I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 126


__ADS_3

Hari berganti dengan begitu cepat. Ruangan yang dihiasi dengan bunga bernuansa putih, menggambarkan ikatan nan suci akan segera terlaksana disini. Para tamu juga sudah berdatangan, banyak dari mereka yang memuji nuansa yang nampak elegan dan mewah ini namun tetap terlihat sederhana. Orang-orang terdekat hadir untuk memberikan do’a kepada mempelai yang akan melangsungkan ijab kabul hari ini, beberapa kolega bisnis juga berhadir sebagai pemberitahuan kepada mereka bahwa seseorang akan memperbaharui statusnya segera.


Hari bahagia ini membuat hati seorang pria yang akan mengakhiri masa dudanya sangat bersemangat. Sedangkan seorang wanita yang akan mengakhiri masa lajangnya sedikit gugup karena moment ini adalah hal yang pertama dan insyaAllah menjadi terkahir dalam hidupnya. Saat ini dirinya sedang bersama adik-adik dan teman-temannya didalam ruang make up dilantai dua


“Ciee, ya tinggal beberapa menit lagi sah nih ye…” goda ka Tina


“Alhamdulillah, Ka Tina kapan nyusul ?” Tanya Naya menjawab dengan senyuman


“Hehe, adalah Nay entar pasti dikasih kok undangannya. Gak mungkin aku gak ngundang kamu, kamu kan berjasa banget dalam hubungan kami” ucap Ka Tina menjadi malu-malu


“Waaah, berarti aku bakalan kondangan lagi dong nih” ucap indah yang merupakan teman dekat Naya di kampus


“Hehehe, tungguin aja ya” ucap Tina


“Siap kak, sering-seringlah ya ada acara gini biar mahasiswa bisa perbaikan gizi terus. Minimal seminggu sekali lah” ucap Indah bersemangat karena dirinya akan makan enak setiap minggu


“Yeee, itu mah maunya kamu ndah. Itu tuh kalau ada orang hajatan kamu langsung aja singgah, Biar jadi tamu tak di undang dan pulang tak diantar. Hahaha…” ucap ka Tina mencairkan suasana


“Ya kalau bisa sih maunya indah gitu, tapi kalau gak ada undangan mah gak bisa masuk kak. Apalah daya tangan tak sampai” ucap Indah pura-pura sedih


“Waaah, parah temen kamu Nay” ucap ka Tina kemudian menatap Naya


“Nay, jangan gugup gitu atuh” ucap Indah saat melihat Naya yang menatap layar televisi menampilkan kondisi di meja ijab kabul


“Tuh liat tuh, si bos ganteng kamu terlihat bersemangat banget dengan senyum lebar gitu. Biasanya tidak pernah tu aku liat itu wajah senyum, apalagi pas ngehampirin kamu yang ngasih surat ke Andre kemaren. Beeeh, beda banget Nay” komentar ka Tina


“Yang disebelahnya juga ganteng” komentar Sarah


“Yang mana Sarah ? itu yang nyenggol-nyenggol suaminya Naya itu ya ?” ucap Tina


“Iya kak” jawab Sarah tanpa berpikir


“Cie,,, itu Nay adik kamu udah naksir sama cowo tuh. Harus ekstrak dijaga masih kecil juga Nay” ucap Tina lagi


“Eh, anu bukan kak. Mana ada Sarah suka sama om-om begitu. Kan sarah cuma memuji saja” ucap Sarah yang merasa bahwa pujian itu bukanlah apa-apa


“Ya, kalau cewe muji cowo itu udah tanda-tanda Sarah. Itu bukannya sekretaris suami kamu ya Nay ?” Tanya Indah ikut memperhatikan mereka dari layar


“Masih calon suami kak, kan masih belum sah” ucap Naya memprotes karena dari tadi mereka terus saja menyebutkan bahwa Derya adalah suaminya, dia masih belum terbiasa mendengar sebutan itu


“Ish, kan tinggal beberapa menit lagi juga sah Nay. Nah itu pembawa acara udah mulai tuh “ ucap Tina yang menjadi sangat antusias


“kok aku deg-degan ya ! takut Pak Derya salah sebut nama jadi nama aku” ucap Indah bercanda karena Naya terlihat semakin gugup


“Yeee, si Indah mah. jangan nikung pas waktu nikahan ndah , kena bacok kamu !” ucap ka Tina menyenggol bahu Indah


“Hehehe, becanda kak. Tapi gak mungkin salah sebut sih, Orang pas observasi kemaren nama Naya mulu yang dipanggil udah hafal di luar kepala itu namanya si Naya” ucap Indah menyenggol bahu Naya yang gugup


“Iya Nay, gak mungkinlah si bos yang sering ngomong depan orang banyak salah sebut. Pasti lancar tuh ngucap ijabnya” ucap Tina memeluk menenangkan Naya


“Laaah, itu siapa yang lari-lari Nay ?” Tanya Indah karena fokusnya teralihkan pada seseorang yang berlari

__ADS_1


“itu bukannya Aydin ya ?” Tanya Tina menatap Naya


“Iya kak itu Aydin dan kenapa Anton malah mengejarnya ?” Tanya Naya juga bingung


“Mungkin lagi main kejar-kejaran kak” sahut Sarah dengan polosnya


“Ya kali Sarah, ini lagi nikahan malah main kejar-kejaran. Bocil banget dong tuh jiwa si Asisten itu” ucap ka Tina


“Iya itu om memang bocil kak. Masih labil gitu !” jawab Sarah


“Nah Nay, ini nih tanda-tanda lo bakalan punya adik ipar” ucap ka Tina lagi


“Entar aja lah kak. Itu si Dinda aja yang udah agak besaran belum jadi memanantu, jadi si Sarah gak bisa ngelangkahin kakakya dulu ya !” ucap Naya menatap Sarah


“Apaan sih kak ? Sarah juga gak mau kali nikah duluan dari pada kak Dinda” jawab Sarah


“Nah itu anak lo kemana Nay ? kok ngilang ?” Tanya Indah yang sejak tadi masih memperhatikan layar


“Bundaaaaa, Bunda dimana ? ini Aydin…” teriak seseorang dari luar


“Nah itu suara Aydin Nay, kayaknya diluar deh nyariin kamu” ucap ka Tina


“Iya kak, aku buka in pintu dulu ya” kata Naya ingin berdiri


“Eits, Kanjeng ratu hari ini duduk aja ya disana. Biar kami para dayang yang akan melayani ratu sehari ini” ucap ka Tina langsung menahan Naya untuk berdiri


“Ndah, buka in pintu” kata Ka Tina menyuruh Indah


“Hehehe….” Ka Tina hanya merspon dengan tertawa


“Bundaaa…Aydin mau sama Bunda boleh ?” Tanya anak mochi menyembulkan kepalanya dari balik pintu


“Boleh dong sayang, sini kemari dekat Bunda” ucap Naya sambil merentangkan kedua tangannya


“Terimakasih Bunda” ucap Aydin langsung berlari menghampiri Naya


“Huuuuh, akhirnya tu bocah tuyul kekejar juga” ucap Anton yang berdiri di depan pintu


“Ngapain disini ? mau ngintip Sarah ya !” ucap Indah langsung menutup setengah pintu


“Ngapain nyari bocah lemot itu. Aku nyari si Aydin ada di dalam kan ?” Tanya Anton


“Iya, dia sudah sama Naya” jawab Indah


“Oh, baguslah. Tolong jagain ya tu bocah, gue pergi. By…” ucap Anton langsung berlalu begitu saja


“Eh, bukannya ngejar Aydin buat dijagain ya ? kenapa malah dilempar dan nyuruh orang yang menjaga ?” gumam Indah kebingungan sambil menutup pintu, kemudian dia berjalan mendekati Naya


“Nay, itu udah mau mulai ngucap ijab kabulnya !” kata Indah sambil menunjuk dilayar


“Waaah, ternyata Ayah Aydin masuk tv ya Bunda ?” tanya Aydin yang kagum melihat ada wajah Ayahnya dilayar televisi

__ADS_1


“Aydin juga mau masuk tv boleh Bunda ?” Tanya Aydin yang malah mendekat layar televisi dan menepelkan pipinya di layar agar bisa masuk ke dalam tv


“Lah, kenapa tu si Aydin ?” Tanya ka Tina bingung


“Sayang, Aydin bisa kok masuk tv tapi bukan begitu caranya. Nanti bunda tunjukkan ya sekarang Aydin duduk disini dulu” ucap Naya menepuk kursi disampingnya


“Baik Bunda” jawab Aydin patuh


“Bismilahirrahmannirrahim….” Ucap pak penghulu mulai menjabat tangan Derya dan mulai mengucapkan ijab


“Nay, kok aku yang gugup ya !” ucap ka Tina sambil menggengam tangan Naya


“Sama kak, aku juga…” ucap Indah juga ikut-ikutan memegang tangan Naya


Naya sebenarnya juga gugup. Namun, dirinya diam sambil berdo’a untuk diberikan kelancaraan dalam lisan calon suaminya untuk mengucapkan lafal kabul dan agar acara hari ini berjalan dengan lancar


“Saya terima nikah dan kawinnya Nayyara Salma binti Wawan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang 1.000 dollar dibayar tunai” ucap Derya dengan sekali tarikan nafas


“Bagaimana saksi ? Sah ? “ Tanya penghulu


“Saaaaaaah….” Jawab para saksi


“Alhamdulillah…” ucap semua orang


“Alhamdulillah” batin Naya merasa senang sekaligus lega karena Derya melafalkan kabul dengan lancar


Pembawa acarpun meminta untuk mempelai wanita turun, dengan sigap Tina dan Indah membimbing Naya untuk turun. Ada Sarah dan Dinda yang membantu mengangkat gaun dibelakang serta anak mochi yang memimpin jalan didepan…


Derya yang menanti turunnya kanjeng ratu dari kayangan terseyum dengan bahagia, dia sudah tidak sabar untuk memasangkan cincing pernikahan dan menanda tangani buku nikah mereka. Kini Naya sudah duduk disamping Derya, Derya selalu saya mencuri pandang pada Naya yang duduk disampingnya sedangkan Naya masih menunduk malu.


“Udah bos, kalau mau mandang dipandang aja. Orang udah sah kok !” ucap Anton yang ada dibelakang Derya


“Silahakan tanda tangani buku nikahnya dulu, kemudian kalian bisa saling bertukar cincin” ucap pak penghulu smabil menyerahkan buku nikah mereka berdua


Setelah tanda tangan dan saling bertukar cincin, Nayapun mencium tangan suaminya dan Derya memegang kepala Naya sambil mengucapkan do’a. Setelah itu Derya mencium dahi Naya dengan penuh kasih sayang.


Akhirnya kini sentuhan mereka akan menjadi pahala dan kemesraan mereka akan menjadi kunci keharmonisan mereka. Photografer dengan sigap mengabadikan semua moment.


“Mohon maaf itu yang dibelakang mempelai bisa bergeser kesamping lagi tidak ? anda masuk dalam frame foto pak “ kata photographer menegur Anton yang sengaja masuk dalam frame foto sambil bergaya


“Oh, sayakan juga mau difoto” kata Anton membela diri


“Sini om, makanya nikah kalau mau difoto juga !” kata Sarah sambil menarik jas Anton agar tidak masuk kedalam foto


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Akhirnya nikahan juga 🤭🤭🤭 H-1 lebaran, bisa nih ya kue lebarannya tolong di taruh di catering buat jadi kudapan 😁


__ADS_2