I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Eksekusi


__ADS_3

Keesokan paginya keluarga kerajaan nampak berbeda karena tidak ada kakak mochi dan Bunda Naya dimeja makan


“Ayah, Bunda dan Kak Ay apa tidak ikut makan ?” tanya Kila yang sudah siap dengan baju seragamnya


“Ya, demam Kak Aydin naik lagi. Nanti Ayah akan membawa kerumah sakit ketika kalian berangkat sekolah” ucap Derya


“Ipan ingin makan baling Unda dan Kak Ay” ucap Kivanc tidak menyentuh makanannya


“Kalian harus makan karena akan pergi sekolah, nanti setelah pulang sekolah jenguk kak Aydin ya” ucap Derya membujuk


“Idak mau, Ipan ingin makan baling Unda dan Kak Ay” ucap Kivanc keras kepala


“Hm, Kila juga ?” tanya Derya pada Kila yang juga belum menyentuh makanannya


“Hm…” ucap Kila mengangguk


“Haaah, baiklah. Bawa makanan kalian kekamar Kak Aydin, jangan terlihat sedih ya beri semangat sama Kak Aydin” ucap Derya mengalah


“Ciap Ayah” ucap Kivanc segera membawa piringnya dan diikuti oleh Kila


“Bi Lastri tolong bawakan susu mereka yak e atas, saya akan menyusul lebih dulu” ucap Derya yang juga ikut membawa sarapannya kekamar Aydin


“Unda !!! kak Ay !!!” panggil Kivanc didepan pintu


“Iya abang kenapa ?” sahut Naya dari dalam


“Unda, Ipan dan De Kila ingin tengok Kak Ay.


Tolong bukakan pintunya” ucap Kivanc


“Biasanya kalian bisa buka pintu sendiri sayang, kenapa sekarang tidak….?” Ucap Naya terdiam saat membukakan pintu untuk double K


“Heee,, tangan kami penuh Unda. Ipan macuk ya…” ucap Kivanc langsung masuk saat pintu sudah dibukakan Naya


“Kila dan Kivanc kenapa makan disini sayang?” tanya Naya bingung


“Ayah yang ijinkan Bunda, karena abang ingin makan bareng seperti biasanya ada Bunda dan Kak Aydin juga” ucap Kila memberitahu


“Maaf ya sayang, Bunda harus temani Kakak Aydin karena dia kadang menggil padahal badannya panas” ucap Naya merasa bersalah


“Tidak apa Bunda, kami juga khawatir dengan keadaan Kak Aydin” ucap Kila kemudian masuk karena pintu dibuka lebih lebar oleh Naya


“Kak Ay, cenapa bibil Kak Ay beltepung ?” tanya Aydin yang sudah duduk dan memperhatikan Aydin


“Tidak tau, kalian belum berangkat sekolah ?” tanya Aydin lemah


“Kak Ay belbicala apa ?” tanya Kivanc yang kurang mendengar


“Kalian belum berangkat sekolah ?” ulang Aydin


“Ooh, belum kak Ay. Nanti cetelah calapan dan menjenguk kak Ay balu akan belangkat” ucap Kivanc mengangkat piringnya


“Kak Aydin cepat sembuh ya, biar kita bisa bermain lagi” ucap Kila yang mendekat dan mendo’akan


“Iya dek, makasih” ucap Aydin masi lemah

__ADS_1


“Jangan diajak bicara dulu ya kakaknya, lihat kakaknya masih kurang bertenaga untuk mengobrol” ucap Naya


“Baik Bunda” ucap Kila


“De Ila ayo kita duduk dicana dan makan, bial bica cegela belangkat cekolah dan Kak Ay dibawa kelumah cakit” Ucap Kivanc berduduk dilantai kamar


“Apa kita berangkat sekarang saja sayang ?” tanya Derya yang baru masuk kedalam kamar


“Hm, Ya kita berangkat sekarang saja ya Mas. Soalnya Naya juga tidak tega jika harus melihat Aydin menahan sakit seperti ini” ucap Naya, karena suhu badan Aydin tiba-tiba saja naik saat pagi tadi, padahal ketika malam suhunya sudah mulai turun.


“Baiklah, Ayo !” ucap Derya segera mendekati Aydin dan menggendongnya sedangkan Naya mengambil tas yang sudah disiapkannya tadi untuk keperluan Aydin


“Bunda belangkat cekalang ?” tanya Kivanc yang melihat pergerakan orang tuanya


“Iya sayang, Bunda bawa Kak Ay kerumah sakit dulu ya. Nanti Kivanc dan Kila diantar Pak supir tidak apa kan sayang ?” ucap Naya dengan lembut namun ada getar khawatir disana karena satu anaknya sakit


“Baik Unda, Ipan yakin kak Ay pacti cembuh” ucap Kivanc memeluk Naya dengan hangat


“Hati-hati dijalan Bunda. Kak Aydin pasti akan kembali sehat” ucap Kila ikut memeluk Naya juga agar menenagkannya


“Iya anak-anak Bunda yang hangat. Bunda yakin kak Aydin itu kuat dan pasti akan sembuh” ucap Naya tersenyum mendapat pelukan kedua anaknya


“Hm, dadah Unda. Dadah kak Ay” ucap Kivanc melepas pelukannya dan memberikan lambaian tangan


“Dadah sayang” ucap Naya, kemudian bi Ira masuk kedalam kamar untuk membantu double K menyelesaikan sarapannya dan bersiap kesekolah


“Bi, titip si kembar ya” ucap Naya


“Siap bu Bos, anda tenang saja sikembar anak yang cerdas dan pengertian merka tidak merepotkan sama sekali saat diasuh” ucap Bi Ira


Deryapun segera mengemudi menuju Rumah sakit, ditengah perjalann dering telpone berbunyi dan tertera nama Anton disana


“Iya Ton ada apa ?” tanya Derya sambil mengemudi


“Pak bos, ada sesuatu mencurigakan mendekat” lapor Anton


“Awasi dan jangan sampai berhasil !” Jawab Derya dengan serius


“Siap Pak Bos” ucap Anton kemudian telpone terputus


“Ada apa mas ?” tanya Naya yang mendengar obrolan tersebut


“Tidak apa sayang, hanya urusan bisnis yang agak mencurigakan” ucap Derya tidak memberitahu pada Naya karena itu hanya akan membuat istrinya semakin khawatir


“Semoga semuanya cepat terselesaikan” ucap Naya kembali mengarah kedepan sambil mendekat Aydin dengan hangat


🍃


Sementara itu, double K baru saja keluar dari rumah kerajaan dan bersiap pergi sekolah.


“Ayo kita cepat belangkat, bial bica cepat pulang dan menjenguk Kak Ay celta Aldo” ucap Kivanc berlari sambil menggandeng Kila


“Abang pelan ! mobilnya juga tidak akan pergi” ucap Kila terengah-engah mengikuti lari Kivanc


“De Ila payah, idak bica lali cepat” ejek Kivanc

__ADS_1


“Kan Kila tidak suka olahraga seperti abang, makanya Kila cepat lelah” ucap Kila membeela diri


“Hm, benal juga ya…” ucap Kivanc berhenti ebrlari


“Selamat pagi Pangeran itik dan Tuan Putri” sambut seseorang yang menunggu didepan mobil


“Om Anton ?” ucap Kila bertanya-tanya


“Kenapa ada Om Ton dicini ?” tanya Kila


“Saya sedang bertugas menjadi kusir kerajaan saat ini, silahkan masuk” ucap Anton membukakan pintu untuk double K


“Kenapa kulci bayi dimobil dipacang kembali ?” tanya Kivanc saat melihat kedalam


“Usia kalian masih balita, sehingga kursi ini masih harus dipakai demi kenyamanan bos kecil sekalian” ucap Anton


“Idak mau, Ipankan cudah becal. Umul Ipan cudah mau cegini” protes Kivanc sambil memberikan dua jari dimasing-masing tangannya


“Memangnya itu berapa Bos ?” tanya Anton


“Duuu waaa !!!” ucap Kivanc menjawab dengan penekanan


“Hahaha, apalagi kalau masih dua tahun Bos itu harus selalu memakai Car Seat ini” ucap Anton tertawa


“Bukan dua Abang, tapi dua ditambah dua empat” ucap Kila menjelaskan


“Hm, empat ! itu cudah banyak Om Ton. Lihat jali Ipan” ucap Kivanc masih protes


“Bos kecil yang patuh ya” ucap Anton kemudian menggendong Kivanc dna mendudukannya di baby carseat


“Hm…” Kivanc malah merajuk dan melipat kedua tangannya didada, sedangkan Kila hanya pasrah saja dan bisa diajak bekerjasama


“Baiklah, Bi Ira sudah pakai seatbelt kan” ucap Anton juga mengencangkan tali pengamannya


Merekapun siap dan segera berangkat, Anton dengan lembut menginjak pedal gas untuk menuju sekolah.


“Hm, ternyata benar dugaanku” batin Anton sambil melihat sebuah mobil dari kaca spionnya


“Sepertinya aku harus segera mengeksekusinya” Batin Anton lagi


“Om Ton, kenapa jalan cini ? inikan bukan menuju cekolah” ucap Kivanc yang bingung karena mereka tidak kunjung juga melalui donat besar yang setiap hari dia lihat jika pergi kesekolah


“Donat besar juga ada dijalan sini Bos” ucap Anton yang tau bahwa Kivanc menyukai tugu donat besar itu


“Oooh…” ucap Kivanc kembali diam sambil melihat keluar jendela


“Oke, mungkin ini sedikit beresiko tapi aku bisa langsung menjeratnya” batin anton memantapkan hati dengan keputusannya


.


.


.


See you next episode ya 😉

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


__ADS_2