I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 178


__ADS_3

Beberapa menit sebelum badai hebat terjadi didapur, Derya menyampaikan titah kerajaan secara langsung kepada kusir kerajaan dan dayangnya. Terlihat dari kejauhan kusir dan dayang sedang makan enak di dapur umum kerajaan.


“Ekheeem.” Tergur Derya sambil berjalan mendekat


“Eh, pak Bos. Makan bos” ucap Anton belum mengetahui bahwa tugas istana akan segera berdiri di pundaknya


“Ini seharusnya menjadi makan malam kami. Tapi karena kalian sudah memakannya, kamu harus membuatkannya kembali untuk kami makan malam ! selamat bekerja !” ucap Derya memberi mandat


“Lah bos, tapi kan ini kanjeng ratu sendiri yang nyuruh kami makan” protes Anton


“Ini juga keinginan kanjeng ratu yang mau kalian buatkan makan malam !” tegas Derya


“Hm, baiklah.” Jawab Anton dengan merengut


“Memangnya kak Naya mau makan apa kak ipar ?” Tanya Sarah


“Terserah kalian, yang pastinya jangan berminyak, jangan terlalu pedas, jangan berlemak, makanan sehat yang enak ! semua bahan-bahan ada di kulkas” jawab Derya mengakhirinya dengan senyum tipis


“Baik kak Sarah paham” ucap Sarah mengangguk, walau dia tidak sejago dua kakaknya memasak namun jika makasakkan simpel Sarah juga bisa mengolahnya dengan baik


“Pastikan Anton yang menjadi koki utamanya, itu ngidam sitri saya” ucap Derya mengada-ngada, padahal dia hanya ingin mengerjai Anton saja dan membuktikan apakah Anton ini memang serbaguna ?


“Hah ? kok saya bos. Saya gak bisa masak bos” ucap Anton keberatan


“Kamu belajar, masih ada Sarah yang akan membantu nanti. Good luck !” ucap Derya kemudian benar-benar pergi meninggalkan dua orang yang tengah makan tadi


“Rah kamu beneran bisa masakan ?” Tanya Anton tidak yakin


“Bisa kok om, tapi masakan yang simpel aja. Kalau masak rending Sarah belum bisa, apalagi masak dodol” ucap Sarah


“Hm, masaka apa yang sehat tapi enak ?” umam Anton sambil berpikir


“Uhuuuk… uhuuk… air Rah, air…” teriak Anton sambil tergagap-gagap


“Ini om, kenapa sih om ?” Tanya Sarah bingung


“Itu buntut udang ketelan Rah. Mana gak kekunyah lagi” jawab Anton seletah meneguk satu gelas air


“Ooh, makanya om kalau punya mulut digunain yang bener pas makan. Jangan dipakai buat ngedumel” ucap Sarah kemudian menyuap suapan terakhirnya

__ADS_1


“Sarah duluan ke dapur om, itu piring kotor bawa sendiri ya habis itu cuci. Hehe” ucap Sarah kemudian berlalu


“Raah, mana ada istri gak ngelayanin sumi gini” protes Anton


“Siapa yang suami istri om ?” Tanya Sarah bingung


“Simulasi Rah, kita ini lagi simulasi tau gak ?” ucap Anton


“Oooh, ya sudah om bawa kemari piring kotornya biar Sarah yang cuci. Tapi om keluarin bahan-bahan yang ada di kulkas ya buat masak” ucap Sarah sambil mencuci piringnya, dia tidak amu perkara cuci piring semakin panjang


“Okedeh, nih rah piringnya. Makasih ya, jadi makin cintaaa deh” ucap Anton


“Idih om lebay !” kata Sarah berekspresi jijik


“Hahaha, bercanda Rah. Jadi apa nih yang harus aku keluarin ?” Tanya Anton mendekat kulkas


“Hm, daging ayam bagian dadanya om, terus sayur mayur. Kita bikin urap sama ayam goreng crispy aja ya om” jelas Sarah


“Apa itu urap ?”Tanya Anton bingung


“Itu loh om, sayur-sayur seperti kacang panjang, daun singkong, kecambah, dan kawan-kawannya terus kita campur sama kelapa yang udah diparut. Ka Naya suka makan itu om” jelas Sarah


“Rah ini daun apa ?” Tanya Anton mengeluarkan sayur-sayuran


“Itu sawi om” jawab Sarah


“Oh, daun singkong itu kaya gimana sih Rah. Emagnya ada disini ?” Tanya Anton lagi


“Daun singkong itu daunnya bercabang om ! kan ka Naya juga biasanya masak makanan Indonesia , sepertinya pasti ada dikulkas” jawab Sarah yang kini beralih mulai mengupas bawang untuk membuat sambel


“Nah inikan ?” Tanya Anton


“Iya om, benar” sahut Sarah


“Rah, kecambah sama toge apa bedanya sih ? yang mana kecambah yang mana toge” Tanya Anton kebingungan


“Itu om yang buntutnya pendek itu kecambah” jawab Sarah sambil menoleh melihat yang dipegang Sarah


“Oh ini to” ucap Anton kemudian meletakkanya keatas meja

__ADS_1


“Rah, ini kok kacang ada banyak ? ini yang pendek ini apa ?” Tanya Anton mengeluarkan sayur lainnya


“Mana sih om ?” Tanya Sarah karena terlindung tumpukan sayur


“Ini Rah” ucap Anton mengangkat sayur lebih tinggi


“Oh itu Bun… Auuu.. aduh…” ucap Sarah langsung terhenti karena tangannya kepotong pisau


“Sarah ! aduuuh, banyak banget darahnya, kenapa bisa gini sih !” ucap Anton panik sendiri sambil mencari P3K di dapur, sedangkan Sarah terus membasuh lukanya untuk menghentikan pendarahan


“Sudah berhenti Rah ? sini diobatin dulu !” ucap Anton


“Sudah om” jawab Sarah sambil berjalan mendekat kearah Anton


“Hati-hati dong Rah, kan kamu pegang benda tajam ! harusnya lebih hati-hati” dumel Anton


“Sarah sudah hati-hati om, tapi gimana mau fokus orang om panggil Sarah terus” ucap Sarah


“Yakan aku gak tau Rah, bahan-bahn dapur makanya nanya” ucap Anton


“Iya om, Sarah yang salah gak fokus motong bawangnya” ucap Sarah mengalah


“Hm, sudah deh kamu duduk saja. Biar om yang masak, kamu arahkan om ya !” ucap Anton kembali kedapur setalah membungkus tangan Sarah dengan perban


“Om ini luka cuma kena pisau kenapa diperban satu tangan seperti ini ?” Tanya Sarah bingung


“Udah biar cepat sembuh Rah. Makin banyak obatnya makin cepet sembuh.” Ucap Anton mengambil alih memotong bawang yang belum selesai


“Oooh. Begitu ya ?” ucap Sarah berpikir dengan keras memahami konsep Anton


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗

__ADS_1


__ADS_2