I Want Bunda

I Want Bunda
S2. Hilang


__ADS_3

Pelajaranpun dimulai, pagi ini anak-anak bernyanyi bersama sambil belajar. Mereka dengan senang hati ikut bernyanyi bersama guru-guru di sana.


“Satu-satu aku sayang….” para guru bernyanyi diawal lalu menunjuk salah satu muridnya untuk menyambung kalimatnya


“Unda…” teriak Kivanc dengan nyaring


“Dua-dua juga sayang….”


“Bunda…” ucap Kila datar sambil bertepuk tangan


“Tiga-tiga sayang….” para Guru lanjut bernyanyi walaupun lirik sudah mulai salah


“Bunda Kila Kivanc…” ucap Aldo yang kebetulan juga ditunjuk


“1,2,3, sayang …”


“Bunda Nayaaaaa……” teriak double K dengan lantang melebihi suara murid yang lain


“Prok,,,prook,,,proook,,,” suara tepuk tangan mengakhiri lagu


“Kenapa liriknya seperti itu ? kenapa semuanya sayang Bunda ?” Tanya bu Guru


“Kalena Unda itu antic, aik, idak pelnah malah-malah, macakan unda enyak bu gulu” ucap Kivanc segera memuji Bundanya dan mengakhirinya dengan dua jempol andalan


“Kalau satu-satu bener ya kita harus sayang Bunda, ibu, atau mama apapun panggilannya, jika itu orang tua perempuan kalian dirumah itu yang pertama kali harus kalian sayangi anak-anak. Nah, kalau yang dua dan tiga kenapa juga Bunda ?” Tanya bu guru dengan lembut kepada Kila dan Aldo


“Kan tadi Kivanc jawab Bunda, Kila juga mau jawab Bunda bu guru” jawab Kila


“Kenapa Kila tidak menyebut Ayah, Kila sayang juga kan dengan Ayah ? seharusnya yang nomer dua sayang Ayah Kila” jelas bu Guru


“Kila sayang Ayah bu Guru, karena Ayah sering belikan mainan tapi juga sering cemberut kalau Bunda kami pinjam buat main dimalam hari” ucap Kila cemberut


“Ah, benarkah” ucap si Guru yang mengerti kenapa Ayahnya marah hanya tersenyum kikuk


“Betul bu guru, te...” ucap Kila ingin lanjut namun terpotong


“Teluuusss ketika kami mau tidul baleng Unda, Ayah malah cembelut dan menyuluh kami pelgi. Jadi kami lebih cayang Unda yang celalu cenyum saat kami menghampili” ucap Kivanc yang berhasil menyabotase penjelasan Kila walaupun jawaban mereka akan berakhir sama


“Ah, baiklah. Kalau begitu kalau Aldo kenapa nomer tiga menjawab Bunda Kila dan Kivanc ?” Tanya bu Guru menyudahi bertanya pada double K karena mereka akan saling membela nantinya

__ADS_1


“Karena Aldo ingin punya Bunda seperti Bunda Kila dan Kivanc bu Guru, Aldo tidak ingin punya Mommy Aldo saat ini” jelas Aldo


“Hm ? memangnya kenapa sehingga Aldo tidak ingin punya mommy Aldo saat ini ?” Tanya bu Guru sedikit bingung


“Karena Mommy Aldo tidak sayang dengan Aldo, mommy tidak punya waktu untuk Aldo. Aldo ingin, walau Mommy sibuk tapi masih bisa memberi semangat melalui handphone seperti Bundanya Kila dan Kivanc bu guru” jelas Aldo sedikit sedih


“Hmmm, mungkin saja Mommy Aldo sedang sibuk sehingga tidak bisa menghubungi Aldo, nanti ketika mommy Aldo tidak sibuk pasti akan menghubungi Aldo” ucap Bu Guru memberi semangat


“Benarkah bu Guru ? baiklah nanti Aldo akan menunggu telephone dari mommy” jawab Aldo menjadi lebih bersemangat


“Iya sayang, tapi jika mommy Aldo tidak menelphone bisa saja Aldo yang telephone lebih dulu dan menanyakan apakah mommy Aldo sibuk” ucap bu Guru lagi


“Baik bu guru, Aldo akan menelphone mommy nanti” ucap Aldo semakin bersemangat


“Baiklah sekarang ayo kita menyanyi bersama-sama sekali lagi ya. Menyanyi dengan benar ya anak-anak… 1, 2, 3… Prok,,prok,,,Prok,,,” mereka semua bernyanyi sambil bertepuk tangan


“Satu-satu aku sayang ibu…” ucap mereka bernyanyi


“Unda…” suara Kivanc yang cempreng nampak meleset dari nada lagu


“Dua-dua juga sayang Ayah…”


“Tiga-tiga sayang adik kakak…”


“Oh iya Ipan uga punya akak dan Ade, baiklah ipan akan mengayangi meleka” gumam Kivanc


“1,2,3 sayang SEMUANYAAAAA…..” nyanyian mereka sungguh bersemangat


“Yeeeaaay,,, prok,,, prok,,,prok,,,” semuanya bersorak dan bertepuk tangan mengakhiri nyanyian mereka


“Nah, sekarang sudah waktunya makan siang nih anak-anak, kalian yang bawa bekal bisa keluarkan bekalnya ya. Bagi yang tidak membawa bisa ke kantin untuk membeli makan siang disana” ucap bu Guru


“Baik bu guru” jawab para murid


Kila dan Kivanc pun mengelurakan bekal mereka, dibantu oleh bi Ira yang segera datang menghampiri


“Bos kecil, apa kalian ingin menu tambahan ?” Tanya bi Ira sambil membukakan wadah bekal mereka


“Ipan ingin ice cleam” ucap Kivanc mengankat telunjuknya tinggi-tinggi

__ADS_1


“Abang, kata Bunda tidak boleh makan ice cream dulu. Kan kemaren abang baru saja makan ice cream” ucap Kila mengingatkan


“Yaaah,,, kalau begitu ipan mau buah” ucap Kivan berpikir kembali setelah kecewa karena ice cream tidak bisa didapatnya


“Kalau bos Kila mau apa sayang ?” Tanya bi Ira yang terbiasanya memanggil keluarga kerajaan dengan bos


“Kila tidak ingin apa-apa Bi, ini saja sudah cukup” ucap Kila yang melihat box makannya berisi sandwich, buah anggur dan susu kotak


“Baiklah, kalau begitu bibi pergi beli buah-buahan dulu ya” ucap bi Ira kemudian pergi


“Yeaaay, makaaan…” teriak Kivanc ingin mengambil roti lapis didalam wadah


“Stop ! abang, abang belum cuci tangan dan baca do’a” ucap Kila mengingatkan sambil memegang tangan Kivanc


“Oh, iya Ipan lupa. Hehehe….” ucap Kivan menepuk dahinya sendiri


“Ayo ita cuci angan” ucap Kivanc


Merekapun mencuci tangan, kemudian kembali untuk memulai makan siang mereka.


“De Ila, ihat itu….” Tunjuk Kivanc sambil menutup mulutnya


“Ada apa bang ?” Tanya Kila


“Bekal Ipan, otak makan ipan ilang, apa dia bocan menunggu ya, atau bekal Ipan kabul ?” Tanya Kivanc sambil menggaruk kepalanya


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa like, komen, dan Vote jika berkenan ✨✨✨


Silahkan para readers bayangkan gimana ekspresi Kivanc saat tau jika Kotak makannya jalan-jalan 😁😁😁🤭


Thanks all ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2