
Higarashi menatap punggung pria tersebut dengan sorot mata yang tajam, lalu menutup rapat pintu rumahnya.
"Perdana Menteri Xyon," ucapnya, lalu ia bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
Ternyata pria tersebut adalah Xyon, yang sudah menunggunya sejak tadi. Ia langsung menoleh ke belakang, kemudian berdiri dan berjalan mendekati Higarashi, lalu menatapnya dengan tatapan yang tajam.
Suasana langsung menjadi tegang.
“Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi dari Halida,” ucap Xyon.
“Bagaimana kau tahu bahwa aku sedang berada di sini?” tanya Higarashi.
Xyon tidak menjawabnya.
“Ah,” ujar Higarashi, “kalian adalah sekutu kami, Palladina dan Halida. Bahkan saat kau dilantik menjadi perdana menteri ketika aku masih kecil, aku datang bersama kedua orang tuaku untuk menyaksikan penobatanmu. Jadi, apa yang sudah membuatmu datang ke sini … secara diam-diam?”
"Kalau begitu, mengapa kau berada di sini, di planet Bumi?" tanya Xyon.
"Mengapa tidak boleh? Aku ada urusan di sini," balas Higarashi.
Xyon langsung mengangkat tangan kanannya dan sebuah pedang kosmik muncul di dalam genggamannya. Ia kemudian mengarahkannya di bawah leher Pangeran Mahkota dari Halida tersebut. Tanpa takut sama sekali, Higarashi justru menatap Xyon semakin tajam dengan sebuah senyuman sinis.
"Perdana Menteri Xyon, apakah kau tahu bahwa engkau sedang mengancam seorang pangeran mahkota dari Halida? Kau ingin menabuh genderang perang kepada kami, seperti para Silverian itu?" tanyanya.
Xyon membalas, "Oh, Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi dari Halida. Kedatanganku kemari hari ini bukan sebagai perdana menteri, tapi sebagai seorang pria."
"Baiklah, apa yang ingin kau katakan sebagai seorang pria?" tanya Higarashi lagi.
Sang Perdana Menteri dari Palladina itu kemudian menghela nafas pendek, lalu berkata, "Menjauhlah dari Keira.”
__ADS_1
Higarashi langsung terkejut dengan ucapan itu. Ia bahkan mengernyitkan dahinya.
"Keira? Gadis berambut biru tua itu?" tanyanya.
"Ya. Menjauhlah dari Keira sebelum kau dan planetmu menjadi korban dari para Silverian itu. Aku mengatakan ini demi keselamatan kalian," jawab Xyon.
"Turunkan dulu senjatamu ini, tidak perlu mengancamku seperti itu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik, bukan?" tanya Higarashi dengan nada bicara yang serius.
Xyon justru semakin mendekatkan pedang kosmiknya ke arah Higarashi.
"Seharusnya aku menghalangi pertemuan kalian ketika kalian berdua bertemu di kota kecil itu," ucapnya.
"Apakah maksudmu, aku tidak bisa menyukai Keira?" tanya Higarashi.
"Kau boleh menyukai semua gadis yang ada di dunia ini, kecuali dia. Aku sudah memperingatkan dirimu. Jangan pernah lagi mendekati Keira! Perasaanmu kepadanya bisa membuat gadis itu semakin dalam bahaya!" seru Xyon, kali ini wajah yang penuh dengan amarah.
Higarashi menghela nafas pendek, lalu berseru, "Jelaskan padaku alasan yang bisa kuterima, mengapa aku tidak boleh mencintainya?! Bukankah dengan kehadiranmu di sini, berarti membuktikan bahwa aura energi kosmik yang kurasakan dari dirinya adalah benar, ia bukanlah seorang manusia, melainkan immortal yang sama dengan kita?”
Ia justru menggelengkan kepalanya sekali, kemudian menghela nafas panjang setelah mendengarkan pengakuan dari Higarashi barusan.
"Baiklah, Nak. Keira mempunyai gelar Yang Mulia Putri dari Palladina. Nah, apakah sekarang kau mengerti?" tanya Xyon.
Higarashi justru tertawa kecil sebentar, kemudian bertanya, "Kau sedang mengada-ada saja. Mendiang Yang Mulia Ratu Anexta tidak pernah menikah, lantas mengapa Keira memiliki gelar putri? Apakah mendiang Yang Mulia Ratu mengadopsinya?"
Xyon kali ini benar-benar kesal dibuatnya.
Ia kemudian berjalan satu langkah ke depan dan berdiri sangat dekat dengan Higarashi, kemudian berbisik, "Keira adalah anak kandung dari mendiang Yang Mulia Ratu Anexta, dengan seorang pria manusia. Aura energi kosmik yang kau rasakan di dalam dirinya, memang apa?”
Kedua bola mata Higarashi langsung membesar. Ia kemudian menatap Xyon dengan wajah yang terlihat panik.
__ADS_1
"Keira … Keira … adalah seorang Crossbreed?” bisiknya.
Xyon lalu berjalan mundur satu langkah dan menurunkan tangannya sehingga pedang kosmik miliknya menghilang, kemudian ia mengangguk satu kali sambil masih menatap Higarashi dengan sorot mata yang tajam.
“Tidak mungkin. Jika ia memang adalah seorang Crossbreed, ia tidak mungkin berada di sini. Kau mengada-ada saja!" seru Higarashi, seolah tidak menerima dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Xyon.
Xyon langsung mencengkram erat kedua bahu Higarashi, kemudian berseru, "Hei anak muda! Keira benar-benar adalah seorang Crossbreed, dan sejak dalam kandungan pun, ia sudah berada dalam bahaya! Para Silverian itu, mereka mengincar Keira karena mengetahui energi yang ia miliki sangatlah kuat dan mematikan! Kami semua, aku, dan keempat jenderal tertinggi lainnya, terpaksa menjaga Keira dari kejauhan, hanya karena kami takut mereka akan mengetahui keberadaannya! Justru kehadiranmu di sini, benar-benar membuat semuanya … berantakan! Jauhilah Keira secepatnya, atau kau dan dia, bahkan kita semua akan berada dalam bahaya yang amat besar!"
Setelah mendengar perkataan Xyon yang panjang barusan, Higarashi langsung merasa lemas. Sang Perdana Menteri dari Palladina itu kemudian melepas cengkramannya dari bahu Higarashi, sambil menghela nafas panjang.
"Tidak mungkin! Lagi pula aku tidak mau! Aku sudah menunggunya selama dua belas tahun dan hanya karena ia adalah seorang Crossbreed, lalu aku harus menyerah, begitu? Tidak akan! Aku akan melindunginya!” seru Higarashi dengan nada tinggi.
Kali ini Xyon benar-benar dipenuhi amarah.
Ia kemudian mencengkram kerah baju Higarashi dengan erat sambil berbisik pelan, "Aku sudah mengingatkan hal ini kepadamu. Jika nanti planetmu atau Keira berada dalam bahaya, maka kau adalah satu-satunya orang yang harus disalahkan!"
"Hei pria tua! Keira selalu dirundung oleh manusia-manusia sialan itu, lalu kalian berkata bahwa kalian sudah menjaganya dari kejauhan. Lantas di mana kalian ketika ia sedang bersedih akibat seluruh perundungan itu? Ke manakah kalian, hah?" tanya Higarashi dengan wajah yang juga terlihat kesal.
Xyon terdiam. Ia tiba-tiba melepas cengkramannya dari kerah baju Higarashi. Mereka berdua kini saling menatap satu sama lain dengan suasanya yang semakin tegang.
"Biarkan Keira memilih dari hatinya, kalian juga tidak berhak mengaturnya. Lagi pula, kalian tidak pernah ada di sampingnya bahkan ketika perundungan yang ia terima semakin menjadi! Lantas apa hak kalian untuk mengekangnya?" seru Higarashi.
“Kedua orang tua dan bibi angkatnya dibunuh oleh para Silverian itu, dan kau masih bertanya pertanyaan yang sama. Bukankah seharusnya kau menjauhinya, Yang Mulia?” tanya Xyon?
Higarashi justru tertawa kecil setelah mendengarkan hal itu.
“Ah, kasihan Keira. Ia sangat kesepian. Lalu, di manakah kalian ketika ia sudah tidak memiliki siapa pun di sini?” tanyanya.
Karena pertanyaan itu, Xyon terlihat mengepalkan tangan kanannya.
__ADS_1
"Baiklah aku akan mengakuinya. Kami semua harus bergantian untuk melakukan patroli di dalam Galaksi Metal, dan terkadang, kami tidak mengawasi Keira sama sekali," ucap Xyon, lalu ia menghela nafas panjang, dan melanjutkan, "Kalian berdua sudah dewasa. Tapi jika suatu saat nanti perkataanku menjadi benar, kau jangan pernah berharap aku akan melindungimu, walaupun Planet Halida adalah selalu menjadi sekutu kami. Aku sudah memperingatkan dirimu, ingat itu baik-baik!"