I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 62


__ADS_3

"Aydin,,, hiks,, Aydin ingin… humffttt” Suara Aydin terpotong karena tangan Naya menutup mulutnya


“Tidak apa Bu Rika, biasa anak kecil jika keinginanya tidak diikuti dia akan menangis. Kami hanya sedang memberi dia pemahaman” jawab Naya


“Wah ternyata benar ya, Naya ini istri mudanya bos ya ?” tanya Bu Rika dihadapan mereka


“Kamu jangan berbica sembarangan ya ! Gaji kamu saya potong 70% bualan ini. Awas saja jika kabar yang tidak-tidak tersebar dikantor kamu akan saya pecat dan mereka semua yang berbicara tentang itu akan saya potong 50% gaji mereka !” ucap Derya tegas


“Ba,,baik Bos…” ucap Bu Rika gugup menghadapi kemarahan Derya


“Haduuhh,, kenapa Bu Rika ada dimana-mana sih, syukurnya si Bos bertindak. Kalau tidak amybar sudah telingaku nanti di kantor” batin Naya


“Ayo makan !” kata Derya dingin


“Tapi,, hiks,,, Aydin ingin adik…” rengeknya sambil masih sesegukan karena sisa tangisnya


“Iya nanti Bunda bawa in” ucap Naya sambil melahap sate pesanan Aydin


“Beneran Bunda ?” tanya Aydin dengan mata berbinar


“Iya, tapi satu aja dulu. Aydin harus latihan jadi kakak yang baik baru bisa memiliki adik yang banyak nanti” ucap Naya sambil menikmati makananya dengan lahap. Entah karena stress akibat jadi hot news kantor atau karena memang lapar…


“Kamu jangan menjanjikan yang tidak-tidak dengan anak saya” ucap Derya yang bingung dengan Naya yang santainya berucap seperti itu


“Udah bos tenang aja, Naya ada ide…” kata Naya sambil mengacungkan satu jempolnya


“Ayo makan sayang… Bunda habisin nih satenya…” ucap Naya menggoda Aydin agar mau makan


“Tidak apa-apa jika Bunda mau makan semua sate Aydin, Bunda harus makan banyak agar besok bisa memberikan Aydin adik” ucap anak mochi yang hanya tertarik dengan adik


“Uhuk….” Naya tersedak makanannya sendiri


“Sudah tau lagi makan malah berbicara…” ucap Derya smabil mendekatkan gelas air putih ke Naya


“Makasih Bos…” ucap Naya setelah minum


“Aydin kok besok kan Bunda janjinya nanti sayang ?” tanya Naya, ternyata dia tersedak gara-gara Aydin meminta adik besok


“Iya, Aydin ingin cepat-cepat punya adik Bunda… agar aydin bisa bermain dengan dia, Aydin janji akan menjaga adik dengan baik” kata Aydin memohon


“Jangan besok ya sayang, Bunda harus mempersiapkan semuanya untuk memberikan Aydin adik” kata Naya mencoba bernego dengan Aydin


“Hm,,,,,” Aydin cemberut karena akan membutuhkan waktu lama untuk memiliki adik


“Tapi, tapi Aydin ingin secepatnya punya adik Bunda…” kata Aydin lagi


“Em,,,,” Naya berpikir sambil melirik kea rah Derya


“Apa aku harus bekerjasama dengan Bos ya ?” batin Naya

__ADS_1


“Ah, jika aku bekerjasama dengan Bos apa ini akan berhasil ?” Naya ragu dengan Derya


“Apa ?” kata Derya yang merasa ditatap Naya


“Ahaha,,, tidak ada Bos. Tidak apa-apa” kata Naya canggung karena ketahuan menatap snag bos


“Ayo Aydin makan dulu yu sayang” kata Naya lagi membujuk Aydin makan


“Aydin ingin punya adik cepat-cepat Bunda…” kata Aydin kekeh


“Iya, beri waktu Bunda 3 hari ya…” kata Naya sambil menunjukkan tiga jari


“ Satu, dua, tiga…Apa itu waktu yang lama Bunda ?” tanya Aydin setelah menghitung jari tangan Naya


“Tidak, itu sebentar sayang” kata Naya meyakinkan Aydin


“Em,,, Baiklah Aydin mau makan. Aydin mau sate Bunda…” ucap Aydin yang kini dapat fokus ke makanan


“Yaaahhh, kenapa sate Aydin tinggal sedikit ?” kata Aydin sambil cemberut


“Kan tadi katanya Bunda boleh menghabiskan sate Aydin ?” kata Naya


“Tapiiii,,, tapi Aydin ingin sate yang banyak,,, Aaaaahhh” teriak Aydin yang kecewa


“Tapikan Aydin yang bilang sendiri sayang ?” kata Naya tidak mau kalah


“Makasih Ayah…” ucap keduanya bersamaan karena Dery memesan sate lagi


Makanan merekapun ditambah dan sate datang lebih banyak dari yang diharapkan, Naya dan Aydin makan dengan lahap sampai kekenyangan…


“Alhamdulillah,,,, kenyangnya…” ucap Naya sambil menyenderkan punggungnya dikursi


“Aaaaahhh,,, kenyang…” ucap Aydin sambil mengusap perutnya dan menyenderkan kepalanya dikursi


Derya yang melihat kelakuan keduanya hanya geleng-geleng kepala. Jika setiap hari melihat kelakukan seperti ini dan bergaul dengan mereka dia takut akan tertular juga memiliki kelakuan yang menurutnya memalukan itu.


“Mau dibungkus ?” tawar Derya


“Mau,,, Aydin mau bawakan untuk Bi Ira, Bi Lastri, Kakek Sholeh sama Pak Udin Ayah…” Kata Aydin yang sangat perhatiam dengan orang-orang bekerja dirumahnya


“Iya sudah Ayah pesankan, kamu Naya ?” tanya Derya


“Bisa tidak kalau saya dipesankan untuk makan besok pagi saja ? terlalu sayang jika itu dibagikan ke tetangga yang tidak saya kenal. Hehe…” ucap Naya


“Ya, setelah ini kita pulang” kata Derya dingin


“Saya pesan taksi online saja ya Bos, bos tidak perlu mengantar saya” kata Naya sambil mengeluarkan handphonenya


“Cih, siapa yang ingin mengantar kamu” kata Derya sambil berdecih

__ADS_1


“Ya siapa tau kan bos mau repot-repot nganter saya. Kan saya tidak bisa membaca isi pikiran Bos, jadi saya hanya menebak” kata Naya yang merasa kesal


“Hm,,,” sahut Derya


“Bunda ingin pulang kemana ? kan Bunda ingin memberikan Aydin adik ?” tanya Aydin yang tidak setuju Naya pulang ke kosnya


“Bunda pulang ke kosan Bunda sayang, tidak mungkin Bunda tinggal dengan Ayah Aydin dan Aydin” jawab Naya


“Tapi,,,,” Aydin terus berpikir untuk menahan Naya agar ikut dengan dirinya


“Tapi,,, Aydin ingin tidur dengan Bunda… Aydin ikut Bunda saja pulang ya,,,” pinta Aydin yang tidak ingin lepas dari Naya


“Tidak bisa sayang, nanti Ayah Aydin akan marah” bujuk Naya


“Yah,,, please Bunda….” rengek Aydin dengan pipi mochi mengembang dan puple eyesnya sambil berkedip-kedip memohon


“Aduh tahan Naya, jangan meleleh kamu ! Harus tegas sama anak moch kali ini, jika tidak dia akan terus menempel dengan kamu dan akan sulit lepas. Sehingga membuat orang lain salah paham” batin Naya menguatkan dirinya


“Bundaaa,,, please…” kata Aydin lagi


“Kamu saya naikan pangkat jadi babysisternya Aydin, udah ayo pulang !” ucap Derya yang merasa jengah dengan rengekan anaknya


“Ta,,,tapi Bos. Itu bukan naik pangkat. Malah lebih tinggi gaji karyawan daripada babysisters, saya gak mau Bos !” tolak Naya karena memikirkan gajinya, dia akan kesulitan mengirimkan uang ke kampung jika bekerja dengan gaji yang sedikit.


“Siapa bilang ? satu bulan saya akan menggaji kamu 20 juta jika kamu bersedia menjaga Aydin. Tapi kamu harus memenuhi syarat yang saya tetapkan nanti “ ucap Derya


“Hm....” Naya berpikir


“Waaaah,,, ini mah sepuluh kali lipat dari gaji pokok bekerja sebagai tourguide” batin Naya membayangkan gaji tersebut, jika dirinya memiliki gaji sebanyak itu setiap bulan dalam dua bulan kedepan dia akn bisa datang ke kampung untuk berkunjung


“Bagaimana ?” tanya Derya lagi


“Baik Bos saya bersedia” kata Naya.


Bodo amat dengan gossip yang semakin menjadi nanti diperusahaan jika Naya selalu dekat dengan Aydin karena pekerjaanya ini. Toh bosnya juga sudah mengamcam dan dirinya pikir lebih baik menutup kedua telinganya dari pada mencoba menutup mulut orang-orang yang menggosipkannya.


Selain itu keuntungan lain yang didapat Naya yaitu pahala mereka yang menggosipkan Naya akan menjadi miliknya, itupun jika pahala mereka masih tersisa sebab jika menggosip terus pahala mereka akan terus berpindah…


.


.


.


.


.


See you next episode ya😉~~~

__ADS_1


__ADS_2