Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Pertengkaran Xyon dan Higarashi


__ADS_3

“Namun, Keira, aku sangat terkejut begitu melihatmu kembali ke sini bersama Xyon dan Higarashi dengan menggunakan bola aneh yang tidak pernah kulihat sebelumnya,” ucap Arex sambil masih tersenyum kecil.


“Ah, aku … membuat bola aneh itu dengan energi gelap untuk melindungi mereka dan keluar dari Planet Silverian, karena hanya aku yang bisa menembus atmosfernya,” balas Keira.


“Energi gelap yang masih ada di dalam dirimu, Keira, kau … harus berhati-hati, ya?” ujar Arex dengan wajah yang sedikit gusar.


"Terima kasih sudah menenangkan diriku, Paman," ucap Keira pelan, “kalau begitu, aku … akan mengisi ulang energi cahayaku terlebih dahulu.”


Ia kemudian berdiri, lalu tersenyum sekali lagi kepada Arex, dan berjalan menuju ke Light Chamber. Wajah Arex masih tampak gusar, bahkan setelah Keira masuk ke dalam ruangan itu, ia hanya bisa menghela nafas panjang.


Di dalam Light Chamber, Keira yang baru saja menutup pintu, lantas berjalan mendekati ranjang di mana Higarashi sedang berbaring, lalu berdiri di sebelahnya dan menatap Raja dari Halida tersebut dengan wajah yang sendu.


"Haruskah aku menghancurkan planet itu agar aku bisa lepas dari kutukan ini?” gumamnya pelan.


Ia lalu berjalan menuju ke sebuah ranjang yang berada di pojok ruangan tersebut, kemudian duduk di atasnya sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong.


“Aku hanya harus mengumpulkan energi kosmik lainnya untuk menghancurkan planet gelap itu. Namun, haruskah aku membunuh penduduknya?" tanya Keira kepada dirinya sendiri.


Tiba-tiba, Xyon terbangun, lalu duduk di atas ranjangnya. Ia lantas menoleh ke arah Keira, berdiri, kemudian berjalan menuju ke arah Permaisuri dari Halida itu dengan wajah yang sendu.


"Maafkan aku, Keira. Aku sudah menganggapmu sebagai alat untuk balas dendam. Aku selalu menyalahkanmu atas meninggalnya mendiang Yang Mulia Ratu Anexta," ucap Xyon yang kini berdiri di samping perempuan Crossbreed itu.


Keira menoleh ke arahnya, lalu menatap paman angkatnya itu dengan wajah yang tampak gusar.


"Paman Xyon, kau tidak perlu meminta maaf. Aku … bisa merasakan energi yang kau berikan kepadaku, dan energi itu memberikanku kekuatan untuk menghancurkan bola hitam raksasa tersebut. Hatimu penuh dengan … kesedihan, bukan?" balas Keira.


Xyon terdiam. Ia hanya bisa menatap Keira dengan perasaan yang penuh dengan penyesalan sambil menahan kesedihannya untuk anak yang selalu ia anggap sebagai alat untuk balas dendam itu.

__ADS_1


"Aku tidak pernah melindungimu, Keira. Ini semua memang salahku, sejak awal, karena aku yang ikut menghancurkan bulan-bulan milik Planet Silverian dan memindahkannya ke posisi paling belakang Tata Surya Goldinian, sehingga mereka menjadi seperti sekarang,” ucap Xyon.


Tiba-tiba Keira membuka lebar kedua matanya, lalu bertanya dengan wajah yang penuh dengan rasa penasaran, “Lalu, siapa Ryena yang kau dan Aerim sebutkan itu?”


“Ah,” desah Xyon, kemudian ia menjawab sambil mengernyitkan dahinya, “Ia adalah adik angkat mendiang ibumu, dan juga mantan Putri dari Palladina, sebelum semua gelarnya dicabut karena ia lebih memilih untuk menelan pil hitam itu dan hidup bersama dengan Silverian sialan tersebut, Flerix!”


Wajah Xyon tampak dipenuhi kekesalan, lalu, ia tiba-tiba berseru, “Keira, aku tidak bisa memberitahukan kepadamu semua yang terjadi pada waktu itu, tapi, aku berjanji mulai sekarang, akan melindungimu, seperti yang memang seharusnya kulakukan sejak kau lahir, atas perintah mendiang ibumu!”


Keira langsung meraih tangan kanan Xyon dan menggenggamnya karena paman angkatnya tersebut hendak menangis, lalu, ia menatap Perdana Menteri dari Palladina itu dengan senyum kecil di wajahnya.


"Itu berarti Aerim masih memiliki cahaya di dalam hatinya, Paman. Kita masih memiliki kesempatan untuk membawa Aerim kembali kepada kita!" seru Keira.


“Keira, apa maksudmu?” tanya Xyon sambil melotot dan menahan seluruh emosi yang dirasakannya.


“Kita tidak harus membunuh mereka, Paman! Aku … aku akan membuat Aerim kembali kepada kita!” seru Keira dengan wajah yang tampak senang.


Keira lantas melepaskan genggamannya dari tangan Xyon, lalu menoleh ke arah Higarashi, begitu juga dengan paman angkatnya tersebut.


"Sejak kapan kau mendengarkan?" tanya Xyon dengan wajah yang datar.


"Apa itu artinya Keira tidak akan pernah bisa mempunyai hidup yang normal?" tanya Higarashi lagi, sambil mengernyitkan dahinya.


“Aku memang ditakdirkan untuk melawan alam semesta, Higarashi,” jawab Keira sambil menatap suaminya itu dengan senyum kecil.


Sayangnya, Xyon tampak tidak menyukai pertanyaan tersebut. Wajahnya bahkan menjadi terlihat kesal begitu ia mendengar jawaban dari Keira.


"Lalu apa yang bisa kau lakukan, Higarashi? Apakah kau mau meninggalkan planetmu, lalu ikut berperang bersama kami? Tidak mungkin. Kau harus memilih, antara kau harus melepas statusmu sebagai raja, atau kau menceraikan Keira," ucap Xyon dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Tidak mungkin! Pasti ada cara untuk mematahkan kutukan itu, dengan tidak mengorbankan siapa pun!" balas Higarashi, juga dengan nada tinggi.


Xyon langsung menatap tajam Raja dari Halida itu.


"Yang Mulia! Keira adalah seorang Crossbreed! Kau harus mengerti bahwa suatu saat …. Suatu saat …," balas Xyon sambil mengernyitkan dahinya, namun, tiba-tiba ia menghentikan ucapannya.


"Suatu saat? Ada apa dengan suatu saat itu?" tanya Higarashi dengan wajah yang tampak kesal.


Xyon menghela nafas panjang, kemudian ia berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.


Setelah beberapa saat, Perdana Menteri dari Palladina itu lalu melanjutkan, "Kau harus bisa melepaskan Keira, suatu saat nanti, Higarashi. Tidak ada yang namanya sempurna pada seorang Crossbreed. Perkawinan campur itu akan selalu membuat cacat keturunannya. Keira memang sangat kuat, ia bahkan mampu melakukan Televortare, melengkapi kekurangan pada dirimu agar kau bisa berubah menjadi Victory Higarashi, namun, semakin ia menggunakan energi antimateri itu, ia akan lebih cepat menjadi lebih tua, Higarashi!!"


Higarashi melotot sambil menahan nafasnya. Ia benar-benar tidak percaya akan apa yang baru saja ia dengar.


"Tidak mungkin! Kita bisa membuat antimateri di sini, Paman Xyon!" ucapnya dengan nada tinggi.


“Antimateri yang dibuat mesin, bukanlah antimateri murni, Higarashi! Hentikan omong kosongmu!” seru Xyon dengan mata yang melotot tajam.


"Diam, kalian!!” seru Keira dengan wajah yang tampak kesal, hingga mereka menoleh ke arahnya.


Ia lantas menghela nafas pendek, lalu menatap Xyon dan Higarashi dengan wajah yang sendu.


“Aku akan mengorbankan diriku sendiri untuk alam semesta ini, dan kembali membawa kedamaian bagi kalian semua. Aku … memang ditakdirkan untuk berperang seumur hidup, bukan?" tanyanya sambil menundukkan kepala.


Melihat dan mendengar hal itu, Xyon kemudian menoleh lagi ke arah Higarashi, lalu kembali menatap Raja dari Halida tersebut dengan wajah yang serius.


"Dengarkan, Yang Mulia. Buatlah Keira bahagia, walaupun kau tahu bahwa mungkin hidupnya tidak akan lama. Setidaknya, ia memiliki dirimu, orang pertama yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Sekarang, semua keputusan ada di tangannya, biarkanlah ia menikmati hidupnya," ucap Xyon.

__ADS_1


__ADS_2