Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Menyatukan Dua Kerajaan


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, seorang pria dan seorang gadis terlihat berjalan masuk ke dalam ruang utama tersebut, dan semua orang langsung menoleh ke arah mereka. Higarashi langsung membalikkan badannya, lalu menatap ke arah gadis itu dengan wajah yang terkejut, begitu juga dengan Neriya dan Klafina.


“Mengapa ia memotong rambutnya?” bisik salah seorang pejabat.


“Apakah pernikahan ini menurutnya hanya akan menyusahkannya saja?” tanya seorang pejabat tinggi.


Neriya sendiri melotot dengan wajah yang terlihat kebingungan sambil menatap gadis berambut biru tua yang sedang berjalan menuju ke altas bersama dengan sang Perdana Menteri dari Palladina itu.


“Mengapa Putri Keira memotong pendek rambutnya? Higarashi, bukankah ini …,” bisiknya, namun Higarashi langsung memotong sambil tersenyum kecil, “Aku yakin Keira pasti memiliki alasannya tersendiri. Ia sangat cantik, dan aku tidak akan mempertanyakan keputusannya. Rambut pendek itu akan memudahkannya untuk bertarung, bukan?”



Neriya kemudian mengangguk pelan, namun masih dengan mata yang melotot. Begitu Keira dan Xyon sudah naik ke atas altar, mereka lalu berjalan mendekati Higarashi, dan berdiri di sebelahnya. Mereka membungkukkan badannya di hadapan Pangeran Mahkota dan Raja dari Halida tersebut sebentar, setelah itu, mereka kembali berdiri tegak.


“Izinkan aku untuk mengucapkan sesuatu hal kepada para hadirin, sebelum anda memulai acaranya, Yang Mulia,” ucap Xyon sambil sedikit menundukkan kepalanya.


“Tentu saja, Perdana Menteri Xyon,” balas Neriya.


Xyon kemudian menoleh ke arah para tamu dengan wajahnya yang datar dan dingin, sehingga suasana di sana mendadak tegang. Ia lalu membungkuk sebentar di hadapan mereka semua, dan kembali berdiri tegak setelahnya.

__ADS_1


“Yang Mulia, Tuan dan Nyonya, seluruh pemimpin, pejabat, bangsawan, sampai rakyat biasa, aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian semua yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di sini dan menjadi saksi pernikahan bagi kedua mempelai. Namun, sebelum keduanya resmi menjadi sepasang suami istri yang menyatukan dua kerajaan, yakni Palladina dan Halida, aku, Perdana Menteri Xyon dari Palladina, ingin memperkenalkan kepada kalian secara langsung, Yang Mulia Putri Keira dari Palladina,” seru Xyon dengan nada yang tegas.


Suasana masih begitu tegang hingga tidak ada yang berani berbicara. Mereka semua memperhatikan baik-baik apa yang hendak disampaikan oleh sang Perdana Menteri dari Palladina itu.


“Seperti yang sudah dikatakan di dalam undangan yang kalian dapatkan sebelumnya, bahwa Yang Mulia Putri Keira adalah putri kandung dari mendiang Yang Mulia Ratu Anexta dari Palladina. Ia adalah seorang Crossbreed, karena ayahnya adalah seorang manusia. Banyak hal yang terjadi di Planet Bumi pada waktu kami menyerang para Silverian di sana, dan maafkan aku yang tidak bisa menjelaskan semuanya kepada kalian. Namun, aku sangat berterima kasih kalian semua mau memberikan Putri Keira sebuah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kutukan sang Crossbreed tidak pernah terbukti sampai detik ini,” lanjutnya.


Orang-orang masih terdiam, karena ketegasan Xyon membuat mereka menghormatinya.


“Aku berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di masa depan tentang status Yang Mulia Putri Keira. Baiklah, aku ucapkan terima kasih kepada kalian semua, dan setelah ini, aku akan menitipkan Yang Mulia Putri Keira kepada Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi. Semoga kedamaian dan keamanan di dalam Galaksi Metal akan terus berlanjut dengan semakin eratnya hubungan di antara Planet Palladina dengan Planet Halida. Mari, kita mulai acaranya,” seru Xyon lagi.


Ia kemudian menundukkan kepala sebentar, lalu kembali tegak dan menoleh ke arah Neriya.


“Terima kasih, Yang Mulia,” ucapnya.


Mereka berdua kini saking berhadapan satu sama lain dengan wajah yang bahagia, walaupun sepertinya ketegangan di antara keduanya justru semakin terasa.


Neriya kemudian berdehem untuk memulai acara pernikahan ini, lalu berseru, "Baiklah, dengan ini, aku akan memulai prosesi pernikahan antara Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi dari Halida dan Yang Mulia Putri Keira dari Palladina.”


Ia lantas menatap Higarashi dan bertanya, “Bersediakah kau, Yang Mulia Pangeran Higarashi dari Halida, menerima Yang Mulia Putri Keira dari Palladina, sebagai istrimu, baik dalam suka maupun duka?”

__ADS_1


“Aku, Yang Mulia Pangeran Higarashi dari Halida, bersumpah akan menjadikan Yang Mulia Putri Keira dari Palladina sebagai istriku, dalam keadaan suka maupun duka. Aku akan menjaga dan mencintainya seumur hidupku, sampai kapanpun,” balas Higarashi dengan senyum lebar di wajahnya.


Neriya kemudian menatap Keira dan bertanya, “Yang Mulia Putri Keira dari Palladina, apakah kau bersedia menerima Yang Mulia Pangeran Higarashi dari Halida sebagai suamimu, baik dalam keadaan suka maupun duka?"


Sayangnya, Keira justru terdiam sebentar. Wajahnya mendadak diselimuti keraguan besar sehingga orang-orang mulai bertanya-tanya mengapa ia mendadak seperti itu.


“Apakah … ini adalah keputusan yang benar? Apakah aku masih bisa mundur? Apakah para Silverian itu akan menyerang Planet Halida setelah ini?” gumam Keira di dalam hati.


“Yang Mulia Putri Keira?” tanya Neriya lagi, karena gadis berambut biru tua itu tampak ragu.


Untungnya, setelah beberapa saat, Keira mulai tersadar. Ia lalu menatap Higarashi dan tersenyum kepada calon suaminya itu dengan wajah yang ceria kali ini.


“Aku, Yang Mulia Putri Keira dari Palladina, bersumpah akan menjadikan Yang Mulia Pangeran Higarashi dari Halida sebagai suamiku, dalam keadaan suka maupun duka. Aku … akan menjaganya dan mencintainya seumur hidupku,” jawab Keira.


Neriya lalu tersenyum lebar, kemudian berkata, "Baiklah jika demikian, setelah kalian saling bertukar cincin, maka kedua kerajaan akan resmi bersatu!”


Leino, kemudian naik ke atas altar, berdiri di samping Higarashi, lalu membuka dan memberikan sebuah kotak kecil kepada tuannya itu. Higarashi lantas mengambil sebuah cincin dari dalam kotak tersebut, dan menyematkannya di jari manis Keira dengan perlahan.


Setelah itu, Keira mengambil cincin lainnya dari sana, dan menyematkannya di jari manis Higarashi. Klafina langsung menghela nafas panjang, sementara Xyon masih berdiri di sampingnya dengan wajah yang terlihat serius, sama sekali tidak ada ekspresi.

__ADS_1


Neriya kemudian tersenyum lebar, lalu berseru, "Baiklah, dengan ini, aku, Yang Mulia Raja Neriya dari Halida, sudah secara resmi menikahkan anakku satu-satunya, Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi dari Halida, dengan Yang Mulia Putri Keira dari Palladina! Sebarkan titahku, mulai detik ini juga, Yang Mulia Putri Keira dari Palladina, akan menjadi Yang Mulia Putri Mahkota Keira dari Halida. Dengan pernikahan ini, aku harap hubungan di antara Planet Palladina dan Planet Halida akan semakin kuat. Semoga perang antar planet segera berakhir dan Galaksi Metal akan menjadi semakin aman serta selalu damai sepanjang masa. Baiklah, silakan berciuman!"


Dengan cepat, Higarashi kemudian membuka veil pengantin yang menutupi wajah istrinya itu, lalu memeluk Keira, kemudian ia mencium bibir gadis tersebut di hadapan semua orang.


__ADS_2