I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Anak Sebelah


__ADS_3

"Apalagi ?” tanya Aydin dengan sabar


“Ipan ingin lihat” rengek Kivan


“Sana lihat sendiri !” ucap Aydin tidak peduli


“Hm, baiklah…” ucap Kivanc menyerah


“Aiih,,, ayo kalau Cuma hanya melihat !” ucap Aydin lebih dulu berjalan menuju pintu


“Yeeaay ! telimakasih kak Ay” ucap Kivanc senang karena kakaknya mau menemani


“Syuut ! jangan ribut. Nanti mereka yang diluar mendengarnya” ucap Aydin memberi kode


“Hm, ciap !” ucap Kivanc mengangguk pasti


“Ceklek ! kamar pintu mereka buka dan suara bentakan itu mulai terdengar


“Dari kamar sebelah dek” ucap Aydin sambil menengok Kivanc yang ada dibelakangnya, mengangguk pasti dan yakin untuk melihat siapa Mak lampir tersebut


“Hati-hati” ucap Aydin, mereka berduapun melangkah menuju pintu ruang sebrang dan menintip melalui kaca dipintu


“Apa bica liat ka Ay ? Ipan juga ingin liat” ucap Kivanc yang menanti


“Tidak terlihat” ucap Aydin


“Yaah,,, Ipan penacalan siapa didalam” ucap Kivanc


“Tak,,tak,,,takk” terdengar suar langkah kaki mendekat


“Sembunyi !” ucap Aydin segera menarik tangan Kivanc dan bersembunyi dibalik tiang


“De tahan nafas nanti perut gendut kamu terlihat” ucap Aydin samil membantu menahan perut Kivanc


“Ipan jadinya cecak napas kak Ay” protes Kivanc


“Sebentar saja” ucap Aydin lagi


“Ceklek…” seorang keluar dari ruangan itu, nampak punggung seorang wanita paruh baya melangkah keluar, dari pakaiannya terlihat bahwa itu barang bermerk semua dan aroma parfume yang tercium kehidung Kivanc membuatnya mengingat seseorang


“Sudah pergi de” ucap Aydin setelah berhasil mengintip


“Huuuh,,,” Kivancpun menghembuskan nafas dengan lega


“Ayo kita kembali” ucap Aydin menarik Kivanc untuk kembali masuk ke kamar mereka


“Tunggu ka Ay ! Ipan cepeltinya tau ciapa pelempuan itu” ucap Kivanc menahan Aydin


“Siapa ?” tanya Aydin


“Pelempuan itu maminya Alex kak Ay, dia anak jahat. Ipan idak belteman dengan dia” ucap Aydin memberi tahu


“Darimana kamu tau dia jahat ?” tanya Aydin mengangkat satu alisnya karena tumben sekali adiknya ini mencap orang jahat


“Ipan pelnah lihat dia ngeljain Nia, telus Ipan culuh minta maap idak mau kak Ay” ucap Kivanc


“Hm, mungkin dia sedang gengsi” ucap Aydin


“Gengci ? apa itu bica dimakan ?” tanya Kivanc dengan polos


“Aiih, bukan Van ! Gengsi itu maksunya dia gak mau nunjukin ke orang lain” ucap Aydin menjelaskan

__ADS_1


“Oooh,,,” Kivanc merepson dengan mengangguk pelan


“Mengerti ?” tanya Aydin


“Tidak” ucap Kivanc sambil menggeleng


“Darimananya kau tidak mengerti ?” tanya Aydin menahan sabar


“Kenapa idak mau olang lain tau ? apa gengci itu altinya pemalu ?” tanya Kivanc


“Ya, kurang lebih begitu” ucap Aydin membenarkan karena pemalu juga bisa menjadikan orang itu gengsi


“Kalau pemalu Ipan mengelti kak Ay” ucap Kivanc


“Hiks,,, hiks,,, huu,,,,” terdengar lagi isak tangis itu


“Tangisan itu lagi” ucap Aydin


“Ayo kita macuk ka !” ajak Kivanc sambil menarik Aydin


“Tumben dia tidak peduli dengan temannya ?” batin Aydin mengira Kivanc ingin masuk kembali ke kamar mereka


“Tok,,,tok,,,took,,,” Kivanc malah mengetuk pintu yang berlawanan


“Kau mau masuk kesini ?” tanya Aydin


“Iya. Alek,,, ini Ipan,,, accalamu’alaikum !” ucap Kivanc membuka pintu dengan pelan dan suara tangisan itupun terhenti


“Hallo ? benalkan ini Alek ?” tanya Kivanc menyembulkan kepala dari bilik dan melihat kearah ranjang pasien


“Si,,,siapa ?” tanya anak itu tergagap


“Kenapa kau disini ? kau ingin membullyku kan ? kau memata-mataiku dan mencari kelemahanku agar bisa kau sebarkan disekolah yak an ?” tuduh Alex yang bersembunyi dibalik selimut


“Tidak, Ipan hanya ingin menjenguk Alek saja” ucap Kivanc penasaran dan menarik seliut Alek


“Kau berbohong, pergi dari sini ! pergi !” ucap Alex mengusir Kivanc


“Ipan hanya ingin tau bagaimana kondisi Alek, kenapa Alek malah cih ?” ucap Kivanc yang berhasil menarik separu selimut dan terlihat lengan Alex lebam


“Pergi !” ucap alex lagi


“Tangan Alek cepelti lutut Ipan, tapi cenapa punya Alex lebih becal ?” tanya Kivanc


“Aku bilang pergi ! Aku tidak butuh kalian jenguk !” ucap Alex kembali bersembunyi


“Hm, baiklah Ipan tanyakan dengan Unda caja nanti” ucap Kivanc akhirnya melepaskan selimut


“De, kau tidak berteman baik dengannya ?” tanya Aydin yang tadi hanya diam memperhatikan, jika anak dibalik selimut itu menyakiti adiknya dia akan siap melindungi Kivanc


“Idak, Ipan idak dekat dengan Alex. Tuh kan jauh !” ucap Kivanc segera menjauh dari ranjang


“Haih,,, sudahlah. Yang punya kamar juga sudah mengusir kita, kau jadi orang jangan terlalu penasaran, lihatlah kena bentakkan jadinya” ucap Kivacn merangkul Kivanc dan membawanya keluar menuju pintu


“Tapi Ipan penacalan kak Ay” ucap Kivanc mencoba menoleh kebelakang


“Sudah, dia juga tidak ingin kau disini” ucap Aydin kembali membenarkan kepala Kivanc


***


Sementara itu beberapa menit setelah the boys masuk kekamar yang salah, seisi kamar Aldo sudah berantakan.

__ADS_1


“Braaak !!!” pintu terbanting


“Bos kecil anda tidak apa-apa ?” teriak seseorang tiba-tiba masuk kekamar Aldo dengan tengok sana sini mencari keberadaan anak itik


“Astagfirullah, saya tertidur” ucap bi Ira yang terbangun karena kaget


“Eeeeh,, Laila paling cantik ada disini !” ucap Laila juga terbangun


“Ada apa ?” gumam Kila yang juga terbangun karena tangan Nia yang menggengam tangannya dengan kuat


“Eeh, pada tidur ya. Hehehe, maap ya” ucap lelaki itu sambil menggaruk kepalanya


“Om kenapa kesini ?” tanya Aldo juga terbangun karena ribut


“Apa benar bos Kivanc terluka ? katanya dibawa kerumah sakit ?” ucap Anton mencari-cari keberadaan Kivanc


“Abang tidur bareng Aldo, tuh !” tunjuk Kila namun sosok yang ditunjuk tidak ada


“Eeeeh, kok tidak ada” ucap Anton dengan kepalanya yang menengok mengiri telunjuk Kila


“Kemana mereka ? kak Ay juga tidak ada” ucap Kila lagi


“Mereka ada diruangan depan memanggil Om dan Tante” ucap Aldo memberitahu tujuan mereka sebelum dirinya terlalp tadi


“Tidak ada, saat om masuk tidak ada orang disana” ucap Anton


“Lalu kemana mereka ? ayo kita cari !” ucap Anton segera membimbing pencarian


“Apa benar tidak ada ?” tanya Anton dengan panik


“Tidak ada, dikamar mandi dan dikolong ranjang juga tidak ada” ucap bi Ira setelah selesai memeriksa


“Lapor, dilorong rumah sakit dan kursi depan juga tidak ada” ucap Laila yang sudah kembali memeriksa diluar


“Tapi…” Laial meneruskan ucapannya namun sambil berpikir


“Tapi apa la ?” tanya Anton


“Eh tidak deh pak, tidak jadi” ucap Laila ragu


“Aih, kemana mereka. Aku akan melapor dengan bos dulu” ucap Anton segera mengeluarkan poselnya dan membuat laporan


“Aku akan segera kembali, kalian terus cari !” sahut Derya saat mendengar laporan Anton


“Huuf,,, ayo kita cari lagi !” ucap Anton setelah mematikan telephone


“Ceklek !” terdengar pintu depan dibuka


“Bos ? cepat sekali, apa dia Flash” gumam Anton segera kedepan menjemput bosnya


“Bos anda iiii… iih kenapa kalian sih !” ucapan Anton kesal melihat siapa yang baru saja masuk


.


.


.


See you next episode 😉~~~


Jangan lupa like dan komen ya ✨✨✨

__ADS_1


__ADS_2