
Sementara itu, Chexy dan Higarashi terlihat masih berjalan bersama. Namun setelah beberapa saat, tiba-tiba saja gadis berambut pirang itu berhenti di depan sebuah toko sambil memegang perut dengan tangan kanannya. Higarashi kemudian menoleh ke arahnya dengan wajah yang sedikit panik. Mereka lantas berhenti berjalan, dan Chexy kini terlihat semakin merasa sakit.
“Chexy, apakah kau baik-baik saja?! Apakah kau kelelahan? Sebaiknya kita berhenti saja, lagi pula aku sudah melihat beberapa restoran, jadi aku bisa berhenti sekarang dan langsung membelikan makanan untuk Keira,” ucap Higarashi pelan.
Chexy kemudian berdiri tegak kembali, lalu tersenyum kepada Higarashi, dan berkata, “Maafkan aku, Higarashi, namun, aku tidak apa-apa. Hanya sedikit lelah, namun, berjalan denganmu ternyata sangat menyenangkan. Ah, iya, aku menyewa sebuah rumah di sekitar sini. Bagaimana jika kau mampir terlebih dahulu sebelum kembali pulang? Sebentar saja, karena ada sesuatu yang ingin kuberikan kepada Keira, dari ayahku.”
“Baiklah, hanya sebentar,” jawab Higarashi.
Chexy tersenyum sangat lebar, seperti ada keinginan di dalam hatinya yang terpenuhi. Namun, tanpa disadari, Keira sebenarnya sudah berada di belakang mereka dengan jarak yang agak jauh. Gumpalan cahaya tadi ternyata membawanya hingga ke sana, kemudian setelah Keira berhasil menemukan suaminya … yang sedang berjalan bersama perempuan lain yang sangat ia kenal.
“Chexy?” gumam Keira, dan dengan rasa penasaran, ia mengikuti mereka sambil mengernyitkan dahinya.
Keira terus mengikuti mereka berdua hingga ia melihat suaminya dan Chexy masuk ke dalam sebuah rumah satu lantai yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.
“Huh? Rumah siapa itu?” tanya Keira dengan wajah yang curiga.
Ia kemudian berjalan mendekati rumah tersebut, dan berdiri di depan pintunya tanpa mengetuk. Sementara itu, di dalam, Chexy lalu menatap Higarashi dengan wajah yang terlihat ceria, walaupun sang Raja dari Halida itu tampaknya tidak ingin berlama-lama di sana.
“Aku akan mengambilkan minuma untukmu. Duduklah terlebih dahulu di sofa itu,” ucap Chexy.
“Aku tidak ingin berlama-lama di sini. Jadi, apa yang ingin diberikan oleh Yang Mulia Raja Gerofin untuk Keira?” tanya Higarashi.
Namun, gadis berambut pirang itu hanya terdiam sambil menatapnya.
"Baiklah, aku rasa kau sudah mempermainkanku sekali lagi. Kalau begitu, aku akan kembali. Terima kasih sudah menemaniku hari ini,” ujar Higarashi.
"Tunggu dulu," balas Chexy.
__ADS_1
Ia kemudian berjalan mendekati sang Raja dari Halida itu, dan berdiri sangat dekat dengannya. Sangat, sangat dekat. Bola mata gadis berambut pirang tersebut berkaca-kaca, lalu tiba-tiba, ia memeluk Higarashi dengan cepat.
“Hey!” seru Higarashi sambil berusaha untuk melepaskan pelukan itu, namun, Chexy justru semakin erat memeluknya.
"Tunggu, Higarashi, tunggu. Jangan pergi dulu. Jangan tinggalkan aku. Sebentar saja!" bisik Chexy.
Higarashi menghela nafas panjang, lalu terdiam. Wajahnya datar, dan sekarang, ia mulai merasa terganggu dengan pelukan itu.
“Katakan, apa maumu, Chexy?” tanya Higarashi.
“Tidak, Higarashi! Aku tidak ingin menjebakmu, aku juga tidak ingin gelar itu! Aku … aku hanya merasa kesepian! Lagi pula, kita pernah dijodohkan, bukan?” balas Chexy dengan air mata yang mulai mengalir membasahi wajahnya.
“Aku akan pergi sekarang,” ucap Raja dari Halida itu.
“Tidak! Higarashi! Dengarkan aku! Aku tidak tahu apa yang dimiliki oleh Keira sehingga kau jatuh cinta kepadanya, padahal, aku adalah seorang putri kerajaan! Mengapa kau tidak memilihku, dan justru malah menikah dengan Crossbreed itu? Alam semesta akan mengutukmu dan planetmu! Higarashi, aku … aku ingin menyelamatkanmu dari hubungan terlarang itu! Keira adalah makhluk mortal, bukan? Ia tidak seharusnya menikah denganmu!” seru Chexy.
“Aku mencintainya, lalu?” bisik Higarashi.
“Higarashi, cinta itu adalah perasaan mortal, dan kita adalah makhluk immortal!!” balas Chexy.
Tiba-tiba saja, Chexy membuka jaket yang ia kenakan, dan Higarashi masih menatapnya dengan wajah yang serius, tanpa reaksi apapun di wajahnya. Setelah melepas jaket miliknya, kali ini ia melepas kemeja yang sedang dikenakannya, hingga yang tersisa di badannya hanyalah … pakaian dalamnya saja. Higarashi langsung menoleh ke arah lain dengan wajah yang memerah, namun, wajahnya terlihat kesal.
“Chexy! Apa yang sedang kau lakukan?! Pakai kembali pakaianmu, karena aku akan segera pergi dari sini! Ternyata, ini semua tidak lebih dari jebakanmu saja!” seru Higarashi.
Ia kemudian berjalan mendekati pintu, namun, Chexy mendadak menarik lengannya dari belakang dan memeluknya erat-erat.
“Temani aku, hanya untuk beberapa jam saja. Lagi pula, Keira tidak akan menunggumu. Ia pasti sedang tertidur sekarang. Bukankah ia sedang sakit? Ah, dan bukankah, yang kau inginkan dari Keira hanyalah kekuatannya saja? Kalau begitu, aku akan menyerahkan tubuhku kepadamu,” bisiknya.
__ADS_1
“Chexy!” seru Higarashi, namun tiba-tiba, pintu rumah tersebut terbuka. Mereka langsung menoleh ke arah pintu dan melihat seorang perempuan yang sedang berdiri di sana dengan wajah sendu.
Keduanya terkejut begitu tahu siapa yang baru saja membuka pintu itu. Higarashi bahkan sampai melotot tajam ke arah perempuan tersebut.
“Keira?!” seru Chexy, kemudian ia membungkuk dengan cepat, mengambil jaket yang ia lepaskan barusan, lalu memakainya lagi untuk menutupi tubuhnya.
“Keira?! Sedang apa kau di sini?!” tanya Higarashi, namun, ia langsung menyadari sesuatu, kemudian kembali berkata, “Tidak, Keira. Kau salah paham. Aku di sini karena … Chexy yang menjebakku!”
“Menjebakmu? Aku … sudah mengikuti kalian sejak tadi, Higarashi,” balas perempuan itu, Keira, sambil mengernyitkan dahinya.
Higarashi terdiam karena kebingungan. Ia bahkan sama sekali tidak bisa membela dirinya sendiri karena ternyata, Keira sudah mengikutinya entah sejak kapan.
“Apakah kau menikahiku hanya karena kau menginginkan kekuatanku juga, Higarashi?” tanya Keira.
“Keira, tidak, tidak …,” bisik Higarashi sambil berjalan mendekati istrinya itu, namun, Keira justru melangkah mundur, seolah tidak ingin suaminya tersebut dekat dengannya.
“Kau pikir, menerima fakta bahwa aku adalah seorang Crossbreed itu mudah? Percuma saja menjadi mortal yang memiliki kekuatan immortal. Kutukan dari alam semesta akan terus melekat pada diriku, dan semua orang yang berada di sekitarku akan selalu menjadi korban selanjutnya,” bisik Keira sambil menahan tangisnya.
Ia mendadak berbalik badan, mengangkat tangan kanannya dan begitu Star Baton berwarna biru muda miliknya muncul di dalam genggamannya, Keira langsung mengayunkannya ke depan.
“Keira!” teriak Higarashi sambil berusaha untuk meraih lengan istrinya itu.
Sebuah lingkaran besar kemudian muncul di hadapan Keira, dan ia langsung masuk ke dalamnya. Lingkaran besar tersebut mendadak hilang setelah itu, seolah menelan Permaisuri dari Halida itu, entah ke mana.
“Tidak, Keira, tunggu!” teriak Higarashi.
Sang Raja dari Halida itu mulai berlari keluar dan melihat ke kiri serta ke kanan, namun, tidak menemukan Keira di mana pun. Ia lantas mengangkat tangan kanannya dan begitu Star Baton miliknya muncul di dalam genggamannya, ia mengayunkannya ke depan dan sebuah lingkaran besar yang sama, muncul di hadapannya.
__ADS_1
Higarashi langsung masuk ke dalamnya, dan lingkaran besar tersebut langsung menghilang dengan cepat setelah itu.