
"Aydin ?” panggil Naya memberanikan diri
“Taaak,,,taaak,,,taaak,,,” langkah kaki mereka semakin mendekat
“Hehe, selamat sore kanjeng ratu” ucap Anton langsung bangkit dari jongkoknya
“Astagfiullah, cicak nempel ternyata” ucap Naya kaget
“Hiks,,,hiks,,, Bunda,,,” tangisan itu terdengar lagi
"Aydin ?” ucap Naya yang meyakini dengan sangat bahwa itu adalah anak mochi
“Sayang jangan lari-lari, awas perut kamu” ucap Derya mengingatkan Naya yang tergesak-gesak saat mendengar tangisan Aydin dari balik meja
“Sayang, kenapa dengan Aydin ?” ucap Naya langsung memeluk Aydin
“Hikss,,, sakit bunda,,, kepala Aydin kepentok meja” ucapnya sambil menunjukkannya kepada Naya
“Sini Bunda lihat sayang” ucap Naya memperhatikan kepala Naya
“Ternyata ada benjol sayang, kita kekamar Bunda ya biar Bunda obtain” ucap Naya bangkit dan menggandeng Aydin
“Mas, ayo !” ucap Naya juga mengajak Derya
“Mas disini dulu sayang, ada yang ingin dibicarakan dengan Anton” ucap Derya menatap tajam Anton
“Oh iya, apa kalian hanya berdua datang kesini ton ?” Tanya Naya yang teringat ada Anton disana
“Kami kesini juga dengan Sarah kanjeng ratu. Dia lagi di toilet sekarang” jelas Anton
“Oh, kalian langsung saja kedapur untuk makan ya. Seperti masih ada barbeque kita tad, terimakasih sudah membawa Aydin kesini” ucap Naya, setelah mendapat anggukan dari Anton Nayapun berjalan menuju kamarnya.
“Syukur Alhamdulillah ya Allah, punya majikan sebaik kanjeng ratu. Tapi majikan yang lain malah garang macam singa” batin Anton antara lega dan sesak
“Kenapa kemari ?” Tanya Derya dengan dingin
__ADS_1
“Em anu bos, Aydin merengek ingin menyusul kalian” ucap Anton apa adanya
“kenapa bisa sampai kesini ? jika kamu kecohdan benar-benar tidak berniat kesini kamu tidak akan sampai” ucap Derya lagi
“Beaah, ini bos kayak gak kenal sama anak sendiri aja !” batin Anton kesal
“Anu bos, Aydin mengetahui lokasi villa ini jadinya dia tidak bisa dikecoh” ucap Anton menahan emosi
“Kenapa bisa begitu ?” Tanya Derya ingin tahu
“Siapa suruh nyetak anak bagus banget, makanya rasakan akibatnya. Jadinya gak bisa hanoymoon lama-lama kan !” batin Anton lagi
“Em, bos kecil menghubungi Kanjeng ratu dan kemudian dia melacaknya melalui gps sehingga mengetahui lokasi anda bos” jelas Anton
“Oh ! lain kali jangan pinjamkan Aydin handphone jika itu akan menganggu kami. Pikirlah kedepan sebelum bertindak” kata Derya kemudian berlalu menyusul Naya
“Oh !” ucap Anton setelah Derya pergi
“Pikir kedepan sebelum bertindak ! si Bos gak tau aja, gimana susahnya mengelabui itu anak. Haishh…” gerutu Anton
“Rah, nanti kita bikin anak jangan yang pinter-pinter banget kaya Aydin ya ! ribet kalau dia lebih pintar dari kita nanti” ucap Anton tiba-tiba membuat Sarah bingung
“Hah ? siapa yang bikin anak om ?” Tanya Sarah
“Kita. Mau makan gak ?” ucap Anton mengalihkan pembicaraan
“Mau om, Sarah juga laper nih. hehe…”kata Sarah
“Skuy !” ajak Anton sambil berjalan menuju meja makan
Diruangan yang berbeda, didalam kamar yang seharusnya menjadi kamar dua sejoli memadu kasih kini dihiasi dengan rengekan anak kecil didalamnya.
“Hiks, Bunda apa bisa langsung sembuh ?” ucap Aydin masih sesegukan
“Bunda coba cara tradisional dulu ya, digosok pakai rambut. Nanti kalau tidak mau kempes baru kita beli salep” ucap Naya sambil mengusapkan rambut Naya kebenjol di dahi Aydin
__ADS_1
“Kenapa jadi benjol ?” Tanya Derya yang masuk ke dalam kamar
“Ayah,,, Aydin kena meja karena sedang bermain kejar-kejaran dengan om Anton” jelas Aydin
“Hm. Lain kali jika bermain kejar-kejaran ditempat yang lapang, jangan ditempat yang banyak barangnya” nasehat Derya
“Baik Ayah…” jawab Aydin mendengarkan
“Apa sudah kempes benjolnya sayang ?” tanya Derya sambil mengusap rambut istrisnya yang tebal itu
“Sudah mulai kempes kok mas” ucap Naya tersenyum hangat
“Syukurlah” ucap Derya memeluk Naya
“Mala mini kita nginap disini saja ya” Ucap Derya
“Baiklah mas, Naya kedapur dulu mau masak untuk makan malam” ucap Naya ingin bangkit
“Tidak usah sayang, kita disini saya bersiap untuk shalat berjma’ah kemudain noton bersama. Anton dan sarah akan membuatkan makan malamnya” ucap Derya tersenyum
“Hah ? apa mereka mau mas” Tanya Naya
“Ya, untuk apalagi mereka datang kesini jika tidak membantu kita” ucap Derya
“Hm, baiklah mas. Kalau begitu Naya dan Aydin mandi dulu dan bersiap untuk shalat” ucap Naya
“Ya, mas kedapur bentar ya untuk memberitahu mereka” ucap Derya
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗