembagian kamar senyaman kalian saja. Satu kamar bisa dihuni dua orang…” jelas Derya


“Aydin ayo masuk ke kamar…” ajak Derya pada Aydin yang duduk dipangkuan Naya


“Aydin ikut Bunda saja ya yah…” pinta Aydin


Semua orang yang mendengar Naya dipanggil Bunda menatap kearah Naya, antara kaget dan bingung dengan pendengaran mereka…


“Hehe,,, kalian jangan salah paham. Maksudnya Bunda karena saya mengasuh dirinya, saya babysittersnya anak Pak Derya…” jelas Naya tidak ingin kabar simpang siur tentang dirinya semakin merajalela


“Ooooh,,,” hanya respon seperti itu yang terdengar ditelinga Naya, etah mereka percaya dengan perkataan Naya atau malah menjelek-jelekan dirinya dibelakang. Naya hanya menutup kedua telinganya jika hal buruk seperti itu terjadi…


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


__ADS_2