
“Talaaaa,,, Lihat de Ila, baguskan ?” tanya Kivanc memamerkan barang yang dibawanya
“Abang mau bangun tenda dikamar ?” tanya Kila yang melihat bawaan Kivanc
“Ya, bial tidak ada yang dengal lencana kita. Ayo kita bangun tenda dan beldiskuci dicana” ucap Kivanc mulai membangun tenda sendiri, tenda mereka hanya tenda lipat sehingga mudah didirikan oleh anak kecil
“Woaah, cudah jadi de Ila, Tinggal atapnya caja yang halus dipasang lagi” ucap Kivanc menatap kerja kerasnya
“Lalu bantal dan selimut ini untuk apa bang ?” tanya Kila menatap tumpukan kain yang diminta Kivanc tadi
“Macukkan kedalam tenda de Ila, cucun yang lapi dicana ya. Ipan akan cali ka Ay dulu buat pacangkan atapnya” ucap Kivanc
“Kenapa harus ka Aydin ?” tanya Kila bingung
“Ipan idak ingin pakai kulci agi, kalena nanti bica jatuh. Kita halus belajal dali pengalaman, jadi lebih baik Ipan pakai kulci hidup aja yaitu ka Ay” ucap Kivanc menjelaskan seperti Bapak guru
“Tapi kak Aydinkan sudah tidur” ucap Kila
“Syuut,,, Ipan akan intip kecana dulu. Nanti Ipan bangunkan cebental…” ucap Kivanc setengah berbisik
“Ya, terserah abang saja” ucap Kila mulai menyusun peralatannya
Kivancpun kembali keluar kamar dengan berjalan pelan. Kaki kecilnya berjinjit tanpa suara menuju kamar Aydin yang ad disamping kamar mereka.
“Ipan akan dengal dulu” batin Kivanc sambil menempelkan telinganya dipintu
“Hachiiim… Uhukk,,,uhuukk,,,” terdengar suara bersin dari dalam
“Kak Ay cakit ?” gumam Kivanc semakin penasaran
“Ah iya, kana da lubang kunci” ucap Kivanc mengintip dari lubang kunci
“Hm, cepeltinya ada Unda yang menemani kak Ay dicana” gumam Kivanc yang mengintip dari celah kunci tersebut
“Baiklah, Ipan akan belucaha bangun malkas cendili” ucap Kivanc segera kembali
Sementara itu dari kejauhan seseorang mengawasi gerak-gerik Kivanc yang berbalik dari kamar Aydin
“Anak itu belum tidur ternyata” gumam Derya yang baru saja naik tangga membawakan air kompres untuk Aydin
“Mungkin perlu ciuman selamat tidur dari Naya” batin Derya menebak dan tidak memperdulikan Kivanc yang sudah masuk kembali ke kamarnya
“Bunda, apa Kivanc menganggu ?” tanya Derya saat baru tiba
“Kivanc ? Bukankah kata Mas mereka sudah tidur ?” tanya Naya sambil mengambil mangkok berisi air itu
__ADS_1
“Mas tadi melihatnya didepan pintu Aydin, mungkin dia hany ingin melihat kakaknya” ucap Derya
“Tapi kenapa justru tidak jadi mas ?” tanya Naya bingung
“Entahlah, mungkin karena ad akamu sehingga ketahuan dia belum tidur padahalkan sudah masuk jam tidur mereka. Nanti mas periksa mereka lagi sayang” ucap Derya
“Hm, baiklah mas” ucap Naya lanjut mengopres Aydin
“Apa demamnya masih tinggi sayang ?” tanya Derya
“Sudah turun kok mas, Mas istrihata saja besokkan harus kekantor” ucap Naya
“Baiklah, mas memeriksa sikembar dulu nanti akan ambil kasur tambahan. Biar kita bisa bergantian menjaga Aydin” ucap Derya tidak tega membiarkan istrinya kesulitan sendiri
“Tidak perlu mas, ini memang sudah tugas Naya” ucap Naya
“Merawat anak itu tugas Ibu dan Ayah, jadi itu tugas kita berdua sayang. Tunggu ya, mas ambil dulu” ucap Derya mengusap lembut kepala Naya kemudian pergi
“Ternyata bukan meminta ciuman selamat malam. Apa yang Kivanc lakukan” taya Derya pada diri sendiri
“De Ila, ayo macuk” ucap Kivanc
“Kita membahas apa sih bang ?” tanya Kila
“Mereka berdua tidak tidur ?” Batin Derya membuka sedikit pintu kamar dan mencari keberadaan mereka
“Didalam tenda itu ?” batin Derya lagi melihat benda itu tiba-tiba ada disana
“Syuut, de Ila ini lahacia ya” ucap Kivanc lagi
“Hm…” jawab Kila mengangguk
“Ipan ingin menolong Alek, kacian dia kena malah maminya de” ucap Kivanc mulai bercerita
“Menolong seperti apa ?” tanya Kila
“Hm, micalnya bilang cama maminya Alek kalau pukul itu tidak boleh. Kata om Anton luka alek kalena kena pukul telus” ucap Kivanc
“Apa akan berhasil ?” tanya Kila
“Idak tau, kita coba dulu caja” ucap Kivanc
“Abang tau ibunya Alek ?” tanya Kila
“Idak tau, tapi Ipan perlnah liaht belakangnya” ucap Kivanc
__ADS_1
“Jika tidak mengenalinya lalu jika salah orang bagaimana ?” tanya Kila
“kitakan detitip, jadi kita halus mengawasi dilumah cakit. Becok ciang kita halus bica ketemu Maminya Alek” ucap Kivanc
“Hm, baiklah. Lalu kenapa abang tidak jadi memanggil kak Aydin ?” tanya Kila
“Kalena kak Aydin cakit, Ipan cemakin ingin menolong Alek kalena melihat ante beluban yang cenggol Kak Ay tadi” ucap Kivanc
“Apa hubungannya bang ?” tanya Kila
“Ipan pelnah melihat muka ante beluban itu, milip dengan Maminya Alek tapi mami Alek tidak beluban de Ila” ucap Kivanc
“Apa maminya Alex menyemir rambutnya seperti artis korea yang Mbak Laila sukai itu bang ?” tanya Kila
“Ah Iya, bica jadi cepelti itu. Maminya Alek mau jadi altis kolea” jawab Kivanc
“Ya, jadi maminya Alex itu orang jahat bang, kita harus berhati-hati” ucap Kila
“Hm,,, jadi kita halus bagaimana menolong Alek dek Ila ?” ucap Kivanc nampak kecewa
“Kalian belum tidur ?” Suara baritone tiba-tiba terdengar
“Hah Antu !” ucap Kivanc kaget
“Lekas tidur, jangan bermain lagi” ucap Derya akhirnya masuk dan menegur karena pembahasan double K terlalu berbahaya
“Ayah ?” ucap Kila yang memeriksa langsung dan melihatnya keluar tenda
“Ya, kalian tidurlah. Masalah Alex dan Maminya biar Ayah saja yang urus” ucap Derya dengan serius
“Ayah mendengal lencana kami ?” tanya Kivanc juga ikut keluar
“Ya, sekarang tidur !” ucap Derya dingin karena kepalanya penuh dengan banyak pikiran tentang wanita yang berniat buruk pada keluarganya
“Baik Ayah” ucap Kila dan Kivanc patuh
Diskusi merekapun berakhir karena Ayah bear menjadi wasit dan mengambil alih kasus kali ini, merekapun tidur dengan pemikiran masing-masing mengenai Alex dan Maminya yang ternyata menjadi ancaman untuk keluarga kerajaan.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣