Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Masa Lalu - Bagian XXI


__ADS_3

Xyon menghela nafas panjang, lalu dengan wajah tegas kali ini, ia memberanikan diri untuk berkata yang sejujurnya, "Aku, Xyon, sudah menikah dengan seorang gadis mortal, dan kuberikan cincin itu kepadanya, sebagai bukti bahwa aku dan dirinya sudah menjadi sepasang suami istri! Aku sangat mencintainya, walaupun baru beberapa hari berkenalan dengannya, namun hatiku sudah yakin bahwa ia adalah gadis yang tepat untuk menjadi pasanganku seumur hidup!!"


Derix langsung menampar wajah Xyon dengan sangat keras begitu ia selesai mendengar pernyataan dari anak laki-lakinya itu, hingga pria muda tersebut hampir terjatuh. Xyon langsung menatap Derix dengan sorot mata tajam setelahnya.


Pintu tiba-tiba terbuka, dan Wyona masuk ke dalam sambil melotot dan menutup mulut dengan tangan kanannya. Derix dan Xyon langsung menoleh ke arahnya karena terkejut.


"Sayang?!" ucap sang suami sambil melebarkan kedua kelopak matanya begitu ia melihat istrinya tersebut.


Wyona lalu menutup pintu rapat-rapat, sambil meneteskan air mata, kemudian ia menatap Xyon dengan bola mata yang berkaca-kaca dan menelan ludahnya sendiri.


"Kau … sudah berbuat terlalu jauh, Nak …," bisiknya pelan sambil meletakkan kotak makan yang dibawanya di atas lantai.


Ia lantas berlutut sambil memegang wajah Xyon dengan kedua tangannya. Pria muda itu hanya terdiam sambil meneteskan air mata walaupun ekspresinya masih datar, serta ikut berlutut di hadapan ibunya tersebut.


"Sayang! Kau tidak seharusnya berada di sini!" seru Derix dengan wajah yang sedikit panik.


"Xyon," ucap Wyona sambil mengernyitkan dahinya, “alam semesta tidak akan membiarkan adanya ketidakseimbangan energi kosmik. Semua yang ada di dunia ini saling berpasang-pasangan. Namun, Xyon, kau harus tahu, bahwa sejatinya, ada beberapa pasangan yang justru bertolak belakang, seperti materi dan antimateri.”


"Ibu, apa maksudnya?" tanya Xyon dengan wajah yang kebingungan.

__ADS_1


"Seorang immortal tidak boleh menjalin cinta dengan seorang mortal. Energi negatif dari hubungan tersebut akan melahirkan seorang Crossbreed, dan alam semesta sangat mengutuk energi negatif yang dimiliki oleh anak tersebut," balas Wyona sambil mengelus wajah anak laki-lakinya itu.


Xyon menggelengkan kepalanya sekali, lalu menundukkan kepala dan berkata, "Aku … masih tidak mengerti. Maafkan aku, Ibu.”


"Seorang Crossbreed adalah makhluk yang lahir dari hubungan antara immortal dengan mortal. Hanya mereka yang mampu mengendalikan seluruh energi kosmik yang ada di dalam alam semesta ini, dan hanya mereka juga, yang memiliki energi antimateri bermuatan negatif. Masalahnya, Xyon, walaupun mereka sangat kuat melebih apapun, tetap saja mereka adalah makhluk mortal dan alam semesta tidak menyukainya," ucap Derix dengan wajah yang masih terlihat kesal sambil memalingkan wajahnya dari Xyon.


"Xyon, jika perempuan mortal itu melahirkan seorang Crossbreed, anak itu mungkin akan menjadi yang terkuat di dalam alam semesta ini, namun, energi negatif miliknya akan melawan alam semesta dan … dunia ini akan mengutuknya, Nak," bisik Wyona pelan.


"Sebaiknya, segera kau bunuh manusia mortal itu, Xyon. Demi keseimbangan dunia ini," ujar Derix sambil mengepalkan tangan kanannya.


"Tidak akan pernah!" seru Xyon yang tiba-tiba berdiri tegak hingga Wyona ikut berdiri karena terkejut.


Ia langsung berseru lagi, "Jika memang ia melahirkan seorang anak untukku, maka anak itu adalah anakku! Entah apakah nantinya ia adalah seorang Crossbreed atau bukan, anak tersebut tetaplah anakku! Bukankah seharusnya sikap seorang ayah memang demikian, mencintai anaknya?!"


"Aku … tidak akan menceraikannya. Aku juga tidak akan membunuh mereka! Jika memang ia adalah seorang Crossbreed, ia adalah anakku bersama perempuan itu, dengan penuh cinta!" seru Xyon dengan nada tinggi sambil menatap ke arah Derix.


Derix langsung menoleh ke arah Xyon sambil menunjuk-nunjuk anak laki-lakinya tersebut dengan jari telunjuk tangan kanannya.


Wajahnya memerah dan kedua matanya melotot tajam, lalu ia membalas, "Kau! Kurang ajar sekali! Kau lihat saja apa yang akan alam semesta ini lakukan pada manusia mortal dan anak itu, jika memang ia benar-benar melahirkan seorang Crossbreed! Xyon!! Kau …, kau tidak akan pernah bisa keluar dari istana ini lagi! Tidak akan!"

__ADS_1


"Kalian! Kalian hanya bisa memikirkan diri sendiri!" seru Xyon, kemudian ia berlari keluar dari ruang kerja pribadi milik ayahnya itu, dengan wajah yang kesal namun juga air mata yang mulai mengalir membasahi wajahnya.


"Xyon!" balas Wyona sambil berusaha untuk mengejar anak laki-lakinya, namun sang Jenderal Senior tersebut langsung meraih tangan kanannya dan menariknya kembali ke dalam.


Derix kemudian memeluk istrinya dan berbisik, "Aku tidak akan membiarkan Xyon untuk kembali ke Planet Bumi, selama aku masih hidup. Ia tidak bisa membawa anak Crossbreed itu kemari, jika memang benar manusia mortal itu sudah memberikannya seorang anak. Aku akan membuatnya melupakan semua hal tentang mereka."


"Sayang, kumohon, maafkan Xyon sekali ini saja. Ia masih polos dan tidak mengerti apa pun tentang perasaan mortal, dan manusia itu. Ini semua salahku dalam mendidiknya. Maafkan aku," ujar Wyona sambil menangis.


Mereka kemudian saling berpelukan dengan erat, dan Wyona sama sekali tidak bisa menahan air matanya. Sementara itu, di halaman belakang istana, Xyon terlihat sedang duduk di atas rerumputan hijau yang terlihat sangat menyejukkan mata, sendirian.


Namun, ia hanya menatap rerumputan dengan wajah yang sendu, seolah hatinya sedang terluka.


"Crossbreed? Jika Hyerin memang melahirkan seorang anak untukku, aku akan sangat senang. Namun … maafkan aku. Ayah benar-benar tidak memberikanku kesempatan untuk menemuimu. Tunggulah, Hyerin, walau nanti kau mungkin akan menjadi tua, aku akan tetap mencintaimu," gumamnya pelan.


Ia kemudian menghela nafas panjang dan kembali berkata, “Aku akan mengikuti keinginan Ayah. Mungkin saja … Yang Mulia Pangeran Mahkota akan mengajakku kembali ke Planet Bumi suatu saat nanti.”


Sejak saat itu, Xyon setiap pagi sudah berada di dalam ruang kelas yang terletak di dalam gedung sebelah kanan istana tersebut, dengan beberapa anak dari pejabat tinggi, untuk mengikuti pelajaran di Sekolah Kerajaan. Pada siang harinya, ia akan melakukan latihan sendiri dengan pedang kosmik miliknya, di halaman belakang istana.


Terkadang, Arnea akan menemaninya dan mereka akan berlatih menyerang bersama-sama. Derix dan Wyona sangat senang dengan keputusan Xyon tersebut, namun, mereka tidak tahu bahwa pria muda itu sebenarnya sedang menunggu kesempatan.

__ADS_1


Tujuh hari kemudian, di halaman depan istana, upacara penobatan bagi prajurit yang sudah lulus ujian kerajaan akhirnya dimulai. Mereka akan dinobatkan sebagai jenderal, dan tugas baru akan menanti ke depannya. Para pensiunan jenderal senior yang menjadi juri terlihat hadir dan berbaris menyamping di tengah-tengah halaman.


Seluruh peserta ujian kerajaan, termasuk Xyon, terlihat sedang berbaris-baris. Derix tampak berdiri di hadapan mereka, sementara Treya dan Arnea berada di belakang Jenderal Senior itu dengan jarak yang tidak terlalu dekat.


__ADS_2