Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Pertemuan yang Mengejutkan


__ADS_3

"Kalian berdua benar-benar sangat nekat, bukan? Karena sudah terjadi seperti ini, ya, terjadilah. Tidak mungkin aku memaksa Keira untuk melepaskan Starlet itu, bukan?" tanya Xyon.


Tiba-tiba Starlet yang ada di leher Keira bercahaya hingga membuat Higarashi dan Xyon menoleh kepadanya. Benda itu mendadak berubah warna menjadi biru muda, dan Keira tentu saja terkejut dengan hal tersebut.


Higarashi kemudian tersenyum dan kembali menatap Xyon.


"Aku akan melindungi Keira, lebih baik dari pada dirimu," balasnya.


"Rupanya Starlet itu sudah memilihnya. Baiklah kalau begitu. Kapan kau akan membawa Keira ke sana?" tanya Xyon lagi.


"Malam ini juga, aku akan membawanya untuk bertemu dengan kedua orang tuaku," jawab Higarashi.


Xyon lalu menatap ke arah Keira yang sedang berdiri di sampingnya, lalu berkata, "Ingat, Keira, setelah nanti malam, seluruh dunia akan tahu identitasmu. Kau tidak lagi bisa bersembunyi. Kau juga tidak bisa lagi menyesali keputusanmu ini, termasuk kutukan dari alam semesta kepadamu yang tidak bisa juga kau hindari. Apakah kau yakin tidak ingin melepaskan Starlet itu?"


Dengan wajah yang tegas dan tanpa berpikir panjang, Keira menjawab, "Aku sangat yakin, Paman Xyon."


Xyon menghela nafas panjang, lalu membalas, “Tadinya aku ke sini karena ingin menemuimu, namun, baiklah. Aku akan kembali terlebih dahulu untuk mempersiapkan semuanya.”


Ia kemudian berjalan meninggalkan Keira dan Higarashi, untuk menuju ke sebuah rumah kosong yang ada di ujung jalan, dan kembali ke Planet Palladina. Setelah sang Perdana Menteri sudah tidak terlihat lagi, Higarashi lalu menggandeng tangan Keira sambil tersenyum lebar.


"Mari kita bersenang-senang sampai malam nanti!" serunya.


“Huh?” gumam Keira sambil mengernyitkan dahinya.


Higarashi kemudian menarik tangan Keira, lalu mengajaknya menuju ke sebuah taman yang penuh dengan pepohonan di pojok kota besar itu dengan menggunakan bus. Mereka berdua benar-benar menikmati waktu bersama. Pepohonan yang rindang dan sebuah sungai kecil yang mengelilingi taman yang luas tersebut, membuat mereka lupa dengan waktu.

__ADS_1


Ketika hari semakin gelap dan orang-orang sudah meninggalkan taman yang indah itu, mereka kemudian berjalan menuju ke tengah-tengah pepohonan yang ada di taman tersebut, lalu berdiri dengan saling berhadap-hadapan dan menatap satu sama lain dengan bola mata yang berkaca-kaca sambil bergandengan tangan.


"Apakah kau yakin, Keira?" tanya Higarashi.


“Mereka bilang bahwa aku adalah seorang Crossbreed yang dikutuk oleh alam semesta, namun juga kekuatan yang diberikan kepadaku sangatlah kuat. Jadi … aku tidak pernah merasa seyakin ini seumur hidupku. Lagi pula, aku sudah siap untuk yang terbaik dan yang terburuk. Aku tidak mungkin terus menerus bersembunyi, bukan? Mungkin, setelah ini, aku akan mencari siapa yang sudah membunuh keluargaku dan melukaimu,” jawab Keira.


Higarashi tersenyum, kemudian ia berkata, "Aku akan membawamu sekarang. Karena kau sendiri memiliki energi kosmik, seharusnya kau bisa mengubah dirimu menjadi sebuah bintang kecil, bukan? Melesatlah bersamaku, Keira.”


“Tunggu!” seru Keira, “Bukankah kau masih memiliki rumah di sini? Apakah kau tidak akan kembali ke sana?”


“Ah, aku sudah membereskan barang-barangku dengan Star Baton. Aku memang sudah berniat pulang hari ini, terlepas apapun jawaban darimu tadi siang. Aku tidak akan kembali ke sana, karena aku bahkan sudah menyerahkan kembali kunci rumah itu kepada pemiliknya,” jawab Higarashi.


Keira tersenyum lebar setelah mendengar jawaban itu. Mereka berdua kemudian berubah menjadi dua buah bintang kecil yang berwarna merah dan biru muda, lalu dengan cepat melesat ke atas langit, keluar dari Planet Bumi, dan langsung menuju ke Galaksi Metal, tepatnya … Planet Halida.


Di dalam Planet Halida ketika langit mulai berganti malam, Neriya serta istrinya, Klafina, terlihat baru saja selesai makan malam bersama. Tiba-tiba seorang pengawal pria berlari masuk ke dalam ruang makan, lalu berlutut dengan cepat di hadapan keduanya hingga membuat mereka menoleh kepadanya dengan wajah yang penuh dengan kebingungan.


Wajah Neriya dan Klafina langsung terlihat sangat panik.


"Astaga! Pelan-pelan, Nak! Apa yang sudah terjadi sehingga kau datang dengan terburu-buru seperti itu?!" seru Neriya dengan jantung yang berdebar kencang.


"Yang Mulia Pangeran Mahkota sudah kembali!" jawab pengawal pria itu.


Wajah Neriya dan Klafina langsung berubah menjadi datar setelah mendengar hal itu. Klafina bahkan menghela nafas panjang sementara Neriya mengusap wajahnya sebanyak satu kali, lalu kembali menatap sang pengawal.


"Ah, anak itu sudah kembali rupanya. Belum ada seratus hari, mungkin ia sudah menyerah, haha!" ucap Neriya dengan tawa kecil setelahnya.

__ADS_1


“Anak itu …,” ucap Klafina dengan wajah yang terlihat sedikit kecewa.


"Ia bersama dengan seorang gadis berambut biru tua, Yang Mulia!" seru pengawal pria itu lagi.


Kali ini Neriya dan Klafina melotot, dan benar-benar terkejut setelah mendengar seruan itu. Mereka bahkan berdiri dan berjalan mendekati pengawal pria tersebut dengan tangan-tangan yang gemetaran.


"Astaga, astaga! Di mana mereka sekarang?!" tanya Klafina dengan penuh rasa penasaran.


"Mereka sudah berada di ruang utama, Yang Mulia!" jawab pengawal pria itu.


“Anak itu!!” teriak Neriya.


Ia dan Klafina langsung berlari setelah mendengar jawaban itu, menuju ke ruang utama dengan terburu-buru. Mereka sangat penasaran, siapa gadis yang dibawa oleh sang pangeran mahkota.


“Akhirnya!” seru Klafina dengan senyum lebar di wajahnya.


Begitu Neriya dan Klafina tiba di ruang utama, mereka langsung terkejut dengan apa yang mereka lihat, seorang gadis berambut biru tua dengan bola mata yang berwarna biru muda, yang berdiri di samping Higarashi dan membelakangi mereka.


Kedua pemimpin Planet Halida itu dengan cepat berjalan mendekati mereka yang memang sudah menunggu dari tadi, dan berdiri di hadapan Higarashi serta gadis tersebut. Melihat sang raja dan permaisuri yang kini sudah berada di depannya, Keira dan Higarashi lalu membungkukkan badannya sebentar, lalu kembali berdiri tegak dan tersenyum kepada mereka berdua.


"Ayah, ibu, gadis ini, sepuluh tahun lalu aku bertemu dengannya di kota kecil itu, dan kini aku sudah menemukannya, juga membawanya kepada kalian untuk memperkenalkannya sebagai kekasihku, Keira," ucap Higarashi.


Keira lalu menundukkan kepalanya untuk memberi hormat kepada Neriya dan Klafina untuk beberapa detik, kemudian ia kembali menatap lurus keduanya dan berkata, "Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Permaisuri dari Halida. Perkenalkan, namaku Keira.”


Neriya dan Klafina menjadi sangat terkejut sekali melihat Keira yang dulunya hanyalah seorang gadis kecil, namun sekarang sudah berubah menjadi seseorang … yang mereka sangat kenal. Wajah Keira membuat Klafina mengernyitkan dahinya sambil memperhatikan gadis itu dengan sangat fokus. Ia lalu tersenyum kepada gadis itu dan berdiri agak dekat dengannya.

__ADS_1


“Keira. Aku mengingat namamu. Kau adalah gadis kecil yang pernah memberikan minuman gratis ketika kami sedang berkunjung ke Planet Bumi, dua belas tahun yang lalu. Ternyata kau bukanlah seorang manusia, dan hal itu bukan kebetulan, tampaknya,” ucap Klafina.


__ADS_2