
Mereka langsung terkejut begitu melihat sang ratu yang sudah berlutut di atas lantai dengan darah yang mengalir semakin banyak membasahi kedua kaki dan bajunya. Wajah Anexta bahkan terlihat penuh dengan keringat, seolah sedang menahan rasa sakit yang amat sangat.
Mata-mata mereka melotot tajam ke arahnya, karena tahu bahwa sang ratu akan segera melahirkan.
Yeria kemudian menoleh kepada Xyon dan berkata, “Kau adalah seorang pria. Pergilah, dan jaga ruangan ini dari luar. Pastikan tidak seorang pun mengetahui bahwa Yang Mulia akan segera melahirkan.”
“Baiklah,” balas Xyon.
Ia kemudian berjalan keluar ruangan itu, dan menutup pintunya rapat-rapat, lalu berdiri di sampingnya dengan wajah yang terlihat penuh dengan kepanikan.
“Astaga, apakah seorang Crossbreed benar-benar akan lahir?” gumamnya pelan.
Di dalam ruangan, para pelayan wanita yang ikut bersama dengan Yeria tadi, kemudian membantu Anexta untuk berjalan beberapa langkah menuju ke sebuah sofa empuk yang berada di bagian kiri ruangan kerja tersebut. Mereka kemudian membantu sang ratu untuk berbaring perlahan di atas sofa itu, dan proses persalinan akan segera dimulai.
“Kalian, cepat lakukan Healing Renovatio terus menerus kepada Yang Mulia, hingga anak itu lahir!” seru Yeria.
“Baiklah, Nyonya!” balas para pelayan wanita itu.
Mereka kemudian berdiri di samping Anexta dengan jarak yang tidak terlalu dekat, dan secara bergantian memberikan Healing Renovatio kepada sang ratu agar ia tidak merasakan sakit pada saat melahirkan. Mereka juga mulai mengeluarkan kain-kain bersih dari dalam kantung-kantung baju pelayan mereka untuk diberikan kepada Yeria.
Namun, Anexta masih terus berteriak, “Arghhhh!”
“Yang Mulia, maafkan aku. Kami akan segera mulai prosesnya,” ucap Yeria.
Ia kemudian meraih baju bagian bawah dan melebarkan kedua kaki sang ratu dengan perlahan.
“Dorong, Yang Mulia! Dorong anak itu keluar dengan otot-otot perut anda!” serunya.
__ADS_1
“Ahhhh!” teriak Anexta sambil mulai memegang bagian sofa yang bisa ia raih.
Waktu mulai berlalu, dari beberapa menit, kini menjadi beberapa jam. Xyon yang masih berada di luar ruangan itu kini mulai terlihat resah. Wajahnya gundah, ia bahkan berkali-kali meremas kedua tangannya.
“Lama sekali, astaga. Jika saja Yang Mulia mau memakai Wormbye … astaga, tidak mungkin juga. Pria itu adalah seorang manusia,” gumamnya.
Ia kemudian memejamkan kedua matanya sambil mulai menepuk-nepuk wajahnya sendiri. Mendadak, ia mendengar suara tangisan seorang bayi yang sangat kencang dari dalam ruangan itu. Wajah Xyon langsung berubah menjadi terkejut. Kedua matanya melotot tajam, dan jantungnya mendadak berdebar sangat kencang.
“Astaga, apakah ia adalah seorang Crossbreed?” tanyanya kepada diri sendiri, dengan badan yang gemetaran.
Seorang pelayan wanita tiba-tiba mengejutkannya dengan membuka pintu ruangan tersebut dengan cepat. Xyon langsung menatap pelayan wanita itu dengan sorot mata yang tajam.
“Anda sudah boleh masuk, Tuan. Yang Mulia memanggil anda,” ucap pelayan wanita itu.
Tanpa menjawab, Xyon langsung berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut, dan pelayan wanita tadi kemudian menutup kembali rapat-rapat pintunya. Jenderal Senior itu lalu menoleh ke arah Yeria, lalu melihat seorang bayi mungil dengan selimut tebal menyelimuti seluruh tubuhnya, yang berada di dalam gendongan sang kepala perawat.
“Anak itu perempuan, Jenderal Senior Xyon,” ucap Anexta yang masih berbaring di atas sofa dengan wajah yang terlihat kelelahan.
Xyon kemudian melangkah maju mendekati Yeria, dan menatap bayi perempuan itu. Rambutnya berwarna biru tua, dengan kedua bola mata yang berwarna biru muda. Sungguh cantik, persis seperti ibunya, namun, Xyon tampaknya tidak menyukai anak itu.
“Ia adalah seorang … Crossbreed. Bukankah begitu, Yang Mulia?” tanya Xyon.
Yeria dan pelayan-pelayan wanita itu langsung terkejut setelah mendengar pertanyaan tersebut.
“Crossbreed?! Tuan, apakah yang anda maksud adalah anak ini?” tanya Yeria dengan kedua mata yang melotot tajam kepada Xyon.
“Ya, anak perempuan itu adalah seorang Crossbreed. Aku … aku jatuh cinta kepada seorang manusia ketika kami sedang berada di Planet Bumi untuk mencari keberadaan para Silverian yang kudengar, bahwa mereka akan menyerang sebuah desa di sana, Yeria,” ujar Anexta dengan wajah yang terlihat kesal.
__ADS_1
Yeria langsung berlutut di hadapan Anexta bersama dengan pelayan-pelayan wanita itu, dengan badan yang gemetar. Aksinya ini membuat sang ratu dari Palladina itu terkejut, hingga melotot kepadanya.
“Yang Mulia! Anak ini tidak boleh hidup!” seru Yeria dengan wajah yang terlihat ketakutan.
“Anak itu sudah lahir ke dunia, Yeria!” seru Anexta.
Yeria menghela nafas panjang, bahkan Xyon terlihat memalingkan wajah dan memutar kedua bola matanya dua kali, karena kebingungan dengan situasi saat ini.
“Aku ingin agar kau merawat baik-baik anak ini, walaupun ia adalah seorang Crossbreed! Ia akan menjadi alat yang berguna untuk melawan para Silverian itu, dengan kekuatan yang dimilikinya, Yeria! Apakah kau tidak paham dengan hal itu?!” tanya Anexta dengan nada tinggi.
“Namun, Yang Mulia! Aku tidak berani merawatnya! Alam semesta mengutuknya! Ia adalah bencana bagi Galaksi Metal, Yang Mulia! Anda harus membunuh anak ini secepatnya, sebelum alam semesta ikut mengutuk Planet Palladina!” seru Yeria dengan nada tegas.
Anexta terlihat mulai kehilangan kesabaran. Ia lalu bangkit dan duduk di atas sofa sambil menunjuk-nunjuk ke arah Yeria dengan wajah yang dipenuhi amarah.
“Aku mengorbankan diriku sendiri agar aku bisa mendapatkan anak ini, seorang Crossbreed, untuk membunuh para Silverian itu. Namun, kau malah memintaku untuk membunuh anak ini hanya karena ia dikutuk oleh alam semesta, padahal tidak pernah ada satu Crossbreed pun yang pernah lahir di dunia ini, dan pernyataan itu masih hanyalah asumsi belaka!” serunya dengan nada tinggi.
“Namun, Yang Mulia!” seru Yeria lagi.
“Tidak! Dengarkan perintahku! Kau akan menjaga anak itu dan merawatnya hingga besar. Anggaplah anak itu sebagai anakmu sendiri, dan jika ada yang bertanya, bilang kepada mereka bahwa kau menemukan anak ini tergeletak di pojok luar istana,” ucap Anexta.
Yeria tidak menjawab, ia bahkan memejamkan kedua matanya karena ketakutan.
“Anak ini akan kuberi nama Keira. Ia adalah seorang Crossbreed. Jangan sampai ada yang mengetahui bahwa ia adalah anakku, apalagi sampai orang-orang tahu identitasnya sebagai seorang Crossbreed,” perintah sang ratu.
Namun, Yeria menggelengkan kepalanya.
“Yang Mulia, aku tidak bisa menjalankan perintah anda. Maafkan aku, namun, aku sangat takut Planet Palladina akan dikutuk karena kehadiran anak ini. Seorang Crossbreed mortal, yang bahkan tidak seharusnya berada di sini,” ucap Yeria.
__ADS_1
Anexta menghela nafas panjang. Ia bahkan mengusap wajahnya berkali-kali karena kesal dan kebingungan.
“Anak ini, harus kuapakan? Mudah sekali untuk menghadirkannya ke dunia, namun, aku sama sekali belum berpikir tentang cara merawatnya,” tanyanya di dalam hati.