I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Detektif Beraksi !


__ADS_3

"Haaih, de Ila kemana cih cebenalnya Unda dan Ayah” ucap Kivanc sudah tersandar didinding rumah sakit


“Abang kenapa tidak tanya saja dengan bi Lastri ?” ucap Kila juga ikut bersandar karena sudah lelah berkeliling


“Bi Laci pasti tidak akan beli tahu kita. Ipan idak cuka bi Laci cekalang, kalena belbohong” ucap Kivanc mengegembungkan pipinya


“Hm…Oh ya, Abang selalu bawa foto Bundakan ?” tanya Kila teringat sesuatu


“Foto Unda ? ada didalan otak pencil Ipan ! untuk apa de Ila ?” tanya Kivan bingung, pasalnya anak itik ini membawanya sebagai aljimat agar sellau bersemangat ketika belajar disekolah, ketika melihat foto itu Kivanc selalu mengingat pesan Bundanya untuk belajar dengan rajin dan patuhi ucapan ibu guru karena guru adalah orangtua kedua mereka saat disekolah


“Kila punya ide, mari kita tanya ke suster yang kita temui sambil menunjukkan foto Bunda” ucap Kila menemukan ide cemerlang


“Ah iya benal juga, kita beltanya apa kenal Unda Naya dan Ayah Delya meleka celalu bilang idak tau. Apa ayah tidak telkenal dilumah cakit ini ? kata Ayah cemua olang pasti mengenal ayah” ucap Kivanc cemberut karena merasa terbohongi oleh Derya


“Jangan mengeluh bang ! jika terus mengeluh kita tidak akan segera menemukan Bunda, ayo cari mana foto Bunda ?” ucap Kila


“Ay iya, cepeltinya kotak pencil Ipan ada dicini” ucap Kivanc membuka tasnya, mereka berduapun berjongkok dan menggali tas Kivanc


“Yeaay, ini dia !!!” ucap Kivanc segera bangkit dari jongkoknya dan melompat-lompat senang karena telah menemukan foto yang mereka cari


“Adek tolong jangan berisik ya !” tegur seorang suster yang didekat mereka


“Ah maap ante custel” ucap Kivanc segera mentup mulutnya


“Ya…” ucap sang suster kemudian berlalu


“Ante, ante tunggu !!!” teriak Kivanc lagi padahal tadi sudah ditegur


“Disini banyak orang sakit yang sedang berobat, adek jangan menganggu mereka istirahat ya De” kata sang suster kembali menegur


“Baik ante custel. Tapi ante custel Ipan ingin beltanya boleh ?” tanya Kivanc dengan gaya imutnya


“Boleh, adik mau tanya apa hm ?” tanya sang suster membungkuk mensejajari Kivanc


“Apa ante lihat Unda Ipan di foto ini ?” tanya Kivanc sambil menunjukkann foto Naya ditangannya


“Maaf dek, saya tidak pernah melihat wanita difoto ini. Kalian tau nama wanita ini ?” tanya sang suster


“Hm, Foto ini adalah Unda Naya, dia Unda Ipan, de Ila dan kak Ay” ucap Kivanc menjelaskan setelah mengangguk pasti


“Kalian terpisah dengan Bunda dan tersesat dirumah sakit ini karena mencari mereka ?” tanya sang suuster iba


“Hm, benal. Unda Naya dan Ayah Delya idak ada diluangan Kak Ay. Jadi kami mencali meleka ante custel” ucap Kivanc kembali mengangguk

__ADS_1


“Kalian bisa menanyakannya kemeja informasi atau bisa membuat pengunguman agar kalian segera bertemu. Mari saya antar kesana” ucap sang suster merasa tidak tega meninggalkan anak kembar yang menggemaskan ini


“Telimakacih ante custel” ucap Kivanc segera memegang tangan sang suster


“Eh ! hahaha. Baiklah, mari kita pergi” ucap sang suster kaget ketika Kivanc segera menggengam tangannya


“Let go !” ucap Kivanc yang selalu bersemangat itu


Merekapun berjalan sampai dimeja informasi, sang suster segera menanyakan mengani foto yang ditunjukkan oleh Kivanc namun mereka juga tidak melihatnya


“Maaf saya baru saja berganti shift dengan teman saya tadi, jadi tidak melihat wanita ini. Kalau boleh tau apa adek mengetahui nama lengkap Bundanya ?” tanya wanita muda yang bertugsa dimeja informasi itu


“Hm,, ipan,,, ipan cepeltinya ingat nama Unda…” ucap Kivanc sambil berfikir keras


“Siapa dek ? biar saya input dan tanyakan pada petugas admiistrasi jika kakak kalian dirawat disini pasti keterangan orang tua pasien juga ada” ucap sang petugas


“Tunggu cebental ante ! Ipan cedang belpikil” ucap Kivanc meletakkan kedua teluncuknya dipelipis kepalanya


“Nama Unda itu,,, Nayaa,, Nayyalaa,, hm,,,, Nayyala Calma !” ucap Kivanc berhasil mengingat


“Nayyala Calma” ucap sang suster mengetik nama tersebut kekomputer


“Bukan tante, maksud abang itu nama Bunda Nayyara Salma” ucap Kila meluruskan


“Oooh, Nayyara Salma. Kalau nama Ayah kalian apa tau ?” tanya sang petugas itu lagi


“Baik dek, tunggu sebentar ya saya hubungi bagian administrasi” ucap petugas tersebut mengambil ganggang telephone dan mulai berbicara


“Baik, ya,,, Terimakasih” ucap petugas mengakhiri telphonenya


“Ny. Naya dan Tuan Derya sedang didalam ruangan operasi saat ini. Ada diruang 3 operasi” ucap sang petugas segera membritahu informasi yang dia dapat


“Opelaci ? apa itu opelaci ?” tanya Kivanc pada sang suster yang masih saja dia genggam tangannya


“Operasi apa ya kalau boleh tau ?” tanya sang suster pada petugas


“Entahlah, saya hanya diberi informasi itu dan tidak detail sus” ucapnya


“Hm, baiklah. Terimakasih ya” ucap sang suster tersenyum ramah


“Ante custel, opelaci itu apa ?” tanya Kivanc sambil mengoyang-goyangkan tangan sang suster


“Operasi itu adalah tindakan besar yang dilakukan untuk mengangkat penyakit didalam tubuh” jelas sang suster

__ADS_1


“Penyakit ? Apa Unda cakit de Ila ?” tanya Kivanc menatap Kila


“Entahlah, tapi adik bayi ada diperut Bunda. Jika Bunda sakit berarti adik bayi juga sakit” ucap Kila


“Ah, iya adik ayi… Ayo kita temui Unda !” ucap Kivanc segera menarik sang suster dan Kila disisi sebelahnya


🍃🍃🍃


Sebenarnya, beberapa puluh menit sebelum double K sampai dirumah sakit terjadi sesuatu yang sangat mencemaskan pada diri Naya


“Mas, anak-anak ?” tanya Naya karena dia melihat Anton dan bi Ira yang dibawa masuk kerumah sakit, saat itu dirinya sedang ada dimeja administrasi mengurus pendaftaran Aydin


“Ton ! apa yang terjadi ?” tanya Derya yang mendekat kebrangkar Anton yang didorong petugas


“Maaf, maaf bos. Saat dijalan kami mengalami kecelakaan !” ucap Anton merasa sangat bersalah


“DEG !” sebuah hantaman yang sangat besar menerjang dada Naya


“Bagaimana bisa ? mana anak-anakku ?” tanya Derya panic sambil mengguncang bahu Anton


“Akkhhh,,, bos,,, tenang dulu, shhht…” ucap Anton menahan sakit karena lehernya juga ikut terguncang


“Pak, mohon tenang ! pasien mengalami retak dibagian leher. Kami akan segera melakukan penanganan, tolong kerjasamanya pak !” ucap perawat menghalangi Derya untuk melampiaskan kekhawatirannya


“Dimana anak saya ? Kivanc Kila dimana mereka ?” tanya Derya pada Anton, namun Anton sudah dibawa pergi


“Bi,,, bi Ira…” ucap Naya lemah melihat asisten rumah tangga yang sudah dianggap seperti bibinya itu tak sadarkan diri dengan sedikit lebam didahinya


“Mas, akh !!! perut Naya” ucap Naya tiba-tiba kesakitan diperutnya


“Sayang kamu kenapa ? sayang !!!” ucap Derya segera memeluk Naya


“Perut Naya mas” ucap Naya yang merasakan sakit yang mencekam diperutnya


“Cebong, mohonlah bekerjasama dengan Bundamu ! jangan membuatnya kesakitan” ucap Derya sambil mengelus perut Naya


“Akkh,,, mas…” ucap Naya meringis karena saking sakitnya


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak ✨✨✨


__ADS_2