I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 139


__ADS_3

"Tok,tok,tok…” Seseorang dengan sopan mengetuk pintu


“Bundaaa, apa adik Aydin sudah ada ?” teriak anak mochi ketika pintu baru di buka oleh Derya


“Assalamu’alaikum kakak ipar, ka Naya…” sapa Sarah yang menemani Aydin


“Assalamu’alaikum” ucap mereka yang ada dibelakang Sarah


Ternyata bukan hanya ada Sarah dan Aydin, tetapi juga ada ibunya Naya dan Dinda.


“Wa’alaikumsalam” jawab Derya dan Naya


“Bunda...” Aydin berlari kencang menuju kasur Naya


“Sayang, pelan-pe…” ucap Naya memperingati Aydin namun bekum selesai ucapanya hal yang tidak di inginkan terjadi


“Bukh ! Aduuuh sakit” ucap Aydin mengusap bokongnya yang mencium lantai


“Aydin tidak apa-apa sayang ?” Tanya Naya langsung ingin turun dari ranjang menggendong Aydin


“Stop ! Bunda jangan turun, biar Ayah saja yang menggendong Aydin” ucap Derya langsung dengan sigap menggendong Aydin


“Kenapa jadi bisa jatuh hm ?” Tanya Derya yang tidak melihat Aydin jatuh karena tadi dirinya fokus menyambut ibu mertuanya


“Hehe, maaf Ayah. Tadi Aydin larinya terlalu kencang sehingga tidak sempat lagi menginjak rem jadinya menabrak ranjang Bunda” ucap Aydin sambil tersenyum menunjukkan gigi susunya


“Kayak mobil aja bos, pakai nginjek rem segala…” sahut seseorang dari pintu masuk


“Astagfirullah, gendorowo” kata Sarah kaget


“Waah, indogo ya kamu rah ?” Tanya Anton yang datang dengan keresek berisi rujak


“Indigo ? Sarah cuma tau indihome om, nama wifi di apartemenkan ?” kata Sarah bengong


“Iya, kamu tu wifi tapi yang paling lelet !” ucap Anton kesal


“Ish… om mah ngatain mulu kayak anak sd !” ucap Sarah cemberut


“Hadeh, susah ngadepin abg labil gini” kata Anton berlalu untuk menyerahkan rujak kepada baginda raja


“Bos, ini rujaknya” kata Anton


“Hm” sahut Derya sambil mengambil kresek yang ada di tangan Anton


“Buat kanjeng ratu kan bos ?” Tanya Anton menatap Derya yang dengan tidak sabar membuka bungkusan rujak


“Bunda mau ?” kata Derya menawarkan rujak pada Naya

__ADS_1


“Tidak mas, Naya lagi tidak ingin makan rujak” kata Naya


“Oh, ya sudah” kata Derya langsung melahap rujak sendirian


“Bos ? andakan tidak pernah makan rujak ?” kata Anton bingung sambil ngilu sendiri karena Derya dengan santainya memakan manga muda yang ada didalam rujak


“Oh, ya sekarang saya lagi makan rujak nih !” kata Derya dengan mulut penuh rujak


“Ssshhhttt… Ton beliin cendol yang ada di depan rumah sakit dong. Beli dua ya !” kata Derya yang kepedesan setelah menghabiskan satu bungkus rujak, kini dirinya lanjut memakan bungkusan kedua


“Ayah, apa rujak itu enak ? Aydin mau semangkanya boleh ?” kata Aydin yang ingin memakan semangka yang ada didalam rujak


“Ini bekas Ayah, Aydin beli saja yang baru ya. Itu nitip sama om Anton !” kata Derya menunjuk Anton dengan dagunya


“Aydin ingin mencoba sedikit bolehkan ?” Tanya Aydin sambil tangannya bergerak ingin mengambil semangka, namun Derya malah menjauhkan rujak tersebut dari Aydin


“Mas ?” kata Naya sambil menatap Derya bingung, karena sebab perkara semangka saja dia sangat pelit dengan anak sendiri


“Hm, ya sudah. Satu potong saja ya !” kata Derya yang terpaksa memberikan potongan semangka pada Aydin karena ada mertua dan adik iparnya disitu


“Terimakasih Ayah” kata Aydin langsung memasukkan semangka kedalam mulutnya


“Hm, enak Yah manisss” Kata Aydin memberi komentar


“Kok Bunda jadi pengen makan semangka ya” kata Naya tiba-tiba


“Yaaah, semangkanya sudah habis Bunda” kata Aydin kecewa melihat wadah rujak sudah kosong


“Em, Naya ingin beli dipasar bu. Tapi sama Mas Derya saja, hehehe” kata Naya sambil menatap Derya


“Hm, baiklah kalau keinginan cucu nenek yang disini memang begitu” kata ibu Naya tersenyum hangat sambil mengelus perut Naya. Nampak semburat bahagia diwajah ibu Naya menanti kehadiran cucunya...


“Bunda, apa adik sekarang sudah mendengar Aydin ?” bisik Aydin di perut Naya


“Hehehe, geli sayang…” kata Naya


“Ton, belum berangkat juga beli cendol ?” Tanya Derya menatap Anton yang masih disana


“Tau nih, dasar om lemot !” kata Sarah mengejek


“Siap bos” kata Anton yang baru teringat keinginan bosnya tadi


“Awas kau ya !” ancam Anton ketika lewat didepan Sarah


“Wlekkk…” Sarah mengejek menjulurkan lidahnya


Yang melihat kelakuan mereka berdua hanya tersneyum kikuk, karena hanya Anton yang bisa nyambung ketika bercanda dengan Sarah. Setelah Anton pamit membelikan cendol untuk anggota kerajaan, mereka kembali fokus pada bumil baru yang dilengketi anak mochi.

__ADS_1


“Bunda, Aydin mau lihat adik boleh ?” Tanya Aydin


“Boleh dong sayang, yuk sekarang kita ke bagian obygn buat lihat adik Aydin” kata Naya


“Bunda tunggu disini dulu, biar Ayah daftar dulu dan bawa kursi roda kesini. Bu, titip Naya sebentar ya” kata Derya sopan


“Iya Nak Derya” sahut ibu Naya, setelah itu Deryapun segera keluar ruangan


“Bunda, kemana Ayah pergi ? kenapa Bunda harus pakai kursi roda ? dan juga kenapa tangan Bunda ada selangnya ?” Tanya Aydin yang mengajukan banyak pertanyaan


“Hehehe, Bunda bingung nih harus jawab yang mana dulu ?”Kata Naya bercanda


“Hehe, maaf Bunda. Em, Ayah kemana Bunda ?” Tanya Aydin mengulang pertanyaan


“Ayah Aydin mau mendaftarkan Bunda dulu agar kita bisa melihat adik Aydin nanti” jawab Naya


“Oooh, bagaimana caranya Bunda ?” Tanya Adyin yang tertarik dengan dunia kedokteran


“Hm, nanti Aydin bisa lihat adik Aydin yang didalam perut Bunda di layar, nanti Aydin lihat saja ya sayang Bunda juga bingung menjelaskannya” kata Naya yang awam dengan dunia kedokteran


“Baik Bunda, lalu kenapa Bunda pakai kursi roda ?” kata Aydin meneruskan pertanyaanya


“Kenapa tangan Bunda ada selangnya ?” Tanya anak mochi lagi setelah merasa cukup puas dengan jawaban Naya sebelumnya. (Hm, ternyata jadi ibu itu susah ya guys, harus siap ngejawab setiap pertanyaan tiap hari, beda dengan di sekolah yang jawab pertanyaan kalo lagi latihan atau ulangan aja…)


“Oh ya aunty Sarah, Aydin mau nanya boleh ?” kata Aydin yang beralih menatap Sarah


“Aduh, Aunty belum belajar Aydin. Hehe, nanti aja ya nanyanya” kata Sarah yang gugup jika diberi pertanyaan yang susah oleh Aydin


“Hm, kenapa harus belajar dulu aunty ? kan Adyin hanya ingin bertanya kenapa Aunty dan om Anton selalu bertengkar ? kata ibu guru kita itu tidak boleh bertengkar dan saling mengejek” kata Aydin


“Eh, anu, gini ponakan aunty yang ganteng. Aunty sama om Anton gak berantem kok. Kami cuma bercanda” kata Sarah menjelaskan


“Oooh, kalau begitu aunty tidak marah jika dipanggil siput lemot sama om Anton ya ? lemot itu apa aunty ?” Tanya Aydin lagi


“Damn ! ayolah otak cepat berpikir ! susun kata-katamu dengan cepat” batin Sarah dia tidak ingin ponakannya ini menganggap dirinya bodoh karena tidak bisa menjawab


“Emmmm,,, lemot itu artinya… mikirnya lama” jawab Sarah sambil berpikir


“Oh… Adyin mengerti, seperti Aunty tadi kan ?” kata Aydin


“Nah iya benar, tadi aunty menjelaskan sambil mencontohkan” kata Sarah mencari pembenaran


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉 ~~~


Waduuh, kalau ketemu anak mochi auto harus siap² jawab pertanyaan nih guys. mesti belajar dulu nih author, takut anak mochi bertanya pada author nih nanti 😁😁😁


__ADS_2