
"Ngiung,,,ngiung,,,ngiung,,," Alaram peringatan berbunyi dalam pikiran Naya
“Akhh,,, “ teriak Derya tertahan
“Kamu ada masalah apa dengan saya hah ? kenapa menjatuhkannya ke kaki saya. Itu berat dan sakit jika terjatuh mengenai kaki” kata Derya kesal karena keranjang besi yang terjatuh itu menyakiti kakinya yang berharga
“Astagfirullah, maaf bos sengaja. Eh tidak sengaja maksud saya, Saya tadi terlalu focus memilih baju sehingga sangat kaget” Kata Naya meminta maaf
"Kamu...." kekesalan Derya sudah tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata
“Sudahlah, dimana Aydin ?” tanya Derya setelah keranjang tersebut diangkat Naya dari kakinya
“Itu ada disana “ jawab Naya sambil menoleh melihat keberadaan Aydin
“Dimana ?” tanya Derya lagi
“Sebelum keranjang jatuh, Aydin ada disana bos. Mata saya masih dapat melihat dengan jelas” kata Naya meyakinkan sang bos
“Tapi sekarang dia tidak ada disana !!! “ kata Derya sambil menahan kesalnya karena saat ini mereka sedang berada ditempat umum
“Ya tadi ada disana bos,,,” jawab Naya
“Jika ada apa-apa dengan anak saya awas ya kamu !” ancam Derya
“Buuuu….” Sebuah tangan kecil memegang tangan mereka berdua
“Ayah,,, Bunda,,, Aydin ada disini… hehe” kata Aydin yang ternyata sejak tadi bersembunyi di antara gantungan baju
“Humff,,, sayang kamu membuat Bunda khwatir saja…” kata Naya menghembuskan nafas lega
“Hem, maaf Bunda” kata Aydin
“Jangan diulangi” Kata Derya singkat
“Siap komandan….” Jawab Aydin sambil memberi hormat kepad Ayahnya
“Hm,,,” sahut Derya
“Ayah, apa ini sudah cukup ? Aydin ingin segera bertemu dengan teman-teman Aydin …” kata Aydin sambil menunjuk dua buah keranjang penuh pakaian
“Ya, sudah cukup. Ayo Aydin ikuti Ayah…” jawab Derya sambil mengambil dua keranjang tersebut
“Kamu bawa keranjang yang ada dikursi tadi !” perintah Derya ke Naya
“Siap bos,,,” ucap Naya lalu segera mengambil keranjang pertama mereka
“ini bos…” Kata Naya smabil menyerahkan keranjang
“Ya, letakkan saja diatas meja ini” jawab Derya
“Totalkan semuanya kemudian buat menjadi 30 bungkus. Samakan semua ukuran pakaiannya dalam setiap satu bungkus…” jawab Derya
“Baik, mohon tunggu sebentar Pak untuk transaksi pembayarannya” ucap kasir dengan ramah
Para pegawai toko dikerahkan semua untuk menggesek pas code yang ada dibaju, mereka bekerja cepat karena tidak ingin pelanggan VVIP ini menunggu lama
“Totalnya ada 113 juta rupiah Tuan” kata sang kasih setelah mentotalkan smeuanya
__ADS_1
“Ya ini…” Ucap Derya menyerahkan black cardnya
“What ? sekali belanja menghabiskan segitu besar uang… ckckck,,, dasar beruang kaya” batin Naya saat mendengar total belanja mereka
“Ini tuan kartu anda. Terimakasih sudah berbelanja di toko kami. Untuk bingkisannya mau dikirimkan kemana ya Tuan ?” tanya sang kasir
“Naya tuliskan alamatnya” kata Derya
“Baik bos,,,” jawab Naya cepat
“Pastikan sebelum jam dua siang barangnya sudah sampai dialamat tersebut…” kata Derya kemudian pergi sambil menggandeng Aydin
“Hah ? jam dua bos ? kenapa tidak sekarang saja ?” tanya Naya sambil mengikuti langkah mereka
“Aydin harus makan dan tidur siang,,, kamu jangan merusak jadwal anak saya ya” kata Derya tidak suka
“Hehe… baik bos…” kata Naya yang dapat membaca ketidak sukaan itu
“Ayah, Aydin ingin membelikan mainan untuk mereka boleh ?” tanya Aydin yang ingat akan hadiah yang ingin dia berikan
“Setelah kita makan siang, waktu kamu hanya 30 menit untuk membeli mainan. Setelah itu kamu harus tidur siang” kata Derya secara rinci
“Baik yah…” jawab Aydin
“Bos, kalau begitu saya pulang dulu ya. Saya tidak ingin menganggu waktu makan siang anda” kata Naya karena dia yakin pasti Derya akan mengusirnya, sebelum itu terjadi lebih baik Naya pamit lebih dulu
“Siapa yang menyuruh kamu pulang. Kamu ikut kita makan siang ! setelah itu kamu bantu pilihkan mainan biar cepat selesai” kata Derya
“Hm,,, baik bos” jawab Naya
“Humfff,,, dikira tadi baik mau ngajak makan siang ternyata ada maunya…” batin Naya yang kesal setelah batinnya memuji selalu saja ada umpatan yang muncul dibelakangnya
“Bos, ini roti semua ya ? gak ada nasi gitu ?” tanya Naya
“Ada, Soganli tavuk (nasi kacang ayam)…” jawab Derya
“Nah saya pesankan itu saja ya Bos” kata Naya
“Hm,,,” sahut Derya
Sambil menunggu Naya bercana dengan anak mochi, mengenai apapun yang dilihat mereka. Aydin juga seringkali bertanya tentang hal baru yang dilihatnya, Naya dengan sabar menjelaskan. Selang beberapa waktu, makanan yang mereka pesanpun tiba…
“Selamat menikmati Tuan dan Nyonya…” kata pramusaji sambil meletakkan makanan di atas meja mereka
“Pesanan saya mana mbak ?” tanya Naya bingung karena nasi yang dia pesan belum ada
“Ini Nyonya, ada di belakang anda” sahut pramusaji
Nayapun menoleh kebelakang dan melihat sebuah penutup besar yang menyembunyikan seseuatu yang besar, ketika pramusaji membuka penutup makanan tersebut Naya begitu terkejut…
“HAH, sebesar ini ?” tanya Naya tidak percaya
“Iya nyonya, yang anda pesan tadikan untuk porsi makan bersama” kata Pramusaji sedikit bingung
“Bos ?” tanya Naya
“Ya, saya pesan nasi ini lagi dua buah. Tolong bungkuskan yang ini dan yang saya baru pesan tadi. Untuk wanita ini sajikan ukuran satu porsi saja” jelas Derya yang sedikit mengerjai Naya
__ADS_1
“Baik tuan…” jawab pramusaji kemudian berlalu
Dan tak lama kemudian makanan Nayapun datang, mereka makan dengan hening.
“Hm,,, apa bos tadi sedang mengerjai aku ya ? bisa-bisanya dia memesan untuk porsi makan bersama seperti itu, tapi jika aku disuruh makan sebanyak itu mungkin bisa tidak makan selama 3 hari… wkwk…” Batin Naya sambil membayangkan jika dirinya benar-benar melahap nasi kebuli dengan porsi sebesar itu
“Sudah jam 12.25 ayo kita berangkat membeli mainan. Sebelum jam satu Aydin harus ada dimobil dan tidur…” kata Derya yang teliti sekali dengan waktu
“Anu bos, tunggu… saya minum dulu bentar…” kata Naya minum dengan tergesak karena Derya sudha berdiri dan berjalan menjauh
“Cepat atau saya tinggalkan” kata Derya berbalik menatap Naya
“Ayo Bunda…” kata Aydin ingin menggandeng tangan Ayah dan Bundanya
“Ayo sayang…” kata Naya sambil menghampiri mereka
“Pilih saja, waktu kalian hanya 30 menit” kata Derya saat mereka berada di depan toko mainan
“Kayak main game aja si Bos, pakai waktu segala…. “ gumam Naya sambil berjalan mengambil keranjang
“Bunda… Aydin mau yang itu…” ucap Aydin yang menunjuk robot mainan yang tidak dapat dijangkaunya
“Iya sayang, tunggu sebentar ya…” ucap Naya sambil menghampiri Aydin
“Mau berapa sayang ?” tanya Naya
“Hm,,, teman Aydin yang laki-laki ada berapa Bunda ?” tanya Aydin
“Em,,, tunggu Bunda ingat-ingat dulu… kayaknya ada 12 orang sayang” kata Naya
“Oke Bunda, tolong ambilkan mainan robotnya 12 buah ya “ kata Aydin
“Hanya untuk mereka ? untuk Aydin tidak ?” tanya Naya
“Tidak usah Bunda, mainan Aydin ada kok didalam mobil. Nanti Aydin membawa mainan yang sudah aja saja” jelas Aydin
“Pintarnya anak Bunda… tulus dan tanpa pamrih membelikan hadiah untuk temannya… tetap jaga sikap yang seperti ini ya sayang…” kata Naya yang merasa bangga dengan sikap Aydin
“Hehehe,,, karena Aydin senang akan punya banyak teman Bunda…” kata Aydin tersipu karena dipuji
“Nah sekarang unutk anak perempuan Aydin ingin belikan mainan apa ?” tanya Naya
“Hm,,,, Aydin juga ingin membelikan mainan untuk teman pertama Aydin boleh Bunda ?” tanya Aydin
“Siapa sayang ? “ tanya Naya
.
.
.
.
.
See you next episode 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣