
Begitu mereka tiba di dalam Planet Palladina dan mendarat di halaman depan istana, keduanya kemudian kembali mengubah fisik masing-masing seperti semula, dan langsung terkejut begitu mereka melihat seorang perempuan yang sedang berhadapan dengan Xyon, sambil memegang dua buah pedang kosmik berwarna biru muda di dalam kedua genggaman tangannya.
“Keira!” teriak Higarashi dan Arex bersamaan, namun, Xyon justru menggelengkan kepalanya sekali, sambil menatap ke arah mereka.
Arex dan Higarashi langsung mengerti maksudnya. Suasana mendadak begitu tegang. Xyon bahkan menatap Keira dengan sorot mata tajam sambil memegang pedang kosmiknya, seolah keduanya akan bertarung setelah ini. Untung saja, kedua orang yang baru datang itu, berdiri dengan jarak yang agak jauh dengan Xyon dan Keira.
Perempuan berambut biru tua itu tiba-tiba menoleh ke samping, lalu menatap Higarashi dan Arex dengan tatapan tajam. Keduanya justru terkejut ketika mereka melihat bola mata Keira yang kini berwarna … hitam.
“Keira sedang dalam kondisi Crossbreed, Higarashi. Sebaiknya kita jangan mendekat,” bisik Arex.
“Namun, Paman, bola mata Keira tidak berwarna biru tua, melainkan hitam!” balas Higarashi.
“Higarashi, sebaiknya kita tidak mendekat, karena ada sesuatu yang tidak beres dengannya!” seru sang Jenderal Senior dari Palladina itu.
Higarashi hanya terdiam sambil masih menatap ke arah istrinya. Keira kemudian memutar badannya, lalu berjalan mendekati mereka. Keringat dingin mulai membasahi wajah keduanya. Perempuan berambut biru tua itu lalu berhenti dan berdiri di hadapan Higarashi, suaminya, lalu tiba-tiba, ia mengarahkan salah satu pedang kosmiknya, Lightning Double Cross, tepat di depan wajah sang Raja dari Halida tersebut.
“Keira!” teriak Arex dan Xyon bersamaan sambil melotot tajam.
Higarashi mengernyitkan dahinya, namun, ia tampak menahan rasa takut walaupun wajahnya terlihat serius menatap Keira.
“Jadilah lawanku,” ucap perempuan Crossbreed itu.
Higarashi menghela nafas pendek, kemudian bertanya, “Apa yang kau inginkan jika kau memenangkan pertarungan ini, Keira?”
"Kau harus menceraikanku. Biarkan aku bebas,” jawab Keira.
Higarashi kemudian membuka telapak tangannya dan begitu Divine Sword miliknya muncul, ia langsung menggenggam pedang kosmik itu erat-erat.
Tentu saja Arex dan Xyon melihat hal tersebut, dan terkejut dengan sikapnya.
__ADS_1
“Higarashi! Keira adalah istrimu!” bisik Arex dengan nada tinggi.
"Hentikan, Keira! Kau tidak seharusnya berada di sini! Keluarlah!" teriak Xyon dari kejauhan.
"Diam saja kau, pria tua!" seru Keira sambil masih menatap Higarashi dengan tatapan tajam.
Karena hal itu, suasana di antara Higarashi dan Keira menjadi semakin tegang.
"Menjauhlah, Paman Arex," ucap Higarashi pelan sambil mengarahkan Divine Sword itu kepada Keira.
Arex kemudian melangkah mundur, menjauhi mereka berdua, lalu berlari ke arah Xyon dan berdiri di sebelahnya.
Keringat dingin yang membasahi wajahnya membuatnya penasaran dan bertanya kepada Xyon, "Keira, ada apa dengan anak itu?"
"Ia tiba-tiba datang ke sini sambil menggenggam dua buah pedang kosmik di tangannya, lalu berkata bahwa ia ingin menemuiku. Weim dan Nordian yang tanpa sengaja bertemu dengannya di halaman depan, justru menjadi korban kebrutalannya," jawab Xyon dengan wajah yang serius sambil memperhatikan ke arah Higarashi dan Keira.
Arex langsung merasakan ketegangan di antara Higarashi dan Keira setelah ia mendengar jawaban itu.
Xyon tidak menjawabnya karena terlalu fokus kepada sepasang suami istri itu. Keira tiba-tiba tersenyum sinis begitu melihat suaminya yang kini, terlihat sudah siap bertarung dengannya. Ia kemudian menurunkan pedang kosmiknya, lalu bersiap untuk menyerang.
"Sampai kapan kau akan terdiam, Keira?" tanya Higarashi yang kini berdiri dengan posisi bersiap untuk menyerang.
"Sebaiknya kau mempersiapkan diri untuk kalah!" seru Keira.
Ia kemudian berlari ke arah Higarashi dan mulai menyerang suaminya itu dengan brutal, bahkan, Keira sama sekali tidak ingat bahwa yang sedang diserangnya, adalah suaminya sendiri. Namun, Higarashi tidak membalas seluruh serangan tersebut.
Raja dari Halida itu justru terus menerus bertahan dari semua serangan yang dilancarkan oleh istrinya. Sayangnya, karena Keira memiliki senjata kosmik kembar yang ringan, tentu saja Higarashi mulai kewalahan.
Walaupun ia sudah terjatuh untuk beberapa kali dan terluka, namun, Higarashi masih bisa berdiri dan menatap istrinya itu, hingga Keira semakin terlihat kesal. Sang Permaisuri dari Halida tersebut bahkan terlihat sudah mulai mencoba untuk menusuk suaminya dengan salah satu pedang kosmik miliknya.
“Higarashi!” teriak Arex dengan mata yang melotot tajam.
__ADS_1
Ia hendak berjalan mendekati Higarashi untuk membantunya, namun, Xyon langsung mencengkram lengannya. Arex kemudian menatap sang Perdana Menteri dari Palladina itu dengan wajah yang kesal.
“Xyon!” seru Arex dengan nada kesal, lalu mengurungkan niatnya untuk membantu Higarashi.
“Planet ini masih membutuhkan dirimu, Arex! Perhatikanlah, Keira yang sedang kita lihat sekarang itu bukanlah Keira,” seru Xyon sambil memngernyitkan dahinya.
“Aku sudah melihat kedua bola matanya, Xyon! Hitam!” balas Arex dengan nada tinggi.
Xyon menghela nafas pendek, lalu ia menunduk sebentar, setelah itu kembali menatap lurus Higarashi dan Keira yang masih bertarung di hadapannya dair jarak yang jauh.
“Keira … adalah seorang Crossbreed, Arex. Kita bisa merasakan energi antimateri miliknya karena berlawanan dengan energi dari materi milik kita, seperti kutub magnet yang saling tarik menarik. Tidak heran jika di mana pun aku menyembunyikan Keira, ia akan selalu bisa ditemukan oleh para Silverian itu,” balas Xyon.
Arex langsung menoleh ke arah Perdana Menteri dari Palladina itu sambil melotot.
“Silverian? Apakah yang kau maksud adalah … Keira … sudah …,” ucapnya dengan bibir yang gemetar.
“Ada seseorang yang memberikan Keira energi gelap, sepertinya. Warna dari kedua bola mata anak itu sudah memberikan petunjuk kepada kita,” balas Xyon.
Arex kemudian kembali menoleh ke arah Keira dan Higarashi, dengan jantung yang berdetak cepat.
“Weim dan Nordian sedang berada di dalam Light Chamber untuk menyembuhkan luka-luka mereka. Sebaiknya kau tidak ikut adalm pertarungan ini, Arex,” bisik Xyon.
Namun, mereka mendadak terkejut karena melihat ujung dari salah satu pedang kosmik milik Keira yang hampir saja berhasil menusuk Higarashi, namun dengan cepat, Raja dari Halida itu berhasil menghindar.
“Keira!!” teriak Xyon dan Arex bersamaan, dengan wajah yang terlihat panik, bahkan, keringat dingin kini mulai membasahi wajah mereka.
Arex kemudian menoleh ke arah Xyon dan berseru, “Xyon! Keira harus segera disadarkan! Ia sedang dalam pengaruh energi gelap, dan kau sangat mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh energi gelap itu! Higarashi bisa saja tewas, walaupun ia sendiri memiliki Divine Sword, namun, bukan berarti senjata kosmik itu bisa bertahan dari serangan-serangan brutal tersebut! Xyon!!”
Perdana Menteri dari Palladina itu hanya bisa melotot tajam lurus ke depan, dan terdiam.
"Pikirkan cara lain untuk menyadarkan anak itu, Xyon!" seru Arex lagi.
__ADS_1
Suasana menjadi semakin tegang begitu Higarashi mulai terpojok karena luka-luka sayatan yang dideritanya, kini membuatnya semakin melemah. Apalagi, menggunakan senjata kosmik sejak tadi, berarti menghabiskan energi cahaya miliknya.